Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Ketaatan Total Terhadap Syariah Konsekwensi Keimanan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2020
  • print Cetak

Hari ini, umat Islam di seluruh dunia telah disatukan oleh Allah SWT sebagai satu umat. Kita merayakan Hari Raya ‘Idul Adha bersama-sama sebagai umat Islam. Bukan sebagai bangsa Arab, Afrika, Eropa, Amerika, Australia maupun Asia. Kita merayakan hari agung yang suci ini sebagai satu umat. Kita diikat oleh akidah yang sama. Kita pun diatur dengan hukum yang sama.

Sayang, kesatuan sebagai umat ini hanya sesaat. Begitu selesai mengerjakan shalat ‘Idul Adha dan berhaji, kesatuan itu pun sirna. Satu setengah miliar umat Islam yang kini tengah merayakan ‘Idul Adha itu pun kembali menjadi buih. Tidak berdaya menghadapi berbagai persoalan yang terus menimpa mereka. Perpecahan, pertikaian, perselisihan, pelanggaran hak-hak kemanusiaan, ketidakadilan, kemiskinan dan berbagai problem lainnya begitu nyata di depan mata.

Hari ini kita berbahagia. Bahagia karena masih memiliki harapan dengan amal salih yang kita lakukan. Selesai kita melakukan ibadah Hari Arafah, mengisi sepuluh Hari Dzulhijjah dengan berbagai amal salih. Kita pun merayakan Idul Qurban. Kita berharap semoga Allah membebaskan kita dari azab api neraka. Semoga Allah SWT pun memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan.

Kita pun bahagia menyaksikan kaum Muslim mengagungkan Allah SWT. Mereka berbondong-bondong untuk shalat berjamaah. Bersimpuh bersama mendengarkan khutbah Idul Adha. Realitas ini menunjukkan kepada kita bahwa inilah jati diri umat Islam yang sebenarnya. Satu-kesatuan yang utuh dan kokoh. Mereka diikat oleh akidah yang sama, akidah Islam. Mereka diatur dengan hukum yang sama, yaitu syariah Islam. Mereka memiliki kitab yang sama, yakni al-Quran al-Karim. Mereka pun menghadap kiblat yang sama, Ka’bah.

Pada Hari Idul Adha 1441 H ini biasanya kita diingatkan dengan peristiwa agung pengorbanan Nabi Ibrahim as. dalam menaati perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail as. Bagi Nabi Ibrahim as., Ismail adalah buah hati, harapan dan cintanya yang telah sangat lama didambakan. Akan tetapi, di tengah rasa bahagia itu, turunlah perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim as. untuk menyembelih putra kesayangannya itu. Allah SWT berfirman:

قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ

Anakku, sungguh Aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Karena itu pikirkanlah apa pendapatmu (TQS ash-Shaffat [37]: 102).

Menghadapi perintah itu, Nabi Ibrahim as. mengedepankan kecintaan yang tinggi dan ketaatan kepada Allah SWT. Ia menyingkirkan kecintaan kepada selain-Nya, yakni kecintaan kepada anak, harta dan dunia. Perintah untuk taat itu amat berat, namun disambut oleh putranya as. dengan penuh kesabaran dan ketaatan. Ini sebagaimana dikisahkan dalam firman Allah SWT:

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Ayah, lakukanlah apa yang telah Allah perintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar (TQS ash-Shaffat [37]: 102).

Kisah Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. tersebut telah menjadi teladan bagi kaum Muslim saat ini. Teladan dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah kurban. Juga teladan dalam ketaatan, perjuangan dan pengorbanan demi mewujudkan ketaatan pada aturan Allah SWT secara kâffah.

Wujud ketaatan kepada Allah SWT itu adalah penerapan seluruh syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan: mulai individu, keluarga, ekonomi, pendidikan, politik hingga negara. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu adalah musuh nyata kalian (TQS al-Baqarah [2]: 208).

Menjelaskan ayat ini, Imam Ibnu Katsir ra. berkata, “Allah SWT memerintah para hamba-Nya yang beriman kepada-Nya serta membenarkan Rasul-Nya untuk mengambil seluruh ajaran dan syariah Isam; melaksanakan seluruh perintah dan meninggalkan seluruh larangan-Nya sesuai kemampuan mereka.” (Tafsir Ibn Katsir, 1/565).

Ketaatan total pada syariah secara kaffah itu merupakan konsekuensi keimanan. Dalilnya antara lain firman Allah SWT:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya (TQS al-Nisa` [4]: 65).

Itu artinya, keimanan meniscayakan ketaatan pada syariah secara kaffah. Sungguh tidak pantas seorang Mukmin sejati menolak penerapan syariah Islam secara kaffah (total). Termasuk menolak sebagian ajaran Islam, seperti jihad dan Khilafah. Apalagi menuduh Khilafah mengancam bangsa dan menyamakannya dengan ajaran Komunisme. Padahal ajaran Komunisme itu anti Tuhan, anti agama, termasuk anti ulama!

Tentang keagungan jihad, Rasulullah saw. antara lain bersabda:

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

Pokok semua perkara adalah Islam. Tiangnya adalah shalat. Puncaknya adalah jihad di jalan Allah (HR at-Tirmidzi dan Ahmad).

Rasulullah saw. pun bersabda:

فَإِنَّ مُقَامَ أَحَدِكُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهِ فِي بَيْتِهِ سَبْعِينَ عَامًا

Kedudukan salah seorang di antara kalian berjihad di jalan Allah lebih utama daripada menunaikan shalat di rumahnya selama 70 tahun… (HR at-Tirmidzi dan al-Hakim).

Demikian juga dengan Khilafah. Dalilnya sangat banyak dan jelas. Karena itu tak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mu’tabar tentang kewajibannya. Imam an-Nawawi rahimahulLah berkata:

وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّهُ يَجِبُ عَلَى الْمُسْلِمِينَ نَصْبُ خَلِيفَةٍ وَوُجُوبُهُ بِالشَّرْعِ لَا بِالْعَقْلِ

Mereka (para ulama) telah bersepakat bahwa wajib atas kaum Muslim untuk mengangkat seorang khalifah. Kewajiban ini berdasarkan nash syariah, bukan berdasarkan logika (Syarh an-Nawawi ‘alâ Muslim, 12/205).

Lalu bagaimana bisa ada orang yang mengaku dirinya Muslim tetapi memusuhi ajaran agamanya sendiri?

Islam adalah agama dari Allah SWT. Semua ajarannya adalah benar. Tak ada yang perlu ditakuti. Apalagi dianggap sebagai ancaman. Sebaliknya, ajaran Islam justru untuk memperbaiki kehidupan manusia. Itulah juga yang dipraktikkan oleh Rasulullah saw.

Rasulullah saw. hadir di tengah masyarakat dengan membawa Islam. Tentu untuk menebarkan rahmat bagi semesta alam. Beliau datang menghancurkan tirani kezaliman dan rezim kediktatoran manusia.

Semestinya, itu pula yang harus dilakukan umatnya. Seorang Muslim tidak boleh bersikap cuwek dengan kondisi masyarakat. Sebaliknya, setiap Muslim dengan penuh keberanian hendaknya hidup dan beramal di tengah masyarakatnya, mempertahankan dan menyampaikan kebenaran keyakinannya kepada orang lain dan penguasa zalim, serta menjadi saksi atas realitas kehidupan manusia.

Dalam kondisi sekarang, kaum Muslim juga wajib berjuang keras melenyapkan sistem kufur yang membelenggu mereka, seperti kapitalisme, liberalisme, sekularisme, sosialisme dan komunisme. Kemudian mereka wajib mengganti semua itu dengan syariah Islam. Syariah Islam pasti menghadirkan ketenteraman, mewujudkan kesejahteraan serta mendidik perilaku manusia agar memiliki kesantunan-akhlak mulia.

Kaum Muslim juga harus peduli terhadap keadaan lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh, mereka tidak membiarkan tetangganya kelaparan. Rasulullah saw. bersabda:

مَا آمَنَ بِيْ مَنْ بَاتَ شَبْعَانً وَ جَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ وَ هُوَ يَعْلَمْ بِهِ

Tidak mengimani aku orang yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan dan dia tahu (HR ath-Thabarani dan al-Bazzar).

Demikian pula memperbaiki hubungan sesama manusia sehingga tercipta perdamaian. Rasulullah saw. bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوا: بَلَى، يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ، وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ الْحَالِقَةُ

“Maukah aku beritahu kalian yang lebih utama dari derajat shaum, shalat dan sedekah?” Para Sahabat menjawab, “Tentu, ya Rasulullah.” Beliau bersabda, ”Yaitu mendamaikan dua pihak yang bersengketa, sementara rusaknya hubungan di antara orang itu membinasakan.” (HR Abu Dawud).

Nyatalah tak ada yang patut ditakuti dari ajaran Islam. Ini juga dibuktikan dalam sejarah. Islam memiliki peranan yang sangat besar dalam membangun peradaban dunia melalui sejarah panjang Khilafah Islam. Mulai dari Khulafaur Rasyidin sampai Khilafah Utsmani. Seribu tahun lebih Islam telah menghadirkan peradaban dunia modern, kedamaian, kesejahteraan dan ketenteraman bagi umat manusia dengan ragam suku, bangsa, ras, agama dan kepercayaan.

Kini saatnya kita menghimpun kembali seluruh potensi umat untuk melahirkan generasi shalih dan bertakwa. Insya Allah, generasi hari ini suatu saat akan memimpin manusia meraih kedamaian, keadilan dan kesejahteraan dengan syariah Islam yang kaffah. Generasi inilah yang mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin dalam naungan Khilafah Islamiyah. ***

Dicopy dari : Buletin Kaffah No. 152
(10 Dzulhijjah 1441 H/31 Juli 2020 M)

Hikmah:

Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Sungguh Kami telah memberi kamu nikmat yang banyak. Karena itu shalatlah kamu karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sungguh orang-orang yang membenci kamu, mereka itulah yang terputus (dari rahmat Allah). (TQS al-Kautsar [108]: 1-3).

—*—

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 28 Masyarakat & Oknum Anggota Polri Ditangkap Polresta Padangsidimpuan

    28 Masyarakat & Oknum Anggota Polri Ditangkap Polresta Padangsidimpuan

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, : Sebanyak 28 masyarakat dan oknum anggota Polri yang ditangkap dan ditahan oleh satuan Polresta Padangsidimpuan di Kelurahan Pasar Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada tanggal 29 Januari 2012 yang lalu sekira pukul 17.00 wib, sedang tidak menyabung ayam. Demikian keterangan dua orang saksi pada sidang Praperadilan di PN Padangsidimpuan, Senin […]

  • 4 Desa di Muara Batang Gadis Terendam, 2 Rambin Putus

    4 Desa di Muara Batang Gadis Terendam, 2 Rambin Putus

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Foto: Rizfan Juliardy PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 4 desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) terrendam sejak Kamis (5/6/2014). Demikian dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina. Banjir ke pemukiman ini akibat meluapnya satu ruas sungai disebabkan tingginya curah hujan sejak Rabu (4/6) yang melanda kawasan itu. Sejauh ini belum diketahui nama […]

  • PKBM Serang Banten Nyatakan Saipul Nasution Kades Rao Rao Lombang Miliki Ijazah Sah dan Bukan Palsu

    PKBM Serang Banten Nyatakan Saipul Nasution Kades Rao Rao Lombang Miliki Ijazah Sah dan Bukan Palsu

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Dinas Pendidikan Serang Banten, Provinsi Banten menyatakan, Saipul Nasution Kepala Desa Rao Rao Lombang adalah siswa PKBM lingkungan Dinas Pendidikan Serang Banten pada tahun 2020 dan dinyatakan lulus. Hal ini dikatakan Siska Admin Dinas Pendidikan Serang Banten pada redaksi Mandailing Online mengklarifikasi pemberitaan dugaan Ijazah Palsu […]

  • Partai Berkarya Desak Indonesia dan Organisasi Islam Tekan India

    Partai Berkarya Desak Indonesia dan Organisasi Islam Tekan India

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Madina, Onggara Lubis mendesak pemerintah Indonesia melakukan tekanan diplomatik untuk melindungi muslim di India. Dia juga menyerukan seluruh organisasi muslim serta organisasi kemanusiaan di Indonesia menggulirkan gerakan menekan India. Itu dinyatakan Onggara Lubis kepada Mandailing Online, Minggu (1/3/2020) di Panyabungan. Puluhan orang tewas dalam kerusuhan […]

  • Warga Sipolu Polu Grebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Narkoba

    Warga Sipolu Polu Grebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Narkoba

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) -puluhan warga Aek Lapan, Kelurahan Sipolu Polu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Minggu malam 30/7/2023 menggrebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba. Sayangnya saat di grebek, rumah tersebut dalam keadaan kosong, hanya saja ada 2 orang remaja di temukan disebuah pondok sawah tidak jauh dari lokasi penggrebekan. Saat […]

  • Calhaj Bayar Rp 820.000 Untuk Tes Kesehatan di RSUD Panyabungan

    Calhaj Bayar Rp 820.000 Untuk Tes Kesehatan di RSUD Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para calon jamaah haji ( Calhaj ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tahun 2024 yang hendak tes kesehatan di RSUD Panyabungan, siap siap anda akan dikenai biaya Rp.820.000. Bayaran ini kata dr. Rusly Pulungan sesuai ketetapan Peratuan Daerah. ” Rp.820.000 itu sesuai sistem pembayaran tes kesehatan dan di atur di […]

expand_less