Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Dodol Panyabungan Masih Bertahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
  • print Cetak


Panyabungan.
Meski saat ini banyak bermunculan berbagai jenis makanan ringan namun alame atau dodol dari Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tetap bertahan. Ini dibuktikan masih eksisnya pengrajin yang berada di Kelurahan Kota Siantar, Kecamatan Panyabungan.
Alame yang terbuat dari bahan baku tepung ketan, gula merah dan santan ini memiliki cita rasa tersendiri yang dijadikan oleh-oleh khas Madina. Salah seorang pengrajin usaha industri rumahan Yusria Lubis (70) dalam bincang-bincangnya dengan MedanBisnis, Minggu (17/4), mengatakan, hampir 20 tahun menggeluti usaha alame sebagai tambahan ekenomi keluarga.

Dia mengatakan, setiap hari banyak pesanan masyarakat akan alame dan sisanya dititip di warung-warung makan tertentu. “Bahan yang dipakai sekali masak itu tepung ketan sekitar 7 kg, gula merah 16 kg, santan 17 kelapa. Bahan-bahan ini diaduk hingga rata lalu dimasak dengan kuali besi yang besar memakai kayu bakar selama kurang lebih 7 jam,” jelas Yusria.

Dikatakannya, dari bahan baku yang disediakan tersebut bisa menghasilkan sekitar 74 bungkus dengan berat sekitar 4 ons per bungkus yang dibungkus dengan daun pandan yang dirajut. Alame tersebut dijual dengan harga Rp 10.000 per bungkus.

“Awalnya saya hanya memasak untuk konsumsi pribadi tetapi lambat laun ada satu dua orang yang memesan hingga akhirnya keterusan dan sampai sekarang sudah hampir 20 tahun saya menjalani usaha ini. Namun kalau sekarang saya tidak lagi ikut memasak, kami serahkan kepada dua orang ibu rumah tangga dengan upah sekali masak Rp 30.000 per orang,” terangnya.

Ditambahkannya, pesanan paling banyak datang dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Madina dan pegawai swasta lainnya untuk oleh-oleh. “Biasanya yang banyak memesan itu dari pegawai dan menurut mereka untuk oleh-oleh. Sedangkan paling banyak memesan itu menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri bisa 100% dari hari biasa,” jelasnya.

Saiful, seorang PNS di lingkungan Pemkab Madina kepada MedanBisnis, menjelaskan, pihaknya sering memesan alame untuk dijadikan oleh-oleh apalagi kalau ada acara. “Alame ini memiliki rasa berbeda dari dodol lainnya sehingga ini bisa dijadikan oleh-oleh khas dari Panyabungan selain kipang,” katanya lagi. (zamharir rangkuti)
Sumber : Medan bisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orangburo

    Orangburo

    • calendar_month Sabtu, 28 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tiga Orangburo muncul di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu siang (28/7), dilakukan oleh kelompok anak-anak usia 13 – 15 tahun. Orangburo atau Urangburo adalah sejenis hiburan rakyat. Biasa tampil di desa-desa wilayah Mandailing pada bulan Ramadan atau hari hari lebaran yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar hingga usia remaja. […]

  • Jakfar Sukhairi Daftar ke PPP

    Jakfar Sukhairi Daftar ke PPP

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, HM Jakfar Sukhairi Nasution hari ini selain mendaftar di PKB Madina, juga di PPP. Dengan demikian Jakfar Sukhairi sudah mendaftar di 6 partai politik. Yakni PDIP, Gerindra, Berkarya, Demokrat, PKB dan PPP. Jakfar Sukhairi yang saat ini mejabat wakil bupati Madina mendaftar di sekretriat DPC Partai […]

  • Jalan Amblas :

    Jalan Amblas :

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jalan Amblas : Jalan penghubung Panyabungan Gunung Baringin dititik Sidaing amblas. Minimnya parit jalan membuat jalan menuju ibu kota Panyabungan Timur ini banyak yang rusak.(Hol)

  • Diganggu Preman, SMS ke Nomor Ini: 085381881993

    Diganggu Preman, SMS ke Nomor Ini: 085381881993

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      MEDAN  – Aksi premanisme berkedok Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) masih sering terjadi di Kota Medan. Kali ini korbannya adalah salah satu tempat usaha yang berada di kawasan Jalan Sakti Lubis. Modus yang mereka lakukan pun beragam. Dari meminta bantuan dana buat operasional kegiatan, hingga kemalangan salah satu anggotannya. Para pemalak ini tidak sungkan mendatangi […]

  • DPRD Madina Heboh, Salah Satu Anggota Komisi I Bernama Hanura

    DPRD Madina Heboh, Salah Satu Anggota Komisi I Bernama Hanura

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kehebohan terjadi di DPRD Mandailing Natal (Madina), pasalnya ditemukan nama Hanura sebagai anggota Komisi I, bukan nama orang melainkan nama salah satu partai politik. Nama Hanura ini ditemukan dalam Surat Keputusan DPRD Madina Nomor 70/06/KPTS/DPRD/2015 tertanggal 9 Pebruari 2015 tentang penetapan komposisi personalia pimpinan dan anggota Badan Musyawarah, Kimisi I, […]

  • Bupati Terima Hibah Pertapakan Kantor Lurah Simpang Gambir

    Bupati Terima Hibah Pertapakan Kantor Lurah Simpang Gambir

    • calendar_month Jumat, 7 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Masyarakat Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menghibahkan sebidang tanah seluas 11 x 15 meter kepada Pemkab Madina untuk pertapakan kantor Lurah Kelurahan Simpang Gambir. Surat hibah tersebut langsung diserahkan para tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda setempat kepada Bupati Madina, Hidayat Batubara di ruang kerja bupati, […]

expand_less