Senin, 22 Jun 2026
light_mode

Muslihat AS Usai Perang Iran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Novida Sari, S.Kom

 

Konflik yang berlangsung antara AS dengan Iran sejak Februari lalu, digadang-gadang akan berakhir. Seperti yang dikutip dari Reuters, dana senilai US$300 miliar akan diluncurkan oleh pihak global sebagai insentif ekonomi bagi Washington dan Teheran oleh investor global, dijadwalkan ditandatangi jumat (19/6) kemarin di swiss (www.idnfinancials.com, 18 Juni 2026). Namun, rencana penandatanganan ini dilaporkan tertunda, akibat eskalasi dan manuver politik yang masih berlangsung. Bagaimana seharusnya sikap kita membaca situasi ini?

Pemalakan atas nama RDF

Narasi dana US$300 miliar atau Rp 5.342 triliun telah disepakati sebagai pertanggung jawaban AS yang menyerang fasilitasi dan infrastruktur wilayah Iran. Namun, Trump telah mengkonfirmasi bahwa dana ini bukan dikeluarkan dari kantong pemerintah AS. Melainkan berasal dari investor global yang disepakati akibat terisolasinya negara Iran ini dari pasar modal akibat sanksi internasional. Investasi akan difokuskan pada sektor energi, logistik, transportasi, manufaktur juga proyek infrastruktur strategis.

Jelas sudah, Reconstruction and Development Fund (RDF) ini bukanlah program rekonstruksi atau kompensasi perang gratis. Namun aliran dana segar yang bisa saja berupa utang, investasi, barter proyek, perdagangan, tukar guling aset atau model lain yang tidak terendus sepenuhnya oleh publik. Dan tentunya AS mendapat keuntungan jika kebagian proyek. Peran AS tak ubahnya seperti sales proyek dan investasi.

As memang tampak seperti pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan akibat konflik yang terjadi di Iran, tetapi dengan menggunakan uang atau skema lain. Jika RDF ini mencapai kesepakatan sukses, maka blokade AS terhadap Iran sejak tahun 1979 akan berakhir. Iran akan memasuki komunitas bisnis, perdagangan dan investasi. Jumlah penduduk 92,4 juta jiwa dengan luas wilayah 1,64 juta km2 menjadi target market potensial.

Kesepakatan penghentian konflik juga mencakup pembukaan kembali selat Hormuz. Jalur strategis tersibuk atas perdagangan minyak dan gas dunia.

Investasi ala Kapitalis

Sikap “gila perang” Trump yang begitu terang benderang, tak membuat kaum muslim tertampar dan sadar, kalau mereka dimanfaatkan dan diperas habis-habisan. Kekacauan yang ditimbulkan di Iran untuk menggulingkan kekuasaan revolusioner, mampu berbelok arah dari pengukuhan penguasa antek setia pada arah penguasaan internal dalam negeri melalui siklus investasi global.

Menutup mata dan telinga serta memasang muka tembok atas kerusakan yang ditimbulkan, seolah menunjukkan ke mata internasional, perdamaian dan keamanan itu memang mutlak berada dalam standarisasi AS. Sehingga AS merasa tidak bertanggung jawab, bahkan memperhatikan peluang keuntungan yang bisa diraup. Maka skema RDF menjadi salah satu opsi yang dipilih AS, mengundang swasta global untuk mengucurkan dana atas nama investasi (baca: utang), guna menggerogoti Iran. Memang tak ada yang gratis dalam sistem kapitalis.

Harusnya Iran berkaca pada apa yang telah dilaluinya selama 47 tahun terakhir. Bertahan dan tegak mandiri di atas kaki sendiri tanpa campur tangan kepentingan asing. Apalagi Iran bukanlah negara miskin non strategis. Pengakuan warga asli dan pendatang, atas biaya hidup, pendidikan, pekerjaan, kesempatan berkarir telah menjadi bukti bahwa negeri ini tidak butuh negara asing bengis penghisap darah yang siap menggerogoti hingga ke akar kehidupan.

Kerja Sama dalam Islam

Kerja sama yang dilakukan dengan negara kafir harbi fi’lan sesungguhnya telah menampakkan posisi umat islam berada dalam titik nadir peradaban. Hal ini terjadi karena umat Islam jauh dari cahaya dan petunjuk ideologi Islam. Melirik sistem hidup kapitalis yang mengedepankan keuntungan adalah langkah kemunduran. Karena standar dalam hidup dan bernegara harusnya ditentukan oleh halal dan haram.

Padahal Allah Swt. telah menyebutkan bahwa sejatinya umat Islam itu adalah sebaik-baik umat, dengan syarat menyuruh berbuat yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah (Ali Imran:110). Tentunya umat Islam harus mengembalikan jati diri mereka melalui konsep yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. dalam bingkai imarah atau kekhilafahan, yang telah terbukti tegak selama belasan abad di muka bumi.

Sepanjang berjalannya imarah ini, kerjasama yang dilakukan oleh kaum muslim harus yang menguntungkan kaum muslim, tanpa menimbulkan kemudaratan di belakangnya. Karena imarah ini menjalankan pemerintahannya berdasarkan syariat yang dilandaskan ketakwaan pada pencipta, bukan pada asas manfaat ataupun hal yang melenakan sesaat seperti siklus investasi ala kapitalis.

Bagaimana kelanjutan RDF ini ke depannya? Semoga saja kaum muslim di Iran, menyadari ini adalah jebakan yang akan menggadaikan kedaulatan negara atas nama kerja sama. Karena kita juga menyadari, bangsa sekelas Iran yang diblokade beberapa dekade, ternyata membuka opini publik ternyata AS tak sehebat yang ditampakkan di atas permukaan. Konon, jika kaum muslim bersatu dalam bentuk pemerintahan kekhilafahan yang dijanjikan oleh Rasulullah saw. Tentu jauh lebih dahsyat, kan? Wallahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jurnalis di Madina Minta Polri Usut Pembunuhan Pimred LaserNews

    Jurnalis di Madina Minta Polri Usut Pembunuhan Pimred LaserNews

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalangan jurnalis di Mandailing Natal meminta Kapolri dan Kapoldasu mengusut tuntas pembunuhan Pimred Lassernewstoday, Mara Salem Harahap. Tuntutan itu disampaikan sekitar 80 wartawan dalam aksi unjukrasa di DPRD Mandailing Natal, Senin (21/6/2021). Selain pengusutan, tuntutan juga meminta negara melindungi pers dalam menjalankan fungsinya sebagai pilar keempat dalam suatu negara. Poin lain, […]

  • Kadis Tarukim ‘disuap’ kontraktor?

    Kadis Tarukim ‘disuap’ kontraktor?

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Pengerjaan proyek jaringan optimalisasi dan pengembangan jaringan pipa air limbah Kota Metro 2011, yang meliputi zona 1 s/d 8 di kawasan Kecamatan Medan Area, yang dikerjakan kontraktor PT Nugraha Adi Taruna asal Jakarta, diduga Kepala Dinas (Kadis) Tarukim Sumut, menerima uang pelicin dari kontraktornya. “Dalam masalah ini Kadis Tarukim Sumut bisa dijerat […]

  • Debu Vulkanik Sinabung Makin Dekat

    Debu Vulkanik Sinabung Makin Dekat

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    KABANJAHE, – Debu vulkanik yang keluar dari kawah Gunung Sinabung terus menebal dan semakin hitam. Sekitar pukul 23.00 WIB, Senin (16/9), debu vulkanik mulai terasa bertebaran di udara hingga di Desa Tiga Pancur, tempat Tribun melakukan pantauan. Padahal sehari sebelumnya, ketika pertama kali erupso terjadi, debu tersebut tidak menjangkau Desa Tiga Pancur. Pengamanan di posko […]

  • TANO BATO; JEJAK SUNYI REVOLUSI PENDIDIKAN WILLEM ISKANDER

    TANO BATO; JEJAK SUNYI REVOLUSI PENDIDIKAN WILLEM ISKANDER

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution*   Coba bayangkan dulu sebuah pagi di pedalaman Mandailing pas medio abad ke-19. Suatu wilayah yang terkunci di antara rimbunnya hutan tropis. Jalannya berlumpur, cuma dilewati pedati dan derap kaki kuda para pejabat kolonial yang angkuh. Di sana, sunyi itu bukan sekadar ketiadaan bunyi, tapi isolasi yang terstruktural secara rapi. Di […]

  • Anggaran Miliaran, Seberapa Rusak Ruang Kerja dan Toilet DPR?

    Anggaran Miliaran, Seberapa Rusak Ruang Kerja dan Toilet DPR?

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) — Menjelang akhir tahun, Dewan Perwakilan Rakyat kembali “mempercantik diri”. Sekretariat Jenderal DPR pun sudah menganggarkan Rp 6,2 miliar untuk renovasi ruang kerja dan Rp 1,4 miliar untuk perbaikan toilet. Anggaran yang cukup besar ini disebut-sebut sebagai tindak lanjut dari keluhan anggota DPR selama ini. Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Sekretariat Jenderal […]

  • Kasus Taman Raja Batu, 4 Pejabat Madina Masuk Daftar KPK

    Kasus Taman Raja Batu, 4 Pejabat Madina Masuk Daftar KPK

    • calendar_month Rabu, 15 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – di Panyabungan, beredar salinan surat KPK yang ditujukan kepada Kejatisu soal kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri di Mandailing Natal. Copyan surat itu beredar di Whatsaap. Dalam surat KPK itu tertera sebanyak 4 pejabat Pemkab Mandailing Natal masuk dalam daftar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat itu bernomor […]

expand_less