Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Ketaatan Total Terhadap Syariah Konsekwensi Keimanan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2020
  • print Cetak

Hari ini, umat Islam di seluruh dunia telah disatukan oleh Allah SWT sebagai satu umat. Kita merayakan Hari Raya ‘Idul Adha bersama-sama sebagai umat Islam. Bukan sebagai bangsa Arab, Afrika, Eropa, Amerika, Australia maupun Asia. Kita merayakan hari agung yang suci ini sebagai satu umat. Kita diikat oleh akidah yang sama. Kita pun diatur dengan hukum yang sama.

Sayang, kesatuan sebagai umat ini hanya sesaat. Begitu selesai mengerjakan shalat ‘Idul Adha dan berhaji, kesatuan itu pun sirna. Satu setengah miliar umat Islam yang kini tengah merayakan ‘Idul Adha itu pun kembali menjadi buih. Tidak berdaya menghadapi berbagai persoalan yang terus menimpa mereka. Perpecahan, pertikaian, perselisihan, pelanggaran hak-hak kemanusiaan, ketidakadilan, kemiskinan dan berbagai problem lainnya begitu nyata di depan mata.

Hari ini kita berbahagia. Bahagia karena masih memiliki harapan dengan amal salih yang kita lakukan. Selesai kita melakukan ibadah Hari Arafah, mengisi sepuluh Hari Dzulhijjah dengan berbagai amal salih. Kita pun merayakan Idul Qurban. Kita berharap semoga Allah membebaskan kita dari azab api neraka. Semoga Allah SWT pun memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan.

Kita pun bahagia menyaksikan kaum Muslim mengagungkan Allah SWT. Mereka berbondong-bondong untuk shalat berjamaah. Bersimpuh bersama mendengarkan khutbah Idul Adha. Realitas ini menunjukkan kepada kita bahwa inilah jati diri umat Islam yang sebenarnya. Satu-kesatuan yang utuh dan kokoh. Mereka diikat oleh akidah yang sama, akidah Islam. Mereka diatur dengan hukum yang sama, yaitu syariah Islam. Mereka memiliki kitab yang sama, yakni al-Quran al-Karim. Mereka pun menghadap kiblat yang sama, Ka’bah.

Pada Hari Idul Adha 1441 H ini biasanya kita diingatkan dengan peristiwa agung pengorbanan Nabi Ibrahim as. dalam menaati perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail as. Bagi Nabi Ibrahim as., Ismail adalah buah hati, harapan dan cintanya yang telah sangat lama didambakan. Akan tetapi, di tengah rasa bahagia itu, turunlah perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim as. untuk menyembelih putra kesayangannya itu. Allah SWT berfirman:

قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ

Anakku, sungguh Aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Karena itu pikirkanlah apa pendapatmu (TQS ash-Shaffat [37]: 102).

Menghadapi perintah itu, Nabi Ibrahim as. mengedepankan kecintaan yang tinggi dan ketaatan kepada Allah SWT. Ia menyingkirkan kecintaan kepada selain-Nya, yakni kecintaan kepada anak, harta dan dunia. Perintah untuk taat itu amat berat, namun disambut oleh putranya as. dengan penuh kesabaran dan ketaatan. Ini sebagaimana dikisahkan dalam firman Allah SWT:

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Ayah, lakukanlah apa yang telah Allah perintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar (TQS ash-Shaffat [37]: 102).

Kisah Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. tersebut telah menjadi teladan bagi kaum Muslim saat ini. Teladan dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah kurban. Juga teladan dalam ketaatan, perjuangan dan pengorbanan demi mewujudkan ketaatan pada aturan Allah SWT secara kâffah.

Wujud ketaatan kepada Allah SWT itu adalah penerapan seluruh syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan: mulai individu, keluarga, ekonomi, pendidikan, politik hingga negara. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu adalah musuh nyata kalian (TQS al-Baqarah [2]: 208).

Menjelaskan ayat ini, Imam Ibnu Katsir ra. berkata, “Allah SWT memerintah para hamba-Nya yang beriman kepada-Nya serta membenarkan Rasul-Nya untuk mengambil seluruh ajaran dan syariah Isam; melaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan-Nya sesuai kemampuan mereka.” (Tafsir Ibn Katsir, 1/565).

Ketaatan total pada syariah secara kaffah itu merupakan konsekuensi keimanan. Dalilnya antara lain firman Allah SWT:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya (TQS al-Nisa` [4]: 65).

Itu artinya, keimanan meniscayakan ketaatan pada syariah secara kaffah. Sungguh tidak pantas seorang Mukmin sejati menolak penerapan syariah Islam secara kaffah (total). Termasuk menolak sebagian ajaran Islam, seperti jihad dan Khilafah. Apalagi menuduh Khilafah mengancam bangsa dan menyamakannya dengan ajaran Komunisme. Padahal ajaran Komunisme itu anti Tuhan, anti agama, termasuk anti ulama!

Tentang keagungan jihad, Rasulullah saw. antara lain bersabda:

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

Pokok semua perkara adalah Islam. Tiangnya adalah shalat. Puncaknya adalah jihad di jalan Allah (HR at-Tirmidzi dan Ahmad).

Rasulullah saw. pun bersabda:

فَإِنَّ مُقَامَ أَحَدِكُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهِ فِي بَيْتِهِ سَبْعِينَ عَامًا

Kedudukan salah seorang di antara kalian berjihad di jalan Allah lebih utama daripada menunaikan shalat di rumahnya selama 70 tahun… (HR at-Tirmidzi dan al-Hakim).

Demikian juga dengan Khilafah. Dalilnya sangat banyak dan jelas. Karena itu tak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mu’tabar tentang kewajibannya. Imam an-Nawawi rahimahulLah berkata:

وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّهُ يَجِبُ عَلَى الْمُسْلِمِينَ نَصْبُ خَلِيفَةٍ وَوُجُوبُهُ بِالشَّرْعِ لَا بِالْعَقْلِ

Mereka (para ulama) telah bersepakat bahwa wajib atas kaum Muslim untuk mengangkat seorang khalifah. Kewajiban ini berdasarkan nash syariah, bukan berdasarkan logika (Syarh an-Nawawi ‘alâ Muslim, 12/205).

Lalu bagaimana bisa ada orang yang mengaku dirinya Muslim tetapi memusuhi ajaran agamanya sendiri?

Islam adalah agama dari Allah SWT. Semua ajarannya adalah benar. Tak ada yang perlu ditakuti. Apalagi dianggap sebagai ancaman. Sebaliknya, ajaran Islam justru untuk memperbaiki kehidupan manusia. Itulah juga yang dipraktikkan oleh Rasulullah saw.

Rasulullah saw. hadir di tengah masyarakat dengan membawa Islam. Tentu untuk menebarkan rahmat bagi semesta alam. Beliau datang menghancurkan tirani kezaliman dan rezim kediktatoran manusia.

Semestinya, itu pula yang harus dilakukan umatnya. Seorang Muslim tidak boleh bersikap cuwek dengan kondisi masyarakat. Sebaliknya, setiap Muslim dengan penuh keberanian hendaknya hidup dan beramal di tengah masyarakatnya, mempertahankan dan menyampaikan kebenaran keyakinannya kepada orang lain dan penguasa zalim, serta menjadi saksi atas realitas kehidupan manusia.

Dalam kondisi sekarang, kaum Muslim juga wajib berjuang keras melenyapkan sistem kufur yang membelenggu mereka, seperti kapitalisme, liberalisme, sekularisme, sosialisme dan komunisme. Kemudian mereka wajib mengganti semua itu dengan syariah Islam. Syariah Islam pasti menghadirkan ketenteraman, mewujudkan kesejahteraan serta mendidik perilaku manusia agar memiliki kesantunan-akhlak mulia.

Kaum Muslim juga harus peduli terhadap keadaan lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh, mereka tidak membiarkan tetangganya kelaparan. Rasulullah saw. bersabda:

مَا آمَنَ بِيْ مَنْ بَاتَ شَبْعَانً وَ جَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ وَ هُوَ يَعْلَمْ بِهِ

Tidak mengimani aku orang yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan dan dia tahu (HR ath-Thabarani dan al-Bazzar).

Demikian pula memperbaiki hubungan sesama manusia sehingga tercipta perdamaian. Rasulullah saw. bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوا: بَلَى، يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ، وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ الْحَالِقَةُ

“Maukah aku beritahu kalian yang lebih utama dari derajat shaum, shalat dan sedekah?” Para Sahabat menjawab, “Tentu, ya Rasulullah.” Beliau bersabda, ”Yaitu mendamaikan dua pihak yang bersengketa, sementara rusaknya hubungan di antara orang itu membinasakan.” (HR Abu Dawud).

Nyatalah tak ada yang patut ditakuti dari ajaran Islam. Ini juga dibuktikan dalam sejarah. Islam memiliki peranan yang sangat besar dalam membangun peradaban dunia melalui sejarah panjang Khilafah Islam. Mulai dari Khulafaur Rasyidin sampai Khilafah Utsmani. Seribu tahun lebih Islam telah menghadirkan peradaban dunia modern, kedamaian, kesejahteraan dan ketenteraman bagi umat manusia dengan ragam suku, bangsa, ras, agama dan kepercayaan.

Kini saatnya kita menghimpun kembali seluruh potensi umat untuk melahirkan generasi shalih dan bertakwa. Insya Allah, generasi hari ini suatu saat akan memimpin manusia meraih kedamaian, keadilan dan kesejahteraan dengan syariah Islam yang kaffah. Generasi inilah yang mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin dalam naungan Khilafah Islamiyah. ***

Dicopy dari : Buletin Kaffah No. 152
(10 Dzulhijjah 1441 H/31 Juli 2020 M)

Hikmah:

Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Sungguh Kami telah memberi kamu nikmat yang banyak. Karena itu shalatlah kamu karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sungguh orang-orang yang membenci kamu, mereka itulah yang terputus (dari rahmat Allah). (TQS al-Kautsar [108]: 1-3).

—*—

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Aek Rantopuran Gunungtua

    Banjir Aek Rantopuran Gunungtua

    • calendar_month Senin, 18 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kondisi Daerah Aliran Sungai Aek Rantopuran Mandailing Online, Panyabungan. Kondisi di Daerah Aliran Sungai Aek Rantopuran di desa Gunungtua Jae Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Photo :EF/Emily Fynn.

  • Pembangunan Drainase Jalur Batang Natal Bermasalah?

    Pembangunan Drainase Jalur Batang Natal Bermasalah?

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Pihak Bina Marga Sumut UPT Kotanopan menyatakan telah menyurati kontraktor yang mengerjakan pembangunan drainase jalan titik Jembatan Merah – Muara Soma terkait dugaan pengerjaan asal jadi. Hal itu dikatakan Pengawas Bina Marga Sumut UPT Kotanopan, Ade Paisal, menjawab Mandailing Online, Rabu (20/9/2019) terkait munculnya penilaian masyarakat terhadap pembangunan drainase […]

  • Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (1)

    Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (1)

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis (in memoriam) Suku Mandailing atau kelompok etnis (ethnic group) Mandailing merupakan salah satu dari sekian ratus suku bangsa penduduk asli Indonesia. Dari zaman dahulu sampai sekarang suku tersebut secara turun-temurun bermukim di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara. Menurut tradisinya, orang Mandailing menamakan wilayah etnisnya itu Tano Rura Mandailing […]

  • KPU Madina Luncurkan SMS Center Sidalih 08126066548

    KPU Madina Luncurkan SMS Center Sidalih 08126066548

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bagi warga Mandailing Natal (Madina) yang ingin mengetahui apakah sudah terdaftar sebagai pemilih untuk Pilkada Madina, pihak KPU Madina telah meluncurkan program Sort Message Service (SMS). Nomor SMS Sidalih tersebut adalah 08126066548. SMS Center ini merupakan upaya KPU Mandailing Natal (Madina) untuk mensosialisasikan daftar pemilih kepada masyarakat, selain telah juga […]

  • Dukcapil Deliserdang Sudah Mampu Cetak e-KTP

    Dukcapil Deliserdang Sudah Mampu Cetak e-KTP

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Lubukpakam – Terhitung sejak Januari 2015, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Deliserdang telah dapat melakukan penyetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Karenanya, bagi warga yang belum merekam e-KTP agar melakukan perekaman di kantor camat masing-masing tanpa dipungut biaya apapun. "Selama ini pencetakan e-KTP di pusat, kita hanya melakukan perekaman.Tapi mulai Januari ini kita […]

  • Tolak Eksekusi Aset UOB, KPKNL Medan Dilaporkan ke KPK

    Tolak Eksekusi Aset UOB, KPKNL Medan Dilaporkan ke KPK

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Penolakan eksekusi dan pelelangan oleh pihak Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan terhadap dua aset milik UOB Singapura di Medan, berbuntut panjang. Pihak PT Abdi Rakyat Bhakti (ARB) segera membuat pengaduan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Pernyataan ini disampaikan Humas PT ARB Edi Sutrisno kepada wartawan, Rabu (16/03/2011) sore, usai […]

expand_less