Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Dodol Panyabungan Masih Bertahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
  • print Cetak


Panyabungan.
Meski saat ini banyak bermunculan berbagai jenis makanan ringan namun alame atau dodol dari Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tetap bertahan. Ini dibuktikan masih eksisnya pengrajin yang berada di Kelurahan Kota Siantar, Kecamatan Panyabungan.
Alame yang terbuat dari bahan baku tepung ketan, gula merah dan santan ini memiliki cita rasa tersendiri yang dijadikan oleh-oleh khas Madina. Salah seorang pengrajin usaha industri rumahan Yusria Lubis (70) dalam bincang-bincangnya dengan MedanBisnis, Minggu (17/4), mengatakan, hampir 20 tahun menggeluti usaha alame sebagai tambahan ekenomi keluarga.

Dia mengatakan, setiap hari banyak pesanan masyarakat akan alame dan sisanya dititip di warung-warung makan tertentu. “Bahan yang dipakai sekali masak itu tepung ketan sekitar 7 kg, gula merah 16 kg, santan 17 kelapa. Bahan-bahan ini diaduk hingga rata lalu dimasak dengan kuali besi yang besar memakai kayu bakar selama kurang lebih 7 jam,” jelas Yusria.

Dikatakannya, dari bahan baku yang disediakan tersebut bisa menghasilkan sekitar 74 bungkus dengan berat sekitar 4 ons per bungkus yang dibungkus dengan daun pandan yang dirajut. Alame tersebut dijual dengan harga Rp 10.000 per bungkus.

“Awalnya saya hanya memasak untuk konsumsi pribadi tetapi lambat laun ada satu dua orang yang memesan hingga akhirnya keterusan dan sampai sekarang sudah hampir 20 tahun saya menjalani usaha ini. Namun kalau sekarang saya tidak lagi ikut memasak, kami serahkan kepada dua orang ibu rumah tangga dengan upah sekali masak Rp 30.000 per orang,” terangnya.

Ditambahkannya, pesanan paling banyak datang dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Madina dan pegawai swasta lainnya untuk oleh-oleh. “Biasanya yang banyak memesan itu dari pegawai dan menurut mereka untuk oleh-oleh. Sedangkan paling banyak memesan itu menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri bisa 100% dari hari biasa,” jelasnya.

Saiful, seorang PNS di lingkungan Pemkab Madina kepada MedanBisnis, menjelaskan, pihaknya sering memesan alame untuk dijadikan oleh-oleh apalagi kalau ada acara. “Alame ini memiliki rasa berbeda dari dodol lainnya sehingga ini bisa dijadikan oleh-oleh khas dari Panyabungan selain kipang,” katanya lagi. (zamharir rangkuti)
Sumber : Medan bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hipnotis marak di Madina

    Hipnotis marak di Madina

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Masyarakat Mandailing Natal diminta untuk lebih berhati-hati, apalagi jangan membawa uang berlebihan serta barang berharga lainnya ke pasar tradional, sebab belakangan ini aksi penipuan bermodus hipnotis mulai marak di Madina. Menurut data yang dihimpun, dari Polsek Kotanopan dan Polres Madina dalam seminggu ini sudah dua kali terjadi penipuan bermodus hipnotis. Pertama terjadi di […]

  • Forwakot Berencana Buat Diskusi Terbuka Bahas ” Bayi Dikubur Ibunya” di Madina

    Forwakot Berencana Buat Diskusi Terbuka Bahas ” Bayi Dikubur Ibunya” di Madina

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Forum Wartawan Kota (Forwakot) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal( Madina ) berencana akan membuat Diskusi terbuka membahas seputar” ibu kubur bayinya ” yang terjadi di lorong aek galoga, Desa Pidoli Lombang, Kabupaten Mandailing Natal. Rencana ini sendiri berawal dari beberapa temuan kasus orok bayi di Kabupaten ini yang dinai sabagai dampak […]

  • Korupsi Indonesia sudah gawat

    Korupsi Indonesia sudah gawat

    • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Korupsi harus diakui bukan saja makin masif dan sistemik, tetapi juga makin telanjang dan bahkan sudah merambah urusan agama, sebagaimana kasus korupsi pengadaan Al Quran yang ikut menyeret politisi senayan dari Fraksi Golkar Zulkarnaen Djabar. Karena itu, tidak cukup memerangi korupsi melalui pendekatan politik dan hukum saja tetapi juga melalui sebuah gerakan kultural. […]

  • Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan MO-Di sela acara reses, anggota DPRD Propinsi Sumut, Ti Aisah Ritonga SE meninjau anak penderita gizi buruk bernama Andi (3) di Desa Huraba II Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/2) Sore. Berat badan Andi hanya 6 Kg dan belum bisa berjalan diusianya 3 tahun, diduga akibat asupan gizi yang kurang. Penyakit pun […]

  • Soal Jalan ke Batu Tunggal, Tokoh Simangambat Angkat Bicara

    Soal Jalan ke Batu Tunggal, Tokoh Simangambat Angkat Bicara

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh masyarakat Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu, Mandailing Natal angkat bicara soal pembukaan jalan dari jembatan Muara Sada menuju bendungan Batu Tunggal. “Bupati tidak pernah menyentuh tanah masyarakat, tetapi hanya merapikan pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Muara Sada,” ungkap Hidayat Hasibuan didampingi Ketua Dewan Kelurahan Simangambat, Mangaraja Martua Hasibuan kepada Mandailing […]

  • Pemkab Madina Buka Lowongan CPNS Tahun 2013

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 19Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) resmi mengumumkan penerimaan CPNS formasi tahun 2013. Pengumuman itu bernomor 800 / 501 / K / 2013 tanggal 20 September 2013 tentang Penerimaan//Penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Mandailing Natal Dari Pelamar Umum formasi ditandatangani Wakil Bupati Madina, Dahlan hasan Nasution. Penerimaan CPNS ini berdasar surat […]

expand_less