Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Objek Wisata Sampuraga Mengecewakan, Perlu Perhatian Pemerintah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 30 Agt 2012
  • print Cetak

wisata sampuraga 300812PANYABUNGAN (MO) – Tokoh masyarakat Kecamatan Panyabungan Barat, Salamuddin mendesak Pemkab Madina, Kamis (30/8) untuk lebih memperhatikan kesinambungan objek wisata Sampuraga yang terletak di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Barat.

Kondisi fisik objek wisata Sampuraga sudah bertahun-tahun memprihatinkan akibat kurang penanganan menyebabkan banyak pengunjung kecewa dan tak mau kembali mengunjunginya.

“Lokasinya bersemak, becek, tempat untuk duduk-duduk pun tak ada yang layak. Pengunjung bingung, titik-titik air panas tak terawat dibiarkan kayak kubangan kerbau. Tak ada yang menarik untuk menjadi kesan pengunjung,” ungkap Salamuddin.

“Sampuraga ini merupakan salah satu kekayaan wisata alam Kabupaten Mandailing Natal yang telah mempunyai cerita melegenda Sampuraga yang menasional, jadi kita sangat mengharapkan Pemkab Mandailing Natal dapat melestarikan objek wisata ini,” ujarnya.

Kalau memang sampuraga ini dipoles dengan baik maka akan menjadi salah satu objek wisata yang sangat terkenal karena cerita tentang sampuraga sudah terkenal di seluruh pelosok tanah air ini dan akan menjadi salah satu pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kabupaten Mandailing Natal ini.

“Selama ini setiap hari libur maupun hari raya idul fitri sampuraga ini merupakan salah satu tujuan objek wisata para perantau yang telah lama di rantau orang, karena disamping untuk membawa anak-anaknya serta pamilinya berlibur juga dapat memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka,” ujarnya.

“Konon zaman dahulu bahwa munculnya air panas dari dalam perut bumi akibat salah seorang anak yang bernama durhaka kepada Ibunya karena si sampuraga ini telah kaya dan mendapatkan kedudukan yang sangat baik di kerajaan pada zaman itu,” ucapnya mengulangi cerita Sampuraga.

“Ini kan bisa menjadi pelajaran bagi para generasi muda kita agar tidak durhaka kepada orang tua, inilah salah satu daya tarik objek wisata ini sehingga memang sudah waktunya pemerintah memperhatikan kekayaan alam madina ini untuk dapat menghasilkan PAD kepada Pemkab Mandailing Natal,” harapnya.

Memang katanya, beberapa tahun yang lalu Pemerintah telah melakukan renopasi dan perbaikan beberapa pasilitas yang ada di objek wisata sampuraga tersebut, namun sekarang ini pasilitas tersebut terlihat kurang perawatan dan terkesan dibiarkan saja sehingga tidak tertata rapi.

“Ini memang selalu keluhan para pengunjung sampuraga selama ini, termasuk diantaranya tidak tertata rapinya objek wisata tersebut dan kurangnya pasilitasnya sehingga pada waktu bukan hari raya idul fitri lokasi ini menjadi semak yang tidak dirawat,” jelasnya.

Keluhan juga muncul dari Karsahman Nasution, perantau yang mudik dari Jawa. Dia mengeluh ketika dia pada lebaran kemarin membawa keluarganya ke lokasi wisata Sampuraga.

“Anak-anak sering mendengarkan tentang sampuraga ini yang konon katanya durhaka kepada orang tuanya, sehingga anak-anak saya kepingin melihat secara langsung bagaimana air panas sampuraga ini. Namun, kita kecewa karena lokasi wisata ini tak menawarkan apa-apa. Yang ada justru semak dan tanah becek, kawah-kawah air panas juga tak menakjubkan,” ungkapnya.(mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT BAS Dinilai Rugikan Negara Rp30 M

    PT BAS Dinilai Rugikan Negara Rp30 M

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALUTA- Kesatuan Aksi Mahasiswa Paluta (KAMP) Paluta meminta kepada Kapoldasu dan Kejatisu untuk segera mengusut tuntas atas kerugian negara Rp30 miliar yang belum dibayarkan oleh PT BAS kepada Menteri Kehutanan melalui Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehutanan Provinsi Sumatera Utara dari tahun 1999 hingga saat ini. Tak hanya itu, KAMP Paluta juga meminta kepada PT BAS […]

  • Persahabatan dan Kepentingan

    Persahabatan dan Kepentingan

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen Karya: Rina Youlida Nurdina Mentari mulai condong ke arah barat, udara yang tadi terasa terik kini mulai  lebih sejuk. Suara riuh di jalan raya  dari banyaknya kendaraan yang ditandai dengan suara bising klakson kendaraan yang saling bersahutan menandakan sudah waktunya orang-orang harus kembali ke rumahnya masing-masing setelah sibuk beraktifitas seharian. Ayah menoleh ke arah […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang II. (Sesi I) Hari :  Rabu, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 10 Desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 2 52133000186 AHMAD.SUHERI NASUTION 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 2 […]

  • Harga Ayam Potong di Madina Naik

    Harga Ayam Potong di Madina Naik

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Harga ayam potong dalam beberapa minggu terakhir di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Madina menunjukkan kenaikan. Rentang grafik kenaikan berada di posisi Rp.22.000 ke arah Rp.25.000 per Kg. Pengakuan pedagang, faktor kenaikan harga bukan karena stokan dari peternak berkurang, melainkan mengikuti trend naiknya harga dari daerah lain. “Pasokan dari peternak tidak berkurang, namun harga […]

  • Gordang Sambilan Budaya Mandailing

    Gordang Sambilan Budaya Mandailing

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat Mandailing terkenal dengan masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadikan berbeda dari suku–suku yang ada di Sumatera Utara. Salah satu kesenian khas suku Mandailing adalah Gordang Sambilan. Gordang artinya gendang atau bedug, sedangkan sambilan artinya sembilan. Jadi Gordang Sambilan merupakan gendang atau bedug yang mempunyai panjang dan diameter yang […]

  • Awal Juni, Medan Punya Walikota Baru

    Awal Juni, Medan Punya Walikota Baru

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan serta Pimpinan Fraksi bergerak cepat dalam upaya mempercepat proses pengangkatan Dzulmi Eldin sebagai wali kota Medan definitif. Sejumlah Pimpinan dewan serta pimpinan fraksi langsung menggelar rapat internal di ruang Badan Anggaran (Banggar) gedung DPRD Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, Rabu (21/5). Wakil Ketua DPRD Medan, Ikrimah […]

expand_less