Minggu, 4 Okt 2026
light_mode

Pendampingan Ibu Hamil melalui Aplikasi Helmigrowth untuk Mencegah Stunting

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Wahyuni Sari Zein Lubis, S. Tr. Gz dan Prof. Dr. Helmizar, SKM, M. Biomed 
Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

 

 

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan anak yang perlu menjadi perhatian bersama. Banyak orang mengenal stunting sebagai kondisi anak yang bertubuh pendek. Padahal, stunting bukan hanya soal tinggi badan. Stunting menunjukkan adanya masalah gizi yang berlangsung lama, terutama pada masa penting sejak anak masih berada dalam kandungan hingga berusia dua tahun.

Karena itu, pencegahan stunting tidak bisa menunggu anak lahir. Upaya ini harus dimulai sejak masa kehamilan. Ibu hamil yang sehat dan cukup gizi akan memberi peluang lebih besar bagi janin untuk tumbuh dengan baik. Sebaliknya, jika ibu mengalami kekurangan gizi dalam waktu lama, pertumbuhan janin bisa terganggu dan risiko stunting pada anak menjadi lebih besar. Salah satu masalah gizi yang perlu diperhatikan pada ibu hamil adalah Kekurangan Energi Kronis atau KEK. Kondisi ini terjadi ketika ibu hamil kekurangan asupan energi dan zat gizi dalam jangka waktu cukup lama. KEK tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak pada kesehatan ibu, meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, dan memengaruhi tumbuh kembang anak setelah lahir.

Namun, mencegah stunting tidak cukup hanya dengan memberikan makanan tambahan. Pemberian Makanan Tambahan berbahan pangan lokal, atau PMT lokal, memang penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, terutama bagi ibu yang berisiko KEK. Akan tetapi, makanan tambahan akan lebih bermanfaat jika ibu dan keluarga memahami manfaatnya, tahu cara mengonsumsinya, dan mampu menerapkan pola makan bergizi di rumah.

Pengalaman dari kegiatan pendampingan ibu hamil menunjukkan bahwa edukasi gizi perlu disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ibu hamil tidak hanya membutuhkan penjelasan singkat, tetapi juga perlu didampingi agar lebih percaya diri dalam memilih makanan, mengonsumsi PMT lokal, dan menjaga kesehatan selama kehamilan. Edukasi yang baik bukan hanya memberi tahu, tetapi membantu ibu memahami langkah nyata yang bisa dilakukan sesuai keadaan keluarga.

PMT lokal menjadi pendekatan yang tepat karena menggunakan bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat. Telur, ikan, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan, sayuran hijau, buah-buahan, ubi, jagung, dan berbagai pangan lokal lainnya bisa menjadi sumber gizi yang baik bagi ibu hamil. Makanan bergizi tidak selalu harus mahal. Banyak bahan sederhana yang sebenarnya kaya manfaat jika dipilih dan diolah dengan tepat.

Masih ada anggapan bahwa ibu hamil cukup makan banyak nasi agar kuat. Padahal, tubuh ibu dan janin membutuhkan makanan yang beragam. Nasi memang sumber energi, tetapi ibu hamil juga membutuhkan lauk berprotein, sayur, buah, air minum yang cukup, serta makanan tambahan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Dengan pola makan yang lebih beragam, kebutuhan gizi ibu hamil bisa terpenuhi dengan lebih baik.

Peran keluarga juga sangat penting. Mencegah stunting tidak bisa dibebankan kepada ibu hamil saja. Suami dan keluarga perlu ikut mendukung, bukan hanya memberi nasihat. Dukungan itu bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membantu menyediakan makanan bergizi, mengingatkan ibu untuk makan teratur, mendampingi pemeriksaan kehamilan, dan memastikan PMT lokal dikonsumsi sesuai anjuran.

Di tengah perkembangan teknologi, edukasi gizi juga perlu mengikuti kebiasaan masyarakat. Saat ini, telepon genggam sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Informasi kesehatan bisa disampaikan dengan cara yang lebih mudah, praktis, dan bisa dibaca kembali kapan saja. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pendampingan ibu hamil adalah aplikasi Helmigrowth.

Aplikasi Helmigrowth membantu ibu hamil dan keluarga memperoleh informasi tentang gizi kehamilan, pencegahan KEK, PMT lokal, tumbuh kembang anak, imunisasi, resep makanan, artikel kesehatan, hingga fitur tanya ahli. Dengan adanya aplikasi ini, edukasi tidak berhenti setelah kegiatan pendampingan selesai. Ibu hamil tetap bisa membaca kembali materi yang dibutuhkan dan menjadikannya sebagai pengingat dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, aplikasi bukan pengganti tenaga kesehatan. Helmigrowth adalah alat bantu agar edukasi lebih mudah dijangkau. Peran tenaga kesehatan, kader, mahasiswa, dan keluarga tetap sangat penting dalam memberikan penjelasan, dukungan, serta pemantauan kepada ibu hamil. Teknologi akan lebih bermanfaat jika digunakan bersama pendampingan yang berkelanjutan.

Pendampingan juga bisa diperkuat melalui komunikasi lanjutan, misalnya menggunakan grup WhatsApp. Melalui grup tersebut, ibu hamil dapat bertanya, menerima pengingat, dan memperoleh dukungan setelah pertemuan tatap muka selesai. Cara ini sederhana, tetapi penting karena perubahan kebiasaan tidak terjadi dalam satu hari. Pengetahuan perlu diulang, didukung, dan dibiasakan agar benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Stunting bukan hanya persoalan kesehatan hari ini, tetapi juga menyangkut masa depan anak. Anak yang tumbuh sehat memiliki peluang lebih besar untuk belajar dengan baik, berkembang optimal, dan menjadi generasi yang produktif. Sebaliknya, jika stunting tidak dicegah sejak dini, dampaknya bisa terbawa hingga anak tumbuh dewasa.

Karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Edukasi, pangan lokal, dukungan keluarga, dan teknologi harus berjalan bersama. PMT lokal membantu memenuhi kebutuhan gizi. Helmigrowth membantu mendekatkan informasi. Pendampingan membantu memastikan ibu hamil tidak hanya tahu, tetapi juga mampu menerapkannya.

Pada akhirnya, anak yang sehat berawal dari ibu yang sehat. Ibu yang sehat membutuhkan makanan bergizi, pengetahuan yang benar, dan dukungan dari orang-orang terdekat. Melalui PMT lokal, pendampingan yang berkelanjutan, dan pemanfaatan aplikasi Helmigrowth secara bijak, pencegahan stunting dapat dimulai lebih awal, lebih mudah dipahami, dan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Anggarkan Pelatihan Masuk Akpol dan Sekolah Ikatan Dinas di APBD 2023

    Pemkab Madina Anggarkan Pelatihan Masuk Akpol dan Sekolah Ikatan Dinas di APBD 2023

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Jafar Sukhairi Nasution mengatakan pemerintah daerah telah menganggarkan pembinaan generasi muda yang akan melanjutkan pendidikan di Akpol, Akmil, dan sekolah ikatan dinas lainnya. Hal itu disampaikan Sukhairi saat melantik anggota Polisi Khusus Patroli Keamanan Sekolah (Polsus PKS) dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Madrasah Aliyah […]

  • Hama Babi Hutan Mengganas di Panyabungan Timur

    Hama Babi Hutan Mengganas di Panyabungan Timur

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa bulan terakhir serangan hama babi hutan makin mengganas di Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyebabkan tanaman padi dan sayur mayur terganggu. Sejauh ini belum diketahui jumlah luas kerusakan areal tanaman petani yang dilantak hama babi tersebut. Baik dari Dinas Pertanian Madina maupun dari petani belum diperoleh […]

  • Gapoktan se Panyabungan Musyawarahkan Pola Tanam

    Gapoktan se Panyabungan Musyawarahkan Pola Tanam

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Gabungan kelompok tani (Gapoktan) se Kecamatan Panyabungan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina ), Kamis, (9/8) musyawarahkan pola tanam dan tertib tanam padi di Kecamatan Panyabungan. Musyawarah yang ditempatkan di sopo godang Kelurahan Hutasiantar Kec.Panyabungan juga dihadiri oleh para PPL dan Badan Ketahanan Pangan Kab. Mandailing Natal (hol)

  • Penjualan Pupuk Bersubsidi Harus Sesuai HET

    Penjualan Pupuk Bersubsidi Harus Sesuai HET

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penjualan pupuk bersubsidi oleh pengecer kepada petani  di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus sesuai dengan HET (Harga Ecerean Tertinggi).  Sedangkan HET yang ditetapkan adalah sebesar 90.000 per sak untuk jenis urea. Itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhandra Ritonga kepada Mandailing Online, Rabu (8/4) usai menghadiri Rapat Koordinasi Penyaluran […]

  • Anggota DPRD Madina Dapil I

    Anggota DPRD Madina Dapil I

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    1. Nama lengkap                                   : IRFAN SYUKRI TANJUNG 2. Tempat/tanggal lahir/Umur             : PANYABUNGAN, 09 SEPTEMBER 1989 3. Jenis Kelamin                                   : […]

  • Ansor Kecam Tindakan Oknum Kacapem Bank Sumut

    Ansor Kecam Tindakan Oknum Kacapem Bank Sumut

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara mengecam keras tindakan oknum Kepala Cabang Pembantu (Kacapem) Bank Sumut Gunung Tua Toguan Siregar yang mengancam Wartawan Metro Star, Zulham Dani Rambe. “Ansor mengecam segala bentuk kekerasan yang menimpa pekerja media (jurnalis), apalagi pelakunya sekelas Kacapem Bank Sumut Gunung Tua,” tegas Ketua PW GP Ansor Sumut Fadli […]

expand_less