Sabtu, 11 Apr 2026
light_mode

Bupati Madina Perjuangkan Revisi SK 44

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
  • print Cetak

foto hidayatPanyabungan (MO) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara saat ini tengah berjuang di Jakarta untuk mengembalikan kawasan Madina yang tercaplok oleh SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005.

SK 44 adalah Surat Keputusan Menteri Kahutanan Nomor 44/ Menhut – II/ 2005 tentang Penunjukan kawasn Hutan di Wilayah Sumatra Utara. SK 44 ini menetapkan 115 pemukiman desa di Madina berubah status dari pemukiman menjadi hutan lindung, hutan produksi dan hutan produksi terbatas.

Rumah-rumah penduduk berubah status jadi hutan lindung dan pemilik rumah tak bisa mensertifikatkan rumahnya karena hak kepemilikan sudah tercerabut oleh SK 44 ini.
Secara angka, SK 44 ini menetapkan wilayah Kabupaten Madina seluas 411.451 Ha atau 62 % masuk dalam kawasan hutan dari total luas wilayah Madina yang sekitar 662.070 Ha sebanyak.

“Saya akan mengikuti rapat revisi hutan di Bogor demi untuk memohon penambahan kuota revisi hutan di Kabupaten Mandailing Natal hampir sebagian besar wilayah Madina masuk dalam kawasan hutan oleh SK 44,” ujar bupati beberapa hari lalu.

Bupati menegaskan bahwa SK 44 telah mengakibatkan kesulitan bagi pengembangan perekonomin daerah dan rakyat Madina. Hal ini tak boleh dibiarkan mengingat mata pencaharian mayoritas rakyat Madina adalah di sektor perkebunan dan pertanian.

Dalam hal ini, bupati akan memperjuangkan pembebasan pemukiman dan lahan perkebunan masyarakat dari cengkraman SK 44. Minimal radius yang dibebaskan berrentang minimal 1 Km dari bahu jalan raya, dan itu diperkirakan seluas 50.000 Ha agar ada sedikit cadangan.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi warga yang tinggal didalam kawasan hunjukan SK 44 ini. Sebab dari sisi agunan, akses rakyat ke lembaga keuangan seperti bank otomatis tertutup karena lahan rakyat tak bisa disertifikatkan,” jelasnya.

Pemkab Madina sendiri sejak tahun 2007 sudah mengajukan surat permintaan revisi terhadap SK 44 tersebut kepada Menhut yang ditandatangani Bupati Madina Amru Daulay dan dilanjutkan permohonan revisi oleh Ketua DPRD Madina As Imran Khaytami Daulay. Namun, hingga kini harapan pada revisi tersebut belum jelas disinyalkan pemerintah pusat.

Sementara itu, Amrul Hadi Pulungan salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Bukit Malintang berharap upaya dan kerja keras bupati Madina untuk membebaskan pemukiman dan kebun warga dari cengkraman SK 44 bisa berhasil.

“Kita mendesak pemerintah pusat harus memahami betul tentang kondisi hutan yang terjadi saat ini di Madina, padahal dari zaman kerajaan sejumlah perkampungan sudah ada di kecamatan bukit Malintang, tapi sekarang satu kecamatan tersebut tiba-tiba saja dijadikan kawasan hutan dan kita merasa saat ini tak obahnya, seperti moyet karena tempat tinggal kita juga hutan, gara-gara SK 44 ini ” sebutnya.(gan/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bekas Galin Kabel Optik Ancam Pengguna Jalan

    Bekas Galin Kabel Optik Ancam Pengguna Jalan

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Bekas penggalian kabel optik untuk jaringan telpon seluler di Jl. Willem Iskander titik Kelurahan Kayujati, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyisakan kubangan sedalam sekitar 30 cm berdiameter sekitar 1,5 meter, menyebabkan ancaman bagi pengguna jalan. Pengakuan Ismail, warga setempat, korban sudah jatuh, yakni mobil Avanza terperosok ke dalam kubangan ini pada Rabu […]

  • Indonesia Beli 8 Pesawat Tempur Brasil

    Indonesia Beli 8 Pesawat Tempur Brasil

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SAO PAULO, Raksasa penerbangan Brasil, Embraer, Rabu (10/11/2010), mengumumkan, perusahaan itu memenangi kompetisi internasional untuk menyediakan delapan pesawat serang ringan turboprop Super Tucano bagi Angkatan Udara Republik Indonesia. Embraer tidak membeberkan berapa besar nilai perjanjian tersebut, tetapi koran lokal menyebutkan angka 10 juta dollar AS. Perjanjian itu mencakup stasiun pendukung di darat dan suatu paket […]

  • 3 polisi Malaysia perkosa TKI di penjara

    3 polisi Malaysia perkosa TKI di penjara

    • calendar_month Senin, 12 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- Harga diri bangsa Indonesia kembali terkoyak. Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang ditahan di Kantor Polisi Bukit Mertajam, Pulau Penang, di perkosa oleh tiga polisi Diraja Malaysia di kantor polisi tersebut. Tindakan kekerasan seksual tersebut dilakukan sekira pukul pada pukul 06.00 tanggal 9 November 2012 waktu setempat. Hal itu disampaikan, Analis Kebijakan […]

  • Bupati Madina Desak Pemerintah Pusat Bantu Desa Terisolir

    Bupati Madina Desak Pemerintah Pusat Bantu Desa Terisolir

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online/Antara) – Bupati Madina mengharapkan pemerintah pusat dan Pemprovsu turut menanggulangi anggaran pembukaan akses jalan ke desa-desa terisolir. Itu dikatakanya menjawab wartawan kala meninjau sejumlah desa terisolir di Kecamatan Batang Natal, Jum’at (16/10). Dalam kunjungan kerja itu turut serta beberapa anggota DPRD dan SKPD meninjau infrastruktur jalan di Desa Banjar Melayu […]

  • Bank BRI Sidimpuan Dirampok, Rp900 Juta Melayang

    Bank BRI Sidimpuan Dirampok, Rp900 Juta Melayang

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kawanan perampok membobol Bank BRI Unit, Jalan Sisingamangaraja, Kota Padang Sidimpuan, Sabtu (21/01/2012) malam. Perampok berhasil menggasak uang dari dalam brankas BRI sebanyak Rp900 juta. Berdasarkan hasil rekaman CCTV, kawanan perampok membutuhkan waktu lima jam, Sabtu (21/01/2012) pukul 21.20 WIB hingga Ahad (22/01/2012) pukul 02.30 WIB, untuk membobol brankas berisi uang Rp900 juta dengan […]

  • Galundung Mulai Menyebar Di DAS Batang Gadis

    Galundung Mulai Menyebar Di DAS Batang Gadis

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Beberapa minggu terakhir, galundung (mesin pengolah batu bercampur emas, red) mulai menyebar di Kecamatan Nagajuang Madina. Keberadaannya persis seperti di Hutabargot yakni di sekitar sungai. Ironisnya walaupoun sudah beberapa kali diwartakan koran ini tentang bahaya dari galundungan yang mengandung merkuri tersebut, namun warga sekitar mengaku belum tahu apa bahayanya. Pantauan METRO di Nagajuang tepatnya […]

expand_less