Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Irwan Daulay dan Percepatan Pembanguna Ekonomi Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 26 Apr 2019
  • print Cetak

Irwan H Daulay

 

 

Kabupaten Mandailing Natal adalah daerah yang sebenarnya memiliki kekayaan alam yang luar biasa jika dikelola dengan baik serta dengan visi jauh ke depan.

Untuk itu, pembangunan ekonomi Madina harus dibangkitkan yang diwujudkan melaui pendirian institusi-institusi ekonomi melibatkan seluruh kalangan.

Bahwa institusi-institusi politik biarkan berjalan mencari jalannya, tetapi institusi-institusi ekonomi harus mampu menjadi gerbong untuk menuju misi Pembangunan Ekonomi Madina 20 Tahun Kedepan yang salah satunya melalui pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Ekonomi.

Demikian buah pikiran tokoh Madina, Irwan H Daulay saat bincang khusus dengan Mandailing Online, kemarin di Panyabungan.

Mengawali perbincangan, Irwan menyatakan saat ini Pilpres dan Pileg 2019 telah usai, saatnya Madina berbenah. Bahwa dinamika politik itu tak pernah usai, baik di tataran global, nasional maupun lokal. Silahkan politik itu mencari jalannya sendiri. Tentu harapan kita adalah perbaikan-perbaikan.

Tak kalah pentingnya yang mendera bangsa ini adalah persoalan ekonomi. Fakta-fakta menunjukkan bahwa selam 5 tahun belakangan ini pertumbahan ekonomi mengalami stagnasi.

Angka pertumbuhan ekonomi terakhir berada di 5,17 persen, regional provinsi rata-rata di 5,18 persen. Dan Madina mudah-mudahan masih menggembirakan, yakni bertahan di 6 persen, lebih tinggi di atas rata-rata nasional.

Meski Madina berada di atas nasional, menurut Irwan itu tentu trend-nya menurun. Kita berharap pasca Pilpres ini terpilih presiden yang memahami persoalan ekonomi makro dan ekonomi mikro, kemudian ekonomi internasional sehingga nanti persoalan ekonomi menjadi perhatian utama.

Secara global sekarang sudah mengarah kepada revolusi industri keempat. Tentu Indonesia khususnya Madina tidak boleh ketinggalan.

“Karena seperti kita ketahui secara global ekonomi ini sudah tersistematis sampai ke pelosok manapun di bumi ini. Tentu sedikit banyaknya akan berdampak terhadap Madina,” ungkap Irwan yang kini fokus bergelut di sektor usaha properti.

Agar Madina ikut menjadi penentu, bukan objek, masyarakat Madina harus menjadi pelaku pembangunan revolusi keempat. Sehingga sumber daya alam (SDA) Madina serta sumber daya manusia (SDM) bisa dikelola secara baik dan memiliki visi jauh ke depan.

Madina sudah 20 tahun, ini harus menjadi pengalaman berharga. Bahwa ada yang sangat positif, ada yang harus dibenahi yang tentu menjadi evaluasi bagi semua pihak. Sehingga 20 tahun yang akan datang Madina sudah lebih baik.

Bupati sekarang yang mengeluarkan gagasan baru yakni Percepatan Pembangunan yang dijiwai Negeri Beradat Taat Beribadat dari penjabaran Madina Madani merupakan kelanjutan dari visi besar dari tokoh visioner Amru Daulay : 5 tahun sejajar, 10 tahun terbaik, 15 tahun unggul.

Maka ke depan di kepemimpinan Dahlan-Sukhairi ini harus berlanjut bagaimana menata Madina ini dalam rentang 20 tahun ke depan, sehingga insyaallah Madina ini 20 tahun yang akan datang benar-benar sudah menjadi kabupaten yang identik dengan industri. Karena teori menyatakan bahwa SDA itu, raw material itu, komoditas itu tak memberikan efek multi player terhadap kesejahteraan masyarakatnya dalam jangka panjang ketika tidak didirong oleh industrialisai.

“Nah, revolusi industri keempat yang sekarang mewacana secara global harus kita maknai dalam kontek ke-Madina-an,” imbuh Irwan.

Segala aspek harus dikaji. Baik aspek pertanian, pendidikan, kebudayaan dan sektor-sektor lainnya perlu dirumuskan ulang mau kemana Madina 20 tahun yang akan datang. Dan ini membutuhkan suatu pemerintahan yang solid, yang didukung oleh staf-staf yang memiliki sumber daya manusia serta memiliki kemampuan visioner dan kemampuan teknis, sehingga mampu menerjemahkan keinginan-keinginan masyarakat, kehendak dari visi bupati wakil bupati serta harapan perantau.

“Bahwa Madina ini luar biasa kekayaan SDA-nya, kita berharap dengan konsep-konsep baru ini dapat dimaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat Mandailing Natal,” ujarnya.

Hari ini barangkali meski pertumbuhan ekonomi cukup menggembirakan, PRDB-nya sekitar 6 seian persen, namun di tempat lain masih banyak menyimpan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan, kemerosotan moral. Ini menjadi tantangan sekaligus menjadi peluang bagi Dahlah Hasan-Jakfar Sukhairi ke depan.

“Dan kita berharap dengan dinamika yang baru berjalan ini mereka semakin kokoh, dan kita berharap mereka dapat melanjukan priode yang kedua, karena nanti jika paket lain justru akan kembali menjadi nol. Dan itu-itu sajalah nanti pekerjaan kita,” katanya.

Makanya yang diharapkan di dua priode ini, jaringan yang mereka bangun hingga ke tingkat pusat dan ke masyarakat, gagasan-gagasan yang diyakini masih banyak yang terpencar-pencar bisa mereka kumpulkan kembali. Juga kekuatan masyarakat, kekuatan tokoh masyarakat dan ulama jika disatukan dengan gagasan-gagasan yang bervisi ke depan  diyakini Madina akan jauh lebih baik.

“Dan isyaallah Allah akan melimpahkan rahmat dan barokah. Harana ulang marbadai. songonjia idokon nenek moyang ta : marbadai dao rasoki. Dan Allah sudah menegaskan itu di dalam Al-Qur’an. Ketika persatuan bisa kita tegaskan, insyaallah rahmat akan tercurah di bumi Gordang Sambilan,” tegas Irwan.

Irwan berharap, dengan revolusi industri keempat itu dimana jika Madina memposisikan diri terhadap perubahan-perubahan globalisasi tersebut maka Madina akan mampu meraih kesejahteraan di dalam masyarakat serta ahlak yang semakin bagus.

Apalagi Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa pembangunan bandara di Bukit Malintang tetap berlanjut. Keberadaan pelabuhan di Pantai Barat akan mampu mendorong dan menopang lahirnya industri-industri di Madina.

MELIBATKAN SEMUA KOMPONEN

Selama ini sebanarnya banyak tokoh-tokoh Madina, baik yang berada di perantauan mapun di kampung halaman memiliki gagasan-gagasan besar terhadap pembangunan Madina. Namun barangkali karena kesibukan bupati dan wakil bupati di dalam mengejar program-program strategis Madina menyebabkan belum terakomodir seluruhnya.

“Ke depan, sudah masanya semua komponen itu terlibatkan dalam perumusan-perumusan yang bersifat stategis. Ahli-ahli di bidangnya, baik ahli ekonomi dan pelaku usaha serta pihak perbankan harus diminta masukannya, sehingga nanti kita harapkan muncullah semacam master plant pembangunan ekonomi Madina utuk 20 tahun yang akan datang,” sebut Irwan.

Setelah lahirnya Master Plant itu tentu pemerintah daerah harus menyiapkan kelembagaannya. Sebab sesuai dengan Peraturan Presiden, pemerintah daerah boleh membentuk Tim Percepatan Pembangunan Ekonomi.

Dengan adanya tim percepatan ini, beban berat pemerintahan daerah bisa di share dengan para ahli serta sektor swasta.

Oleh karena itu, institusi-institusi politik yang ada harus diimbangi dengan lahirnya institusi-institusi ekonomi.

“Sebab, saya sudah jelajahi hampir sperempat bumi ini, negara-negara maju teryata bisa mengejar ketertinggalan, diawal dia sebagai negara berkembang. Polanya tidak lain bagamana mengarahkan pembangunan itu di sektor swasta dengan  menyiapkan regulasi dan menyiapkan sumber daya manusia yang qualivaid berwawasa global, sehingga inilah nanti yang akan menggali potensi itu,” katanya.

Sehingga hal yang demikian itu nanti yang mendorong kekuatan fiskal daerah itu semakin kuat. Sebab, fiskal daeah masih lemah. Lebih besar terserap kepada kebutuhan-kebutuhan rutin, sementara Madina itu membutuhkan lebih dari itu.

Potensi Madina yang luar biasa, kesuburan tanah, potensi kopi Mandailing, laut yang 170 kilometer yang menyimpan berbagai potensi yang akan membangkitkan sektor industri itu.

Shenzhen daerah yang sangat miskin di Cina, pantai yang sangat miskin, dalam 30 tahun mereka berhasil menjadi kota yang luar bisa makmurnya. Ini tentu menjadi perbandingan-perbandingan dan pengalaman negara-negara lain seperti apa rupanya membangun suatu daerah itu sehingga memberikan dampak yang luar biasa dalam pembangunan ekonomi.

 

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika: Sektor Wisata Pengaruhi Ekonomi Masyarakat

    Atika: Sektor Wisata Pengaruhi Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sektor pariwisata memberi dampak sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Disamping dapat meningkatkan pendapatan daerah. Oleh karena itu, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang dikembangkan oleh banyak negara dalam rangka meningkatkan pendapatan nasionalnya. Itu diungkap Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution di hadapan rapat paripurna […]

  • Arus Listrik Selalu Rendah, Kawasan Tambangan Mengeluh

    Arus Listrik Selalu Rendah, Kawasan Tambangan Mengeluh

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Kawasan Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah lama mengeluhkan rendahnya voltase tegangan listrik, terutama sejak pukul 18.00 hingga pukul 21.30 WIB. “Jika sore hari mulai magrib hingga pukul 10 WIB, voltase selalu turun. Bola-bola lampu tidak terang menyala” kata Erwin Lubis kepada Mandailing Online, Jum’at (13/3/2015). Dampak rendahnya voltase […]

  • Golkar Manfaatkan Momen Ramadan Perkuat Soliditas Pengurus Partai

    Golkar Manfaatkan Momen Ramadan Perkuat Soliditas Pengurus Partai

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memanfaatkan momen Ramadan untuk memperkuat soliditas antar pengurus partai. Adapun acara yang digelar adalah buka bersama, konsolidasi organisasi, dan salat berjamaah. Kegiatan ini sesuai dengan instruksi Ketua DPP Airlangga Hartarto yang meminta setiap pengurus meningkatkan silaturahmi dan ubudiyah di bulan puasa ini. […]

  • TNI Kodim 0212/TS Lakukan Sosialisasi dan Penertiban PETI di Madina

    TNI Kodim 0212/TS Lakukan Sosialisasi dan Penertiban PETI di Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online :  Upaya pencegahan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) terus digencarkan oleh jajaran TNI dari Kodim 0212/TS di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pada Senin (20/10/2025) hingga Rabu (22/10/2025), jajaran personel TNI Kodim 0212/TS kembali melakukan sosialisasi dan penertiban di beberapa lokasi aktivitas penambangan emas tanpa izin. Adapun lokasi yang didatangi personel TNI tersebut […]

  • Bupati Dukung Pertumbuhan UMKM Termasuk Kampoeng Kaos Madina

    Bupati Dukung Pertumbuhan UMKM Termasuk Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bupati Madina H. Saipullah Nasution   Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution memiliki perhatian terhadap keberadaan UMKM di daerah ini. Termasuk Kampoeng Kaos Madina. Dalam wawancara singkat Mandailing Online via WhatsAap, Jum’at (31/7/2026) beliau berketapan hati mendorong pertumbuhan semua UMKM di Madina. Dalam wawancara itu Mandailing Online secara khusus menyebut Kampoeng Kaos Madina sebagai industri […]

  • Wabup Madina Pastikan Pembangunan Jalan Berjalan Sesuai Yang di Tenderkan

    Wabup Madina Pastikan Pembangunan Jalan Berjalan Sesuai Yang di Tenderkan

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN( Mandailing Onkine) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, kembali turun kelapangan guna memastikan pembangunan jalan berjalan sesuai dengan yang ditenderkan, Senin (12/06/2023). Peninjauan jalan kali ini ke Kecamatan Kotanopan. Ditahun 2023, Atika Azmi menyebutkan ada 12 Ruas jalan yang dibangun di Kecamatan Kotanopan, yang total panjangnya mencapai 12.5 Kilo […]

expand_less