Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

Gerep Institute dan Tawaran MEP (Bukan MOVE!) untuk Madina

  • account_circle M. Ludfan Nasution
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • print Cetak

Sebuah Percikan Pemikiran untuk Menguatkan Ekosistem Bandara AH Nasution

Oleh: Muhammad Ludfan Nasution
Pegiat di Gerep Institute

 

 

Ada sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin perlu mulai kita diskusikan bersama:

Apakah Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution cukup hanya dibangun sebagai infrastruktur transportasi, atau harus dipikirkan sebagai pintu masuk menuju sebuah ekosistem ekonomi baru?

Pertanyaan inilah yang kemudian memunculkan sebuah percikan gagasan yang saya coba tawarkan untuk didiskusikan, baik di internal Gerep Institute maupun kepada publik yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Mandailing Natal.

Namanya: Mandailing Experience Project (MEP)

Dan perlu ditegaskan sejak awal: MEP bukan MOVE! Jadi, tak perlu memunculkan kekhawatiran berlebihan.

Bukan gerakan politik. Bukan kendaraan kepentingan tertentu. Bukan pula sebuah program yang sudah diputuskan secara kelembagaan.

MEP masih merupakan sebuah gagasan yang sedang diuji, didiskusikan dan dipertajam.

Namun, gagasan besar sering kali memang bermula dari percikan kecil yang kemudian menemukan ruang dialog.

Menghubungkan Bandara dengan Masa Depan Kawasan

Kehadiran Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, lebih-lebih setelah punya jadwal penerbangan tiga kali dalam satu pekan per 1 Agustus 2016, merupakan momentum penting bagi Mandailing Natal.

Tetapi sebuah bandara tidak otomatis menghadirkan kemajuan. Bandara hanyalah pintu.

Maka, pertanyaan berikutnya:

Apa, siapa dan bagaimana sesutu yang akan masuk melalui pintu tersebut?

Apakah hanya penumpang?

Atau juga mereka yang termasuk:

  • wisatawan;
  • investor;
  • pelaku usaha;
  • peneliti;
  • Mahasiswa dan pelajar;
  • komunitas; dan
  • peluang ekonomi baru?

Sebuah bandara akan hidup jika ada ekosistem yang membuat orang memiliki banyak alasan (sosial dan komersial) untuk datang.

Sedikit tentang Gerep Institute

Sebelum bicara tentang MEP, ada baiknya berkenalan lebih jauh dengan Gerep Institute (GI). Seperti layaknya komunitas yang melembaga, institusi nir-laba ini merupakan wadah berhimpun sejumlah aktivis sosial yang masing-masing punya latar belakang pengabdian masyarakat.

Gerep Institute merupakan lembaga kajian dan pengembangan masyarakat berbentuk perkumpulan berbadan hukum yang bergerak dalam bidang kajian sosial, budaya, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kelembagaan lokal.

Gerep Institute hadir dengan pendekatan: Research – Empowerment – Partnership.

Yakni, menghubungkan pengetahuan, masyarakat dan kolaborasi untuk menghasilkan perubahan sosial yang berkelanjutan.

Kalau ditanya soal legalitas dan tata kelola, Gerep Institute memiliki struktur: 1) Dewan Pendiri dengan peran penjaga visi dan nilai dasar organisasi; 2) Dewan Pengarah yang memberikan arahan strategis dan pengembangan jaringan; dan 3) Dewan Pengurus untuk melaksanakan program dan kegiatan organisasi.

Untuk menjalankan misi-misinya, GI terbagi dalam tiga bidang. Pertama, Hubungan Masyarakat dan Lembaga dengan fokus kegiatan kemitraan; komunikasi publik; jaringan pemerintah; dan kerja sama eksternal.

Kedua, Bidang Kajian yang fokus pada penelitian: sosial; policy paper; dan dokumentasi.

Ketiga, Bidang Kebudayaan yang fokus pada pelestarian budaya; sejarah; tradisi; dan ekonomi budaya.

MEP: Dari Ide Wisata Menuju Ekosistem Pengalaman

Gagasan MEP lahir dari sebuah pemikiran sederhana:

Mandailing Natal memiliki begitu banyak potensi, tetapi masih membutuhkan penghubung.

Madina memiliki:

  • budaya Mandailing yang luhur dan kaya;
  • Gordang Sambilan, perkusi terbesar dunia;
  • Dalihan Na Tolu yang masih lestari;
  • Sejarah yang menyimpan kearifan;
  • kopi Mandailing yang mendunia dan melegenda;
  • kekayaan alam beraneka ragam;
  • desa-desa dengan karakter unik;
  • produk masyarakat yang cukup variatif.

Namun semua itu masih berjalan secara parsial.

Yang jelas, kaya potensi. Punya banyak aset. Tetapi, belum menjadi sebuah pengalaman yang terintegrasi.

Di sinilah MEP mencoba menawarkan pendekatan.

Bukan sekadar menjual tempat wisata. Tapi, juga menghadirkan pengalaman Mandailing.

Bandara Sebagai Pintu Masuk, Desa Sebagai Ruang Pengalaman

Bayangkan seorang wisatawan tiba di Bandara AH Nasution.

Ia tidak berhenti hanya pada perjalanan menuju kota.

Ia memiliki pilihan:

  • menikmati pengalaman budaya;
  • mengunjungi kampung tradisi;
  • menikmati kopi Mandailing dari sumbernya;
  • menjelajah alam;
  • belajar kehidupan masyarakat lokal;
  • membawa pulang produk UMKM.

Dalam konsep seperti ini, bandara menjadi pintu masuk. Desa menjadi ruang pengalaman. Dan, masyarakat menjadi pelaku utama.

Mengapa Ini Perlu Dibicarakan Gerep?

Sebagai lembaga kajian dan pengembangan masyarakat, Gerep Institute memiliki ruang untuk memikirkan isu-isu strategis daerah.

Karena pembangunan hari ini tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik.

Dibutuhkan:

  • gagasan;
  • kajian;
  • jejaring;
  • model kolaborasi.

Karena itu, MEP perlu pertama-tama dibicarakan di internal Gerep:

Apakah gagasan ini relevan?

Apakah memiliki nilai strategis?

Apakah sesuai dengan visi kelembagaan?

Apakah dapat dikembangkan menjadi sebuah program nyata?

Semua pertanyaan itu membutuhkan ruang dialog.

Mengundang Percakapan Publik

Di sisi lain, gagasan besar tidak boleh hanya berhenti di ruang internal.

Karena masa depan Mandailing Natal adalah tanggung jawab bersama.

Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas budaya, dan generasi muda perlu ikut memikirkan:

Bagaimana memanfaatkan momentum Bandara AH Nasution?

Bagaimana menjadikan konektivitas sebagai penggerak ekonomi?

Bagaimana membuat budaya dan alam menjadi sumber kesejahteraan masyarakat?

Pertanyaan Terbuka

Pada akhirnya, tulisan ini bukan pengumuman lahirnya sebuah program.

Ini adalah sebuah ajakan berpikir.

Apakah Mandailing membutuhkan sebuah platform yang menghubungkan budaya, alam, masyarakat, dan ekonomi?

Apakah Bandara AH Nasution membutuhkan ekosistem pendukung agar benar-benar menjadi pintu pertumbuhan?

Apakah kita siap mengubah potensi menjadi pengalaman bernilai?

Mungkin jawabannya perlu kita cari bersama.

Dan mungkin, dari percakapan-percakapan kecil hari ini, akan lahir sebuah gagasan besar untuk masa depan.

Itulah Mandailing Experience Project, MEP. Sebuah ide. Satu kemungkinan.

Sebuah percikan yang menunggu diuji oleh waktu dan kolaborasi. ***

 

  • Penulis: M. Ludfan Nasution
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pejabat Medan pengalih tanah KAI harus diusut

    Pejabat Medan pengalih tanah KAI harus diusut

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN   –  Oknum pejabat di Pemerintah Kota Medan yang diduga terlibat dalam kasus pengalihan tanah milik Perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI) Medan harus diusut tuntas Kejaksaan Agung. “Siapa saja oknum pejabat dan mantan pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Medan yang ikut bermain dalam pengalihan aset milik PT KAI Medan harus diproses secara hukum,” kata Pengamat […]

  • Mantan Bupati Palas segera diperiksa

    Mantan Bupati Palas segera diperiksa

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- (MO), Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat (Dit) Reserse Kriminal Khususu (Reskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut), dalam waktu dekat ini akan segera melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Palas, Basyrah Lubis. Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Sadono Budi Nugroho menjelaskan, bahwa pemanggilan terhadap Basyrah Lubis ini akan dilakukan setelah Berkas Acara […]

  • Dua Santri Tewas Tenggelam di kolam PT.SMGP

    Dua Santri Tewas Tenggelam di kolam PT.SMGP

    • calendar_month Sabtu, 29 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Dua santri pesantrern Mustofawiyah Purba Baru meninggal dunia akibat tenggelam di kolam milik PT. SMGP, Sabtu (29/9/2018). Kedua santri itu bernama Irsanul Mahya (15) dan Muhammad Musawi (15). Kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal di kolam penampungan air milik PT. Sorik Marapai Geothermal Power di Desa Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak […]

  • Panwaslu Madina Buka Perekrutan Panwas Kecamatan

    Panwaslu Madina Buka Perekrutan Panwas Kecamatan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membuka perekrutan Anggota Panwas Kecamatan se-Kabupaten Mandailing Natal. Pendaftaran akan  dibuka  22 – 25 Mei 2015. Melalui surat pengumunan yang diedarkan sejak 20 Mei 2015, Panwaslu Madina mencantukan sejumlah ketentuan.  Selain mensyaratkan kemampuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu, berpendidikan […]

  • Kritik Untuk SBY “Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan”

    Kritik Untuk SBY “Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan”

    • calendar_month Minggu, 12 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tulisan Kolonel Adjie Suradji Berisi Kritik pada SBY di Harian Kompas Oleh: Adjie Suradji Terdapat dua jenis pemimpin cerdas, yaitu pemimpin cerdas saja dan pemimpin cerdas yang bisa membawa perubahan. Untuk menciptakan perubahan (dalam arti positif), tidak diperlukan pemimpin sangat cerdas sebab kadang kala kecerdasan justru dapat menghambat keberanian. Keberanian jadi satu faktor penting dalam […]

  • Pemkab Madina Galang Dana Untuk Palestina

    Pemkab Madina Galang Dana Untuk Palestina

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan pengajian akbar sekaligus penggalangan dana bagi perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina, Selasa (9/12) di mesjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan. Pengajian akbar tersebut menampilkan Sekretaris Umum Ulama Council of Palestina, Al Ustadz Syekh Ahmad Muqbil selaku pembicara di Sekda Madina M. Yusuf Msi, MUI Madina, […]

expand_less