Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Dodol Panyabungan Masih Bertahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
  • print Cetak


Panyabungan.
Meski saat ini banyak bermunculan berbagai jenis makanan ringan namun alame atau dodol dari Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tetap bertahan. Ini dibuktikan masih eksisnya pengrajin yang berada di Kelurahan Kota Siantar, Kecamatan Panyabungan.
Alame yang terbuat dari bahan baku tepung ketan, gula merah dan santan ini memiliki cita rasa tersendiri yang dijadikan oleh-oleh khas Madina. Salah seorang pengrajin usaha industri rumahan Yusria Lubis (70) dalam bincang-bincangnya dengan MedanBisnis, Minggu (17/4), mengatakan, hampir 20 tahun menggeluti usaha alame sebagai tambahan ekenomi keluarga.

Dia mengatakan, setiap hari banyak pesanan masyarakat akan alame dan sisanya dititip di warung-warung makan tertentu. “Bahan yang dipakai sekali masak itu tepung ketan sekitar 7 kg, gula merah 16 kg, santan 17 kelapa. Bahan-bahan ini diaduk hingga rata lalu dimasak dengan kuali besi yang besar memakai kayu bakar selama kurang lebih 7 jam,” jelas Yusria.

Dikatakannya, dari bahan baku yang disediakan tersebut bisa menghasilkan sekitar 74 bungkus dengan berat sekitar 4 ons per bungkus yang dibungkus dengan daun pandan yang dirajut. Alame tersebut dijual dengan harga Rp 10.000 per bungkus.

“Awalnya saya hanya memasak untuk konsumsi pribadi tetapi lambat laun ada satu dua orang yang memesan hingga akhirnya keterusan dan sampai sekarang sudah hampir 20 tahun saya menjalani usaha ini. Namun kalau sekarang saya tidak lagi ikut memasak, kami serahkan kepada dua orang ibu rumah tangga dengan upah sekali masak Rp 30.000 per orang,” terangnya.

Ditambahkannya, pesanan paling banyak datang dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Madina dan pegawai swasta lainnya untuk oleh-oleh. “Biasanya yang banyak memesan itu dari pegawai dan menurut mereka untuk oleh-oleh. Sedangkan paling banyak memesan itu menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri bisa 100% dari hari biasa,” jelasnya.

Saiful, seorang PNS di lingkungan Pemkab Madina kepada MedanBisnis, menjelaskan, pihaknya sering memesan alame untuk dijadikan oleh-oleh apalagi kalau ada acara. “Alame ini memiliki rasa berbeda dari dodol lainnya sehingga ini bisa dijadikan oleh-oleh khas dari Panyabungan selain kipang,” katanya lagi. (zamharir rangkuti)
Sumber : Medan bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSU Panyabungan Bau

    RSU Panyabungan Bau

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Air Kosong di Kamar Mandi MADINA-Air di kamar mandi Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan, Kabupaten Madina kosong. Akibatnya, seluruh ruangan di tempat bau busuk yang menyebabkan pasien dan keluarga pasien merasa resah dan merasa tidak nyaman. Amatan METRO, Kamis (9/2) sekitar pukul 11.00 WIB di beberapa kamar mandi RSU plat merah yang berada di Kelurahan […]

  • Jeruk Manis Sibanggor, Riwayatmu Kini.

    Jeruk Manis Sibanggor, Riwayatmu Kini.

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa kejayaan Jeruk Huta Sibanggor yang sempat terkenal hingga ke Sumatera Barat agaknya kian hari kian mengalami kepunahan. Kekhasan rasa jeruk yang terbilang lebih manis dari jeruk kebiasaannya tersebut dikhawatirkan akan tinggal nama, akibat adanya hama CCPD atau jamur batang merah yang menyerang tanaman sejak 2001 dan hingga kini belum dapat diatasi. Wajar saja masyarakat […]

  • 150 Ha Lahan Pertanian Tebenam di Kecamatan Siabu

    150 Ha Lahan Pertanian Tebenam di Kecamatan Siabu

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Seluas kurang lebih 150 hektar lahan pertanian di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal terbenam oleh banjir. Rinciannya, 120 hektar di Desa Huta Godang Muda, dan 30 hektar di Desa Muara Batang Angkola. Camat Siabu, Ali Himsar menjawab Mandailing Online, Rabu (22/12/2021) menyatakan tanaman pertanian itu berpotensi rusak, terutama padi dan palawija. […]

  • KPK tak percayai Polri dan kejaksaan

    KPK tak percayai Polri dan kejaksaan

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Permintaan KPK untuk mempergunakan tahanan TNI sebagai tempat bagi koruptor patut dipertanyakan. Padahal, rumah tahanan Polri dan kejaksaaan masih banyak yang kosong. Dengan demikian patut dicurigai, bahwa KPK tidak lagi mempercayai Polri dan kejaksaan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Nasir Djamil menilai bahwa KPK tidak percaya lagi dengan lembaga kepolisian dan […]

  • MUI Madina Terbitkan Fatwa

    MUI Madina Terbitkan Fatwa

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Mandailing Natal (Madina) menerbitkan fatwa terkait penistaan Al-Qur’an dan aksi unjukrasa 4 November. Pernyataan MUI Madina itu tertian dalam Nomor: Kep – 52/DP-K II.07/XI/2016 Tentang Pernyataan Sikap Keagamaan MUI Kabupaten Mandailing Natal Mengenai Penistaan Agama Dan Pelecehan Ulama Serta Umat Islam tertanggal 02 Shafar 1438 H/02 […]

  • Warga Desa Bangun Sejati “Culik” Cawabup Atika

    Warga Desa Bangun Sejati “Culik” Cawabup Atika

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      HUTABARGOT (Mandailing Online) – Sejumlah warga Desa Bangun Sejati, Kecamatan Hutabargot, “menculik” calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, Atika Azmi Utammi Nasution, usai menyerahkan santunan kepada anak yatim dan piatu di desa itu, Jumat (24/10/2024). Mereka yang sejak awal penyantunan sudah berada di luar rumah bertindak seperti warga lain, menonton kegiatan […]

expand_less