Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

Pemkab Madina Bantah Maladministrasi Terhadap Perizinan PT. TBS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
  • print Cetak

Parlin Lubis

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) membantah adanya maladministrasi terhadap proses penerbitan perizinan bagi PT. TBS sebagaimana dituduhkan tokoh Pantai Barat Madina.

Itu dinyatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Madina, Parlin Lubis menjawab Mandailing Online, Selasa (5/11/2019) di kantornya.

Diungkapkannya, seluruh hirarki peroses perizinan kepada PT. Tri Bahtera Srikandi (TBS) di Sikara-kara Kecamatan Natal, Madina telah melalui prosedur sesuai dengan peraturan perundangan-undangan.

Parlin menyatakan, pihaknya selalu mematuhi semua rangkaian prosedur yang diamanhkan undang-undang sebagai bentuk komitmen tanggungjawab terhadap negara.

Rentetan proses perizinan itu juga dimulai dari hirarki Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.579/Menhut-II/2014 tentang Kawasan Hutan Provinsi Sumut.

Didukug Perda Kabupaten Mandailing Natal Nomor 8 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mandailing Natal 2016-2036.

Lokasi yang diajukan untuk PT. TBS awalnya ini berada pada kawasan perkebunan seluas 132,78 hektar.

Disusul Pertimbangan Teknis dari Badan pertanahan Nasional (BPN) Madina seluas 132 hektar.

Kemudian Izin Lokasi menetapkan 131 hektar. Termasuk izin lingkungan yang juga seluas 131 hektar. Lalu Izin Usaha Perkebunan diterbitkan lembaga OSS (Online Single Submission).

Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) adalah Perizinan Berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/wali kota kepada Pelaku Usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi.

Di sisi lain, dalam tinjauan lapangan, Parlin menyebutkan lokasi seluas 131 hektar kepada PT. Tri Bahtera Srikandi di Sikara-kara Kecamatan Natal berada dalam kawasan APL (Areal Penggunaan Lain).

Petak lokasi 131 hektar itu berada kurang lebih 120 meter dari garis pantai laut. Antara petak 131 hektar itu dengan garis pantai masih ada terdapat parit, tanah kosong dan tanaman kayu bakau atau mangrove.

Sebelumnya, tokoh Pantai Barat Madina, Shafron menuduh Dinas PMPPTSP Madina melakukan maladminstrasi terhadap izin yang diterima PT.TBS. bahkan, Shfaron dalam beberapa status di facebook menyatakan akan mengadukan Pemkab Madina ke Ombudsman RI Cabang Sumut terkait dugaannya itu.

 

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manto Berpeluang Jadi Ketua KWRI Madina

    Manto Berpeluang Jadi Ketua KWRI Madina

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Mandailing Natal berencana melangsungkan Musyawarah Daerah (Musda) bulan ini. Ketua Panitia Musda, Muhammad Rusdi Batubara didampingi Sekretaris Panitia, Hendri Husein menjawab Mandailing Online di Panyabungan, Minggu (7/11/2021) menyatakan Musda direncanakan berlangaung pada 25 November 2021. Selain merumuskan program organisasi ke depan, Musda ini juga […]

  • Krisis Sumber Energi Akibat Kelangkaan Batu Bara atau Kesalahan Tata Kelola?

    Krisis Sumber Energi Akibat Kelangkaan Batu Bara atau Kesalahan Tata Kelola?

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Devita Deandra Pemerhati Kebijakan   Baru-baru ini. Pemerintah Republik Indonesia menyatakan, kebijakan penghentian ekspor batu bara ke sejumlah negara adalah upaya dalam menjaga kepentingan rakyat di dalam negeri. Krisis batu bara internasional yang sedang terjadi, membuat pemerintah harus mengamankan ketersediaan batu bara untuk kebutuhan rakyat. Pemerintah memutuskan untuk melarang seluruh perusahaan pertambangan batu bara […]

  • Desa Aek Nabara Berada di Hutan, Bidan Desa Tak Mau Datang

    Desa Aek Nabara Berada di Hutan, Bidan Desa Tak Mau Datang

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Warga Desa Aek Nabara, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina) tak pernah disentuh layanan medis. Itu karena puskesmas tak ada di desa yang berada di dalam hutan ini. Meski pemerintah daerah telah mengangkat tenaga bidan PTT (Pewagawai Tidak Tetap), pun layanan medis tak jua diperoleh warga, sebab petugas bidan PTT […]

  • DPRD Didesak Paripurnakan Bupati Madina

    DPRD Didesak Paripurnakan Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) didesak untuk memanggil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution terkait surat pengajuan pengunduran diri bupati. Desakan itu muncul dari Forum Mandailing Maju dan Bermartabat, suatu kelompok Civil Society yang terdiri dari LBH Al Amin Madina, GPI Madina, Jatam Madina, LBH UISU dan Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia. Dalam pernyataan […]

  • Survey YRKI :  54,3% Publik Nyatakan Pemprovsu Tidak Tanggap Covid

    Survey YRKI : 54,3% Publik Nyatakan Pemprovsu Tidak Tanggap Covid

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) : Masa pandemi seperti saat ini seyogianya menjadi momentum pembuktian bagi pemerintah dalam menjalankan tugas dan kewajibannya untuk memberikan jaminan terhadap kegelisahan yang terjadi. Masyarakat menanti munculnya beragam kebijakan yang relevan dan mampu memberikan solusi yang tepat akibat dampak dari pandemi covid-19. Penantian tersebut terasa wajar, sebab dampak pandemi menggejala di hampir […]

  • Warga Minta KGM Jangan Proyek di Atas Kertas

    Warga Minta KGM Jangan Proyek di Atas Kertas

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Para ibu di Desa Sirambas-Saba Jior, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menilai program kelompok gizi masyarakat (KGM) gagal. Pasalnya, tidak ada peningkatan gizi di kalangan balita di desa tersebut dan terkesan hanya proyek di atas kertas. Laila Nasution, warga Desa Sirambas mengatakan, tidak ada capaian yang diperoleh KGM dalam meningkatkan gizi anak-anak […]

expand_less