Kamis, 21 Mei 2026
light_mode

Harga Cabai Terjun Bebas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Petani cabai merah di Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tampaknya harus bersabar. Perkiraan bahwa harga cabai merah akan meroket menjelang bulan puasa, ternyata meleset. Harga cabai merah saat ini hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogramnya.

“Demi mengejar untung, kita sudah menanam cabai merah di atas lahan 1 ha untuk mendapatkan untung di buan puasa. Sebab harga bahan pokok setiap menjelang puasa hingga lebaran, termasuk harga cabai biasanya selalu meroket. Namun kali ini harga cabai merah terjun bebas di kisaran terendah,” sebut Sumiati, salah seorang petani cabai merah di Aek Galoga, Rabu (03/08/2011).

Diceritakannya, perjuangannya hingga panen saat ini sudah cukup banyak. Penyakit keriting adalah penyakit utama yang membuat petani kewalahan dalam mengantispasinya, belum lagi pemupukan yang harus sempurna demi mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

“Kita hanya bisa pasrah atas untung yang kita harapkan, padahal sejuta harapan dari hasil panen ini sudah kita harapkan demi membutuhi kebutuhan Lebaran,” katanya.

Borkat Rangkuty (46), salah seorang penampung cabai merah di Pusat Pasar Baru Panyabungan mengatakan, cabai merah saat ini lagi banjir, sebab dari daerah Karo saat ini lagi panen cabai merah sehingga mempengaruhi harga di pasaran.

“Kita juga tidak mendapatkan untung yang sempurna di saat harga cabai merah turun. Namun kalau kita tinggalkan usaha ini, sangat sulit beralih pekerjaan. Kita hanya mengambil keuntungan tipis di saat harga cabai merah menurun asalkan lancar sebab para pembeli juga sudah mengerti dengan harga di lapangan akibat dari mudahnya sarana informasi di era teknologi yang semakin canggih ini,” sebutnya.

Sementara Nuraini salah seorang pembeli cabai merah di Pusat Pasar Baru Panyabungan mengatakan, harga cabai merah saat ini sangat membantu para ibu rumah tangga, sebab kebutuhan cabai merupakan kebutuhan utama saat memasak di dapur.

“Cabai merah memang harganya menurun, namun kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan walau tidak signifikan dan itupun sudah membantu menghemat pengeluaran,” sebutnya. (BS-026)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah Dinyatakan Lolos, Ribuan Honorer K1 Gagal Kantongi NIP

    Sudah Dinyatakan Lolos, Ribuan Honorer K1 Gagal Kantongi NIP

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Sebanyak 49 ribu honorer kategori satu (K1) jangan gembira dulu. Pasalnya, meski sudah dinyatakan memenuhi kriteria (MK) oleh tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan sudah mendapatkan formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, bukan jaminan lantas bisa mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). Terbukti hingga Selasa (10/9) sudah ribuan […]

  • Pasaman Barat Akan Jadi Sentra Produksi Ikan Laut

    Pasaman Barat Akan Jadi Sentra Produksi Ikan Laut

    • calendar_month Minggu, 29 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMPANG AMPEK : Pasaman Barat, satu wilayah berada di kawasan pantai barat Sumatera Barat memiliki potensi besar bidang perikanan, dan optimis punya prospek cerah untuk dikembangkan menjadi sentra produksi ikan laut terbesar di provinsi itu. Bupati Pasaman Barat Baharuddin di Simpang Ampek berjarak 200 km dari Kota Padang, mengatakan, ada lima kecamatan berada di kawasan […]

  • Pasar Panyabungan Membludak, Jalan Raya Macet Luar Biasa

    Pasar Panyabungan Membludak, Jalan Raya Macet Luar Biasa

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lonjakan konsumen di pasar Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut menyebabkan jalan raya sangat padat dan macet. Pantauan Mandailing Online hari Jum’at (29/4/2022) atau H-3 Idul Fitri, kemacetan terjadi di banyak titik, mulai dari jembatan Aek Mata di kawasan Pasar Lama hingga perbatasan Aek Lapan kawasan Pasar Baru. Antrian kenderaan terlihat di sekitar […]

  • Siap-Siap, Tengah Malam Nanti Harga BBM Non-Subdidi Naik Lagi

    Siap-Siap, Tengah Malam Nanti Harga BBM Non-Subdidi Naik Lagi

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Pertamina kembali menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Pertamina Region III, terhitung mulai Jumat (15/5) pukul 00.00 nanti harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga Pertamax yang semula dibanderol Rp 8.800 akan naik menjadi menjadi Rp 9.600 per liter. Sedangkan Pertamax Plus naik dari […]

  • Bus Pariwisata Jatuh di Jurang Jalinsum Titik Tambangan

    Bus Pariwisata Jatuh di Jurang Jalinsum Titik Tambangan

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Satu bus pariwisata mengalami kecelakaan di jalur Lintas Tengah Sumatera titik jembatan kecil simpang Angin Barat Lamo, Senin (8/2/2021) sekira pukul 12.15 WIB. Belum diketahui jumlah korban. Juga belum terpastikan penyebab kecelakaan. Lokasi kecelakaan itu berada di perbatasan Desa Muara Mais Jambur dengan Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Mandaililing Natal, Sumut. […]

  • Puluhan Anak-anak Keracunan di Muarasipongi

    Puluhan Anak-anak Keracunan di Muarasipongi

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput  : Salman Rais Daulay  / Editor      : Dahlan Batubara   MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Setidaknya 25 anak-anak keracunan di Desa Simpang Mandepo, Kecamatan Muarasipongi, Mandailing Natal, Jum’at (12/5/2017). Mereka keracunan diduga akibat makan jajanan jenis siomai yang dijual pedagang keliling. Wartawan Mandailing Online, Salman Rais Daulay melaporkan dari Muarasipongi, sebagian anak-anak yang keracunan […]

expand_less