Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Menyongong Idul Fitri dan Aktualisasi Takwa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
  • print Cetak
sujud taqwa ilustrasi

sujud taqwa ilustrasi

Oleh: Muhbib Abdul Wahab

Ramadhan merupakan sebuah sistem pendidikan Rabbani yang sangat efektif bagi pembentukan kesadaran diri dan karakter mulia.

Pendidikan Ramadhan bersifat holistic integrative dan komprehensif, meliputi: pendidikan spiritual, sosial, intelektual, akhlak (moral), fisik, kesehatan, ekonomi, politik, dan budaya. Tujuan pendidikan Ramadhan adalah mengatualisasikan takwa pada diri mukmin yang berpuasa dalam kehidupan sehari-hari.

Ibarat sebuah madrasah atau universitas, saat Ramadhan para peserta didik, ditempa dan dilatih secara ketat dan penuh disiplin sehingga setelah lulus Ramadhan menjadi alumni yang berintegritas tinggi, mumpuni, berprestasi, dan unggul serta berdaya guna. Hal itu tidak hanya memberikan maslahat untuk dirinya, tetapi juga bermanfaat untuk keluarga, lingkungan, masyarakat, dan bangsanya.

Takwa personal yang dihasilkan pendidikan Ramadhan, idealnya membuat mukmin semakin memiliki integritas kepribadian yang utama dan mulia, tahan dan kebal terhadap aneka godaan duniawi dan bujuk rayu setan.

Sedangkan, takwa social cultural dari buah Ramadhan adalah tumbuhnya kesadaran kolektif dan komitmen kuat di kalangan umat Islam untuk membangun peradaban yang berkemajuan.

Ramadhan memang didesain untuk membentuk mukmin yang saleh dan muslih. Karakter saleh dan muslih sangat diperlukan untuk membangun budaya berprestasi dan berkemajuan bagi umat dan bangsa.

Takwa itu multidimensi karena di satu segi, takwa merupakan modal hidup, dan di segi lain merupakan proses dan orientasi kehidupan yang harus menjadi spirit perjuangan setiap Muslim. Menjadi orang bertakwa itu selalu berproses, memerlukan waktu, kinerja dinamis, berlangsung terus-menerus, dan tidak mengenal kata selesai.

Menjadikan takwa sebagai modal hidup merupakan perintah Allah SWT: “Bawalah bekal karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!” (QS al-Baqarah: 197).

Takwa sebagai proses perjalanan hidup yang harus dilalui Muslim sejatinya dapat mengantarkan pada derajat dan kualitas hidup yang lebih tinggi. Karena itu, perintah bertakwa dalam Alquran itu disertai dengan harapan-harapan masa depan yang lebih baik, yaitu menjadi orang-orang yang beruntung, mendapat rahmat Allah SWT, dan menjadi orang-orang yang bersyukur.

Proses bertakwa atau menempuh peta jalan takwa itu diperlukan agar Muslim bisa menjadi orang beruntung (muflih, faiz), pemenang (hawa nafsu dan godaan setan), mendapat rahmat Allah, dan menjadi orang yang bersyukur. Menjadi orang bertakwa berarti proses menjadi pemenang yang beruntung di dunia dan akhirat serta selalu memperoleh rahmat-Nya.

Profil lulusan universitas Ramadhan itu idealnya beriman kepada Allah SWT, melaksanakan shalat dengan istiqamah, gemar berinfak, bersedekah, baik pada waktu lapang maupun susah, menahan amarah (tidak mudah emosi), memaafkan sesama, mengingat Allah ketika akan berbuat zalim atau keji, dan selalu beristighfar kepada Allah.

Lalu, tidak meneruskan perbuatan kejinya, melaksanakan shalat dan mengeluarkan zakat, memberikan dermanya kepada sanak kerabat, anak-anak yatim, dan fakir miskin, menepati janji, apabila berjanji (berkomitmen), bersabar dalam kesempitan, penderitaan, dan perang, menjadi orang yang benar dan jujur dengan keimanannya.

Aktualisasi takwa yang mengantarkan pada keberuntungan, kasih sayang Allah, dan kebersyukuran tersebut harus dapat dibuktikan dalam kehidupan nyata. Indikatornya adalah orang bertakwa itu senantiasa berkompetensi menyelesaikan persoalan sekaligus memperoleh rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka(QS at-Thalaq [65]: 2-3).

Semoga Ramadhan ini dapat mengantarkan para shaimin menjadi orang bertakwa dalam arti yang sesungguhnya! (Republika Online)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Kebakaran Kotanopan Tinggal di Tenda, Makan di Rumah Tetangga

    Korban Kebakaran Kotanopan Tinggal di Tenda, Makan di Rumah Tetangga

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Keluarga korban kebakaran di Desa Ujung Marisi Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal saat ini tinggal di tenda darurat. Sebanyak 9 tenda didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal. Jumlah mereka sebanyak 8 keluarga. Delapan unit rumah, satu unit mobil dan satu unit sepeda motor ludes terbakar di Desa Ujung Marisi, […]

  • Pelebaran Jalur Panyabungan Timur

    Pelebaran Jalur Panyabungan Timur

    • calendar_month Rabu, 28 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dua alat berat sedang melakukan pelebaran badan jalan di jalur Panyabungan-Pagur di titik Desa Padang Laru. Sejak awal Maret 2018 badan jalan menuju Panyabungan Timur, Mandailing Natal ini diperlebar untuk memperlancar arus lalulintas. Amatan Mandailing Online,pekan lalu, lebar badan jalan ini mencapai 12 meter setelah diperlebar yang sebelumnya hanya sekitar 6 meter. Pelabaran jalan ini […]

  • Ingin Tahu Beras Plastik atau Bukan? Begini Caranya

    Ingin Tahu Beras Plastik atau Bukan? Begini Caranya

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA- Masyarakat Indonesia kini harus lebih berhati-hati saat membeli beras. Pasalnya, kini ada beras plastik yang beredar di pasar. Namun, ada cara mudah untuk mendeteki keaslian beras. "Cara mengujinya sederhana. Bakar sampel beras tersebut, lihat hasilnya apakah meleleh atau tidak. Jika meleleh itu berarti beras palsu," kata Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel di Jakarta, Rabu (20/5). […]

  • H. Ayyub Sulaiman Lubis, Perintis Kemerdekaan Asal Kotanopan

    H. Ayyub Sulaiman Lubis, Perintis Kemerdekaan Asal Kotanopan

    • calendar_month Senin, 21 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution Tahun 1990, saya mewakili orang tua dalam Ramah Tamah dengan para keluarga Perintis Kemerdekaan asal Sumatera Utara di Medan, bertemu dengan H. Ayyub Sulaiman Lubis. Lelaki berperawakan kecil yang menjadi Ketua Persatuan Persatuan Perintis Kemerdekaan Sumatera Utara setelah H. Mahals meninggal. Tak banyak bicara. Bersama saya waktu itu ada Muhammad TWH, […]

  • Tolak BBM naik, buruh ancam demo besar

    Tolak BBM naik, buruh ancam demo besar

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia mengancam akan melakukan demo besar-besaran jika harga bahan bakar minyak (BBM) tetap naik. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menegaskan, KSPI akan melakukan aksi pemanasan pada Rabu (17/9/2014) se-Jabotabek. “Lalu akan ada aksi pengerahan massa besar-besaran sebanyak 50 ribu buruh se-Indonesia pada 2 Oktober 2014,” ungkap dia, […]

  • Usai Mandalika, Produk KOPINTA Kembali Tampil di Pameran Nasional

    Usai Mandalika, Produk KOPINTA Kembali Tampil di Pameran Nasional

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai tampil mewakili produk UMKM Mandailing Natal (Madina) pada pagelaran Planogram di Mandalika, kini produk KOPINTA Mandheling Coffee kembali tampil di pameran tingkat nasional. Produk KOPINTA menjadi salah satu produk yang ditampilkan pada puncak acara Planogram to Business Matching dan Pameran Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, […]

expand_less