Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Harga Cabai Terjun Bebas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Petani cabai merah di Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tampaknya harus bersabar. Perkiraan bahwa harga cabai merah akan meroket menjelang bulan puasa, ternyata meleset. Harga cabai merah saat ini hanya Rp8.000 sampai Rp10.000 per kilogramnya.

“Demi mengejar untung, kita sudah menanam cabai merah di atas lahan 1 ha untuk mendapatkan untung di buan puasa. Sebab harga bahan pokok setiap menjelang puasa hingga lebaran, termasuk harga cabai biasanya selalu meroket. Namun kali ini harga cabai merah terjun bebas di kisaran terendah,” sebut Sumiati, salah seorang petani cabai merah di Aek Galoga, Rabu (03/08/2011).

Diceritakannya, perjuangannya hingga panen saat ini sudah cukup banyak. Penyakit keriting adalah penyakit utama yang membuat petani kewalahan dalam mengantispasinya, belum lagi pemupukan yang harus sempurna demi mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

“Kita hanya bisa pasrah atas untung yang kita harapkan, padahal sejuta harapan dari hasil panen ini sudah kita harapkan demi membutuhi kebutuhan Lebaran,” katanya.

Borkat Rangkuty (46), salah seorang penampung cabai merah di Pusat Pasar Baru Panyabungan mengatakan, cabai merah saat ini lagi banjir, sebab dari daerah Karo saat ini lagi panen cabai merah sehingga mempengaruhi harga di pasaran.

“Kita juga tidak mendapatkan untung yang sempurna di saat harga cabai merah turun. Namun kalau kita tinggalkan usaha ini, sangat sulit beralih pekerjaan. Kita hanya mengambil keuntungan tipis di saat harga cabai merah menurun asalkan lancar sebab para pembeli juga sudah mengerti dengan harga di lapangan akibat dari mudahnya sarana informasi di era teknologi yang semakin canggih ini,” sebutnya.

Sementara Nuraini salah seorang pembeli cabai merah di Pusat Pasar Baru Panyabungan mengatakan, harga cabai merah saat ini sangat membantu para ibu rumah tangga, sebab kebutuhan cabai merupakan kebutuhan utama saat memasak di dapur.

“Cabai merah memang harganya menurun, namun kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan walau tidak signifikan dan itupun sudah membantu menghemat pengeluaran,” sebutnya. (BS-026)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingat ya, Masa Pendaftaran SNM PTN Tinggal 10 Hari

    Ingat ya, Masa Pendaftaran SNM PTN Tinggal 10 Hari

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Terhitung per hari ini (6/3) masa pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) 2015 tinggal 10 hari. Pendaftaran seleksi masuk kampus negeri tanpa ujian tulis ini ditutup 15 Maret pekan depan.   Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Humas SNM PTN 2015 Bambang Hermanto mengatakan data pendaftar hingga kemarin berjumlah 230.694 siswa. "Seluruh […]

  • Namira Madina Akan Buka Jurusan Tekhnik Komputer dan Multimedia

    Namira Madina Akan Buka Jurusan Tekhnik Komputer dan Multimedia

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekolah Menengah Kejuruan Namira Madina Husada Panyabungan menambah dua jurusan lagi. Kedua jurusan yang akan dibuka adalah jurusan Tekhnik Komputer dan Multimedia. Dengan demikian, Namira Husada kelak akan memiliki 4 jurusan. Namira Madina Husada Panyabungan selama ini hanya ada dua jurusan, yakni Keperawatan dan Farmasi. Demikian dikatakan Kepala Sekolah SMK Namira […]

  • Peras Istri Siri, RW Diamuk Warga di Malintang

    Peras Istri Siri, RW Diamuk Warga di Malintang

    • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) dituduh peras istri sirih, seorang pria berinisial RW di Kecanatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) nyaris di amuk warga, Minggu malam 1/10/2023. RW diketahui warga kota Medan itu sempat digebukin warga, namun berhasil melarikan diri ke rumah warga setempat. Rumah tempat pelarian RW pun nyaris jadi bulan bulanan […]

  • Sekitar 430 Ha Sawah di Panyabungan Kekeringan

    Sekitar 430 Ha Sawah di Panyabungan Kekeringan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sedikitnya 430 hektar persawahan di kawasan Saba Palas, Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) mengalami kekeringan akibat kekurangan air. Kondisi tanah di persawahan saat sudah retak akibat kekeringan retak – retak dan terancam gagal panen. Kekurangan suplai air ke kawasan persawahan itu berlansung sejak masa persemaian. Hingga sekarang […]

  • Kuasa Hukum Ali Makmur Nasution Ajukan PK, Minta Eksekusi Ditunda

    Kuasa Hukum Ali Makmur Nasution Ajukan PK, Minta Eksekusi Ditunda

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kuasa hukum Ali Makmur Nasution, Elsa Syarif meminta Kejaksaan Negeri Panyabungan menunda eksekusi hukuman terhadap Ali Makmur Nasution yang divonsi 2 tahun penjara oleh Mahkamah Agung. Permintaan penundaan eksekusi tersebut dikirim melalui surat nomor 012/ESL/1/2014 tanggal 20 Januari 2014. Sementara itu, Kajari Panyabungan, Satimin, SH melalui Kasi Intel, Muhammad Yusuf, SH […]

  • Pemkab Madina Kembangkan Portal SADATA 

    Pemkab Madina Kembangkan Portal SADATA 

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online)  – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) meluncurkan dan mengembangkan portal SADATA MADINA untuk penguatan statistik sektoral serta sebagai wadah pengelolaan dan publikasi data daerah. Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Madina Muhammad Syail Lubis saat membuka acara Sosialisasi Portal Sadata Madina di Aula Kantor Badan Perancanaan […]

expand_less