Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Ancaman Karhutla Mengintai

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh : Raini, S.Pd.I
Guru, tinggal di Medan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 14 titik panas yang terindikasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Sumatra Utara. Titik panas ini tersebar di enam kabupaten dan kota di Sumut, meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah (satu), Tapanuli Utara (dua), Toba (satu), Dairi (empat), Karo (empat) dan Sibolga (dua). (11/2)

Penyebab kebakaran hutan disebabkan oleh dua faktor utama.

Pertama faktor alami dan kedua faktor ulah manusia. Faktor alami seperti pengaruh El-Nino yang menyebabkan kemarau panjang, sambaran petir pada hutan yang kering atau  aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar dan awan panas dari letusan gunung berapi atau muncul api dari bawah permukaan tanah (ground fire) tentu dapat difahami, namun untuk faktor ulah manusia tentu amat disayangkan.

Membakar hutan untuk pembukaan lahan baru merupakan cara instant menghemat biaya dan waktu, sehingga sering dijadikan pilihan para investor, belum lagi illegal logging atau pembakaran liar yang menghasilkan lahan-lahan kritis dengan tingkat rawan tinggi sehingga api yang tidak terkendali secara mudah merambat ke area hutan, ditambah lagi perambahan hutan yang tidak terkendali, semua ulah manusia tersebut tanpa memperhitungkan kaidah konservasi maupun dampak yang dihasilkan.

Apabila lambat ditangani 14 titik tersebut tentu dapat meluas sehingga menimbulkan kebakaran tajuk atau crown fire. Tentu masih hangat diingatan peristiwa kebakaran hutan di Indonesia pada tahun 1997-1998 dan 2002-2005 menghasilkan asap yang juga dirasakan oleh negeri tetangga, dan mengakibatkan terganggunya hubungan transportasi udara antar negara.

Dan bukan hanya manusia saja, keanekaragaman hayatipun ikut punah. Hutan yang terbakar akan sulit dipulihkan seperti sedia kala. Hilangnya tumbuh-tumbuhan menyebabkan lahan terbuka, sehingga mudah erosi, dan tidak lagi kuat menahan banjir, longsor dan hilangnya paru paru dunia sebagai cadangan air dan pengasil oksigen.

Sungguh kerugian besar yang diderita akibat kalhutla ini, tidak hanya dari segi materi namun juga kerugian dari segi lain, seperti kesehatan, transportasi, dan sebagainya.

Karhutla bukan  permasalahan sepele yang bisa dipandang sebelah mata, tapi sesuatu yang perlu perhatian khusus dari pemerintah. Pemerintah harus mencari tahu penyebab dari karhutla, kemudian menemukan solusi tepat dan tindakan nyata untuk menyelesaikannya secara tuntas.

Hutan adalah milik rakyat yang kepemilikannya harus dikembalikan pada rakyat, tidak boleh diserahkan, dimiliki bahkan dikuasai oleh perorangan maupun swasta. Hutan punya peran penting bagi manusia, siapapun boleh memanfaatkan hutan, namun perlu pengawasan dari pemerintah. Aktifitas yang merusak hutan atau lahan harus ditindak tegas, dan yang terpenting, pemerintah harus punya keberanian untuk mengambil alih hak kepemilikan hutan yang terlanjur diberikan pada swasta.

Dalam islam, seperti sabda Rasulullah, manusia berserikat dalam 3 perkara yaitu air, padang rumput dan api. Negara memiliki 2 fungsi penting dalam menyelesaikan karhutla ini, yang pertama yaitu sebagai pemelihara urusan rakyat dan sebagai penanggung jawab penuh pengelolaan hutan dan lahan sehingga setiap individu publik terjamin memperoleh manfaat dari hutan dan lahan tersebut. Yang kedua negara berfungsi sebagai perisai atau tameng yang senantiasa siaga menjaga harta publik, wallahu’allam bi shawab.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tympanum Novem Films Ditawari Selenggarakan Workshop Sastra Mandailing

    Tympanum Novem Films Ditawari Selenggarakan Workshop Sastra Mandailing

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Dalam rangka penguatan dan pengembangan sastra Mandailing, para budayawan di Mandailing bersama para perantau menyatukan pendapat bahwa harus ada upaya ril saat ini. Salah satunya adalah rangsangan bagi penulisan sastra-sastra. Termasuk penulisan cerita berbahasa Mandailing, baik dalam bentuk cerita pendek maupun novel. Terkait dengan itu, Tympanum Novem Films mendapat tawaran kerja […]

  • Lagu Mandailing Tak Seistiqomah Lagu Toba

    Lagu Mandailing Tak Seistiqomah Lagu Toba

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOLOM Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Para pencipta lagu-lagu Toba itu sangat setia kepada bahasa Toba, bahasa mereka, bahasa leluhur, jati diri mereka. Kesetiaan mereka kepada bahasa mereka itu sebagai sebuah keistiqomahan pada kebudayaan mereka, budaya Toba. Para pencipta lagu-lagu Minangkabau itu sangat setia kepada bahasa Minang, bahasa mereka, bahasa leluhur, jati diri mereka. […]

  • Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Bagian 3 dari 4 Tulisan) Oleh: Ludfan Nasution, S.Sos Ivan Iskandar Batubara memeragakan tortor Mandailing ketika tampil sebagai Nara Sumber pada acara “Pertunjukan & Diskusi” Gondang Boru Mandailing, buah kerjasama Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II di Medan, Juni 2024. Dalam penghayatannya, sekalipun tidak sempat memberi perintah langsung, […]

  • PAN Setujui Sofwat-Zubeir

    PAN Setujui Sofwat-Zubeir

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan persetujuan kepada Sofwat-Zubeir calon Bupati dan Wakil Bupati Madina di Pilkada 2020. Persetujuan itu tertuang dalam surat keputusan DPP PAN nomor PAN/A/Kpts/KU-SJ/066/VI/2020 tentang persetujuan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Surat keputusan tanggal 18 Juni 2020 yang ditandatangani Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan […]

  • C1 Janggal: Prabowo-Hatta 814 Suara, Jokowi-JK 366, Kok Jumlah Suara Sah 380?

    C1 Janggal: Prabowo-Hatta 814 Suara, Jokowi-JK 366, Kok Jumlah Suara Sah 380?

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pindaian atau scan formulir C1 yang diunggah di situs kpu.go.id menampilkan data yang tidak valid. Ada sejumlah kejanggalan, di antaranya, beberapa formulir C1 bahkan menampilkan kolom dengan jumlah suara kosong alias yang tidak terisi.   Berdasarkan penelusuran Kompas.com pada situs KPU dengan link pilpres2014.kpu.go.id, sejumlah formulir C1 dari beberapa daerah ternyata tidak diisi […]

  • Pemkab Madina Belum Sepenuhnya Hapus Tenaga Honor. Disdikbud Masih Alokasikan 1 M lebih untuk Gaji

    Pemkab Madina Belum Sepenuhnya Hapus Tenaga Honor. Disdikbud Masih Alokasikan 1 M lebih untuk Gaji

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-(Mandailing Online) : Aturan pemerintah indonesia terkait penghapusan tenaga honorer seperti tenaga kerja sukarela ( TKS ) mulai tahun 2025 sesuai undang undang nomor 20 tahun 2023 tentang aparatur sipil negara ( ASN ) ternyata belum sepenuhnya dijalankan di pemerintah Kabupaten Mandalling Natal ( Madina ). Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan contohnya masih mengalokasikan anggaran […]

expand_less