Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Kejamnya Dunia Menghantam Generasi Muda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Ibu Rumah Tangga, Tinggal di Barus

Hari ini kita sering mendengar dan melihat pemberitaan para pemuda generasi bangsa ini. Begitu banyak kasus demi kasus dan maksiat demi maksiat yang mereka lakukan. Bukan hanya satu atau dua orang mereka yang selalu bermaksiat kepada Allah tetapi berjamaah mereka berbondong-bondong melakukan itu. Terkadang hati ini tak mampu untuk menghadapinya sungguh deras air matalah yang menyertai semua yang mereka lakukan.

Rasanya di seluruh pelosok negeri para pemuda selalu melakukan maksiat. Dan itu mereka lakukan secara terang-terangan. Bukan hanya anak kota tetapi anak desa juga sudah melakukannya.

Lihat saja pemberitaan di lensakini.com tertangkap sebanyak 27 orang pelajar dan waria di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, dimana mereka diamankan petugas Mapolsek Batunadua ketika mereka sedang berpesta miras dan mabuk-mabukan disalah satu kafe. Dan para tersangka adalah kebanyakan anak-anak dibawah umur yang KTP saja mereka belum punya. Lantas bagaimana nasib anak muda seterusnya jika yang begini saja sudah melibatkan generasi muda penerus bangsa.

Bukan hanya itu saja sesuai pemberitaan lensakini.com pada tanggal 8 Februari 2012 terjaring 15 muda-mudi yang lagi mojok di warung-warung bukit Marsayang. Yang mana pondok itu tertutup rapat dan tak akan bisa orang luar bisa melihat apa yang mereka lakukan.

Sungguh miris kita melihat kelakuan para pemuda hari ini. Mereka sudah terang-terangan bermaksiat dan masyarakat sekitar pun tak mengkontrolnya atau memberi nasehat agar mereka tak terjerumus oleh gelapnya dunia hari ini. Yang penting bagi masyarakat apalagi penyedia tempat, mereka mendapatkan keuntungan dari kunjungan para pemuda-pemuda itu. Sehingga dengan keuntungan itu mereka menjadi kaya dan bisa membeli apa yang mereka inginkan.

Ilustrasi generasi muda

Fenomena ini bukan terjadi di kota sidempuan aja tetapi dihampiri seluruh negeri ada. Begitu rusaknya generasi hari ini diperbuat oleh sistem kapitalisme ini. Sistem ini tak lagi memperdulikan halal dan haram suatu perbuatan tetapi sistem ini hanya mementingkan untung dan rugi yang didapatkan. Tak akan ada generasi bangsa yang baik dan berakidah Islam lagi kita temukan jika yang begini selalu kita lihat dan kita dengar setiap hari. Belum lagi fenomena hari Valentine day yang akan dirayakan setiap tahunnya oleh para pegiat pacaran. Mereka akan melakukan apa saja untuk kekasihnya dengan mengatasnamakan cinta, dan mirisnya yang banyak melakukan itu adalah para pemuda-pemudi generasi penerus bangsa ini. Jadi kepada siapa lagi bangsa ini akan bertumpu jika generasi mudanya saja seperti ini ?

Berbeda sekali jika kita hidup dalam sistem islam kaffah. Dimana seluruh umat diberikan pengajaran tentang ilmu agama termasuk juga para pemuda, sebab ditangan para pemudalah kemakmuran suatu negeri akan terpelihara. Jika pemudanya sekarat maka dunia akan sekarat seketika juga. Itulah pentingnya pemuda.

Dan masyarakat sekitar juga mengontrol keseharian saudara-saudaranya dan saling mengingatkan tanpa harus melihat apakah itu mendapatkan untung atau tidak. Masyarakat juga akan suka rela melakukan amar ma’ruf nahi mungkar Karena itu adalah perintah Allah. Bukan hanya itu saja. Negara jika bersistem kan islam kaffah juga selalu menjaga rakyatnya agar selalu taat kepada Allah dan melihat segara aktivitas rakyat apakah sesuai syariat atau tidak. Dan negara akan memberikan sanksi jika rakyatnya tidak taat kepada Allah. Negara juga akan mengontrol bisnis-bisnis apa yang dilakukan rakyatnya dan mengontrol barang-barang apa yang di produksi oleh masyarakat. Jika itu dapat mengundang murka Allah maka akan segera ditindak dan dibumi hanguskan tanpa melihat siapa pelakunya dan apa keuntungan yang akan didapat.

Begitulah mulianya manusia hidup dalam sistem islam. Segala lini kehidupannya diatur oleh negara dan mendapat kontrol masyarakat sehingga ketakwaan kepada Allah dapat dijalankan tanpa ada cela untuk bermaksiat.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 14 tersangka perusak Kantor KPU Dairi

    14 tersangka perusak Kantor KPU Dairi

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    MEDAN, (Mandailing Online) – Sejumlah 14 warga Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, ditetapkan menjadi tersangka pencurian dan perusakan kantor Komisi Pemilihan Umum setempat pada Selasa (8/10). “Sebanyak 14 orang dinyatakan tersangka, salah satu di antaranya adalah wanita,” kata Kasubbid Pengelola Informasi dan Data Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Medan, hari ini. Ia mengatakan […]

  • Lowongan CPNS dibuka 18-29 Agustus

    Lowongan CPNS dibuka 18-29 Agustus

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar melalui Sekretaris Menteri Tasdik Kinanto telah mengirimkan surat bernomor: B/2870/M.PAN/7/2014 tertanggal 25 Juli 2014 kepada para Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah agar mematuhi jadwal kegiatan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2014. Dalam lampiran surat itu disebutkan, […]

  • Rugi Rp300 Miliar, NII Gencar Rekrut Anggota

    Rugi Rp300 Miliar, NII Gencar Rekrut Anggota

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Maraknya gerakan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW 9) akhir-akhir ini diduga sebagai upaya untuk menutupi kerugian gerakan tersebut. Sebab, pasca Bank Century kolaps pada 2008 silam, NII pimpinan Panji Gumilang itu merugi Rp300 miliar. Karena itu, rekrutmen digencarkan untuk menutupi kerugian tersebut. Peneliti sejarah Darul Islam Negara Islam Indonesia Solahudin mengungkapkan, […]

  • Merokok Sembarang Didenda Rp10 Juta

    Merokok Sembarang Didenda Rp10 Juta

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Pansus Ranperda KTR) Kota Medan sudah masuk dalam tahap akhir dan dijadwalkan akan disahkan pada bulan Desember mendatang. Hal ini disampaikan Ketua Pansus Ranperda KTR, Juliandi Siregar kepada Sumut Pos (Grup JPNN), Rabu (20/11). “Kalau tidak ada halangan akhir tahun ini Ranperda KTR sudah bisa […]

  • Harga Daging Sapi Normal, Ayam Naik

    Harga Daging Sapi Normal, Ayam Naik

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) –  Menjelang Ramadan,  harga daging sapi di Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal masih tetap di level Rp120.000 per kilo gram. Saipul, salah satu penjual daging sapi  menjawab Mandailing Online di Pasar Baru Panyabungan, Rabu, (1/6) mengungkap, meski harga satgnan, namun daya beli masyarakat mengalami penurunan. Saipl mengatakan biasanya setiap hari  bisa […]

  • DPD KNPI Madina Hanya Akui Taufan EN Rotorasiko

    DPD KNPI Madina Hanya Akui Taufan EN Rotorasiko

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD KNPI Kabupaten Mandailing Natal menegaskan hanya mengakui DPP KNPI dibawah kepemimpinan Taufan EN Rororasoki di tingkat nasional. Sementara untuk tingkat provinsi hanya diakui DPD KNPI Sumut yang dipimpin H.Ridho Luebis DPD KNPI Madina menolak DPP KNPI pimpinan Akbar Zulfakar yang dinilai tidak sah. Selain itu DPD KNPI Madina mengutuk dengan […]

expand_less