Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Keharusan Pers Menguliti LKPJ Bupati Madina

  • account_circle Tim Mandailing Epicentrum
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

 

Begitu palu sidang paripurna diketuk, berita pun selesai ditulis.

Saat itu juga, naskah dikirim ke redaksi. Lalu, publik membaca berita yang hampir seragam: bupati menyampaikan LKPJ, DPRD menggelar rapat paripurna, sejumlah angka capaian dipaparkan, para pimpinan daerah hadir lengkap, lalu rapat ditutup.

Setelah itu, isu LKPJ pun menghilang.

Ia tenggelam bersama arus berita baru. Digantikan kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, seremoni pemerintahan, atau agenda politik berikutnya.

Di sinilah sesungguhnya kita sedang menyaksikan satu persoalan yang lebih besar daripada sekadar pola pemberitaan. Kita sedang melihat bagaimana jurnalisme lokal sering kali berhenti tepat ketika pekerjaan jurnalistik yang paling penting seharusnya dimulai.

LKPJ bukanlah sebuah peristiwa. Ia adalah pintu masuk untuk membaca kualitas pemerintahan daerah.

Karena itu, ketika wartawan hanya melaporkan jalannya sidang paripurna, publik memang memperoleh informasi. Namun mereka belum memperoleh pengetahuan.

Mereka tahu bahwa rapat telah berlangsung.

Tetapi mereka tidak tahu apa substansi persoalannya.

Mereka tahu bupati menyampaikan laporan.

Tetapi mereka tidak tahu program mana yang gagal.

Mereka tahu DPRD akan membahas LKPJ.

Tetapi mereka tidak tahu apa dan bagaimana rekomendasi apa yang lahir di rapat selanjutnya.

Lebih jauh lagi, masyarakat juga tidak tahu apakah rekomendasi tahun sebelumnya pernah dijalankan atau hanya menjadi dokumen yang tersimpan rapi di lemari arsip.

Padahal, justru di situlah nilai jurnalistik dalam isu LKPJ idealnya, wartawan bisa membuka semua pintu dan jendela bagi publik. Kita tidak boleh terkurung di dalamnya.

***

Pers seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan apa yang terjadi. Pers harus melangkah ke pertanyaan yang jauh lebih penting: mengapa itu terjadi, siapa yang bertanggung jawab, apa dampaknya bagi masyarakat, dan bagaimana solusi yang ditawarkan.

Sayangnya, pola peliputan kita masih terlalu akrab dengan event journalism. Fokus utamanya adalah peristiwa. Siapa datang. Siapa berbicara. Berapa lama rapat berlangsung. Berapa persen realisasi anggaran.

Semua itu penting. Tetapi semuanya baru permukaan. Lapisan yang lebih dalam justru jarang disentuh.

Misalnya, apakah rekomendasi DPRD tahun lalu (kalau ada) sudah cukup spesifik untuk dijadikan alat evaluasi?

Apakah nantinya Panitia Khusus menemukan kelemahan serius pada OPD tertentu?

Apakah ada program yang menghabiskan anggaran besar tetapi manfaatnya minim?

Apakah rekomendasi DPRD memiliki target waktu yang jelas?

Apakah enam bulan setelah rekomendasi diterbitkan, pemerintah mulai menindaklanjutinya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang justru menentukan apakah pers sedang menjalankan fungsi kontrol sosial atau sekadar menjadi pencatat jalannya acara.

Ironisnya, ruang sidang paripurna sering menjadi batas imajiner liputan kita.

Begitu rapat selesai, perhatian media ikut selesai.

Padahal, bagi masyarakat, dampak LKPJ justru dimulai setelah sidang berakhir.

Apakah pelayanan kesehatan membaik?

Apakah kualitas pendidikan meningkat?

Apakah jalan yang rusak mulai diperbaiki?

Apakah pelayanan air bersih semakin layak?

Apakah rekomendasi DPRD benar-benar mengubah cara pemerintah bekerja?

Semua pertanyaan itu membutuhkan jurnalisme yang sabar, tekun dan konsisten mengawal kebijakan, bukan sekadar melaporkan seremoni.

Karena itu, mungkin sudah saatnya media dan Kominfo di Mandailing Natal mulai menggeser orientasi dan apresiasi liputan. Dari sekadar mengejar kecepatan menjadi membangun kedalaman. Dari hanya memberitakan sidang menjadi mengawal implementasi hasil sidang.

Bayangkan jika setiap pembahasan LKPJ tidak berhenti pada satu berita, tetapi berkembang menjadi serial liputan: membedah rekomendasi DPRD, menelusuri tindak lanjut pemerintah, mengukur dampaknya terhadap pelayanan publik, lalu mengevaluasinya kembali pada LKPJ tahun berikutnya.

Di situlah pers benar-benar menjalankan fungsinya sebagai pengawas (kontrol) sosial.

Tulisan ini bukan untuk menyalahkan wartawan. Kita ada di dunia yang sama dan memahami tekanan ruang redaksi, keterbatasan waktu, target jumlah berita, hingga minimnya sumber daya dan dana. Justru karena itu, kritik ini sebaiknya dibaca sebagai ajakan untuk bersama-sama menaikkan kelas jurnalisme lokal.

Mandailing Natal membutuhkan lebih banyak jurnalisme kebijakan daripada jurnalisme seremoni.

Sebab, jika DPRD berhenti pada rapat paripurna, fungsi pengawasannya melemah.

Jika pemerintah berhenti pada penyampaian LKPJ, akuntabilitasnya menjadi dangkal.

Dan jika wartawan ikut berhenti di ruang paripurna, maka masyarakat kehilangan mata yang seharusnya terus mengawasi jalannya pemerintahan.

Palu sidang memang menandai berakhirnya rapat.

Tetapi bagi jurnalisme, seharusnya di situlah liputan baru dimulai.

Kalau DPRD berhenti pada rapat paripurna, fungsi pengawasannya melemah. Kalau pemerintah berhenti pada penyampaian LKPJ, akuntabilitasnya menjadi dangkal. Tetapi kalau pers juga berhenti di ruang paripurna, maka masyarakat kehilangan mata yang seharusnya terus mengawasi jalannya pemerintahan. ***

  • Penulis: Tim Mandailing Epicentrum
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh Foto Naskah Ujian Sekolah di Madina

    Heboh Foto Naskah Ujian Sekolah di Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYBUNGAN (Mandailing Online) – Kehebohan silih berganti menerpa Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Hebohnya bukan heboh positif, melainkan heboh yang memalukan. Belum reda heboh dugaan pengutipan Rp 1.700.000 kepada para kepala desa, kini muncul lagi materi ijian sekolah dasar yang diduga tidak sinkron antara pertanyaan dengan jawaban. Dalam 2 hari terakhir, foto-foto naskah ijian sekolah dasar […]

  • Pria Gila Bacok Kepala Bocah 11 Tahun di Madina

    Pria Gila Bacok Kepala Bocah 11 Tahun di Madina

    • calendar_month Minggu, 23 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) – Bocah 11 tahun warga desa Tambangan Pasoman dibacok pria kurang waras (Gila). Dede nama bocah itu mengalami luka serius di kepalanya dan kini mendapat perawatan intensif di RSUD Panyabungan. (23/7/2023). Peristiwa pembacokan ini dialami korban saat ia bersama teman seusianya bermain dan mandi di sungai dekat masjid Tambangan Pasoman […]

  • Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ada istilah di dalam tataran sifat arus sungai : “manjalaki na toruk, mangkojar na lampas” (mencari yang rendah, mengejar yang tinggi). Itu istilah bagi para  “parsaba na i topi aek” (petani yang bertani di tepi sungai) dalam memahami sifat-sifat arus sungai. Suatu pemahaman yang diwariskan secara turun […]

  • Saifullah-Atika Pasangan Pendaftar Pertama

    Saifullah-Atika Pasangan Pendaftar Pertama

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution resmi mendaftar ke KPU Madina, Rabu (28/8/2024). Ini menjadikan pasangan ini pendaftar pertama sebagai calon bupati/wakil bupati Mandailing Natal (Madina) di perhelatan Pilkada 2024. Enam partai politik mengusung Saifullah-Atika: PKS, PKB, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PPP dan Perindo. Sebelum mendaftar ke KPU Madina, […]

  • Kecurangan Mulai Terbongkar

    Kecurangan Mulai Terbongkar

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kecurangan seleksi penerimaan CPNS di Pemkab Padang Lawas (Palas), terbongkar. Hasil skoring (nilai) yang dikeluarkan Universitas Indonesia (UI) yang merupakan penyeleksi CPNS Palas, diduga dimanipulasi. Sekretaris Forum Peduli Padang Lawas (FPPL) Partahanan Hasibuan di Medan, Ahad (26/12/2010), menjelaskan pihaknya mendapatkan data hasil skoring untuk 17 CPNS dari UI yang diduga lulus namun ternyata oleh […]

  • Demo Anggota Rimbo Tuo Dinilai Anarkis. PT TBS: Kami Rugi Besar

    Demo Anggota Rimbo Tuo Dinilai Anarkis. PT TBS: Kami Rugi Besar

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Dilatari permasalahan lahan antara  Koperasi Rimbo Tuo Kelurahan Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan PT Tri Bahtera Srikandi (TBS), anggota koperasi dan warga Tapus mengadakan aksi  ke PT TBS, Selasa (30/7/2024) yang berujung anarkis. Dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan Koperasi Rimbo Tuo bernomor 028/KRT-KLTP/VII/2024 ke Polres Madina, […]

expand_less