Kamis, 18 Jun 2026
light_mode

Usai Seminar, Gerep Institute Punya Beban Strategis Pengusulan Pahlawan Nasional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 25 menit yang lalu
  • print Cetak

Oleh: Muhammad Ludfan Nasution
Pegiat di Gerep Institute (pusat kajian Mandailing)

Gerep Institute sedang membahas persiapan seminar di rumah kediaman keluarga Sutan Iskandar, Pidoli Lombang, Panyabungan, Rabu (17/6/2026). Dok. Mandailing Online

 

Seminar usulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sutan Iskandar (Willem Iskander), insya-Allah akan diselenggarakan besok (Jum’at, 19/6/2026) di STAIN Madina. Diselenggarakan Pemerintah Daerah Madina bersama Gerep Institute.

Seminar boleh saja selesai. Narasumber berbicara. Makalah dipresentasikan. Akademisi, budayawan, tokoh adat dan masyarakat menyampaikan pandangan.

Itu termasuk capaian dan loncatan besar. Gagagsan naik kelas.

Namun sesungguhnya, pekerjaan besar justru baru dimulai.

Sebab dalam tradisi pengusulan Pahlawan Nasional, seminar bukanlah garis akhir. Seminar adalah pintu masuk menuju tahapan yang jauh lebih berat: konsolidasi dokumen, penguatan bukti sejarah, pembangunan dukungan kelembagaan, serta penggalangan kesadaran publik.

Di titik inilah Gerep Institute memikul beban strategis.

Beban itu bukan beban organisasi semata. Ia adalah beban sejarah.

Jangan Berhenti Pada Euforia

Setiap gerakan sosial sering tergoda oleh euforia.

Foto bersama selesai.

Berita media terbit.

Spanduk diturunkan.

Lalu semuanya kembali seperti semula.

Padahal sejarah menunjukkan, banyak usulan tokoh nasional gagal bukan karena tokohnya kurang besar, melainkan karena tidak ada lembaga yang secara konsisten mengawal prosesnya.

Sutan Iskandar tidak membutuhkan seremoni sesaat.

Yang dibutuhkannya adalah kerja panjang.

Kerja sunyi.

Kerja yang terkadang tidak menghasilkan tepuk tangan.

Dari Komunitas Menjadi Institusi Pengetahuan

Di sinilah Gerep Institute memiliki posisi yang menarik.

Namanya sendiri berasal dari “gerep”, alat tulis tradisional Mandailing.

Sebuah simbol yang tidak berhubungan dengan kekuasaan.

Tidak berhubungan dengan politik.

Tidak berhubungan dengan proyek.

Melainkan berhubungan dengan ilmu.

Karena itu, tantangan pertama Gerep Institute adalah berubah dari sekadar komunitas pengusul menjadi institusi pengetahuan.

Artinya:

* mengumpulkan dokumen,
* mengarsipkan naskah,
* melacak sumber primer,
* merekam kesaksian keluarga,
* menyusun bibliografi,
* dan membangun pusat dokumentasi Sutan Iskandar.

Tanpa itu, perjuangan akan berjalan dengan kaki yang pincang.

Mengakhiri Era Fotocopy

Selama puluhan tahun, banyak dokumen Sutan Iskandar hidup dalam bentuk fotokopi.

Fotokopi buku.

Fotokopi laporan.

Fotokopi artikel.

Fotokopi manuskrip.

Fotokopi foto.

Ironisnya, sebagian masyarakat Mandailing mengenal Sutan Iskandar melalui lembaran fotokopi yang diwariskan dari tangan ke tangan.

Keadaan ini harus diakhiri.

Kalau Mandailing Natal sungguh-sungguh ingin melahirkan Pahlawan Nasional, maka dokumen-dokumen tentang Sutan Iskandar harus naik kelas.

Harus didigitalisasi.

Harus dikatalogkan.

Harus diteliti ulang.

Harus dipublikasikan secara ilmiah.

Pertarungan Berikutnya Ada di Tingkat Provinsi

Sesudah seminar kabupaten, arena berikutnya adalah Provinsi Sumatera Utara.

Di sana ukuran keberhasilan berubah.

Yang diuji bukan lagi semangat.

Melainkan kualitas dokumen.

Bukan lagi seberapa keras orang berpidato.

Melainkan seberapa kuat bukti sejarah yang disajikan.

Bukan lagi siapa yang berbicara.

Melainkan apa yang dapat dibuktikan.

Karena itu Gerep Institute harus mulai berpikir seperti tim akademik.

Membuat dossier.

Menyusun kronologi.

Memetakan kontribusi nasional Sutan Iskandar.

Menginventarisasi karya-karyanya.

Melacak jejak murid-muridnya.

Menguatkan keterhubungan Sutan Iskandar dengan sejarah pendidikan nasional dan sejarah kebangkitan kebangsaan Indonesia.

Sutan Iskandar Harus Keluar dari Mandailing

Ini mungkin terdengar paradoks.

Tetapi justru agar menjadi Pahlawan Nasional, Sutan Iskandar tidak boleh terus-menerus dipenjarakan sebagai tokoh Mandailing.

Ia harus diperkenalkan sebagai tokoh Indonesia.

Sebagaimana Ki Hajar Dewantara bukan hanya milik Yogyakarta.

Sebagaimana Dewi Sartika bukan hanya milik Sunda.

Sebagaimana Teuku Umar bukan hanya milik Aceh.

Demikian pula Sutan Iskandar harus dipahami sebagai milik bangsa Indonesia.

Tugas Gerep Institute adalah membangun narasi itu.

Narasi yang menjelaskan bahwa perjuangan Sutan Iskandar melampaui batas geografis Mandailing.

Bahwa gagasannya tentang pendidikan, guru, bahasa, harga diri bangsa, dan kemajuan pribumi merupakan bagian dari fondasi Indonesia modern.

Menulis Sejarah, Bukan Sekadar Mengusulkan Nama

Pada akhirnya, pengusulan Pahlawan Nasional bukanlah perlombaan administratif.

Ini adalah proses menulis ulang ingatan bangsa.

Karena itu, jika seminar nanti menghasilkan rekomendasi resmi:

“Kabupaten Mandailing Natal mengusulkan Willem Iskander kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Republik Indonesia”,

maka kalimat tersebut bukanlah akhir.

Ia adalah awal.

Awal dari sebuah perjalanan panjang yang menuntut ketekunan, kesabaran, dan kecerdasan kolektif.

Dan jika kelak nama Sutan Iskandar benar-benar ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, sejarah akan mencatat bahwa keberhasilan itu tidak lahir pada hari penyerahan gelar.

Keberhasilan itu lahir pada saat sekelompok anak Mandailing memutuskan untuk tidak membiarkan sejarah bangsanya hilang begitu saja.

Salah satu nama yang akan ikut tercatat dalam cerita itu adalah: Gerep Institute.

Karena kadang-kadang, perubahan besar dalam sejarah bangsa memang dimulai dari sesuatu yang sederhana:

sebuah gerep, sebuah pena, dan keberanian untuk menulis kembali ingatan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Video: Antusiasme Warga Siabu Rayakan HUT ke-77 RI

    Video: Antusiasme Warga Siabu Rayakan HUT ke-77 RI

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Warga di Kecamatan Siabu begitu antusias merayakan Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia (HUTRI). Hal ini terlihat dengan tumpah ruahnya masyarakat menyaksikan karnaval, deville, dan beragam perlombaan lain. Bahkan beberapa orang tua yang ditemui menyebutkan rela mengambil uang tabungan untuk mendukung kegiatan anak. (Jakfar)  

  • Pembunuh Istri dan Mertua di Madina, Warga Medan Ditangkap di Labuhanbatu

    Pembunuh Istri dan Mertua di Madina, Warga Medan Ditangkap di Labuhanbatu

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    RANTAUPRAPAT: Personel Polres Labuhanbatu berhasil menangkap seorang tersangka yang diduga pelaku pembunuhan di dusun III desa Bintungan Bejangkar Baru Kec Batahan Kab Madina. Itu, berkat informasi yang dikirimkan pihak Polres Madina. Disebutkan, pelaku kejahatan yang disangkakan melanggar pasal 338 KUHP tersebut berhasil ditangkap di Dusun Sidorukun Simpang Pangkatan kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu, Selasa 19 April […]

  • Ribuan Masyarakat Madina Antusias Saksikan Karnaval.

    Ribuan Masyarakat Madina Antusias Saksikan Karnaval.

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Dalam rangka HUT ke 17 Kab Madina PANYABUNGAN – (Mandailing Online) – Ribuan masyarakat Mandailing Natal dari berbagai penjuru kecamatan antusias memadati   jalan Willem Iskandar Panyabungan menyaksikan pawai Karnaval memeriahkan HUT Mandailing Natal ke 17. Salma Nasution warga masyarakat Siabu kepada Mandiling Online,  Selasa, (8/3) mengatakan merasa sangat gembira dan terhibur dengan adanya acara  acara […]

  • Puluhan CPNS Demo, Desak Pengumuman Pemenang

    Puluhan CPNS Demo, Desak Pengumuman Pemenang

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 40 orang pelamar CPNS jalur umum melakukan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Mandailing Natal ( Madina), Selasa (18/2/2014) mengadukan nasib terkait belum adanya pengumman kelulusan CPNS 2013. Mereka meminta DPRD Madina turut berjuang meminta kepada pemerintah agar hasil seleksi CPNS TA 2013 segera diumumkan, jika tidak mereka akan berunjukrasa […]

  • Temuan Bom di Serpong, Indonesia Siaga I

    Temuan Bom di Serpong, Indonesia Siaga I

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Istana rapat mendadak. Seluruh elemen keamanan hadir. Kamis pagi, 21 April 2011, pengurus gereja Christ Katedral, Desa Cihuni, Gading Serpong, Tangerang, mendapatkan kabar mengagetkan dari polisi: ada paket bom dipasang di sekitar lokasi gereja. Polisi kemudian langsung bergerak menyisir sekitar lokasi. Sepuluh jam lebih menyisir, hingga lepas shalat Maghrib, hasilnya sembilan paket bom dengan berat […]

  • TPS 14 Mompang Jae Laksanakan PSU

    TPS 14 Mompang Jae Laksanakan PSU

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Pemungutan Suara Ulang Pemilu 2019 dilakukan di TPS 14 Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumut, Sabtu (27/4/2019). Pihak aparat Kepolisian, TNI, Bawaslu dan KPU Madina memantau langsung pelaksanaan coblos ulang itu. Dari 208 suara yang terdaftar dalam DPT TPS 14 tersebut ditambah DPK 21 orang,  […]

expand_less