Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Tambang Emas Ilegal di Huta Bargot Madina ‘Bom Waktu’

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diprediksi bakal menjadi “bom waktu”. Selain limbah tambang yang sangat berbahaya, kondisi areal tambang emas juga sudah semakin membahayakan.

Pantuan beritasumut.com, Senin (28/02/2011), wajah para pekerja Galundung mulai pucat dan matanya kuning seperti kurang darah diduga akibat limbah air raksa (merkuri). Galundung merupakan alat pengambil emas dari batu menggunakan merkuri.

Selain berdampak terhadap pekerja Galundung, limbah merkuri juga berdampak terhadap masyarakat sekitar. Sebab sebagian limbah merkuri, dibuang langsung ke sungai yang sehari-hari digunakan sebagai tempat pemandian warga.

Saat ini, hampir di tiap desa di Kecamatan Huta Bargot, terdapat Galundung. Sementara diketahui, merkuri sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Merkuri dapat mengakibatkan penyakit kulit dan penyakit berbahaya lainnya.

Bukan hanya limbah tambang yang berbahaya. Lokasi penambangan emas pun semakin berbahaya karena kondisi tanah tidak stabil lagi. Sumber yang tak mau menyebut namanya mengatakan, bukit lokasi tambang sudah sering longsor.

“Kalau hanya satu dua orang yang luka, didiamkan saja di atas. Sebab kalau dikabarkan ke bawah, bisa-bisa tambang ini ditutup,” beber sumber.

Meski limbah merkuri sangat berbahaya serta kondisi areal tambang semakin membahayakan, sampai saat ini belum ada tindakan yang pasti dari Pemkab Madina. Pemerintah diminta segera bertindak. Jangan jatuh korban dulu, baru bertindak. (BS-026)
Sumber : Berita sumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Pegawai Tukang Bagi-Bagi Proyek di PU Madina Hilang?

    Oknum Pegawai Tukang Bagi-Bagi Proyek di PU Madina Hilang?

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Penenderan proyek di Dinas PU Mandailing Natal (Madina) tahun ini diperkirakan bakal kacau. Pasalnya, seorang pegawai di instasi itu berinisial M yang selama ini dikenal sebagai tukang bagi-bagi proyek, sudah menghilang dalam sepekan terakhir. “Dia sudah menghilang. Uang yang kami tanam untuk mendapatan proyek pun nampaknya bakalan raib lah ini,” ungkap […]

  • KPU wajib laksanakan putusan MK

    KPU wajib laksanakan putusan MK

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelaksanaan pemungutan suara ulang di wilayah Mandailing Natal (Madina), sudah menjadi putusan final oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) wajib melaksanakan perintah MK. Pernyataan itu disampaikan ketua pelaksana DPC PPP Madina, Ridwan Rangkuty, tadsi siang. Diungkapkan, keputusan MK tidak perlu dipolemik oleh elit-elit politik, LSM, praktisi hukum, Ormas,Orpol, dan siapapun. “Munculnya […]

  • Madina Terbaik Indeks Inovasi Daerah se-Tabagsel

    Madina Terbaik Indeks Inovasi Daerah se-Tabagsel

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memperoleh kategori Inovatif dalam Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2021. Perolehan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 002-6-5848 Tahun 2021 tanggal 23 Desember 2021 tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2021 ditandatangani Mendagri, Tito Karnavian. Pemberian penghargaan berlangsung […]

  • Kami Terpaksa Makan Gandum

    Kami Terpaksa Makan Gandum

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Stok Makanan di Mesir Mulai Habis Sudah 7 Orang Tewas, Ratusan Luka-luka JAKARTA-Akibat krisis politik di Kairo, Mesir, kini sejumlah mahahasiwa asal Indonesia yang bertahan di kota Kairo mengaku kesulitan men dapatkan bahan-bahan makanan. Sementara, stok makanan mulai menipis. Para mahasiswa dan WNI di Mesir kini juga sudah dikumpulkan di satu tempat untuk memudahkan evakuasi. […]

  • Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

    Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS mulai diwanti-wanti para pengrajin tahu dan tempe yang bahan bakunya kacang kedelai impor karena akan membuat harga komoditas tersebut naik. Mandailing Online menyambangi sejumlah pengrajin tempe di kawasan Kota Sianta Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), Sabtu (29/6). Menurut mereka harga kedelai masih terpantau stabil dan […]

  • Gaji Presiden Mengacu Negara Lain

    Gaji Presiden Mengacu Negara Lain

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sepertinya tidak ingin rencana kenaikan gaji presiden menjadi perdebatan. Sekjen Kemenkeu Mulia Panusunan Nasution menyatakan, penyesuaian gaji presiden maupun delapan ribu pejabat lainnya tetap akan menggunakan sejumlah acuan. Selain beban kerja dan bobot tanggung jawab, kenaikan gaji juga mengacu pada gaji jabatan serupa di negara lain. Penghasilan itu juga mempertimbangkan bidang tugas […]

expand_less