Selasa, 27 Okt 2026
light_mode

Irwan Daulay dan Percepatan Pembanguna Ekonomi Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 26 Apr 2019
  • print Cetak

Irwan H Daulay

 

 

Kabupaten Mandailing Natal adalah daerah yang sebenarnya memiliki kekayaan alam yang luar biasa jika dikelola dengan baik serta dengan visi jauh ke depan.

Untuk itu, pembangunan ekonomi Madina harus dibangkitkan yang diwujudkan melaui pendirian institusi-institusi ekonomi melibatkan seluruh kalangan.

Bahwa institusi-institusi politik biarkan berjalan mencari jalannya, tetapi institusi-institusi ekonomi harus mampu menjadi gerbong untuk menuju misi Pembangunan Ekonomi Madina 20 Tahun Kedepan yang salah satunya melalui pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Ekonomi.

Demikian buah pikiran tokoh Madina, Irwan H Daulay saat bincang khusus dengan Mandailing Online, kemarin di Panyabungan.

Mengawali perbincangan, Irwan menyatakan saat ini Pilpres dan Pileg 2019 telah usai, saatnya Madina berbenah. Bahwa dinamika politik itu tak pernah usai, baik di tataran global, nasional maupun lokal. Silahkan politik itu mencari jalannya sendiri. Tentu harapan kita adalah perbaikan-perbaikan.

Tak kalah pentingnya yang mendera bangsa ini adalah persoalan ekonomi. Fakta-fakta menunjukkan bahwa selam 5 tahun belakangan ini pertumbahan ekonomi mengalami stagnasi.

Angka pertumbuhan ekonomi terakhir berada di 5,17 persen, regional provinsi rata-rata di 5,18 persen. Dan Madina mudah-mudahan masih menggembirakan, yakni bertahan di 6 persen, lebih tinggi di atas rata-rata nasional.

Meski Madina berada di atas nasional, menurut Irwan itu tentu trend-nya menurun. Kita berharap pasca Pilpres ini terpilih presiden yang memahami persoalan ekonomi makro dan ekonomi mikro, kemudian ekonomi internasional sehingga nanti persoalan ekonomi menjadi perhatian utama.

Secara global sekarang sudah mengarah kepada revolusi industri keempat. Tentu Indonesia khususnya Madina tidak boleh ketinggalan.

“Karena seperti kita ketahui secara global ekonomi ini sudah tersistematis sampai ke pelosok manapun di bumi ini. Tentu sedikit banyaknya akan berdampak terhadap Madina,” ungkap Irwan yang kini fokus bergelut di sektor usaha properti.

Agar Madina ikut menjadi penentu, bukan objek, masyarakat Madina harus menjadi pelaku pembangunan revolusi keempat. Sehingga sumber daya alam (SDA) Madina serta sumber daya manusia (SDM) bisa dikelola secara baik dan memiliki visi jauh ke depan.

Madina sudah 20 tahun, ini harus menjadi pengalaman berharga. Bahwa ada yang sangat positif, ada yang harus dibenahi yang tentu menjadi evaluasi bagi semua pihak. Sehingga 20 tahun yang akan datang Madina sudah lebih baik.

Bupati sekarang yang mengeluarkan gagasan baru yakni Percepatan Pembangunan yang dijiwai Negeri Beradat Taat Beribadat dari penjabaran Madina Madani merupakan kelanjutan dari visi besar dari tokoh visioner Amru Daulay : 5 tahun sejajar, 10 tahun terbaik, 15 tahun unggul.

Maka ke depan di kepemimpinan Dahlan-Sukhairi ini harus berlanjut bagaimana menata Madina ini dalam rentang 20 tahun ke depan, sehingga insyaallah Madina ini 20 tahun yang akan datang benar-benar sudah menjadi kabupaten yang identik dengan industri. Karena teori menyatakan bahwa SDA itu, raw material itu, komoditas itu tak memberikan efek multi player terhadap kesejahteraan masyarakatnya dalam jangka panjang ketika tidak didirong oleh industrialisai.

“Nah, revolusi industri keempat yang sekarang mewacana secara global harus kita maknai dalam kontek ke-Madina-an,” imbuh Irwan.

Segala aspek harus dikaji. Baik aspek pertanian, pendidikan, kebudayaan dan sektor-sektor lainnya perlu dirumuskan ulang mau kemana Madina 20 tahun yang akan datang. Dan ini membutuhkan suatu pemerintahan yang solid, yang didukung oleh staf-staf yang memiliki sumber daya manusia serta memiliki kemampuan visioner dan kemampuan teknis, sehingga mampu menerjemahkan keinginan-keinginan masyarakat, kehendak dari visi bupati wakil bupati serta harapan perantau.

“Bahwa Madina ini luar biasa kekayaan SDA-nya, kita berharap dengan konsep-konsep baru ini dapat dimaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat Mandailing Natal,” ujarnya.

Hari ini barangkali meski pertumbuhan ekonomi cukup menggembirakan, PRDB-nya sekitar 6 seian persen, namun di tempat lain masih banyak menyimpan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan, kemerosotan moral. Ini menjadi tantangan sekaligus menjadi peluang bagi Dahlah Hasan-Jakfar Sukhairi ke depan.

“Dan kita berharap dengan dinamika yang baru berjalan ini mereka semakin kokoh, dan kita berharap mereka dapat melanjukan priode yang kedua, karena nanti jika paket lain justru akan kembali menjadi nol. Dan itu-itu sajalah nanti pekerjaan kita,” katanya.

Makanya yang diharapkan di dua priode ini, jaringan yang mereka bangun hingga ke tingkat pusat dan ke masyarakat, gagasan-gagasan yang diyakini masih banyak yang terpencar-pencar bisa mereka kumpulkan kembali. Juga kekuatan masyarakat, kekuatan tokoh masyarakat dan ulama jika disatukan dengan gagasan-gagasan yang bervisi ke depan  diyakini Madina akan jauh lebih baik.

“Dan isyaallah Allah akan melimpahkan rahmat dan barokah. Harana ulang marbadai. songonjia idokon nenek moyang ta : marbadai dao rasoki. Dan Allah sudah menegaskan itu di dalam Al-Qur’an. Ketika persatuan bisa kita tegaskan, insyaallah rahmat akan tercurah di bumi Gordang Sambilan,” tegas Irwan.

Irwan berharap, dengan revolusi industri keempat itu dimana jika Madina memposisikan diri terhadap perubahan-perubahan globalisasi tersebut maka Madina akan mampu meraih kesejahteraan di dalam masyarakat serta ahlak yang semakin bagus.

Apalagi Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa pembangunan bandara di Bukit Malintang tetap berlanjut. Keberadaan pelabuhan di Pantai Barat akan mampu mendorong dan menopang lahirnya industri-industri di Madina.

MELIBATKAN SEMUA KOMPONEN

Selama ini sebanarnya banyak tokoh-tokoh Madina, baik yang berada di perantauan mapun di kampung halaman memiliki gagasan-gagasan besar terhadap pembangunan Madina. Namun barangkali karena kesibukan bupati dan wakil bupati di dalam mengejar program-program strategis Madina menyebabkan belum terakomodir seluruhnya.

“Ke depan, sudah masanya semua komponen itu terlibatkan dalam perumusan-perumusan yang bersifat stategis. Ahli-ahli di bidangnya, baik ahli ekonomi dan pelaku usaha serta pihak perbankan harus diminta masukannya, sehingga nanti kita harapkan muncullah semacam master plant pembangunan ekonomi Madina utuk 20 tahun yang akan datang,” sebut Irwan.

Setelah lahirnya Master Plant itu tentu pemerintah daerah harus menyiapkan kelembagaannya. Sebab sesuai dengan Peraturan Presiden, pemerintah daerah boleh membentuk Tim Percepatan Pembangunan Ekonomi.

Dengan adanya tim percepatan ini, beban berat pemerintahan daerah bisa di share dengan para ahli serta sektor swasta.

Oleh karena itu, institusi-institusi politik yang ada harus diimbangi dengan lahirnya institusi-institusi ekonomi.

“Sebab, saya sudah jelajahi hampir sperempat bumi ini, negara-negara maju teryata bisa mengejar ketertinggalan, diawal dia sebagai negara berkembang. Polanya tidak lain bagamana mengarahkan pembangunan itu di sektor swasta dengan  menyiapkan regulasi dan menyiapkan sumber daya manusia yang qualivaid berwawasa global, sehingga inilah nanti yang akan menggali potensi itu,” katanya.

Sehingga hal yang demikian itu nanti yang mendorong kekuatan fiskal daerah itu semakin kuat. Sebab, fiskal daeah masih lemah. Lebih besar terserap kepada kebutuhan-kebutuhan rutin, sementara Madina itu membutuhkan lebih dari itu.

Potensi Madina yang luar biasa, kesuburan tanah, potensi kopi Mandailing, laut yang 170 kilometer yang menyimpan berbagai potensi yang akan membangkitkan sektor industri itu.

Shenzhen daerah yang sangat miskin di Cina, pantai yang sangat miskin, dalam 30 tahun mereka berhasil menjadi kota yang luar bisa makmurnya. Ini tentu menjadi perbandingan-perbandingan dan pengalaman negara-negara lain seperti apa rupanya membangun suatu daerah itu sehingga memberikan dampak yang luar biasa dalam pembangunan ekonomi.

 

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sering Dipukul, Anak Dibawah Umur Kampak Korban Hingga Tewas

    Sering Dipukul, Anak Dibawah Umur Kampak Korban Hingga Tewas

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Diduga akibat sakit hati karena sering dipululi, membuat seorang anak dibawah umur nekat memukul Sunardi (32) warga kelurahan Kota Siantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Minggu Malam (14/2). Akibatnya Sunardi tewas di RSU Panyabungan malam itu juga. Sunardi dikampak oleh M (16 tahun) yang masih tetangga korban di sebuah warung kopi di Kota […]

  • KPU Madina Tatar Personil  PPK

    KPU Madina Tatar Personil PPK

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing  Online) – KPU Mandailing Natal menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada semua personil PKK (Panitia Pemilihan Kecamatan) se-Mandailing Natal, di aula Hotel Rindang, Panyabungan, Kamis (11/6). Bimtek yang dijadwal berlangsung dari Kamis hingga Jum’at dan diikuti 115 orang PPK ini dalam upaya meningkatkan penguasan tehnis pelaksanaan tahapan-tahapan Pilkada Madina di jajaran penyelenggara tingkat […]

  • Tanggapi Kantor Desa Tak Berfungsi. Kadis PMD Madina : Rumah Kades Jadi Kantor Desa Tidak Masalah

    Tanggapi Kantor Desa Tak Berfungsi. Kadis PMD Madina : Rumah Kades Jadi Kantor Desa Tidak Masalah

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Terkait tidak difungsikannya kantor desa di Desa Tanjung Julu, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Irsal Pariadi menanggapinya biasa biasa saja. Ia mengaku tidak ada masalah selagi urusan administrasi desa berjalan. “Kondisi kantor yang rusak, kades dipersilahkan melaporkan ke pemkab dan menggunakan fasilitas lain milik desa […]

  • Drainase Jalan Nasional di Pasar Lama Panyabungan Bermasalah, Hujan Deras Buat Jalan dan Pertokoan Tergenang

    Drainase Jalan Nasional di Pasar Lama Panyabungan Bermasalah, Hujan Deras Buat Jalan dan Pertokoan Tergenang

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )-  Hujan deras yang mengguyur wilayah Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) Rabu Sore 30/8/2023 membuat jalan Nasional di Panyabungan tepatnya di Pasar Lama tergenang, genangan air di jalan dan sejumlah pertokoan itu akibat tersumbatnya drainase. Reporter Mandailing Online Fikri melaporkan, karena drainase tidak mampu menampung debit air hujan ditambah kondisinya […]

  • 12 Orang Wafat di Banjir Bandang Ulupungkut

    12 Orang Wafat di Banjir Bandang Ulupungkut

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

      ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Hingga Sabtu, korban yang ditemuakan wafat sebanyak 12 orang akibat banjir bandang di Desa Muara Saladi, Ulupungkut, Mandailing Natal. Seluruh korban wafat dimakamkan hari ini di pemakaman umum di desa itu, hari ini. Mereka tak dapat menyelamatkan diri saat banjir bandang tiba-tiba menerjang gedung madrasah tempat mereka sedang belajar. Berdasar […]

  • 59% Anak Didik Buka Situs Porno

    59% Anak Didik Buka Situs Porno

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Padangsidimpuan –  Hasil penelitian, monitor dan tinjauan ke lapangan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan menemukan sekitar 59% anak didik di kota tersebut membuka situs porno. “Fakta ini membuat kita terperangah dan bertanya sudah separah itukah kerusakan moral kalangan pelajar kita. Masihkah ada solusi mengatasinya,” kata Ketua MUI Kota Padangsidimpuan Zulfan Efendi Hasibuan dalam […]

expand_less