Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Dodol Panyabungan Masih Bertahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
  • print Cetak


Panyabungan.
Meski saat ini banyak bermunculan berbagai jenis makanan ringan namun alame atau dodol dari Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tetap bertahan. Ini dibuktikan masih eksisnya pengrajin yang berada di Kelurahan Kota Siantar, Kecamatan Panyabungan.
Alame yang terbuat dari bahan baku tepung ketan, gula merah dan santan ini memiliki cita rasa tersendiri yang dijadikan oleh-oleh khas Madina. Salah seorang pengrajin usaha industri rumahan Yusria Lubis (70) dalam bincang-bincangnya dengan MedanBisnis, Minggu (17/4), mengatakan, hampir 20 tahun menggeluti usaha alame sebagai tambahan ekenomi keluarga.

Dia mengatakan, setiap hari banyak pesanan masyarakat akan alame dan sisanya dititip di warung-warung makan tertentu. “Bahan yang dipakai sekali masak itu tepung ketan sekitar 7 kg, gula merah 16 kg, santan 17 kelapa. Bahan-bahan ini diaduk hingga rata lalu dimasak dengan kuali besi yang besar memakai kayu bakar selama kurang lebih 7 jam,” jelas Yusria.

Dikatakannya, dari bahan baku yang disediakan tersebut bisa menghasilkan sekitar 74 bungkus dengan berat sekitar 4 ons per bungkus yang dibungkus dengan daun pandan yang dirajut. Alame tersebut dijual dengan harga Rp 10.000 per bungkus.

“Awalnya saya hanya memasak untuk konsumsi pribadi tetapi lambat laun ada satu dua orang yang memesan hingga akhirnya keterusan dan sampai sekarang sudah hampir 20 tahun saya menjalani usaha ini. Namun kalau sekarang saya tidak lagi ikut memasak, kami serahkan kepada dua orang ibu rumah tangga dengan upah sekali masak Rp 30.000 per orang,” terangnya.

Ditambahkannya, pesanan paling banyak datang dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Madina dan pegawai swasta lainnya untuk oleh-oleh. “Biasanya yang banyak memesan itu dari pegawai dan menurut mereka untuk oleh-oleh. Sedangkan paling banyak memesan itu menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri bisa 100% dari hari biasa,” jelasnya.

Saiful, seorang PNS di lingkungan Pemkab Madina kepada MedanBisnis, menjelaskan, pihaknya sering memesan alame untuk dijadikan oleh-oleh apalagi kalau ada acara. “Alame ini memiliki rasa berbeda dari dodol lainnya sehingga ini bisa dijadikan oleh-oleh khas dari Panyabungan selain kipang,” katanya lagi. (zamharir rangkuti)
Sumber : Medan bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gatot kecewa KDh tak dukung Bazda

    Gatot kecewa KDh tak dukung Bazda

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujo Nugroho, mengaku kecewa karena banyak kepala daerah (KDh) se Sumut belum mendukung surat edaran tentang pemotongan gaji pegawai negeri sipil (PNS) muslim untuk Bazda. Bahkan beberapa KDh kabupaten dan kota tersebut juga kurang mendukung keberadaan dan sosialisasi Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) dalam pengumpulan […]

  • Oloan Lubis, Pembuat Gordang Sambilan

    Oloan Lubis, Pembuat Gordang Sambilan

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ulu Pungkut (MO) – Belakangan ini jarang dijumpai orang yang ahli membuat gordang sambilan di Mandailing, wilayah bermukim etnis Mandailing di Provinsi Sumatera Utara. Selain pembuatannya yang cukup sulit, kayunya juga harus jenis yang berkwalitas. Salah satu yang tetap eksis membuat gordang sambilan adalah adalah Oloan Lubis (40), warga desa Hutanagodang, Kecamatan Ulu Pungkut. Kepada […]

  • Harun Mustafa, Pers, Rakyat Miskin

    Harun Mustafa, Pers, Rakyat Miskin

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Fakta menunjukkan, tidak semua penyakit dapat ditangani RSU Panyabungan akibat keterbatasan dokter spesialis dan keterbatasan peralatan. Terutama pasien kanker dan tumor. Akibatnya banyak pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit lain di Medan atau sesekali ke rumah sakit di Padang. Tentu tidak ada masalah jika pasien yang dirujuk itu dari kalangan keluarga yang mampu secara […]

  • Kejaksaan Tetapkan Camat Natal Tersangka Korupsi Dana Desa

    Kejaksaan Tetapkan Camat Natal Tersangka Korupsi Dana Desa

    • calendar_month Selasa, 3 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Camat Natal inisial “R” (55 tahun) ditetapkan sebagai tersangka oleh jaksa penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Mandailing Natal di Natal dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa. Kacabjari Natal, Yus Imam M. Harefa SH.MH kepada wartawan, Selasa (3/8/2021) mengatakan penetapan tersangka dilakukan pada tanggal 02 Agustus 2021 berdasarkan rangkaian penyidikan dan gelar perkara. Terdapat banyak […]

  • Ketua PKS Madina : Bersama Kerja Kunci Sukses Program Partai

    Ketua PKS Madina : Bersama Kerja Kunci Sukses Program Partai

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seluruh fungsionaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan kader harus bersama bekerja dalam mensinergiskan program partai. Itu ditekankan Ketua DPTD PKS Kabupaten Mandailing Natal, H. Wahiddin Arjun, Lc, Senin (22/2/2021) dalam sambutannya pada reses TS II 2020-2021 anggota DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar,ST.MT di Panyabungan. Bekerja bersama atau bersama bekerja merupakan kekuatan […]

  • Siap MoU Dengan Yakopi, Sudahkah Madina Menghitung Carbon Credit-nya?

    Siap MoU Dengan Yakopi, Sudahkah Madina Menghitung Carbon Credit-nya?

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Ludfan Nasution
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Koordinator Mandailing Epicentrum   … Ada yang menarik dari MoU Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (YAKOPI), Jumat, 14 Agustus 2026. Di dalam siaran resmi Pemkab, kerja sama itu diarahkan kepada tiga hal: konservasi dan rehabilitasi ekosistem pesisir, pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, serta peningkatan kapasitas dan edukasi. Bupati […]

expand_less