Selasa, 11 Agu 2026
light_mode

Usai Seminar, Gerep Institute Punya Beban Strategis Pengusulan Pahlawan Nasional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • print Cetak

Oleh: Muhammad Ludfan Nasution
Pegiat di Gerep Institute (pusat kajian Mandailing)

Gerep Institute sedang membahas persiapan seminar di rumah kediaman keluarga Sutan Iskandar, Pidoli Lombang, Panyabungan, Rabu (17/6/2026). Dok. Mandailing Online

 

Seminar usulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sutan Iskandar (Willem Iskander), insya-Allah akan diselenggarakan besok (Jum’at, 19/6/2026) di STAIN Madina. Diselenggarakan Pemerintah Daerah Madina bersama Gerep Institute.

Seminar boleh saja selesai. Narasumber berbicara. Makalah dipresentasikan. Akademisi, budayawan, tokoh adat dan masyarakat menyampaikan pandangan.

Itu termasuk capaian dan loncatan besar. Gagagsan naik kelas.

Namun sesungguhnya, pekerjaan besar justru baru dimulai.

Sebab dalam tradisi pengusulan Pahlawan Nasional, seminar bukanlah garis akhir. Seminar adalah pintu masuk menuju tahapan yang jauh lebih berat: konsolidasi dokumen, penguatan bukti sejarah, pembangunan dukungan kelembagaan, serta penggalangan kesadaran publik.

Di titik inilah Gerep Institute memikul beban strategis.

Beban itu bukan beban organisasi semata. Ia adalah beban sejarah.

Jangan Berhenti Pada Euforia

Setiap gerakan sosial sering tergoda oleh euforia.

Foto bersama selesai.

Berita media terbit.

Spanduk diturunkan.

Lalu semuanya kembali seperti semula.

Padahal sejarah menunjukkan, banyak usulan tokoh nasional gagal bukan karena tokohnya kurang besar, melainkan karena tidak ada lembaga yang secara konsisten mengawal prosesnya.

Sutan Iskandar tidak membutuhkan seremoni sesaat.

Yang dibutuhkannya adalah kerja panjang.

Kerja sunyi.

Kerja yang terkadang tidak menghasilkan tepuk tangan.

Dari Komunitas Menjadi Institusi Pengetahuan

Di sinilah Gerep Institute memiliki posisi yang menarik.

Namanya sendiri berasal dari “gerep”, alat tulis tradisional Mandailing.

Sebuah simbol yang tidak berhubungan dengan kekuasaan.

Tidak berhubungan dengan politik.

Tidak berhubungan dengan proyek.

Melainkan berhubungan dengan ilmu.

Karena itu, tantangan pertama Gerep Institute adalah berubah dari sekadar komunitas pengusul menjadi institusi pengetahuan.

Artinya:

* mengumpulkan dokumen,
* mengarsipkan naskah,
* melacak sumber primer,
* merekam kesaksian keluarga,
* menyusun bibliografi,
* dan membangun pusat dokumentasi Sutan Iskandar.

Tanpa itu, perjuangan akan berjalan dengan kaki yang pincang.

Mengakhiri Era Fotocopy

Selama puluhan tahun, banyak dokumen Sutan Iskandar hidup dalam bentuk fotokopi.

Fotokopi buku.

Fotokopi laporan.

Fotokopi artikel.

Fotokopi manuskrip.

Fotokopi foto.

Ironisnya, sebagian masyarakat Mandailing mengenal Sutan Iskandar melalui lembaran fotokopi yang diwariskan dari tangan ke tangan.

Keadaan ini harus diakhiri.

Kalau Mandailing Natal sungguh-sungguh ingin melahirkan Pahlawan Nasional, maka dokumen-dokumen tentang Sutan Iskandar harus naik kelas.

Harus didigitalisasi.

Harus dikatalogkan.

Harus diteliti ulang.

Harus dipublikasikan secara ilmiah.

Pertarungan Berikutnya Ada di Tingkat Provinsi

Sesudah seminar kabupaten, arena berikutnya adalah Provinsi Sumatera Utara.

Di sana ukuran keberhasilan berubah.

Yang diuji bukan lagi semangat.

Melainkan kualitas dokumen.

Bukan lagi seberapa keras orang berpidato.

Melainkan seberapa kuat bukti sejarah yang disajikan.

Bukan lagi siapa yang berbicara.

Melainkan apa yang dapat dibuktikan.

Karena itu Gerep Institute harus mulai berpikir seperti tim akademik.

Membuat dossier.

Menyusun kronologi.

Memetakan kontribusi nasional Sutan Iskandar.

Menginventarisasi karya-karyanya.

Melacak jejak murid-muridnya.

Menguatkan keterhubungan Sutan Iskandar dengan sejarah pendidikan nasional dan sejarah kebangkitan kebangsaan Indonesia.

Sutan Iskandar Harus Keluar dari Mandailing

Ini mungkin terdengar paradoks.

Tetapi justru agar menjadi Pahlawan Nasional, Sutan Iskandar tidak boleh terus-menerus dipenjarakan sebagai tokoh Mandailing.

Ia harus diperkenalkan sebagai tokoh Indonesia.

Sebagaimana Ki Hajar Dewantara bukan hanya milik Yogyakarta.

Sebagaimana Dewi Sartika bukan hanya milik Sunda.

Sebagaimana Teuku Umar bukan hanya milik Aceh.

Demikian pula Sutan Iskandar harus dipahami sebagai milik bangsa Indonesia.

Tugas Gerep Institute adalah membangun narasi itu.

Narasi yang menjelaskan bahwa perjuangan Sutan Iskandar melampaui batas geografis Mandailing.

Bahwa gagasannya tentang pendidikan, guru, bahasa, harga diri bangsa, dan kemajuan pribumi merupakan bagian dari fondasi Indonesia modern.

Menulis Sejarah, Bukan Sekadar Mengusulkan Nama

Pada akhirnya, pengusulan Pahlawan Nasional bukanlah perlombaan administratif.

Ini adalah proses menulis ulang ingatan bangsa.

Karena itu, jika seminar nanti menghasilkan rekomendasi resmi:

“Kabupaten Mandailing Natal mengusulkan Willem Iskander kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Republik Indonesia”,

maka kalimat tersebut bukanlah akhir.

Ia adalah awal.

Awal dari sebuah perjalanan panjang yang menuntut ketekunan, kesabaran, dan kecerdasan kolektif.

Dan jika kelak nama Sutan Iskandar benar-benar ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, sejarah akan mencatat bahwa keberhasilan itu tidak lahir pada hari penyerahan gelar.

Keberhasilan itu lahir pada saat sekelompok anak Mandailing memutuskan untuk tidak membiarkan sejarah bangsanya hilang begitu saja.

Salah satu nama yang akan ikut tercatat dalam cerita itu adalah: Gerep Institute.

Karena kadang-kadang, perubahan besar dalam sejarah bangsa memang dimulai dari sesuatu yang sederhana:

sebuah gerep, sebuah pena, dan keberanian untuk menulis kembali ingatan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejamnya Dunia Menghantam Generasi Muda

    Kejamnya Dunia Menghantam Generasi Muda

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Ibu Rumah Tangga, Tinggal di Barus Hari ini kita sering mendengar dan melihat pemberitaan para pemuda generasi bangsa ini. Begitu banyak kasus demi kasus dan maksiat demi maksiat yang mereka lakukan. Bukan hanya satu atau dua orang mereka yang selalu bermaksiat kepada Allah tetapi berjamaah mereka berbondong-bondong melakukan itu. Terkadang […]

  • Ketua Umum LIMMA Padang Dilantik

    Ketua Umum LIMMA Padang Dilantik

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG (Mandailing Online) – Rizky Ardiansyah Hasibuan resmi menjadi ketua umum Liga Mahasiswa Mandailing Natal (LIMMA) Padang, Sumatera Barat. Pelantikannya berlangusung pada Munggu (10/4) lalu di Hotel My Hall, Padang. Organisasi mahasiswa asal Mandailing Natal ini bertekad  meningkatkan motivasi bagi para mahasiswa dalam menimba ilmu serta melahirkan tokoh-tokoh muda baru sebagai agen pembaharu dan menjadi […]

  • Dinas Kelautan & Kependudukan Disorot

    Dinas Kelautan & Kependudukan Disorot

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pasca pengesahan 14 perda yang sebagian mengatur tentang susunan organisasi tata laksana pemerintahan, Pj Bupati Madina Aspan Sofian Batubara dimungkinkan melakukan mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Madina sebelum pengajuan RAPBD 2011. Mutasi ini merupakan lanjutan reformasi birokrasi yang digulirkan Pj Bupati Madina Aspan Sofian Batubara. Bupati diharapkan tetap berpegang teguh pada penilaian terhadap sisi […]

  • Kepala Desa di Madina Nihil Visi Ekonomi, Akibatnya Dana Desa Tak Berdampak Memakmurkan Rakyat

    Kepala Desa di Madina Nihil Visi Ekonomi, Akibatnya Dana Desa Tak Berdampak Memakmurkan Rakyat

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mayoritas kepala desa di Mandailing Natal (Madina) tidak memiliki visi terhadap pengembangan perekonomian desa. Hal itu dibuktikan minimnya jumlah desa yang mengarahkan Dana Desa bagi upaya pertumbuhan ekonomi desa. “Niat pemerintah Indonesia memajukan ekonomi penduduk desa melalui Dana Desa justru mentok di tangan kepala desa,” kata Maruli Borotan, warga Panyabungan […]

  • Program Seribu Jamban Dari Koramil 14 Kotanopan, Dapat Pujian

    Program Seribu Jamban Dari Koramil 14 Kotanopan, Dapat Pujian

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Program pembangunan Seribu Jamban di Kecamatan Pakantan, Muara Sipongi, Ulu Pungkut, Kotanopan dan Tambangan yang dilaksanakan Koramil 14 Kotanopan, mendapat pujian. Pengamat Pembangunan Madina, Rahman Ali Asgor Dalimunte, Selasa (25/8) menyatakan salut kepada Danramil Kapten Takbir Dahilu beserta Koramil 14 Kotanopan yang begitu serius melaksanakan program itu dalam sebulan terakhir. […]

  • MENIKAHKAN IDE INKLUSI DENGAN REM SPIRITUAL DALAM TINDAKAN

    MENIKAHKAN IDE INKLUSI DENGAN REM SPIRITUAL DALAM TINDAKAN

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tanggapan atas Esai Ludfan Nasution Terhadap “Anomali Empat Angka: Sati Nasution dan Peta Jalan Baru Inklusi Sosial Jaringan Kreatif Muda Madina”     Oleh: Moechtar Nasution Penggiat pada GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Madina)   Esai Muhammad Ludfan Nasution, senior saya yang juga penggagas Mandailing Epicentrum dengan taglinenya “wadah pemikiran, pergerakan, dan motivasi kritis untuk […]

expand_less