Kamis, 30 Apr 2026
light_mode

Merebut Kedaulatan SDA dari Cengkeraman Oligarki Asing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 36 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Muhammad Ludfan Nasution

 

Catatan Pengantar

Tulisan ini merupakan olahan dari diskusi panjang di grup WhatsApp @Satgas Pembentukan Sumteng yang diikuti antara lain @Ongku P Hasibuan, @Zainuddin Jr Lubis dan Kali Raja Harahap.

Topiknya mengangkat kritik struktural terhadap pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan arah kebijakan politik ekonomi Indonesia.

Indonesia memang kaya raya SDA. Tapi, lemah kendali. Nyaris tak berdaya mengambil manfaat terbesarnya. Bangsa ini butuh gagasan progresif.

Di atas kertas, negeri ini berdiri di atas fondasi konstitusi yang tegas: SDA (Sumber Daya Alam) dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Namun dalam praktiknya, kendali itu perlahan bergeser — bukan hilang secara formal, tetapi terkikis dan lemah secara struktural.
Dan di titik inilah perdebatan tentang “oligarki” menjadi relevan, meski sering disederhanakan dan nyaris dianggap normal.

 

Dari Negara Penguasa ke Negara Pemberi Izin

Dalam praktik ekonomi modern Indonesia, negara lebih sering tampil sebagai regulator dan pemberi konsesi, bukan sebagai pengendali utama dalam rantai nilai SDA.
Pengelolaan hutan dapat izin. Penguasaan tambang pun dapat restu. Produksi energi berlangsung di atas izin.

Semua berjalan dalam kerangka hukum. Tetapi hasil akhirnya membentuk pola yang berulang:
• kontrol terkonsentrasi,
• kepemilikan samar dalam struktur korporasi berlapis, dan
• negara berada satu langkah di belakang pengambilan nilai.
Ini bukan semata soal pelanggaran, tetapi soal desain sistem yang terlalu permisif terhadap konsentrasi kekuasaan ekonomi.

“Asing” yang Tidak Selalu Asing

Istilah “oligarki asing” sering memancing debat. Dan memang perlu kehati-hatian.
Dalam banyak kasus, yang tampak sebagai investasi asing tidak selalu berarti modal baru dari luar negeri. Ada pola yang lebih kompleks:
• modal domestik keluar,
• diparkir di yurisdiksi luar,
• lalu kembali sebagai investasi asing.
Di sisi lain, tentu juga ada investasi asing riil yang membawa teknologi dan modal baru.
Masalahnya bukan pada label “asing”, tetapi pada:
• siapa pengendali sebenarnya,
• di mana nilai tambah berhenti, dan
• kemana keuntungan mengalir.
Jika jawaban dari tiga pertanyaan itu tidak berpihak pada kepentingan nasional, maka istilah “kedaulatan ekonomi” memang layak dipertanyakan.

Hulu Kepegang, Hilir Menggelepar

Struktur ekonomi SDA Indonesia selama ini menunjukkan ketimpangan klasik:
• sektor hulu (ekstraksi) sangat kuat secara kapital,
• sektor hilir (industri pengolahan) tertinggal atau bergantung.

Akibatnya:
• ekspor bahan mentah tetap dominan,
• nilai tambah dinikmati di luar atau oleh segelintir pelaku,
• lapangan kerja berkualitas tidak berkembang optimal.

Dalam kondisi hilir yang menggelepar seperti ini, perebutan kendali hulu menjadi krusial — bukan untuk menutup diri, tetapi untuk menentukan arah industrialisasi.

Masalah Utama Bukan Investor, Tapi Posisi Negara

Penting untuk ditegaskan: ini bukan seruan anti-investor. Justru sebaliknya — investasi tetap dibutuhkan.
Namun, dalam struktur yang ada sekarang, posisi negara terlalu lemah:
• negara mengatur,
• swasta mengendalikan operasi,
• dan nilai ekonomi terbesar tidak berada di tangan negara (publik).
Yang perlu diubah adalah posisi tawar negara dalam keseluruhan rantai ekonomi, terutama di sektor hulu.

Merebut Kembali: Bukan Mundur, Tapi Menata Ulang

“Merebut kembali kedaulatan SDA” tidak berarti menutup diri dari dunia luar. Itu berarti menata ulang siapa mengendalikan apa.

Beberapa langkah yang bisa menjadi arah:
1. Negara sebagai pengendali hulu.
Melalui BUMN/BUMD atau skema kepemilikan mayoritas, negara harus kembali menjadi aktor utama di sektor strategis.
2. Swasta difokuskan ke hilir.
Investasi diarahkan ke industri pengolahan, manufaktur dan inovasi berbasis SDA.
3. Transparansi kepemilikan.
Mengurai struktur korporasi berlapis untuk memastikan kontrol ekonomi tidak tersembunyi.
4. Reformasi kebijakan devisa.
Arus modal dikelola agar tidak hanya mengalir keluar, tetapi memperkuat pembiayaan domestik.
5. Peran daerah diperkuat.
BUMD tidak hanya simbol, tetapi bagian dari kepemilikan riil ekonomi SDA.

Penutup: Kedaulatan Itu Soal Kendali, Bukan Sekadar Kepemilikan

Kedaulatan ekonomi tidak ditentukan oleh siapa yang tercatat di atas kertas, tetapi oleh siapa yang mengendalikan keputusan strategis.

Selama negara hanya menjadi pemberi izin, maka kekayaan alam akan tetap menjadi ironi: melimpah di tanah, tetapi manfaat ekonominya justru tumpah ke tangan “asing”.

Pertanyaan akhirnya sederhana, tapi menentukan:
Apakah kita ingin terus menjadi tuan rumah yang menyewakan tanahnya dengan harga murah, atau menjadi pengelola yang menentukan arah masa depannya sendiri demi kemakmuran segenap rakyat?

*Muhammad Ludfan Nasution adalah Jurnalis Freelance, Anggota DPRD Madina 2014-2019 dan Ketua Imatapsel Jakarta 1994-1996.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Anak Pejabat Madina Mencabuli Anak TK

    Kasus Anak Pejabat Madina Mencabuli Anak TK

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Polsek Natal Dinilai Tak Punya Nyali Menahan Tersangka NATAL (Mandailing Online) – Pihak keluarga korban menilai polisi tak memiliki nyali menahan tersangka pencabulan di Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina). Sebab, Polsek Natal hanya melakukan penahanan selama sehari terhadap tersangka berinisial SMH, kemudian melepaskanya dengan status penangguhan penahanan. Hingga kini, SMH pelajar SMA yang merupakan anak […]

  • Sungai Aek Mata Meluap

    Sungai Aek Mata Meluap

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Aek Mata meluap menyebabkan jalan protokol di jantung kota Panyabungan digenangi air berakibat terganggunya arus lalu lintas, Jum’at (8/5). Sejauh ini belum ada laporan kasus perumahan penduduk diterjang arus sungai, meski air sempat masuk ke kawasan pemukiman di sepanjang bantaran sungai. Sungai yang membelah kota Panyabungan ini meluap akibat […]

  • TDL Juga Naik 10 %

    TDL Juga Naik 10 %

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelanggan PLN harus bersiap menanggung kenaikan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata 10 persen yang direncanakan mulai berlaku April 2012. Kenaikan itu berlaku untuk industri serta rumah tangga yang memakai daya di atas 900 volt Ampere (VA). “(TDL) akan dinaikkan secara proporsional, tapi Rumah Tangga Miskin (RTM) kita tidak akan naikkan,” katanya saat konferensi […]

  • Lempar Batu dan Telur Busuk Kemendagri Laporkan FPI ke Polda Metro Jaya

    Lempar Batu dan Telur Busuk Kemendagri Laporkan FPI ke Polda Metro Jaya

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, . Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaporkan Front Pembela Islam (FPI) ke Polda Metro Jaya atas insiden pelemparan batu saat aksi di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, kemarin. Polisi akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Urusan dalam Kemendagri sudah lapor kemarin dan sudah diterima tiga saksi yang sudah diperiksa,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya […]

  • Ansor Kecam Tindakan Oknum Kacapem Bank Sumut

    Ansor Kecam Tindakan Oknum Kacapem Bank Sumut

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara mengecam keras tindakan oknum Kepala Cabang Pembantu (Kacapem) Bank Sumut Gunung Tua Toguan Siregar yang mengancam Wartawan Metro Star, Zulham Dani Rambe. “Ansor mengecam segala bentuk kekerasan yang menimpa pekerja media (jurnalis), apalagi pelakunya sekelas Kacapem Bank Sumut Gunung Tua,” tegas Ketua PW GP Ansor Sumut Fadli […]

  • Pemain Chelsea Waspadai Andik, Si ‘Messi’ Indonesia

    Pemain Chelsea Waspadai Andik, Si ‘Messi’ Indonesia

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    CHELSEA, – tidak menganggap remeh kualitas pemain BNI Indonesia All-Stars yang akan mereka hadapi pada laga ujicoba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (25/7). Beberapa pemain yang berisikan pemain tim nasional Indonesia disebut memiliki kualitas yang patut diwaspadai Ashley Cole dan kawan-kawan. Nama yang mendapat perhatian khusus dari manajemen Chelsea adalah Andik Vermansyah. […]

expand_less