Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

Ketika Program Plasma PTPN IV Tak Mensejahterakan di Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
  • print Cetak

KUD Pasar Baru Batahan. foto : Syufrin

 

Oleh : Syufrin

2007-2019 rentang waktu yang diberikan kepada PT.Perkebunan Nusantara IV untuk membangun kebun plasma seluas 9.000 Ha kepada 4.500 KK petani plasma yang telah di revitalsasi oleh Dirjen Perkebunan RI.

Dan selama 13 tahun berjalan pembangunan kebun kelapa sawit yang telah dilaksanakan oleh BUMN ini sepatut dan sewajarnya kita pertanyakan: sejauhmana prosfektif kredit investasi Bank Mandiri terserap dan seberapa luas lahan petani plasma ini tertanam serta seberapa banyak petani plasma yang tersesejahterakan dalam program pembangunan inti-plasma oleh PT.Perkebunan Nusantara IV Proyek Madina.

Program Kredit  Perkebunan Nabati – Revitalisasi Perkebunan (KPN-RP) di Kabupaten Mandailin Natal diharapkan dapat mewujudkan peningkatan ekonomi masyarakat  Kabupaten Madailing Natal, khususnya petani plasma kelapa sawit di tiga kecamatan yakni Kecamatan Batahan, Natal dan Ranto Baek.

Pembangunan kebun plasma kelapa sawit  petani peserta yang didukung kredit investasi perbankan dengan subsidi bunga pemerintah Greas Period secara nasional dimulai ketika presiden Republik Indonesia mencanangkan melalui program Revitasilsai Perkebunan Sub Sektor dari Program Pertanian di Jatiluhur pada bulan Juni 2005, setelah melalui serangkaian pertemuan yang dipimpin oleh wakil Presiden RI, maka disepakati adanya program Revitalisasi Perkebunan.

Untuk pelaksanaan 2 juta hektar program Revitalisasi Perkebunan, telah terbit Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33/Permantan/05/06 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 117/PMK/12/06,  serta penunjukan 5 bank pelaksana, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Bukopin, Bank Sumut dan Bank Nagari.

Pelaksanaan program Revitalisasi Perkebunan di Provinsi Sumatera Utara dimulai sejak awal Tahun 2007 dengan dikeuarkanya Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 525/079/K/Tahun 2007 Tanggal 26 Januari 2007 Tentang Pembentukan Tim Pembina Pengembangan Perkebunan Provinsi (TP3P). Sedangkan di Kabupaten Mandailing Natal telah dibentuk Tim Pembina Pengembangan Perkebunan Kabupaten  (TP3K).

Berdasarkan Surat Direktur Jendral Pekebunan Nomor 08/HK/Rev-bun/04/2007 Tanggal 03 September 2007, menetapkan PTPN IV menjadi Perusahan Pengembang sekaligus Avalis bagi KUD Setia Abadi Kecamatan Batahan seluas 2.400 Ha untuk 1.200 KK.

KUD Pasar Baru Batahan Kecamatan Batahan seluas 3.200 Ha untuk 1.600 KK.

KUD Maju Bersama Kecamatan Natal seluas 1.400 Ha untuk 700 KK. KUD Bangko Jaya Kecamatan Lingga Bayu seluas 2.000 Ha untuk 1.000 KK.

Total keseluruhan seluas 9.000 Ha untuk 4.500 Kepala Keluarga (KK) di Mandailing Natal.

Pada Tanggal 27 September 2007 ditanda tangani MOU (Momerendum Of Undestanding) Kesepahaman Pembangunan Kebun Plasma Kelapa Sawit Antara Bank Mandiri, PTPN IV, dengan 4 KUD Seluas 9.000. Hektar Untuk 4.500, ada banyak harapan dalam acara seremonial ini kebetulan diselenggarakan di Aula Kantor Pusat PTPN IV  Jl.Letda Sujono No.2 Medan , sesuai dengan tujuan Program Revitalisasi Perkebunan adalah, meningkatkan kesempatan kerja melalui pengembangan perkebunan, meningkatkan daya saing melalui pengembangan industry hilir berbasis perkebunan, meningkatkan penguasaan ekonomi nasional dengan mengikutsertakan masyarakat dan pengusaha local.

Sejak Tahun 2007 s/d Tahun 2019, satu persatu Kita dengar permasalahan yang mencuat dan tidak ada arah penyelesaianya,  KUD Banko Jaya Kec.Ranto Baik pemilik IUP  No.525.25/141/K/2007. Tanggal 28 Maret 2007 dan Izin Lokasi Nomor.525.25/153/K/2007. Tanggal 30 Maret 2007, yang meliputi Desa Sampuran, Desa Ranto Nalinjang,Desa Manisak dan Desa Banjar Maga berakhir dengan mosi tidak percaya masyarakat terhadap PTPN IV sehingga program total dihentikan.

KUD Maju Bersama Kec.Natal Pemilik IUP Nomor.525.25/142/K/2007. Tanggal 28 Maret 2007 dan Izin Lokasi izin Nomor.525.25/152/K/2007. Tanggal 30 Maret 2007, yang meliputi Desa Perdamaian Baru, Desa Kampung Sawah dari 1.400.Ha. yang terbangun hanya 733,94.Ha. minus 666,06.Ha  atau untuk -333,03.Kepala Keluarga.

KUD Setia Abadi Desa Batu Sondat Kec.Batahan pemilik IUP Nomor.525.25/140/K/2007. Tanggal 28 Maret 2007 Dan Izin Lokasi Nomor.525.25/155/K/2007. Tanggal 30 Maret 2007, Yang meliputi Desa Batu Sondat, Desa Muara Pertemuan, Desa Bintungan Bejangkar, Desa Kampung Kapas, dari 2.400.Ha. yang terbangun hanya 159,57.Ha sisanya 2.240,43.Ha. atau untuk 1.120,215.Ha tidak tahu ujung pangkalnya.

KUD Pasar Baru Batahan  Kec.Batahan pemilik IUP dan izin Lokasi yang dilematis pertama IUP atas nama PTPN IV Nomor.525.25/143/K/2007. Tanggal 28 Maret 2007 dan Izin Lokasi ATAS Naman PTPN IV Nomor.525.25/151/K/2007. Tanggal 30 Maret 2007. Seluas 1.200.Ha. berada di Belakang Kantor Kapolsek Batahan yang dikuasai Oleh Sinunukan IV (P4HDR) bermitra dengan PT.Sago Nauli. Kedua  IUP atas nama KUD Pasar Baru Batahan Nomor.525.25/151/K/2007. Tanggal 30 Maret 2007 dan Izin Lokasi atas nama KUD Pasar Baru Batahan Nomor.525.25/156/K/2007. Meliputi Desa Pasar Baru Batahan, Desa Pasar Batahan, Desa Sari Kenangan Batahan, Desa Kuala Batahan, Desa Kubangan Tompek. Total yang terbangun hanya 1602,51.Ha sisanya 1.597,49.Ha atau untuk 798,745. Kepala Keluarga juga tidak tentu ujung pangkalnya.

Dari uraian diatas hanya tersisa beberapa pertanyaan dan butuh jawaban semua steak holder terkait Program Kredit Perkebunan Nabati ( KPN-RP ) :

  1. Dari Luasan 9.000.Ha untuk 4.500.KK, PTPN IV hanya mampu merealisasikan pembangunan kebun petani plasma seluas 2.496,02.Ha, atau 27 % , Kenapa begitu rendah serapan Kredit yang dilakukan oleh PT.Perkebunan Nusantara IV.
  2. Jika tersisa seluas 6.503,98.Ha. atau 73 %, kemanakah sisa Alokasi Kredit dari Bank Mandiri dialihkan peihal ini harus terang dan jelas, jika ada kebijakan yang melindunginya wajib dipertanyakan karena telah bertentangan denga tujuan Program yang sesungguhnya.
  3. Selama masa tenggang Pembangunan Kebun Petani Plasma ( Greas Periode ) atau masa tanggung subsisdi Bunga dari Pemrintah kapan dan berapa luasan yang diserahkan kepada Petani Plasma.
  4. Masa Pembangunan Kebun yang telah disepakati bersama selama Lima Tahun dan Setelah 12 Tahun masa Pembangunan kebun Petani Plasma kenapa belum ada Profit untuk Petani.

Jadi wajarlah jika Kita semua baik  masyarakat / Petani Peserta Plasma  dan terutama Pemerintah mempertanyakan kenapa Proyek Kebun Plasma Madina yang di kelola oleh PTPN IV tidak profit / SHU bahkan menjadi beban mental bagi Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal, karena selalu menimbulkan masalah bukan menimbulkan kesejahteraan. (Penulis adalah petani plasma PT Perkebunan Nusantara IV Proyek Madina)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Dia Kronologis LKPJ Bupati Madina Yang Gagal Dibahas

    Ini Dia Kronologis LKPJ Bupati Madina Yang Gagal Dibahas

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – LKPJ Bupati Mandailing Natal TA 2015 dan LKPJ akhir masa jabatan bupati akhirnya sudah gagal dibahas. Mengapa dua Laporan Keterangan Pertanggungjawaban bupati bernasib begitu? Ini kronologisnya. Berdasar surat Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Lely Artati kepada gubernur Sumatera Utara nomor 170/185/DPRD/2016  tertanggal 12 Juli 2016 yang melaporakan kegagalan LKPJ tahun anggaran […]

  • Paslon Harun-Ichwan Kunjungi Majlis Taklim Syeh Yakub Abdul Qadir Al Mandili di Panyabungan

    Paslon Harun-Ichwan Kunjungi Majlis Taklim Syeh Yakub Abdul Qadir Al Mandili di Panyabungan

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Sebelum menghadiri pencabutan nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal yang akan berlangsung siang ini 23/9 di Gedung Serbaguna Amru Daulay. Pasangan Calon Bupati Harun- Ichwan menyempatkan diri menghadiri pengajian Majlis Taklim Syeh Yakub Abdul Qadir Al Mandili cabang Baitul Bukhori di Kampung Bargot Panyabungan III. “Pagi […]

  • Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Protes Pemkab Madina

    Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Protes Pemkab Madina

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online)  – Inilah akibatnya jika kepala sekolah yang berkualitas diganti oleh pemerintah daerah dan digantikan oleh orang lain yang belum tentu berkualitas. Warga pun memprotes dan menyalahkan Pemkab Mandailing Natal (Madina) yang dinilai tak mau mempertahankan kepala sekolah bermutu. “Ibu kepala sekolah Dorima sudah serasi bagi kami dan sudah sesuai dengan harapan […]

  • Misteri Penculikan Warga Desa Sei Meranti, Labusel

    Misteri Penculikan Warga Desa Sei Meranti, Labusel

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LABUSEL :Perseteruan warga Desa Seimeranti, kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dengan pihak PT SBI dan Polhut, berbuntut panjang. Bahkan, semakin misteri. Sebab, indikasi adanya penculikan seorang warga yang diduga dilakukan oknum Polhut belum memperoleh kejelasan. Terlebih, Kepolisian Sektor (Polsek) Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau membantah adanya warga yang melaporkan aksi penculikan. Bahkan, meminta agar kembali […]

  • Disbudpar segera canangkan Visit Medan Year 2012

    Disbudpar segera canangkan Visit Medan Year 2012

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan akan segera merilis program Visit Medan 2012. Sumber : Waspada

  • Pondok Santri di Pesantrn Musthofawiyah Purba Baru

    Pondok Santri di Pesantrn Musthofawiyah Purba Baru

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pondok santri Musthofawiyah purba baru Kabupaten Mandailing Natal yang merupakan pondok yang mempunyai ciri khas sebdiri bila dibandingkan dengan pesantren-pesantren lain di Indonesia. Dipondok inilah para santri-santri tinggal untuk memperdalam ilmu agamanya di Pesantren Musthafawiyah yang didirikan oleh H. Musthafa Husein Nasution. (MOL/HOL)

expand_less