Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Kadin dan KTNA Madina Satu Visi Penguatan Sektor Agrobisnis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Sep 2017
  • print Cetak

Pertemuan Kadin dan KTNA Madina

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Madina dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Madina menyatukan visi dalam upaya mengembangkan dan memperkuat basis-basis agrobisnis dan agroindustri di Mandailing Natal (Madina).

Kedua lembaga ini bertemu di Kampoeng Kaos Madina, Panyabungan, Senin (18/7). Pertemuan itu juga dihadiri oleh asosiasi Perikanan Ikan Mas.

Pertemuan itu dihadiri Ketua Kadin Madina, Sobir Lubis; Ketua KTNA Madina, Rosmala Dewi Nasutiona; Wakil Ketua KTNA Madina, Ir. Syahrul Nasution; Sekretaris KTNA Madina, Seri Annum Pulungan, Humas KTNA Madina, Dahlan Batubara dan perwakilan Asosiasi Perikanan Ikan Mas, M.Ali Ruston.

Humas KTNA Madina, Dahlan Batubara menjawab wartawan usai pertemuan menyatakan, pertemuan Kadin Madina dan KTNA Madina merupakan langkah lanjutan dari rangkaian pembicaraan-pembicaraan kedua pihak sebelumnya.

Intinya, kedua lembaga ini menyatukan potensi organisasi dan kekuatannya dalam upaya mendorong para petani  memasuki era pertanian yang berbasis pasar, inovasi budidaya dan maindset petani yang berbasis daya juang dan visi bisnis.

“Mendorong sektor pertanian ke arah yang bukan saja menguasai intensifikasi, tetapi juga mampu menguasai pasar,”  sebut Dahlan Batubara.

Dahlan mencontohkan sektor perikanan darat, dimana dalam hal ini Kadin Madina, KTNA Madina bersama Asosiasi Perikanan Ikan Mas akan mengupayakan rangkaian progres penguatan petani dalam menguasai pasar ikan mas di Madina dan selanjutnya ekspansi ke luar daerah. Juga  mendorong tumbuhnya industri pakan ikan serta penguatan inovasi budidaya ikan.

“Tanpa menguasai pasar dan pakan, petani akan sulit berkembang. Jika pasar dan pakan telah dikuasai, maka otomatis gairah budidaya akan meningkat di kalangan petani. Tentunya juga ketersediaan bibit akan menjadi hal penting lainnya,” kata Dahlan.

“Konsumsi ikan mas di Madina selama ini cukup tinggi, baik untuk kategori rumah makan maupun rumah tangga, tetapi selama ini dikuasai oleh Rao, Sumbar. Akibatnya, petani ikan di Madina keok, ini contoh yang harus dibenahi oleh Kadin Madina dan KTNA Madina,” imbuh Dahlan.

Faktor pakan juga sangat krusial karena menyangkut kelangsungan budidaya. “Harganya terlalu mahal jika petani membeli dari pabrikan luar daerah. Untuk itu, Kadin dan KTNA Madina bersama Asosiasi Perikanan Ikan Mas akan memprogres masalah ini dengan target asosiasi mampu mendirikan minimal 2 pabrik pakan di Madina,” ungkap Dahlan.

Persoalan ikan mas ini adalah salah satu sektor yang akan menjadi urusan Kadin Madina dan KTNA Madina. Sebab, sektor-sektor lain juga menjadi agenda, seperti peternakan, perkebunan, pertanian tanaman pangan dan sektor-sektor lainnya yang bersifat agrobisnis dan agroindustri.

“Inti dari penyatuan misi kedua lembaga itu adalah menguatkan kalangan petani dalam sisi pasar, budidaya dan maindset petani yang berorientasi pasar dan memiliki orientasi mengelola usaha taninya dengan orientasi bisnis,” ujarnya.

 

Peliput : Maradotang Pulungan

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden SBY: Politisi Aceh jangan korbankan rakyat

    Presiden SBY: Politisi Aceh jangan korbankan rakyat

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyoroti gangguan keamanan di Aceh yang disebabkan oleh persaingan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). Presiden SBY menegaskan kepada para kontestan Pemilukada di Aceh untuk tetap menjaga stabilitas politik dan keamanan di Aceh. “Untuk Aceh, jaga stabilitas politik dan keamanan daerah yang telah ktia capai. Saya serukan agar […]

  • PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (2)

    PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (2)

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Z Pengaduan Lubis Demikianlah keberadaannya adat-istiadat dalam kehidupan masyarakat Mandailing sejak pra-kolonial sampai sekarang. Dan untuk membuat aktifitas kehidupan masyarakat berjalan teratur seperti yang dikehendaki oleh adat sebagai penjelmaan olong (cinta dan kasih sayang), maka pada masa lalu di setiap komunis huta terdapat satu lembaga yang menjalankan pemerintahan. Dalam lembaga pemerintahan tersebut duduk tokoh-tokoh […]

  • Asap Berubah Warna dan Kian Pekat

    Asap Berubah Warna dan Kian Pekat

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabut asap di Mandailing Natal (Madina) mulai berubah warna, Senin (26/10). “Asapnya terlihat kotor dan kelam. Kemarin-kemarin tak seperti ini. Kemarin-kemarin aspa masih warna keputihan, hari ini warnanya kotor dan pekat,” kata Sahnan Nasution, warga Panyabungan kepada Mandailing Online. Ketebalan asap juga kian menjadi-jadi. “Jarak pandang Cuma 250 meter, Ipar,” kata […]

  • TKHI Kawal Jamaah Haji Lansia Mandailing Natal di Arafah

    TKHI Kawal Jamaah Haji Lansia Mandailing Natal di Arafah

    • calendar_month Senin, 20 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEKKAH (Mandailing Online) – Untuk kelancaran ibadah jai asl mandailing Natal, TKHI Kloter 3/MES terus mengawal dan mendampingi jamaah lanjut usia. Selain lanjut usia, juga risti serta jamaah yang memakai kereta sorong, dan akan lebih fokus selama pelaksanaan ibadah di Arafah, Musdalifah dan Mina (Armina). Itu diungkapkan dokter Emmy Evawani dampingi para medis […]

  • Panen Serentak Buat Harga Gabah di Madina Turun 

    Panen Serentak Buat Harga Gabah di Madina Turun 

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Panen serentak menjadi penyebab harga gabah di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) turun. Sejumlah pengusaha penggilingan padi mengku, turunnya harga bahkan mencapai 1000 rupiah. “Sebelum panen harganya itu Rp. 6300 perkilonya. Bahkan pernah berada di harga Rp. 7200 perkilonya, jadi bisa dikatakan turun hingga Rp. 1000.” Kata Ardi pengusaha penggilingan […]

  • Ratusan Hektar Padi Usia Panen Terrendam Banjir

    Ratusan Hektar Padi Usia Panen Terrendam Banjir

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Curah hujan yang tinggi dalam satu minggu terakhir mengakibatkan ratusan hektar padi siap panen di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terendam oleh banjir. Sejumlah petani menyebutkan, Minggu (21/10) bahwa tanaman padi mereka sudah terrendam sejak Jum’at. Hamparan sawah terrendam air akibat meluapnya dua sungai di kawasan itu, yakni […]

expand_less