Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

Greget Sergai Hari Ini: Tiga Arah Isu Merujuk ke Duet Wijaya–Tambunan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Episentrum*

Ada yang menarik jika membaca denyut terakhir Serdang Bedagai hari ini. Kabupaten yang dulu lebih sering dikenali lewat hamparan sawah, jalur lintas timur, dan aroma agraris itu kini mulai bergerak ke arah baru: politik persepsi.

Dan di tengah pusaran itu, satu hal tampak jelas: hampir semua arah isu akhirnya merujuk ke duet kepemimpinan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan.

Baik soal birokrasi, buruh, ekonomi lokal, pelayanan publik hingga keamanan sosial — publik seolah diarahkan untuk membaca semuanya melalui kacamata Pemkab.

Sergai hari ini seperti memiliki satu matahari politik: Pemkab.

Dan semua orbit isu bergerak mengitarinya.

 

Dari Jalan Rusak ke Politik Persepsi

Jika beberapa tahun lalu percakapan warga masih berkutat pada:

  • jalan,
  • irigasi,
  • pupuk,
  • dan banjir,

maka kini medan pembicaraan mulai bergeser.

Yang ramai bukan hanya pembangunan fisik, tetapi:

  • disiplin ASN,
  • kualitas pelayanan,
  • komunikasi pemerintah,
  • efektivitas birokrasi,
  • hingga kecepatan respons pemerintah.

Ini terlihat dari makin seringnya narasi reformasi birokrasi dimainkan ke ruang publik. Sidak ASN, penekanan pelayanan masyarakat, hingga simbol-simbol kedisiplinan aparatur terus dipertontonkan.

Bahasanya sederhana:
Pemkab ingin menunjukkan bahwa mereka bukan hanya membangun beton, tetapi juga membangun tata kelola.

Di sinilah duet Wijaya–Tambunan tampak sedang memainkan babak baru:
dari politik proyek menuju politik performa.

Isu Pertama: Konsolidasi Kekuasaan Daerah

Aroma paling kuat di Sergai hari ini adalah konsolidasi.

Bukan dalam arti negatif. Tetapi terlihat jelas ada upaya menjaga agar seluruh mesin pemerintahan tetap solid dan terkendali.

ASN dirapikan.
Narasi media diperkuat.
Agenda lapangan diperbanyak.
Komunikasi publik dipercepat.

Ini biasanya terjadi ketika pemerintah daerah sadar bahwa stabilitas politik menjadi modal utama pembangunan.

Dan duet Wijaya–Tambunan tampaknya tidak ingin ada ruang kosong dalam persepsi publik.

Karena di era media sosial, kekosongan informasi akan cepat diisi rumor.

 

Isu Kedua: Buruh dan Ekonomi Lokal Naik Kelas Jadi Agenda Politik

Yang mulai terasa diam-diam adalah perubahan struktur ekonomi Sergai.

Kabupaten ini perlahan tidak lagi hanya dibaca sebagai daerah pertanian, tetapi juga wilayah penyangga koridor ekonomi:

  • Medan,
  • Tebing Tinggi, hingga
  • Kuala Tanjung.

Karena itu, isu tenaga kerja mulai naik kelas. Kelas buruh jadi lebih penting.

Momentum Hari Buruh 2026 misalnya, digunakan Pemkab untuk memainkan narasi “sinergi buruh dan pemerintah”.

Kelihatannya normatif.
Padahal sesungguhnya itu sinyal politik-ekonomi.

Artinya:
Pemkab mulai sadar bahwa masa depan Sergai akan sangat ditentukan oleh:

  • investasi,
  • industri pengolahan, dan
  • stabilitas hubungan tenaga kerja.

Jika gagal mengelola ini, Sergai bisa terseret menjadi daerah penyangga yang hanya ramai lalu lintas ekonomi tetapi miskin manfaat sosial.

 

Isu Ketiga: Ketertiban Sosial Mulai Jadi Kecemasan Baru

Di lapisan bawah masyarakat, ada isu yang bergerak lebih senyap namun cukup terasa:
kekhawatiran soal degradasi sosial.

Isu perjudian togel, keresahan masyarakat, hingga pembicaraan tentang keamanan lingkungan mulai sering terdengar.

Biasanya gejala seperti ini muncul ketika:

  • tekanan ekonomi meningkat,
  • ruang kerja informal menyempit, dan
  • kohesi sosial mulai melemah.

Karena itu, narasi “kondusifitas daerah” sekarang makin sering dimainkan aparat dan pemerintah.

Sebab pemerintah daerah paham: Investasi tidak akan datang ke wilayah yang dianggap gaduh secara sosial.

 

Politik Digital: Pertarungan Baru Sergai

Ada satu perubahan penting lain yang mungkin luput dibaca.

Hari ini politik Sergai tidak lagi sepenuhnya berlangsung di kantor pemerintahan atau warung kopi.

Polemik pun pindah ke layar ponsel.

Aktivitas bupati, sidak, kunjungan lapangan, bantuan sosial, hingga agenda simbolik kini bergerak cepat di Instagram, Facebook, TikTok dan media lokal.

Dan ini bukan kebetulan.

Politik modern hari ini bukan hanya soal bekerja. Tetapi juga soal memastikan publik melihat pekerjaan itu.

Duet Wijaya–Tambunan tampaknya memahami benar permainan ini.

 

Sergai Sedang Bangun Sinergi Menuju Fase Energik

Pertanyaan terbesarnya sekarang: Apakah Sergai akan berhenti sebagai kabupaten administratif biasa? Atau, mulai naik menjadi simpul ekonomi-politik baru di pantai timur Sumatera Utara?

Jawabannya akan ditentukan oleh satu hal:
Apakah konsolidasi kekuasaan hari ini benar-benar diubah menjadi percepatan kesejahteraan publik.

Karena rakyat biasanya sabar saja melihat pencitraan. Tetapi tak tahan jika dapur mereka mulai terganggu. Mereka baka bergerak atau bahkan berontak.

Dan di situlah ujian sebenarnya bagi duet Wijaya–Tambunan dimulai.

*Wadah pemikiran, gerakan kritis dan motivasi untuk sinergi yang energik.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isu Sejumlah Pejabat Eselon II di Pemkab Madina Mengundurkan Diri Merebak

    Isu Sejumlah Pejabat Eselon II di Pemkab Madina Mengundurkan Diri Merebak

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina-Mandailing Online : Isu pengunduran diri sejumlah pejabat di Pemkab Madina meyebar luas di kalangan masyarakat dan ASN ( aparatur sipil negara ). Dari kabar yang beredar luas pejabat itu setingkat eselon II. Plt Sekda Madina Sahnan Pasaribu yang dikonfirmasi seputar kebenaran hal itu pun tidak menjawab. Sebelumnya diketahui Plt Kepala Dinas Pendidikan Madina Ridwan Daulay […]

  • Inilah Khasiat Istimewa di balik Buah Naga!

    Inilah Khasiat Istimewa di balik Buah Naga!

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUAH NAGA, meski tanaman ini kini telah mudah ditemui, namuk tak banyak orang yang mengerti secara mendalam khasiat tersembunyi di balik buah naga. Bentuknya yang berbeda dari buah-buah lainnya, kian menonjolkan keistimewaan dari buah penuh manfaat ini. Dalam perkembangannya, kehadiran buah naga juga kerap menorehkan berbagai peran lain. Masyarakat China Kuno menganggap buah naga lebih […]

  • Hidup Sulit Akibat Harga Karet Murah, Anak-Anak Ikut Mendulang Emas

    Hidup Sulit Akibat Harga Karet Murah, Anak-Anak Ikut Mendulang Emas

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kesulitan hidup ditengah rendahnya harga karet, menyebabkan akan-anak harus ikut mengais rezeki menutupi kebutuhan sehari-hari keluarga. Ini di Desa Tombang Bustak, Kotanopan, Mandailing Natal Madina). Kalangan anak-anak, remaja, wanita dan para kepala keluarga, berbaur di antara bongkahan batu dan pasir untuk mencari biji emas di Sungai Batang Gadis. Selama ini penduduk […]

  • Saatnya Golkar Sikapi Mosi Tidak Percaya

    Saatnya Golkar Sikapi Mosi Tidak Percaya

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Sudah waktunya DPD Partai Golkar Sumut, Golkar Kabupaten Madina mengeluarkan sikap sekaligus memberikan klarifikasi atas mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh mayoritas anggota dewan terhadap ketua DPRD Madina AS Imran Khaitami Daulay SH. Sekretaris Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Cabang Kabupaten Madina, Muhammad Ridwan Lubis, SPd.I kepada MO, Sabtu sore, (11/2) di […]

  • Perjalanan Ikan Jurung Keramat, Danau Siais Dan Aek Batangtoru

    Perjalanan Ikan Jurung Keramat, Danau Siais Dan Aek Batangtoru

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menyusuri Pedalaman Tapsel Ikan Jurung Keramat, Danau Siais, dan Aek Batang Toru Sebuah keajaiban bertahan selama hampir satu abad di desa Rianiate, Kecamatan Padangsidimpuan Barat, Tapanuli Selatan. Ribuan ikan jurung berukuran sampai 50 cm dengan berat mencapai 2 kg lebih, hidup liar dalam sebuah sungai kecil dan dangkal yang mengalir di belakang rumah penduduk. Bila […]

  • Kalangan Pengusaha Minta Lelang Proyek Dipercepat

    Kalangan Pengusaha Minta Lelang Proyek Dipercepat

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalangan pengusaha jasa konstruksi mendesak pemerintah daerah agar tidak memperlambat jadwal pelelangan paket-paket proyek fisik yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum Mandailing Natal (Madina) tahun anggaran 2015. Sebab, semakin cepat ditenderkan akan semakin cepat proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Jangan seperti tahun-tahun sebelumnya dimana para pengusaha jasa konstruksi harus berhadapan dengan […]

expand_less