Selasa, 16 Jun 2026
light_mode

Greget Sergai Hari Ini: Tiga Arah Isu Merujuk ke Duet Wijaya–Tambunan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Episentrum*

Ada yang menarik jika membaca denyut terakhir Serdang Bedagai hari ini. Kabupaten yang dulu lebih sering dikenali lewat hamparan sawah, jalur lintas timur, dan aroma agraris itu kini mulai bergerak ke arah baru: politik persepsi.

Dan di tengah pusaran itu, satu hal tampak jelas: hampir semua arah isu akhirnya merujuk ke duet kepemimpinan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan.

Baik soal birokrasi, buruh, ekonomi lokal, pelayanan publik hingga keamanan sosial — publik seolah diarahkan untuk membaca semuanya melalui kacamata Pemkab.

Sergai hari ini seperti memiliki satu matahari politik: Pemkab.

Dan semua orbit isu bergerak mengitarinya.

 

Dari Jalan Rusak ke Politik Persepsi

Jika beberapa tahun lalu percakapan warga masih berkutat pada:

  • jalan,
  • irigasi,
  • pupuk,
  • dan banjir,

maka kini medan pembicaraan mulai bergeser.

Yang ramai bukan hanya pembangunan fisik, tetapi:

  • disiplin ASN,
  • kualitas pelayanan,
  • komunikasi pemerintah,
  • efektivitas birokrasi,
  • hingga kecepatan respons pemerintah.

Ini terlihat dari makin seringnya narasi reformasi birokrasi dimainkan ke ruang publik. Sidak ASN, penekanan pelayanan masyarakat, hingga simbol-simbol kedisiplinan aparatur terus dipertontonkan.

Bahasanya sederhana:
Pemkab ingin menunjukkan bahwa mereka bukan hanya membangun beton, tetapi juga membangun tata kelola.

Di sinilah duet Wijaya–Tambunan tampak sedang memainkan babak baru:
dari politik proyek menuju politik performa.

Isu Pertama: Konsolidasi Kekuasaan Daerah

Aroma paling kuat di Sergai hari ini adalah konsolidasi.

Bukan dalam arti negatif. Tetapi terlihat jelas ada upaya menjaga agar seluruh mesin pemerintahan tetap solid dan terkendali.

ASN dirapikan.
Narasi media diperkuat.
Agenda lapangan diperbanyak.
Komunikasi publik dipercepat.

Ini biasanya terjadi ketika pemerintah daerah sadar bahwa stabilitas politik menjadi modal utama pembangunan.

Dan duet Wijaya–Tambunan tampaknya tidak ingin ada ruang kosong dalam persepsi publik.

Karena di era media sosial, kekosongan informasi akan cepat diisi rumor.

 

Isu Kedua: Buruh dan Ekonomi Lokal Naik Kelas Jadi Agenda Politik

Yang mulai terasa diam-diam adalah perubahan struktur ekonomi Sergai.

Kabupaten ini perlahan tidak lagi hanya dibaca sebagai daerah pertanian, tetapi juga wilayah penyangga koridor ekonomi:

  • Medan,
  • Tebing Tinggi, hingga
  • Kuala Tanjung.

Karena itu, isu tenaga kerja mulai naik kelas. Kelas buruh jadi lebih penting.

Momentum Hari Buruh 2026 misalnya, digunakan Pemkab untuk memainkan narasi “sinergi buruh dan pemerintah”.

Kelihatannya normatif.
Padahal sesungguhnya itu sinyal politik-ekonomi.

Artinya:
Pemkab mulai sadar bahwa masa depan Sergai akan sangat ditentukan oleh:

  • investasi,
  • industri pengolahan, dan
  • stabilitas hubungan tenaga kerja.

Jika gagal mengelola ini, Sergai bisa terseret menjadi daerah penyangga yang hanya ramai lalu lintas ekonomi tetapi miskin manfaat sosial.

 

Isu Ketiga: Ketertiban Sosial Mulai Jadi Kecemasan Baru

Di lapisan bawah masyarakat, ada isu yang bergerak lebih senyap namun cukup terasa:
kekhawatiran soal degradasi sosial.

Isu perjudian togel, keresahan masyarakat, hingga pembicaraan tentang keamanan lingkungan mulai sering terdengar.

Biasanya gejala seperti ini muncul ketika:

  • tekanan ekonomi meningkat,
  • ruang kerja informal menyempit, dan
  • kohesi sosial mulai melemah.

Karena itu, narasi “kondusifitas daerah” sekarang makin sering dimainkan aparat dan pemerintah.

Sebab pemerintah daerah paham: Investasi tidak akan datang ke wilayah yang dianggap gaduh secara sosial.

 

Politik Digital: Pertarungan Baru Sergai

Ada satu perubahan penting lain yang mungkin luput dibaca.

Hari ini politik Sergai tidak lagi sepenuhnya berlangsung di kantor pemerintahan atau warung kopi.

Polemik pun pindah ke layar ponsel.

Aktivitas bupati, sidak, kunjungan lapangan, bantuan sosial, hingga agenda simbolik kini bergerak cepat di Instagram, Facebook, TikTok dan media lokal.

Dan ini bukan kebetulan.

Politik modern hari ini bukan hanya soal bekerja. Tetapi juga soal memastikan publik melihat pekerjaan itu.

Duet Wijaya–Tambunan tampaknya memahami benar permainan ini.

 

Sergai Sedang Bangun Sinergi Menuju Fase Energik

Pertanyaan terbesarnya sekarang: Apakah Sergai akan berhenti sebagai kabupaten administratif biasa? Atau, mulai naik menjadi simpul ekonomi-politik baru di pantai timur Sumatera Utara?

Jawabannya akan ditentukan oleh satu hal:
Apakah konsolidasi kekuasaan hari ini benar-benar diubah menjadi percepatan kesejahteraan publik.

Karena rakyat biasanya sabar saja melihat pencitraan. Tetapi tak tahan jika dapur mereka mulai terganggu. Mereka baka bergerak atau bahkan berontak.

Dan di situlah ujian sebenarnya bagi duet Wijaya–Tambunan dimulai.

*Wadah pemikiran, gerakan kritis dan motivasi untuk sinergi yang energik.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MARSIDAO-DAO (episode 18)

    MARSIDAO-DAO (episode 18)

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Dung kotu Isya dohot Si Poso mangiutkon amang nia tu bagas ni Si Maramis ima nangkan manaktak sibodak dohot mambongkai arambir nangkan gule markorja ancogot. Dung do mijur tingon bagas, les na tu sibodak namalamun do na adong i bagasan ni roa nia, harana dompak orja i bagas ni […]

  • Ada Anggaran 3,4 Miliyar di Satpol PP Madina untuk Belanja Jasa Keamanan. Kasus Pemerkosaan Libatkan Oknum Satpol PP Jadi Sorotan

    Ada Anggaran 3,4 Miliyar di Satpol PP Madina untuk Belanja Jasa Keamanan. Kasus Pemerkosaan Libatkan Oknum Satpol PP Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja disebutkan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai tugas menegakkan Peraturan Daerah dan menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Bicara ketertipan umum, nampaknya Satpol PP Madina masih jalan ditempat meskipun alokasi anggaran APBD Madina cukup banyak digunakan untuk kegiatan penyelenggaraan ketertipan […]

  • Pemkab Madina Gelar Bimtek Aplikasi Simanja

    Pemkab Madina Gelar Bimtek Aplikasi Simanja

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) Input Data Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) pada Sistem Informasi Data Analisis Jabatan (Simanja) Madina di Aula Bappeda, Komplek Perkantoran Payaloting, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Kamis (8/12). Analis Kebijakan Ahli Muda/Sub Koordinator Kelembagaan dan Analisis Jabatan […]

  • YLBHI kecam aksi koboi polisi di Mandailing Natal

    YLBHI kecam aksi koboi polisi di Mandailing Natal

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan ala koboi yang dilakukan para anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kompi C Tapanuli Selatan, terhadap warga Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, baru-baru ini. Seorang perempuan yang mencoba menuntut hak-haknya terkapar terkena peluru. Menurut rilis yang diterima primaironline.com, Jumat […]

  • Pendidikan Program Prioritas

    Pendidikan Program Prioritas

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sudah menjadi komitmen Pemko Medan untuk lima tahun ke depan menempatkan pendidikan sebagai program prioritas pembangunan, di samping program-program lainnya. Hal itu dilakukan karena pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi sebuah kata kunci untuk meningkatkan kualitas pembangunan. Hal itu disampaikan Walikota Medan Rahudman Harahap ketika bertindak sebagai pembina ucapara dalam upacara bendera di Yayasan […]

  • MQK Madina Diikuti 367 Santri

    MQK Madina Diikuti 367 Santri

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) antar pesantren tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi dimulai di Pondok Pesantren Roihanul Jannah, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Selasa (18/10/2022). Musabaqah ini berlangsung selama tiga hari, 18 Oktober hingga 20 Oktober 2022, dan diikuti seluruh pondok pesantren yang ada di Kabupaten Madina. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat […]

expand_less