Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Muslihat AS Usai Perang Iran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Novida Sari, S.Kom

 

Konflik yang berlangsung antara AS dengan Iran sejak Februari lalu, digadang-gadang akan berakhir. Seperti yang dikutip dari Reuters, dana senilai US$300 miliar akan diluncurkan oleh pihak global sebagai insentif ekonomi bagi Washington dan Teheran oleh investor global, dijadwalkan ditandatangi jumat (19/6) kemarin di swiss (www.idnfinancials.com, 18 Juni 2026). Namun, rencana penandatanganan ini dilaporkan tertunda, akibat eskalasi dan manuver politik yang masih berlangsung. Bagaimana seharusnya sikap kita membaca situasi ini?

Pemalakan atas nama RDF

Narasi dana US$300 miliar atau Rp 5.342 triliun telah disepakati sebagai pertanggung jawaban AS yang menyerang fasilitasi dan infrastruktur wilayah Iran. Namun, Trump telah mengkonfirmasi bahwa dana ini bukan dikeluarkan dari kantong pemerintah AS. Melainkan berasal dari investor global yang disepakati akibat terisolasinya negara Iran ini dari pasar modal akibat sanksi internasional. Investasi akan difokuskan pada sektor energi, logistik, transportasi, manufaktur juga proyek infrastruktur strategis.

Jelas sudah, Reconstruction and Development Fund (RDF) ini bukanlah program rekonstruksi atau kompensasi perang gratis. Namun aliran dana segar yang bisa saja berupa utang, investasi, barter proyek, perdagangan, tukar guling aset atau model lain yang tidak terendus sepenuhnya oleh publik. Dan tentunya AS mendapat keuntungan jika kebagian proyek. Peran AS tak ubahnya seperti sales proyek dan investasi.

As memang tampak seperti pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan akibat konflik yang terjadi di Iran, tetapi dengan menggunakan uang atau skema lain. Jika RDF ini mencapai kesepakatan sukses, maka blokade AS terhadap Iran sejak tahun 1979 akan berakhir. Iran akan memasuki komunitas bisnis, perdagangan dan investasi. Jumlah penduduk 92,4 juta jiwa dengan luas wilayah 1,64 juta km2 menjadi target market potensial.

Kesepakatan penghentian konflik juga mencakup pembukaan kembali selat Hormuz. Jalur strategis tersibuk atas perdagangan minyak dan gas dunia.

Investasi ala Kapitalis

Sikap “gila perang” Trump yang begitu terang benderang, tak membuat kaum muslim tertampar dan sadar, kalau mereka dimanfaatkan dan diperas habis-habisan. Kekacauan yang ditimbulkan di Iran untuk menggulingkan kekuasaan revolusioner, mampu berbelok arah dari pengukuhan penguasa antek setia pada arah penguasaan internal dalam negeri melalui siklus investasi global.

Menutup mata dan telinga serta memasang muka tembok atas kerusakan yang ditimbulkan, seolah menunjukkan ke mata internasional, perdamaian dan keamanan itu memang mutlak berada dalam standarisasi AS. Sehingga AS merasa tidak bertanggung jawab, bahkan memperhatikan peluang keuntungan yang bisa diraup. Maka skema RDF menjadi salah satu opsi yang dipilih AS, mengundang swasta global untuk mengucurkan dana atas nama investasi (baca: utang), guna menggerogoti Iran. Memang tak ada yang gratis dalam sistem kapitalis.

Harusnya Iran berkaca pada apa yang telah dilaluinya selama 47 tahun terakhir. Bertahan dan tegak mandiri di atas kaki sendiri tanpa campur tangan kepentingan asing. Apalagi Iran bukanlah negara miskin non strategis. Pengakuan warga asli dan pendatang, atas biaya hidup, pendidikan, pekerjaan, kesempatan berkarir telah menjadi bukti bahwa negeri ini tidak butuh negara asing bengis penghisap darah yang siap menggerogoti hingga ke akar kehidupan.

Kerja Sama dalam Islam

Kerja sama yang dilakukan dengan negara kafir harbi fi’lan sesungguhnya telah menampakkan posisi umat islam berada dalam titik nadir peradaban. Hal ini terjadi karena umat Islam jauh dari cahaya dan petunjuk ideologi Islam. Melirik sistem hidup kapitalis yang mengedepankan keuntungan adalah langkah kemunduran. Karena standar dalam hidup dan bernegara harusnya ditentukan oleh halal dan haram.

Padahal Allah Swt. telah menyebutkan bahwa sejatinya umat Islam itu adalah sebaik-baik umat, dengan syarat menyuruh berbuat yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah (Ali Imran:110). Tentunya umat Islam harus mengembalikan jati diri mereka melalui konsep yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. dalam bingkai imarah atau kekhilafahan, yang telah terbukti tegak selama belasan abad di muka bumi.

Sepanjang berjalannya imarah ini, kerjasama yang dilakukan oleh kaum muslim harus yang menguntungkan kaum muslim, tanpa menimbulkan kemudaratan di belakangnya. Karena imarah ini menjalankan pemerintahannya berdasarkan syariat yang dilandaskan ketakwaan pada pencipta, bukan pada asas manfaat ataupun hal yang melenakan sesaat seperti siklus investasi ala kapitalis.

Bagaimana kelanjutan RDF ini ke depannya? Semoga saja kaum muslim di Iran, menyadari ini adalah jebakan yang akan menggadaikan kedaulatan negara atas nama kerja sama. Karena kita juga menyadari, bangsa sekelas Iran yang diblokade beberapa dekade, ternyata membuka opini publik ternyata AS tak sehebat yang ditampakkan di atas permukaan. Konon, jika kaum muslim bersatu dalam bentuk pemerintahan kekhilafahan yang dijanjikan oleh Rasulullah saw. Tentu jauh lebih dahsyat, kan? Wallahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Diminta Usut Tuntas

    Kapolda Diminta Usut Tuntas

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Kamaluddin Harahap datang meninjau langsung kondisi rumah Ketua KPU Kabupaten Mandailing Natal Jefri Anthoni di Jalan Abdul Haris Nasution, Lingkar Timur, Kayujati, Panyabungan, Sabtu (05/02/2011) siang. Kamal meminta Kapoldasu dan jajarannya sesegera mungkin menuntaskan permasalahan ini. Karena dari kondisi lapangan, kebakaran yang terjadi ada unsur kesengajaannya dan besar kemungkinan […]

  • Komisi I DPRD Tinjau SDN 099 Proyek Batang Gadis, Kasek: Kasihan Anak-anak

    Komisi I DPRD Tinjau SDN 099 Proyek Batang Gadis, Kasek: Kasihan Anak-anak

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Madina pada Selasa (9/11) meninjau SDN 099 Proyek Batang Gadis yang belakangan viral di media sosial karena belum tersentuh pembangunan pascakebakaran 2 tahun lalu. Zubaidah Nasution, Hamdani, Zainal Abidin, dan Asmaruddin tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Dari pantauan awak media, setidaknya ada 6 ruangan yang hangus […]

  • Rahudman-Abdillah tersangka aset KAI, harus dibuka lebar

    Rahudman-Abdillah tersangka aset KAI, harus dibuka lebar

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Dengan ditetapkan Wali Kota Medan non aktif Rahudman Harahap dan mantan Wali Kota Medan Abdillah serta Handoko Lie sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung ( Kejagung)  dalam pengalihan tanah PT Kerat Api Indonesia (KAI) di Kota Medan mendapat apresiasi dari para kalangan di Sumatera Utara. Menurut  Ketua LSM Gerakan Transparansi Anggaran Rakyat ( GeTAR) […]

  • Lahir dari Orang Tua Mualaf, Abdullah Johnson tak Ingin ke ‘Lain Hati’

    Lahir dari Orang Tua Mualaf, Abdullah Johnson tak Ingin ke ‘Lain Hati’

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pria kelahiran London, Inggris 38 tahun lalu itu memiliki ayah dan ibu mualaf yang memeluk Islam ketika keduanya masih mahasiswa, jauh sebelum ia dilahirkan. Johnson menuturkan ayahnya mengenal Islam dari sebuah komunitas yang mempertemukan ia dengan ilmu-ilmu tentang islam. Sementara ibunya, yang lebih dahulu meenjadi Muslim memutuskan bersyahadat karena belajar Agama Islam dengan seorang teman. […]

  • Kebakaran 5 Kios Pasar Panyabungan Akibat Arus Pendek

    Kebakaran 5 Kios Pasar Panyabungan Akibat Arus Pendek

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebakaran 5 unit toko di lantai II blok AA dan blok BB Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Kebakaran terjadi sekira pukul 03:45 WIB, bertepatan saat sahur Rabu (17/7/2013) dini hari. Menurut saksi mata, api awalnya melalap toko pakaian jadi, yakni toko Yen milik Sitoh dan […]

  • Irwan : Berpikirlah Dengan Rasional Bukan Emosional

    Irwan : Berpikirlah Dengan Rasional Bukan Emosional

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, – Menanggapi ungkapan dari beberapa media yang memberitakan Mahfud MD mengancam balik Irwan H Daulay. Dalam berita tersebut Mahfud MD mengatakan, mengaku siap memidanakan Irwan H Daulay dengan tuduhan pencemaran nama baik, kalau tidak, saya lakukan langkah hukum, silahkan Pak Irwan H Daulay laporkan saya. Ditanggapi Mantan Calon Bupati Mandailing Natal, Irwan H. Daulay […]

expand_less