Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

8 Istilah Unik dan Fakta Menarik Pesantren di Mandailing Natal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
  • print Cetak

 

 

Oleh: Azhar Nasution M.Ag

 

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang memiliki sejarah panjang di Nusantara, termasuk di wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Selain sebagai pusat pembelajaran agama, pesantren juga menjadi tempat para pelajar yang dikenal sebagai santri menjalani kehidupan sederhana, mandiri, dan penuh nilai-nilai spiritual.

Namun, ada yang unik di Mandailing Natal. Di daerah ini, pesantren memiliki sejumlah istilah khas yang tidak ditemukan di tempat lain. Istilah-istilah ini menjadi bagian dari budaya lokal yang memperkaya dinamika kehidupan pesantren. Berikut delapan istilah unik dan fakta menarik seputar dunia pesantren di Mandailing Natal:

1. Fokir dan Fatayat

Di banyak tempat, pelajar pesantren disebut santri (laki-laki) dan santriwati (perempuan). Namun, di Mandailing Natal, sebutan yang digunakan berbeda. Pelajar laki-laki disebut Fokir, sedangkan pelajar perempuan disebut Fatayat.

Kata Fokir berasal dari bahasa Arab faqir yang berarti “orang yang kekurangan”, tetapi dalam konteks pesantren, bermakna seseorang yang sedang haus ilmu. Fatayat berasal dari kata Arab fatayat yang berarti “gadis” atau “perempuan muda”.

2. Marayap

Istilah “marayap” digunakan untuk menyebut waktu libur panjang di pesantren. Ketika musim liburan tiba, para santri akan berkata, “Marayap hamu?” (Apakah kamu pulang/libur?). Kata ini sudah menjadi bagian dari kosakata sehari-hari para santri ketika libur panjang di Mandailing Natal.

3. Ta’in

Menjelang ujian semester, para santri menggunakan istilah ta’in untuk menyebut masa persiapan atau jadwal tetap menjelang ujian. Kata ini berasal dari bahasa Arab ta’yin yang berarti “penetapan” atau “penentuan”.

4. Manambang

Manambang adalah istilah yang digunakan ketika seorang santri mengambil makanan—seperti nasi, lauk, atau minuman—dari pondok teman atau rumah warga. Ini adalah bentuk solidaritas dan kebersamaan yang mengakar kuat dalam budaya pesantren di Mandailing Natal.

5. Ayah Guru

Alih-alih memanggil “ustaz” atau “pak guru”, santri di Mandailing Natal sering memanggil guru laki-laki mereka dengan sebutan Ayah Guru. Istilah ini mengandung nuansa emosional yang lebih dalam, mencerminkan hubungan dekat layaknya antara anak dan orang tua.

6. Mudzakaroh

Mudzakaroh berarti kegiatan belajar kelompok atau mengulang pelajaran bersama setelah proses belajar formal selesai. Kegiatan ini bisa dilakukan antara sesama teman sekelas, adik kelas, atau senior. Kata ini juga berasal dari bahasa Arab yang berarti “diskusi” atau “pengulangan ilmu”.

7. Mangaji

Santri di Mandailing Natal menyebut kegiatan membaca atau belajar al-Qur’an dengan istilah mangaji. Kata ini merupakan bentuk lokal dari kata mengaji yang sudah diserap dalam bahasa daerah.

8. Pondok

Berbeda dengan pengertian umum, pondok di sini merujuk pada gubuk kecil tempat tinggal santri laki-laki (fokir). Biasanya terdiri dari dua ruangan sederhana: satu untuk tidur dan satu lagi sebagai dapur kecil. Di sinilah santri tinggal selama menimba ilmu di pesantren.

Penutup

Istilah-istilah ini bukan hanya sekadar kosakata, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai lokal, budaya, dan kehidupan sehari-hari santri di Mandailing Natal. Dengan memahami istilah-istilah tersebut, kita bisa melihat bagaimana pesantren tak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penjaga tradisi dan jati diri masyarakat.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rutinitas Ketua DPRD Madina Jelang Lebaran: Berbagi Rezeki dengan Penarik Becak

    Rutinitas Ketua DPRD Madina Jelang Lebaran: Berbagi Rezeki dengan Penarik Becak

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Siapa yang tak kenal dengan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis? Ternyata Ketua DPC Gerindra ini punya rutinitas menjelang lebaran yaitu berbagi rezeki dengan penarik becak di kawasan Gunungtua Panyabungan. Seperti hari ini, Minggu (1/5) puluhan penarik becak sudah berkumpul di salah satu warung dekat Ladang Sari, Gunungtua. Para […]

  • Ini Penyebab Pindahnya Manuskrip Islam ke Tangan Barat

    Ini Penyebab Pindahnya Manuskrip Islam ke Tangan Barat

    • calendar_month Minggu, 17 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Ada berbagai aktor dan faktor yang menyebabkan perpindahan manuskrip-manuskrip Islam ke tangan Barat. Sebagian manuskrip diperoleh lewat perampokan dan penjarahan pada masa kolonialisme. Yang lain, melalui proses transaksi jual-beli. Tapi, ada pula yang sengaja dihadiahkan oleh penguasa Muslim. Stefanie Brinkmann dari Institute of Oriental Studies, University of Leipzig, mengatakan, banyak koleksi naskah Islam berasal […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 2)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

              Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara    3. PEMBAHASAN Memberikan pengertian serta batasan-batasan apa dan bagaimana sebenarnya yang dikatakan sebuah cerita pendek adalah suatu pekerjaan yang rumit dan bahkan menjurus kepada kesia-siaan belaka. Ukuran panjang atau pendeknya sebuah cerita pun ternyata belum bisa memastikan apakah cerita tersebut […]

  • Lubang Longsor Menwaskan 12 Ibu Rumah Tangga Kedalaman 2 Meter

    Lubang Longsor Menwaskan 12 Ibu Rumah Tangga Kedalaman 2 Meter

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Data sementara, titik longsor yang menewaskan 12 kaum ibu di Desa Banjar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kamis (28/4/2022), adalah lubang galian bekas tambang emas. Kapolsek Lingga Bayu AKP H. Marlon Rajagukguk yang dikonfirmasi mengaku sudah melakukan identifikasi korban dan membuat garis larangan di lokasi kejadian. Dijelaskannya bahwa […]

  • Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

    Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

    • calendar_month Kamis, 13 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Satu keluarga di Desa Hutaimbaru, Panyabungan Timur, Mandailing Natal terancam kelaparan jika tak dibantu segera. Mereka adalah 11 bocah yang masih kecil-kecil ditinggal ibu yang wafat dua bulan lalu, sedangkan ayah mereka sudah 4 bulan di dalam penjara. Otomatis, 11 bocah itu saat ini hanya diasuh oleh Ummi Roiyah (18) […]

  • Kios Pasar Baru Panyabungan

    Kios Pasar Baru Panyabungan

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kosong : Kios Pasar Baru Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal banyak yang kosong/tutup. Hal in i dikarenakan minimnya pembeli di Pasar ini. (MOL)

expand_less