Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Harga Cabai Terjun Bebas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Petani cabai merah di Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tampaknya harus bersabar. Perkiraan bahwa harga cabai merah akan meroket menjelang bulan puasa, ternyata meleset. Harga cabai merah saat ini hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogramnya.

“Demi mengejar untung, kita sudah menanam cabai merah di atas lahan 1 ha untuk mendapatkan untung di buan puasa. Sebab harga bahan pokok setiap menjelang puasa hingga lebaran, termasuk harga cabai biasanya selalu meroket. Namun kali ini harga cabai merah terjun bebas di kisaran terendah,” sebut Sumiati, salah seorang petani cabai merah di Aek Galoga, Rabu (03/08/2011).

Diceritakannya, perjuangannya hingga panen saat ini sudah cukup banyak. Penyakit keriting adalah penyakit utama yang membuat petani kewalahan dalam mengantispasinya, belum lagi pemupukan yang harus sempurna demi mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

“Kita hanya bisa pasrah atas untung yang kita harapkan, padahal sejuta harapan dari hasil panen ini sudah kita harapkan demi membutuhi kebutuhan Lebaran,” katanya.

Borkat Rangkuty (46), salah seorang penampung cabai merah di Pusat Pasar Baru Panyabungan mengatakan, cabai merah saat ini lagi banjir, sebab dari daerah Karo saat ini lagi panen cabai merah sehingga mempengaruhi harga di pasaran.

“Kita juga tidak mendapatkan untung yang sempurna di saat harga cabai merah turun. Namun kalau kita tinggalkan usaha ini, sangat sulit beralih pekerjaan. Kita hanya mengambil keuntungan tipis di saat harga cabai merah menurun asalkan lancar sebab para pembeli juga sudah mengerti dengan harga di lapangan akibat dari mudahnya sarana informasi di era teknologi yang semakin canggih ini,” sebutnya.

Sementara Nuraini salah seorang pembeli cabai merah di Pusat Pasar Baru Panyabungan mengatakan, harga cabai merah saat ini sangat membantu para ibu rumah tangga, sebab kebutuhan cabai merupakan kebutuhan utama saat memasak di dapur.

“Cabai merah memang harganya menurun, namun kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan walau tidak signifikan dan itupun sudah membantu menghemat pengeluaran,” sebutnya. (BS-026)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bandar Togel Ditangkap

    Bandar Togel Ditangkap

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SERGAI- Tidak punya pekerjaan tetap alias pengangguran membuat Suryadi alias Edi (45) banting stir menjadi bandar toto gelap (Togel) di sekitar tempat tinggalnya. Pria yang sebelumnya bekerja sebagai supir truk ini berdomidili di Gang Sempurna, Kelurahan Melati I, Perbaungan. Profesi sebagai bandar judi togel itu terbongkar setelah seorang juru tulis bernama Dedi Muliadi alias Dedi […]

  • Pengamat Hukum: Jaksa Jangan Langsung Percaya Surat Sakit Terpidana 

    Pengamat Hukum: Jaksa Jangan Langsung Percaya Surat Sakit Terpidana 

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) : Terkait belum di eksekusinya terpidana kasus pertambangan yang telah di putuskan Pengadilan Negeri Mandailing Natal ( Madina )  14 maret 2023 lalu atas nama Zulkifli alias Jaopuk oleh Kejaksaan Negeri Mandailing Natal dengan alasan kejaksaan menerima surat sakit dan diagnosa dokter terpidana, Pengamat Hukum Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera […]

  • Tradisi Nazar dan Makan 1 kampung di Gunung Baringin

    Tradisi Nazar dan Makan 1 kampung di Gunung Baringin

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Masyarakat Kelurahan Gunung Baringin melaksanakan gotong royong gotong memasak bersama didepan depan mesjid Jamik Gunung Baringin, Selasa (15/10). Selain kambing dan lembu yang disembelih juga ditambah dari kurban masyarakat sebagai lauk makan. Tradisi Nazar dan makan 1 kampung ini terjadi terkait dengan nazar warga masyarakat tahun lalu agar kelurahan Gunung Baringin terhindar dari segala bahaya […]

  • Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    Liberalisme dalam Perspektif “Kiri”

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Adian Husaini PEKAN lalu, saya menerima kiriman sebuah buku. Judulnya, “Kekerasan Budaya Pasca 1965.” (cetakan pertama, 2013). Penulisnya seorang doktor lulusan University of Queensland, Australia. Buku setebal 330 halaman lebih ini banyak memberikan pembelaan terhadap kaum dan ideologi komunis di Indonesia. Namun, tulisan dalam CAP kali ini tidak membahas masalah tersebut. Meskipun menggunakan […]

  • Pemkab Madina Akui Belum Ada Plasma Untuk Warga Batahan I

    Pemkab Madina Akui Belum Ada Plasma Untuk Warga Batahan I

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPI TAK BERANI MEMBEBERKAN PENYEBABNYA PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Kehutanan Perkebunan Mandailing Natal mengakui bahwa realisasi kebun plasma dari PT. Palmaris kepada warga Batahan I belum ada. Itu dikatakan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan Perkebunan Mandailing Natal, Nirwan,SH menjawab Mandailing Online, Kamis (14/4/2016) di ruang kerjanya. Nirwan mengaku bahwa kebun plasma belum ada […]

  • Harun Mustafa Dukung Kemajuan Olah Raga Otomotif Madina

    Harun Mustafa Dukung Kemajuan Olah Raga Otomotif Madina

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Sebagai bentuk dukungan terhadap olah raga otomotif handal, Harun Mustafa Nasution selaku ketua Ikatan Motor Indonesia ( IMI) Sumut terus mendukung kegiatan kegiatan olah raga otomotif. Supergasstrack Open di Raja Batu piala Bobby Nasution dan Harun Mustafa Nasution yang berlangsung 21-22 september semalam sukses di gelar. Supergasstrack itu didukung penuh […]

expand_less