Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Ancaman Karhutla Mengintai

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh : Raini, S.Pd.I
Guru, tinggal di Medan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 14 titik panas yang terindikasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Sumatra Utara. Titik panas ini tersebar di enam kabupaten dan kota di Sumut, meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah (satu), Tapanuli Utara (dua), Toba (satu), Dairi (empat), Karo (empat) dan Sibolga (dua). (11/2)

Penyebab kebakaran hutan disebabkan oleh dua faktor utama.

Pertama faktor alami dan kedua faktor ulah manusia. Faktor alami seperti pengaruh El-Nino yang menyebabkan kemarau panjang, sambaran petir pada hutan yang kering atau  aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar dan awan panas dari letusan gunung berapi atau muncul api dari bawah permukaan tanah (ground fire) tentu dapat difahami, namun untuk faktor ulah manusia tentu amat disayangkan.

Membakar hutan untuk pembukaan lahan baru merupakan cara instant menghemat biaya dan waktu, sehingga sering dijadikan pilihan para investor, belum lagi illegal logging atau pembakaran liar yang menghasilkan lahan-lahan kritis dengan tingkat rawan tinggi sehingga api yang tidak terkendali secara mudah merambat ke area hutan, ditambah lagi perambahan hutan yang tidak terkendali, semua ulah manusia tersebut tanpa memperhitungkan kaidah konservasi maupun dampak yang dihasilkan.

Apabila lambat ditangani 14 titik tersebut tentu dapat meluas sehingga menimbulkan kebakaran tajuk atau crown fire. Tentu masih hangat diingatan peristiwa kebakaran hutan di Indonesia pada tahun 1997-1998 dan 2002-2005 menghasilkan asap yang juga dirasakan oleh negeri tetangga, dan mengakibatkan terganggunya hubungan transportasi udara antar negara.

Dan bukan hanya manusia saja, keanekaragaman hayatipun ikut punah. Hutan yang terbakar akan sulit dipulihkan seperti sedia kala. Hilangnya tumbuh-tumbuhan menyebabkan lahan terbuka, sehingga mudah erosi, dan tidak lagi kuat menahan banjir, longsor dan hilangnya paru paru dunia sebagai cadangan air dan pengasil oksigen.

Sungguh kerugian besar yang diderita akibat kalhutla ini, tidak hanya dari segi materi namun juga kerugian dari segi lain, seperti kesehatan, transportasi, dan sebagainya.

Karhutla bukan  permasalahan sepele yang bisa dipandang sebelah mata, tapi sesuatu yang perlu perhatian khusus dari pemerintah. Pemerintah harus mencari tahu penyebab dari karhutla, kemudian menemukan solusi tepat dan tindakan nyata untuk menyelesaikannya secara tuntas.

Hutan adalah milik rakyat yang kepemilikannya harus dikembalikan pada rakyat, tidak boleh diserahkan, dimiliki bahkan dikuasai oleh perorangan maupun swasta. Hutan punya peran penting bagi manusia, siapapun boleh memanfaatkan hutan, namun perlu pengawasan dari pemerintah. Aktifitas yang merusak hutan atau lahan harus ditindak tegas, dan yang terpenting, pemerintah harus punya keberanian untuk mengambil alih hak kepemilikan hutan yang terlanjur diberikan pada swasta.

Dalam islam, seperti sabda Rasulullah, manusia berserikat dalam 3 perkara yaitu air, padang rumput dan api. Negara memiliki 2 fungsi penting dalam menyelesaikan karhutla ini, yang pertama yaitu sebagai pemelihara urusan rakyat dan sebagai penanggung jawab penuh pengelolaan hutan dan lahan sehingga setiap individu publik terjamin memperoleh manfaat dari hutan dan lahan tersebut. Yang kedua negara berfungsi sebagai perisai atau tameng yang senantiasa siaga menjaga harta publik, wallahu’allam bi shawab.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Idulfitri, Bupati dan Wakil Bupati Silaturahmi dengan Insan Pers

    Jelang Idulfitri, Bupati dan Wakil Bupati Silaturahmi dengan Insan Pers

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang Idulfitri 1443 H Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution bersilaturahmi dengan insan pers di aula kantor Bupati, Desa Parbangunan, Kamis (28/4). Bupati Sukhairi di hadapan jurnalis yang bertugas di wilayah Madina menyampaikan pers merupakan elemen penting bagi Pemkab Madina dalam […]

  • 8 Istilah Unik dan Fakta Menarik Pesantren di Mandailing Natal

    8 Istilah Unik dan Fakta Menarik Pesantren di Mandailing Natal

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh: Azhar Nasution M.Ag   Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang memiliki sejarah panjang di Nusantara, termasuk di wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Selain sebagai pusat pembelajaran agama, pesantren juga menjadi tempat para pelajar yang dikenal sebagai santri menjalani kehidupan sederhana, mandiri, dan penuh nilai-nilai spiritual. Namun, ada yang unik di Mandailing […]

  • Rakyatlah Yang Selalu Salah

    Rakyatlah Yang Selalu Salah

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing Pemerintah mengatakan anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 yang sebesar Rp87,55 triliun tidak akan bertambah hingga akhir tahun walaupun kasus positif Covid-19 saat ini semakin banyak dengan jumlah penambahan rata-rata per hari di atas 1000 kasus. Melalui Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan kasus positif saat […]

  • Mobil Dinas Todong Akhirnya Dibawa Pulang ke Madina

    Mobil Dinas Todong Akhirnya Dibawa Pulang ke Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Setelah diberitakan mobil dinasnya dibawa pergi ke Pulau Jawa berbulan-bulan, akhirnya mobil dinas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) asal Partai Demokrat Syafaruddin Anshari Nasution alias Todong cepat-cepat dibawa pulang ke Madina. “Benar mobil dinas milik Wakil Ketua DPRD Madina Syafaruddin Ansari Nasution sudah berada di DPRD Madina sekitar Senin (15/08/2011) malam,” kata […]

  • Gaji Honorer Pertamanan Belum Dibayar Rp1,6 Miliar

    Gaji Honorer Pertamanan Belum Dibayar Rp1,6 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Fantastis! Ungkapan ini tampaknya tepat terkait jumlah gaji pegawai honor Dinas Pertamanan Pemko Medan yang belum dibayar. Mau tahu jumlahnya? Rp1.617.000.000. Dari mana angka sebesar itu? Berikut penjelasannya. Informasi yang diperoleh di Medan, Jumat (27/05/2011), pada Tahun 2010, Dinas Pertamanan menerima sebanyak 60 honorer sesuai SK Walikota Medan No 840/301 K Tanggal 12 Februari […]

  • Bupati Madina Dahlan Hasan Tinjau Perkebunan Percontohan

    Bupati Madina Dahlan Hasan Tinjau Perkebunan Percontohan

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAKANTAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution didampingi beberapa pimpinan SKPD serta tokoh masyarakat meninjau lokasi kebun percontohan di Kecamatan Pakantan. “Adapun tujuan dibuatnya kebun percontohan tidak lain untuk kepentingan Kecamatan Pakantan pada khususnya, bukan untuk kepentingan maupun keuntungan saya sendiri,” kata Dahlan Hasan di Pakantan, Kamis. “Untuk pemerintah pusat agar dapat […]

expand_less