Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Kejamnya Dunia Menghantam Generasi Muda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Ibu Rumah Tangga, Tinggal di Barus

Hari ini kita sering mendengar dan melihat pemberitaan para pemuda generasi bangsa ini. Begitu banyak kasus demi kasus dan maksiat demi maksiat yang mereka lakukan. Bukan hanya satu atau dua orang mereka yang selalu bermaksiat kepada Allah tetapi berjamaah mereka berbondong-bondong melakukan itu. Terkadang hati ini tak mampu untuk menghadapinya sungguh deras air matalah yang menyertai semua yang mereka lakukan.

Rasanya di seluruh pelosok negeri para pemuda selalu melakukan maksiat. Dan itu mereka lakukan secara terang-terangan. Bukan hanya anak kota tetapi anak desa juga sudah melakukannya.

Lihat saja pemberitaan di lensakini.com tertangkap sebanyak 27 orang pelajar dan waria di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, dimana mereka diamankan petugas Mapolsek Batunadua ketika mereka sedang berpesta miras dan mabuk-mabukan disalah satu kafe. Dan para tersangka adalah kebanyakan anak-anak dibawah umur yang KTP saja mereka belum punya. Lantas bagaimana nasib anak muda seterusnya jika yang begini saja sudah melibatkan generasi muda penerus bangsa.

Bukan hanya itu saja sesuai pemberitaan lensakini.com pada tanggal 8 Februari 2012 terjaring 15 muda-mudi yang lagi mojok di warung-warung bukit Marsayang. Yang mana pondok itu tertutup rapat dan tak akan bisa orang luar bisa melihat apa yang mereka lakukan.

Sungguh miris kita melihat kelakuan para pemuda hari ini. Mereka sudah terang-terangan bermaksiat dan masyarakat sekitar pun tak mengkontrolnya atau memberi nasehat agar mereka tak terjerumus oleh gelapnya dunia hari ini. Yang penting bagi masyarakat apalagi penyedia tempat, mereka mendapatkan keuntungan dari kunjungan para pemuda-pemuda itu. Sehingga dengan keuntungan itu mereka menjadi kaya dan bisa membeli apa yang mereka inginkan.

Ilustrasi generasi muda

Fenomena ini bukan terjadi di kota sidempuan aja tetapi dihampiri seluruh negeri ada. Begitu rusaknya generasi hari ini diperbuat oleh sistem kapitalisme ini. Sistem ini tak lagi memperdulikan halal dan haram suatu perbuatan tetapi sistem ini hanya mementingkan untung dan rugi yang didapatkan. Tak akan ada generasi bangsa yang baik dan berakidah Islam lagi kita temukan jika yang begini selalu kita lihat dan kita dengar setiap hari. Belum lagi fenomena hari Valentine day yang akan dirayakan setiap tahunnya oleh para pegiat pacaran. Mereka akan melakukan apa saja untuk kekasihnya dengan mengatasnamakan cinta, dan mirisnya yang banyak melakukan itu adalah para pemuda-pemudi generasi penerus bangsa ini. Jadi kepada siapa lagi bangsa ini akan bertumpu jika generasi mudanya saja seperti ini ?

Berbeda sekali jika kita hidup dalam sistem islam kaffah. Dimana seluruh umat diberikan pengajaran tentang ilmu agama termasuk juga para pemuda, sebab ditangan para pemudalah kemakmuran suatu negeri akan terpelihara. Jika pemudanya sekarat maka dunia akan sekarat seketika juga. Itulah pentingnya pemuda.

Dan masyarakat sekitar juga mengontrol keseharian saudara-saudaranya dan saling mengingatkan tanpa harus melihat apakah itu mendapatkan untung atau tidak. Masyarakat juga akan suka rela melakukan amar ma’ruf nahi mungkar Karena itu adalah perintah Allah. Bukan hanya itu saja. Negara jika bersistem kan islam kaffah juga selalu menjaga rakyatnya agar selalu taat kepada Allah dan melihat segara aktivitas rakyat apakah sesuai syariat atau tidak. Dan negara akan memberikan sanksi jika rakyatnya tidak taat kepada Allah. Negara juga akan mengontrol bisnis-bisnis apa yang dilakukan rakyatnya dan mengontrol barang-barang apa yang di produksi oleh masyarakat. Jika itu dapat mengundang murka Allah maka akan segera ditindak dan dibumi hanguskan tanpa melihat siapa pelakunya dan apa keuntungan yang akan didapat.

Begitulah mulianya manusia hidup dalam sistem islam. Segala lini kehidupannya diatur oleh negara dan mendapat kontrol masyarakat sehingga ketakwaan kepada Allah dapat dijalankan tanpa ada cela untuk bermaksiat.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Bukit Malintang Hibahkan Lahan Kepada TNI

    Masyarakat Bukit Malintang Hibahkan Lahan Kepada TNI

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Masyarakat Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal menyerahkan lahan kepada TNI untuk pertapakan kantor Koramil seluas 12 x 20 m. Penyerahan hibah tanah itu diterima langsung oleh Dandim 0212/TS Letkol Inf Sefta Viandi DP. Sip didampingi Camat Bukit Malintang Samsy S.Sos, Danramil 12/Siabu Kapten Inf B. Hutabarat, Kapolsek Siabu AKP Antono, […]

  • Job Hugging, Efek Ketidakpastian Ekonomi Kapitalisme

    Job Hugging, Efek Ketidakpastian Ekonomi Kapitalisme

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Muncul fenomena baru di dunia kerja yang disebut job hugging. Kalau dulu banyak orang sering pindah-pindah kerja atau job hopping demi mengejar tawaran gaji yang lebih tinggi. Kini, justru banyak pekerja memilih ‘memeluk’ pekerjaannya yang ada saat ini meskipun merasa merana dan tidak nyaman. Fenomena ini […]

  • Hidup Sulit Akibat Harga Karet Murah, Anak-Anak Ikut Mendulang Emas

    Hidup Sulit Akibat Harga Karet Murah, Anak-Anak Ikut Mendulang Emas

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kesulitan hidup ditengah rendahnya harga karet, menyebabkan akan-anak harus ikut mengais rezeki menutupi kebutuhan sehari-hari keluarga. Ini di Desa Tombang Bustak, Kotanopan, Mandailing Natal Madina). Kalangan anak-anak, remaja, wanita dan para kepala keluarga, berbaur di antara bongkahan batu dan pasir untuk mencari biji emas di Sungai Batang Gadis. Selama ini penduduk […]

  • DCS Dapil 3 PBB Madina

    DCS Dapil 3 PBB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 PBB Madina

  • KUPT Panyabungan Timur : Kepsek SD Sirangkap Sudah Sering Dinasehati

    KUPT Panyabungan Timur : Kepsek SD Sirangkap Sudah Sering Dinasehati

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Kepala Unit Pelaksana Teknis Cabdis Pendidikan Kecamatan Panyabungan Timur, Rahim Lubis,S.Pd menyatakan salah satu pemberhentian Dorima, S.Pd dari jabatan Kepala Sekolah Dasar Negeri 128 Desa Sirangkap karena yang bersangkutan jarang hadir dalam rapat yang diadakan UPT Panyabungan Timur. Itu dikatakan Rahim Lubis menjawab Mandailing Online, Selasa (7/4/2015) terkait terkait […]

  • Banjir Manusia Sambut Sandiaga Uno di Sidimpuan

    Banjir Manusia Sambut Sandiaga Uno di Sidimpuan

    • calendar_month Rabu, 12 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN (Mandailing Online) – Sandiaga Uno mengunjungi Kota Padangsidimpuan dan menyempatkan diri mampir ke pasar tradisional Sangkumpal Bonang,  menyapa para pedagang, Senin (10/12/2018). Kawasan pasar Sangkumpal Bonang pun menjadi penuh oleh lautan manusia yang sangat antusias atas kunjungan Sandaiaga. Saat kunjungan ke pasar itu, para pedanag berdialog dengan Sandiaga Uno menyangkut persoalan ekonomi terutama harga-harga […]

expand_less