Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Kantor KPU & Panwas Dijaga Ketat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


Hasil Olah TKP: Rumah Dilempar Bensin lalu Dibakar
MADINA-
Polres Mandailing Natal, hingga kemarin (4/2), belum menetapkan tersangka pelaku pembakaran rumah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina Jefri Antoni SH. Namun, dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi memperkirakan pelaku lebih dari satu orang. Terkait pembakaran rumah Jefri tersebut, Polres menempatkan empat personel di kantor KPU dan dua petugas di kantor Panwaslu.
“Dari hasil olah TKP yang dilakukan petugas, pelaku pembakaran rumah Ketua KPU Madina pada Kamis (3/2) subuh sekira pukul 04.00 WIB, diperkirakan berjumlah dua orang atau lebih,” kata Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk melalui Kasubbag Humas AKP E Banjarnahor, Jumat (4/2).
Diungkapkan Banjarnahor, berdasarkan olah TKP, pelaku datang dari depan rumah korban dan menaiki pagar rumah. Lalu, pelaku diperkirakan melempar rumah dengan bensin yang dibawanya dan membakarnya.
“Setelah api menyala, diduga akibat bingung atau takut serta agar bisa lari dengan cepat, pelaku melepas sandalnya dan lari ke arah selatan atau sisi sebelah kanan kalau dipandang dari depan rumah. Sebab kita temukan sepasang sandal di luar pagar rumah,” terang perwira dengan pangkat tiga balaok kuning di pundaknya itu.
Dijelaskan Banjarnahor lagi, hingga saat ini pihaknya belum menemukan titik terang soal siapa pelaku atas pembakaran rumah Ketua KPU Madina. Polisi, sebut Banjarnahor, hingga hari ini masih terus berupaya untuk melakukan pengembangan kasus dengan memperbantukan personel Sat Reskrim serta Sat Intelkam di lapangan.
“Kita masih terus melakukan penyelidikan dalam kasus ini, dan kita juga belum bisa memastikan apa motif di balik kejadian ini. Sebab yang kita peroleh dari TKP masih hanya barang bukti berupa benda yang diduga milik pelaku yakni sepasang sandal, sebatang korek api bekas, dan kantong yang diduga kuat sebagai tempat bensin. BB itu sudah kita amankan,” tukasnya.
Saat disinggung apakah kejadian ini ada kaitannya soal jadwal pelaksanaan pemungutan suara ulang Kabupaten Madina yang belum ditetapkan, Banjarnahor belum dapat memastikannya.
“Dalam mengungkap kasus, Polri mengutamakan praduga tak bersalah. Jadi kita tunggu saja prosesnya, dan apabila sudah ada petunjuk jelas baru bisa kita sebutkan apa motifnya,” tambahnya lagi.
Rumah Jefri Dikawal 1 Polisi
Kabag Ops Polres Madina Kompol JM Sagala SE saat dikonfirmasi METRO melalui telepon selulernya, Jumat (4/2) menyebutkan, Polres telah menempatkan sejumlah personel kepolisian dalam melakukan pengamanan baik di rumah Ketua KPU Madina di Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan, ataupun di kantor KPU Madina di Kelurahan Kayujati, Kecamatan Panyabungan.
“Untuk (pengamanan, red) rumah Ketua KPU telah ditempatkan seorang personel kepolisian, kemudian seorang personel juga ditugaskan untuk mengawal Jefri ke mana ia pergi. Artinya, pengamanan ini melekat. Kemudian 4 orang personel juga ditempatkan di kantor KPU Madina. Ini semua dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang di luar dugaan,” sebut perwira berpangkat satu melati di pundaknya itu
Lebih lanjut dikatakan Sagala, Polres Madina tidak hanya mengamankan rumah Ketua KPU dan kantor KPU saja. Kantor Panwaslu, juga dikawal oleh dua personel Polres.
“Kita tempatkan dua orang personel kita di kantor Panwaslu, dan satu orang untuk mengawal Ketua Panwaslu,” bebernya lagi.
Sagala juga menambahkan, untuk mengusut pelaku pembakaran rumah Ketua KPU Madina, Polres telah menugaskan belasan personel berpakaian preman gabungan dari Sat Reskrim dan Sat Intelkam.
”Delapan orang dari Sat Reskrim dan tujuh orang dari Intelkam yang kita tugaskan di lapangan untuk mencari tahu dan menyelidiki terkait kasus pembakaran rumah Ketua KPU kemarin. Karena hingga hari ini kita belum bisa mengungkap siapa pelakunya, tapi kita akan berupaya semaksimal mungkin,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua KPU Madina Jefri Antoni SH, tidak berhasil ditemui METRO baik di rumahnya ataupun di kantornya. Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jefri tak kunjung mengangkat ponselnya.
Sobir Lubis SH, anggota KPU divisi hukum kepada METRO mengatakan, dirinya tidak mengetahui ada orang-orang atau hal yang mencurigakan sebelum peristiwa pembakaran rumah Ketua KPU Madina.
“Tak ada petunjuk atau hal lain semisal teror sebelumnya. Dan kita tak tahu pastinya apa motif pembakaran itu. Kalau menyangkut tahapan pemungutan suara ulang, itu memang sudah prosedur. Kita tidak mau tetapkan kalau tak sesuai dengan peraturan, karena selama ini kita terus berkoordinasi dengan atasan kita baik di pusat maupun tingkat provinsi,” katanya
Hollad Daulay, anggota KPU lainnya mengatakan, hingga saat ini KPU belum mengumumkan jadwal pemungutan suara ulang. “Belum diumumkan,” katanya singkat. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Madina Digarap KPK

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua orang anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ali Mutiara Rangkuti dan Muhammad Zein, Selasa (28/5/2013). Keduanya diperiksa dalam kapasitas saksi untuk melengkapi berkas tersangka Bupati Madina, Hidayat Batubara. “Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HB,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi. Pada perkara ini, selain […]

  • Terkait Dugaan Kecurangan Seleksi CPNS ; AMPBB Adukan Pemko Sidimpuan ke Poldasu

    Terkait Dugaan Kecurangan Seleksi CPNS ; AMPBB Adukan Pemko Sidimpuan ke Poldasu

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrasi Bersih (AMPBB) mengadukan secara resmi kasus dugaan kecurangan seleksi CPNS Pemko Padang sidimpuan Formasi 2009/2010 ke Kapoldasu. Demikian kordinator AMPBB Andi Lumalo Harahap bersama Halomoan Harahap kepada Analisa melalui telepon seluler Jumat (10/2). Dikatakan, pengaduan tersebut juga ditembuskan ke Kapolri, Menpan, Gubsu, Ketua DPRD dan Walikota serta BKD Kota […]

  • Mantan Sekda Madina: Tiga Alasan Memilih SAHATA

    Mantan Sekda Madina: Tiga Alasan Memilih SAHATA

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dukungan memenangkan Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus berdatangan. Terlebih dalam beberapa hari belakangan elektabilitas pasangan ini terus melejit. Kali ini dukungan datang dari mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Drs. HM Yusuf Nasution, MSi. Tokoh agama yang juga ketua Pimpinan Daerah […]

  • Madina Harus Fokus ke Padi

    Madina Harus Fokus ke Padi

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    foto areal sawah PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyikapi gejala dan fakta terkini tentang potensi daerah berupa lahan pertanian, pengamat pertanian Mandailing Natal (Madina), Adip Nasution mengatakan sebaiknya masyarakat dan Pemkab Madina condong pada pilihan penggunaan lahan untuk pertanian padi. Bahkan, Adip Nasution memberikan pilihan agar Pemkab tidak lagi memberikan izin untuk perkebunan sawit. Dia mengungkapkan […]

  • DCS Dapil 1 Nasdem Madina

    DCS Dapil 1 Nasdem Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Nasional Demokrat ( NasDem ) Dapil 1 Madina

  • Harga Cabai Terjun Bebas

    Harga Cabai Terjun Bebas

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Petani cabai merah di Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tampaknya harus bersabar. Perkiraan bahwa harga cabai merah akan meroket menjelang bulan puasa, ternyata meleset. Harga cabai merah saat ini hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogramnya. “Demi mengejar untung, kita sudah menanam cabai merah di atas lahan 1 ha […]

expand_less