Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Ancaman Karhutla Mengintai

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh : Raini, S.Pd.I
Guru, tinggal di Medan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 14 titik panas yang terindikasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Sumatra Utara. Titik panas ini tersebar di enam kabupaten dan kota di Sumut, meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah (satu), Tapanuli Utara (dua), Toba (satu), Dairi (empat), Karo (empat) dan Sibolga (dua). (11/2)

Penyebab kebakaran hutan disebabkan oleh dua faktor utama.

Pertama faktor alami dan kedua faktor ulah manusia. Faktor alami seperti pengaruh El-Nino yang menyebabkan kemarau panjang, sambaran petir pada hutan yang kering atau  aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar dan awan panas dari letusan gunung berapi atau muncul api dari bawah permukaan tanah (ground fire) tentu dapat difahami, namun untuk faktor ulah manusia tentu amat disayangkan.

Membakar hutan untuk pembukaan lahan baru merupakan cara instant menghemat biaya dan waktu, sehingga sering dijadikan pilihan para investor, belum lagi illegal logging atau pembakaran liar yang menghasilkan lahan-lahan kritis dengan tingkat rawan tinggi sehingga api yang tidak terkendali secara mudah merambat ke area hutan, ditambah lagi perambahan hutan yang tidak terkendali, semua ulah manusia tersebut tanpa memperhitungkan kaidah konservasi maupun dampak yang dihasilkan.

Apabila lambat ditangani 14 titik tersebut tentu dapat meluas sehingga menimbulkan kebakaran tajuk atau crown fire. Tentu masih hangat diingatan peristiwa kebakaran hutan di Indonesia pada tahun 1997-1998 dan 2002-2005 menghasilkan asap yang juga dirasakan oleh negeri tetangga, dan mengakibatkan terganggunya hubungan transportasi udara antar negara.

Dan bukan hanya manusia saja, keanekaragaman hayatipun ikut punah. Hutan yang terbakar akan sulit dipulihkan seperti sedia kala. Hilangnya tumbuh-tumbuhan menyebabkan lahan terbuka, sehingga mudah erosi, dan tidak lagi kuat menahan banjir, longsor dan hilangnya paru paru dunia sebagai cadangan air dan pengasil oksigen.

Sungguh kerugian besar yang diderita akibat kalhutla ini, tidak hanya dari segi materi namun juga kerugian dari segi lain, seperti kesehatan, transportasi, dan sebagainya.

Karhutla bukan  permasalahan sepele yang bisa dipandang sebelah mata, tapi sesuatu yang perlu perhatian khusus dari pemerintah. Pemerintah harus mencari tahu penyebab dari karhutla, kemudian menemukan solusi tepat dan tindakan nyata untuk menyelesaikannya secara tuntas.

Hutan adalah milik rakyat yang kepemilikannya harus dikembalikan pada rakyat, tidak boleh diserahkan, dimiliki bahkan dikuasai oleh perorangan maupun swasta. Hutan punya peran penting bagi manusia, siapapun boleh memanfaatkan hutan, namun perlu pengawasan dari pemerintah. Aktifitas yang merusak hutan atau lahan harus ditindak tegas, dan yang terpenting, pemerintah harus punya keberanian untuk mengambil alih hak kepemilikan hutan yang terlanjur diberikan pada swasta.

Dalam islam, seperti sabda Rasulullah, manusia berserikat dalam 3 perkara yaitu air, padang rumput dan api. Negara memiliki 2 fungsi penting dalam menyelesaikan karhutla ini, yang pertama yaitu sebagai pemelihara urusan rakyat dan sebagai penanggung jawab penuh pengelolaan hutan dan lahan sehingga setiap individu publik terjamin memperoleh manfaat dari hutan dan lahan tersebut. Yang kedua negara berfungsi sebagai perisai atau tameng yang senantiasa siaga menjaga harta publik, wallahu’allam bi shawab.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • CATATAN RAMONA

    CATATAN RAMONA

    • calendar_month Sabtu, 3 Feb 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      Cerpen (publis bagian 1) Karya : Wahyuni Lubis Tuan, ejaan kata mana lagi yang akan kau lontarkan padaku agar hujan di pipiku menjadi reda, bisakah kau beri aku solusi untuk keluar dari pilu ini? Kau tau jika aku adalah wanita yang mudah jatuh hati apalagi semenjak kau katakan padaku bahwa aku adalah wanita yang […]

  • Aksara Mandailing Menyebar ke Toba

    Aksara Mandailing Menyebar ke Toba

    • calendar_month Sabtu, 4 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      Aksara Mandailing dikenal dengan aksara Tulak-Tulak. Aksara ini merupakan metamorfosa dari huruf Pallawa. Berdasar penelitian para ahli sejarah dan antropolog, Aksara Tulak-Tulak ini menyebar dari selatan (Mandailing) kea rah utara (Toba). Harry Parkin dalam “Batak Fruit of Hindu Thought”, (1978:101) menyimpulkan, bahwa ”aksara tersebut masuk ke daerah Toba dari Mandailing. Dari Toba jalan yang […]

  • Harga Cabe Merah di Panyabungan Masih Bertahan

    Harga Cabe Merah di Panyabungan Masih Bertahan

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga cabe merah relatif bertahan di kisaran 45.000 hingga 46.000 rupiah per kilo gram setelah terjadi kenaikan sepekan lalu. Midah Nasution (42) pedagang di pasar pagi Gunung Tua, Panyabungan, Mandailing Natal menjawab wartawan, Minggu (14/7/2013) mangatakan harga cabe merah 46.000 rupiah per kilo gram. Menurutnya, harga di daerah ini masih lumayan […]

  • Pendaftaran CPNS Kementerian Agama RI   Tahun 2010

    Pendaftaran CPNS Kementerian Agama RI Tahun 2010

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PENGUMUMAN Nomor : BII/I-a/Kp.00.3/15774/2010 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2010 Kementerian Agama Republik Indonesia membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : I. CARA MENDAFTAR 1. Pendaftaran CPNS dilaksanakan berdasarkan domisili KTP setempat untuk pelamar pada Kantor […]

  • Balita Penderita Jantung Bocor Butuh Bantuan Dermawan

    Balita Penderita Jantung Bocor Butuh Bantuan Dermawan

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) : Bayi penderita jantung bocor sejak lahir membutuhkan bantuan biaya operasi di rumah sakit. Bayi itu bernama M. Rizky Halomoan Lubis (1,8 tahun) anak dari pasangan Napjali Lubis dengan Nuriah Siregar warga Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Madina. Kondisi keluarga ekonomi yang sangat terbatas menyebabkan kendala untuk mengobati Rizky […]

  • Jeruk Keprok Maga Kembali Dikembangkan

    Jeruk Keprok Maga Kembali Dikembangkan

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Setelah sepuluh tahun menghilang, Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali melakukan penanam ribuan batang Jeruk Keprok Maga di atas 50 hektare lahan di Desa Huta Tinggi dan Huta Namale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi. Kadis Pertanian Madina Taufik Zulhendra baru-baru ini mengatakan, Jeruk Keprok Maga yang harum wanginya dan manis rasanya, menghilang akibat diserang […]

expand_less