Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

MBG UNTUK 3B: BUKAN SEKADAR MAKANAN GRATIS, TETAPI INVESTASI MASA DEPAN

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • print Cetak

 

 

Oleh: Wahyuni Sari Zein Lubis, S. Tr. Gz dan Prof. Dr. Helmizar, SKM, M. Biomed
Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

 

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG tidak boleh dipahami hanya sebagai kegiatan membagikan makanan. Lebih dari itu, MBG adalah upaya besar untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok yang paling rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok ini sering disebut sebagai kelompok 3B dan menjadi sasaran penting karena berada pada fase yang sangat menentukan kualitas masa depan anak.

Ibu hamil membutuhkan makanan bergizi agar janin dapat tumbuh sehat. Ibu menyusui membutuhkan asupan yang cukup agar tubuh tetap kuat dan mampu mendukung pemberian ASI. Balita membutuhkan makanan bergizi karena sedang berada pada masa pertumbuhan cepat. Jika kebutuhan gizi pada masa ini tidak terpenuhi, dampaknya dapat berlangsung lama, mulai dari anak mudah sakit, berat badan sulit naik, pertumbuhan terhambat, hingga risiko stunting.

Pelaksanaan MBG di wilayah kerja Puskesmas Pauh menunjukkan bahwa program ini memiliki potensi besar sebagai gerakan perbaikan gizi keluarga. Di SPPG Kapalo Koto Lua, makanan diproduksi dalam jumlah besar setiap hari dan disalurkan kepada ratusan penerima manfaat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kondisi ini menunjukkan bahwa MBG dapat menjadi salah satu langkah nyata untuk mendekatkan makanan bergizi kepada kelompok yang paling membutuhkan.

Namun, keberhasilan MBG tidak cukup dinilai dari banyaknya makanan yang berhasil diproduksi dan dibagikan. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah makanan sampai tepat waktu? Apakah porsinya sesuai? Apakah makanan aman dikonsumsi? Apakah rasanya diterima? Dan yang paling utama, apakah makanan tersebut benar-benar dikonsumsi oleh sasaran yang tepat?

Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah ketepatan waktu distribusi. Bagi sebagian orang, keterlambatan makanan mungkin dianggap persoalan kecil. Namun, bagi balita, waktu makan sangat menentukan. Jika makanan datang saat anak sudah kenyang, mengantuk, atau melewati jam makan, makanan bergizi itu bisa saja tidak dikonsumsi. Pada ibu hamil dan ibu menyusui, keterlambatan juga dapat mengurangi manfaat makanan tambahan yang seharusnya membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi harian.

Tantangan lain adalah kebiasaan membagi makanan kepada anggota keluarga lain. Dalam kehidupan sehari-hari, berbagi makanan tentu merupakan nilai yang baik. Namun, dalam program gizi, setiap porsi makanan telah ditujukan untuk kelompok tertentu. Porsi balita seharusnya dimakan oleh balita. Porsi ibu hamil seharusnya mendukung kebutuhan ibu dan janin. Porsi ibu menyusui seharusnya membantu menjaga kesehatan ibu selama menyusui. Jika makanan itu dibagi, maka zat gizi yang diterima sasaran utama menjadi berkurang. Akibatnya, tujuan program untuk memperbaiki gizi ibu dan anak dapat tidak tercapai secara optimal.

Di sinilah pentingnya edukasi keluarga. MBG tidak boleh berhenti pada penyediaan makanan. Keluarga perlu memahami bahwa makanan tersebut bukan sekadar bantuan, tetapi bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan anak. Pesan sederhana perlu terus disampaikan: makanan untuk balita sebaiknya tidak dibagi karena balita sedang tumbuh; makanan untuk ibu hamil penting bagi kesehatan ibu dan janin; makanan untuk ibu menyusui penting untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi.

Selain edukasi, porsi makanan juga harus dijaga. Dalam produksi makanan berskala besar, tentu tidak mudah menimbang semua porsi satu per satu. Namun, pengecekan porsi secara acak tetap penting. Menu yang terlihat lengkap belum tentu cukup jika porsinya kurang. Sebaliknya, porsi yang terlalu banyak bisa menyebabkan makanan tersisa. Karena itu, evaluasi porsi dan sisa makanan perlu dilakukan secara rutin agar makanan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan dan diterima oleh sasaran.

Keamanan pangan juga tidak boleh dianggap sepele. Makanan MBG dikonsumsi oleh kelompok rentan, sehingga prosesnya harus aman sejak bahan pangan diterima, disimpan, dimasak, dikemas, hingga didistribusikan. Hal sederhana seperti memberi label tanggal pada bahan, memastikan bahan pangan yang datang lebih awal digunakan lebih dulu, memantau suhu makanan, memakai alat pelindung diri, serta menjaga kebersihan dapur adalah bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat.

MBG perlu diarahkan menjadi intervensi gizi terpadu. Makanan memang penting, tetapi makanan saja tidak cukup. Makanan harus disertai edukasi, pemantauan, keamanan pangan, dan perubahan perilaku. Jika keluarga tidak memahami tujuan program, makanan bisa dibagi. Jika distribusi tidak tepat waktu, makanan bisa tidak dimakan. Jika porsi tidak sesuai, kebutuhan gizi tidak terpenuhi. Jika keamanan pangan lemah, makanan justru dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Karena itu, pelaksanaan MBG perlu diperkuat melalui beberapa langkah nyata. Jadwal distribusi harus lebih disiplin. Data penerima manfaat perlu diperbarui secara rutin. Porsi makanan perlu dicek berkala. Menu harus dievaluasi dari sisa makanan dan masukan penerima. Keamanan pangan harus dicatat dan diawasi. Edukasi gizi harus menjadi bagian tetap dari program, bukan hanya kegiatan tambahan.

Pemerintah, puskesmas, SPPG, kader, posyandu, sekolah, dan keluarga harus berjalan bersama. Dapur menyiapkan makanan yang bergizi dan aman. Kader membantu memberikan pemahaman kepada keluarga. Puskesmas memantau status gizi. Keluarga memastikan makanan dikonsumsi oleh sasaran utama. Jika semua pihak mengambil peran, MBG dapat menjadi lebih dari sekadar program makan gratis.

Pada akhirnya, makanan bergizi yang diberikan melalui MBG bukan sekadar berisi nasi, lauk, sayur, dan buah. Di dalamnya ada harapan: ibu yang lebih sehat, bayi yang tumbuh lebih baik, balita yang terhindar dari stunting, dan keluarga yang semakin sadar pentingnya gizi. Karena itu, MBG untuk 3B jangan hanya menjadi program yang mengenyangkan, tetapi harus menjadi jalan untuk membangun generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikurung Mantong Manuk Tai Inda Ilehen Tuduonna

    Ikurung Mantong Manuk Tai Inda Ilehen Tuduonna

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Songonima boto natarjadi ikurung manuk tai inda ilehen tuduonna mangamburi boto sada-sada, romuse mantong boto namangoban tudukon, ripur sude manuki, hasidunganna lam-lam dai nisirai, iambangia leng manuk nia hapengani madung manuk nidongan , songon manuk naburnungon doma boto tondo-tondo markareput barimbing nai, ning amangtuai mantong, taldus doma tali nisarusur nia patunda tagina namarkombur dilopo Jarindangi. […]

  • Praktisi Hukum Sorot Penundaan Penetapan Tersangka Taman Raja Batu

    Praktisi Hukum Sorot Penundaan Penetapan Tersangka Taman Raja Batu

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) : Penundaan penetapan tersangka kasus Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Mandailing Natal tak seharusnya dikaitkan dengan agenda Pilpres. Tidak ada korelasi antara agenda politik pemerintah dengan penetapan tersangka. Ini diduga hanya alasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk menunda-nunda penetapan tersangka. Itu dikatakan praktisi hukum, Dr. Redyanto Sidi,SH.MH di […]

  • Pejabat Berjudi Kok Bisa Bebas, Ya?

    Pejabat Berjudi Kok Bisa Bebas, Ya?

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BERITA bebasnya enam pejabat Pemkab Simalungun yang kepergok main judi cukup membuat nai Hepppot merasa terpukul. Meski tak kenal dengan mereka tapi nai Heppot merasa harus atau wajib terpukul mau pun memukulkan diri. Saat membaca berita ‘bebas ooii…’ itu, tangannya sontak memukul jidatnya yang tampak mulai mengerut. Mengapa demikian? Ia merasa sudah dilecehkan oleh yang […]

  • Massa di Tabuyung Bakar Rumah Terduga Pengedar Narkoba. JAMPI Sumut Nilai Sebagai Akumulasi Kekesalan Masyarakat

    Massa di Tabuyung Bakar Rumah Terduga Pengedar Narkoba. JAMPI Sumut Nilai Sebagai Akumulasi Kekesalan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online ): bentuk kekecewaan terhadap Kepolisian, emak emak di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batanggadis, Kabupaten Mandailing Natal terus bersuara. Mereka menilai polisi tidak mampu memberantas para pelaku pengedar narkoba di wilayah nya. ” bagai mana kami yakin pada polisi, para pelaku pengedar narkoba terus merusak anak anak kami di desa […]

  • Polisi Kehilangan Jejak Pelaku Penusukan & Penembakan

    Polisi Kehilangan Jejak Pelaku Penusukan & Penembakan

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Hingga kemarin, Polres Madina masih belum menemukan keberadaan pelaku penusukan terhadap dua warga Desa Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, dan pelaku penembakan terhadap seorang warga. Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe menyebutkan, pihaknya terus melakukan pencarian dan penyisiran serta melakukan penyelidikan. Pelaku penusukan dan penembakan itu diperkirakan bersembunyi di hutan sekitar pemukiman warga. “Anggota […]

  • Ludfan Siap Berikan Separuh Gaji untuk PKB Madina

    Ludfan Siap Berikan Separuh Gaji untuk PKB Madina

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon Anggota DPRD Madina Ludfan Nasution yang akan menggantikan posisi Jakfar Sukhairi Nasution, menyatakan akan memerikan separoh dari gajinya kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Itu dikatakannya dalam rilis pers yang diterima Mandailing Online, Selasa (23/2). Sejauh ini Ludfan Nasution sudah mengantongi rekomendasi KPU Madina, DPRD Madina dan Bupati Madina menggantikan Jakfar […]

expand_less