Jumat, 21 Agu 2026
light_mode

Muslihat AS Usai Perang Iran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Novida Sari, S.Kom

 

Konflik yang berlangsung antara AS dengan Iran sejak Februari lalu, digadang-gadang akan berakhir. Seperti yang dikutip dari Reuters, dana senilai US$300 miliar akan diluncurkan oleh pihak global sebagai insentif ekonomi bagi Washington dan Teheran oleh investor global, dijadwalkan ditandatangi jumat (19/6) kemarin di swiss (www.idnfinancials.com, 18 Juni 2026). Namun, rencana penandatanganan ini dilaporkan tertunda, akibat eskalasi dan manuver politik yang masih berlangsung. Bagaimana seharusnya sikap kita membaca situasi ini?

Pemalakan atas nama RDF

Narasi dana US$300 miliar atau Rp 5.342 triliun telah disepakati sebagai pertanggung jawaban AS yang menyerang fasilitasi dan infrastruktur wilayah Iran. Namun, Trump telah mengkonfirmasi bahwa dana ini bukan dikeluarkan dari kantong pemerintah AS. Melainkan berasal dari investor global yang disepakati akibat terisolasinya negara Iran ini dari pasar modal akibat sanksi internasional. Investasi akan difokuskan pada sektor energi, logistik, transportasi, manufaktur juga proyek infrastruktur strategis.

Jelas sudah, Reconstruction and Development Fund (RDF) ini bukanlah program rekonstruksi atau kompensasi perang gratis. Namun aliran dana segar yang bisa saja berupa utang, investasi, barter proyek, perdagangan, tukar guling aset atau model lain yang tidak terendus sepenuhnya oleh publik. Dan tentunya AS mendapat keuntungan jika kebagian proyek. Peran AS tak ubahnya seperti sales proyek dan investasi.

As memang tampak seperti pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan akibat konflik yang terjadi di Iran, tetapi dengan menggunakan uang atau skema lain. Jika RDF ini mencapai kesepakatan sukses, maka blokade AS terhadap Iran sejak tahun 1979 akan berakhir. Iran akan memasuki komunitas bisnis, perdagangan dan investasi. Jumlah penduduk 92,4 juta jiwa dengan luas wilayah 1,64 juta km2 menjadi target market potensial.

Kesepakatan penghentian konflik juga mencakup pembukaan kembali selat Hormuz. Jalur strategis tersibuk atas perdagangan minyak dan gas dunia.

Investasi ala Kapitalis

Sikap “gila perang” Trump yang begitu terang benderang, tak membuat kaum muslim tertampar dan sadar, kalau mereka dimanfaatkan dan diperas habis-habisan. Kekacauan yang ditimbulkan di Iran untuk menggulingkan kekuasaan revolusioner, mampu berbelok arah dari pengukuhan penguasa antek setia pada arah penguasaan internal dalam negeri melalui siklus investasi global.

Menutup mata dan telinga serta memasang muka tembok atas kerusakan yang ditimbulkan, seolah menunjukkan ke mata internasional, perdamaian dan keamanan itu memang mutlak berada dalam standarisasi AS. Sehingga AS merasa tidak bertanggung jawab, bahkan memperhatikan peluang keuntungan yang bisa diraup. Maka skema RDF menjadi salah satu opsi yang dipilih AS, mengundang swasta global untuk mengucurkan dana atas nama investasi (baca: utang), guna menggerogoti Iran. Memang tak ada yang gratis dalam sistem kapitalis.

Harusnya Iran berkaca pada apa yang telah dilaluinya selama 47 tahun terakhir. Bertahan dan tegak mandiri di atas kaki sendiri tanpa campur tangan kepentingan asing. Apalagi Iran bukanlah negara miskin non strategis. Pengakuan warga asli dan pendatang, atas biaya hidup, pendidikan, pekerjaan, kesempatan berkarir telah menjadi bukti bahwa negeri ini tidak butuh negara asing bengis penghisap darah yang siap menggerogoti hingga ke akar kehidupan.

Kerja Sama dalam Islam

Kerja sama yang dilakukan dengan negara kafir harbi fi’lan sesungguhnya telah menampakkan posisi umat islam berada dalam titik nadir peradaban. Hal ini terjadi karena umat Islam jauh dari cahaya dan petunjuk ideologi Islam. Melirik sistem hidup kapitalis yang mengedepankan keuntungan adalah langkah kemunduran. Karena standar dalam hidup dan bernegara harusnya ditentukan oleh halal dan haram.

Padahal Allah Swt. telah menyebutkan bahwa sejatinya umat Islam itu adalah sebaik-baik umat, dengan syarat menyuruh berbuat yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah (Ali Imran:110). Tentunya umat Islam harus mengembalikan jati diri mereka melalui konsep yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. dalam bingkai imarah atau kekhilafahan, yang telah terbukti tegak selama belasan abad di muka bumi.

Sepanjang berjalannya imarah ini, kerjasama yang dilakukan oleh kaum muslim harus yang menguntungkan kaum muslim, tanpa menimbulkan kemudaratan di belakangnya. Karena imarah ini menjalankan pemerintahannya berdasarkan syariat yang dilandaskan ketakwaan pada pencipta, bukan pada asas manfaat ataupun hal yang melenakan sesaat seperti siklus investasi ala kapitalis.

Bagaimana kelanjutan RDF ini ke depannya? Semoga saja kaum muslim di Iran, menyadari ini adalah jebakan yang akan menggadaikan kedaulatan negara atas nama kerja sama. Karena kita juga menyadari, bangsa sekelas Iran yang diblokade beberapa dekade, ternyata membuka opini publik ternyata AS tak sehebat yang ditampakkan di atas permukaan. Konon, jika kaum muslim bersatu dalam bentuk pemerintahan kekhilafahan yang dijanjikan oleh Rasulullah saw. Tentu jauh lebih dahsyat, kan? Wallahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi III : Pemukiman Relokasi Muarasipongi Memprihatinkan

    Komisi III : Pemukiman Relokasi Muarasipongi Memprihatinkan

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) -Pemukiman relokasi di Muarasipongi, Mandailing Natal masih memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius. Sebanyak 350 kepala keluarga saat ini mendiami pemukiman relokasi pasca musibah banjir bandang dan tanah longsor Muarasipongi 13 tahun yang lalu. Masalah infrastruktur dan sanitasi menjadi persoalan mendasar yang ditemukan di lapangan mulai dari sistem sanitasi yang kurang sehat dan […]

  • Pembantaian Sugiono Diusut

    Pembantaian Sugiono Diusut

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    STM Hilir, Polsek Talun Kenas masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait pembantaian Sugiono (30) warga Dusun Kampung Tengah, Desa Jati Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Asahan yang terjadi di Dusun Kampung Tanjung, Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Ahad (12/12/2010). Hal itu dikatakan Kanit Reskrim Polsek Talun Kenas Iptu Andi Alfian di ruang […]

  • Tradisi Marsialapari di Mandailing

    Tradisi Marsialapari di Mandailing

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tradisisatu ini merupakan salah satu tradisi masyarakat Mandailing di Sumatera Utara. Namanya adalah Marsialapari. Marsialapari adalah suatu tradisi saling membantu dalam budaya masyarakat Mandailing. Tradisi ini biasanya dilakukan pada saat menggarap persawahan, mereka saling membantu satu sama lain dan menggarap sawah mereka secara bergantian. Selain untuk memudahkan dalam menggarap sawah, tradisi ini juga sangat berkaitan dengan nilai-nilai serta filosofi […]

  • Ralat Nama Meranti dan Rohil di Berita Demo CPNS di Kantor Bupati Madina

    Ralat Nama Meranti dan Rohil di Berita Demo CPNS di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait berita http://www.mandailingonline.com/pemerintah-diam-diam-mengumumkan-dua-nama-cpns-demo-kantor-bupati-madina/ yang dilansir Mandailing Online edisi 2 Juni 2014, terjadi kekeliruan penafsiran. Di dalam berita itu ditulis “Mereka menyatakan berang, sebab tahun telah berganti tetapi pemerintah belum juga mengumumkan pemenang. Anehnya, secara diam-diam pengumuman terhadap dua nama sudah dilakukan. Kedua nama tersebut masing-masing bernama Meranti dan Rohil”. Seharusnya ditulis […]

  • Pemkab Madina Perlu Pertajam Visi Eknomi

    Pemkab Madina Perlu Pertajam Visi Eknomi

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina diharap mempertajam visi ekonomi untuk mencapi daerah berpendapatan tinggi. Salah satunya melalui perencanaan ekonomi yang visioner. Itu disebutkan pengusaha, Irwan H Daulay dalam postingan di akun pribadinya pada laman facebook, Senin (4/7/2022). Sebab, berdasar data BPS, posisi Mandailing Natal (Madina) hari ini masih jauh dibawah rata-rata pendapatan nasional/propinsi. […]

  • Mudahkan Warga, Dukcapil Madina Lakukan Pelayanan Kepengurusan Adminduk dan E -KTP di Kantor Camat

    Mudahkan Warga, Dukcapil Madina Lakukan Pelayanan Kepengurusan Adminduk dan E -KTP di Kantor Camat

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Sejak pagi tadi Rabu 4/10/2023, Kantor Camat Panyabungan didatangi kaum muda, mereka hendak melakukan pengurusan documen kependudukan. Memang hari ini Kantor Dukcapil Mandailing Natal ( Madina ) sedang melakukan ekselerasi perekaman keliling  seluruh Kecamatan di Madina untuk memudahkan kepengurusan dokumen kependudukan mulai dari E- KTP sampai pada urusan yang berhubungan dengan kependudukan. […]

expand_less