Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

“AYAH” DAN “IBU” DALAM BAHASA ARAB: ADA MAKNA DI BALIK KATA

  • account_circle Nur Ainun Ritonga
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • print Cetak

Oleh: Nur’ainun Ritonga
Dosen Bahasa dan Sastra Arab STAIN Mandailing Natal

 

Bahasa Arab bukan sekedar bahasa yang kaya akan kosa kata (Mufrodat). Di balik sebuah kata sering kali terdapat makna yang menarik untuk dikaji. Salah satunya dapat kita temukan dalam kata yang berkaitan dengan “anak”, “ayah” dan “ibu”.

Dalam bahasa Arab terdapat kata ولد (Waladun) yang berarti “Anak atau keturunan”, ada pula kata والد (Walidun) dan والدة (Walidatun) artinya “Ayah” dan “Ibu”. Ketiganya memiliki keterkaitan dengan akar kata و-ل-د, dalam hal ini bahasa Arab mengajak kita untuk melihat lingkar kehidupan, ada yang melahirkan, ada yang dilahirkan dan ada kasih sayang yang tumbuh di antaranya. Sebagaimana tiga kata di atas yang mempunyai keterkaitan melalui satu akar kata, demikian pula hubungan antara orang tua dan anak memiliki ikatan yang kuat melalui kelahiran, kasih sayang dan tanggung jawab.

Selain itu, dalam bahasa Arab juga mengenal kata أب (Ab) dan أم (Umm). Sapaan tersebut dipakai seorang anak untuk memanggil Ayahnya dengan kata أب (Ab) “Ayah” atau أبي (Aby) “Ayahku”, dan أم (Umm) “Ibu” atau أمي (Ummy) “Ibuku”. Namun, dari sisi kebahasaan, Walid dan Walidah lebih menonjolkan aspek kelahiran, sedangkan kata Ab dan Umm merupakan istilah umum yang penggunaannya dapat meluas sesuai konteks, misal dalam ungkapan أم القرى (Ummu Al Qura) secara harfiah bermakna “Induk/Ibu”. Makna kata Umm di sini adalah bahwa kota Makkah sebagai rujukan, pusat atau induk dari berbagai desa, kota atau negeri.

Dengan demikian perbedaan kata antara Walid dan Walidah dengan Ab dan Umm, bukan dipahami secara mutlak sebagai perbedaan antara orangtua kandung dan tidak kandung. Perbedaannya terletak pada nuansa makna dan konteks penggunaan. Walid dan Walidah lebih menonjolkan aspek kelahiran sedangkan Ab dan Umm memiliki cakupan penggunaan yang lebih luas.

Ayah, paman, kakek, guru, pengasuh, atau siapapun yang hadir untuk melindungi, membimbing, mendidik dan menguatkan seorang anak dapat menghadirkan nilai-nilai keayahan mereka dapat disebut Ab. Demikian pula seorang yang merawat, menjaga mendidik dan mencurahkan kasih sayang dapat menghadirkan nilai-nilai keibuan, mereka disebut Umm. Demikian juga dengan seorang pendidik, tidak memiliki pertalian keturunan dengan anak didiknya, namun ia dapat menanamkan ilmu, membimbing ketika salah, menguatkan ketika lemah, dan membuka jalan ketika anak belum tahu kemana harus melangkah, di situlah kita memahami bahwa menjadi orangtua bukan tidak berhenti pada status. Ada peran, tanggung jawab, keteladan dan kasih sayang yang menyertai.

Bagi para orangtua yang hari ini menjalani peran Walid dan Walidah, semoga putra-putrinya menjadi sumber kebahagiaan, penyejuk hati, shaleh/ah dan senantiasa mendoakan kedua orangtuanya. Namun ketika belum menjalani peran sebagai Walid dan Walidah, kesempatan menghadirkan nilai nilai keayahan dan keibuan masih terbuka, ada peran Ab dan Umm yang bisa dilakonkan. Menjadi orantua adalah sebuah status yang tidak semua orang bisa memilikinya. Namun, menghadirkan nilai-nilai pengasuhan, pendidikan, kepedulian dan keteladanan adalah kebaikan yang bisa dilakukan oleh siapa saja.

Sebagaimana hadits Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam:

“Apabila meninggal anak Adam terputus darinya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a anak shaleh yang mendo’akannya. (HR.Muslim)

Hadits tersebut mengingatkan bahwa kebermanfaatan seseorang dapat terus hidup melalui apa yang ia tinggalkan: harta yang disedekahkan, ilmu yang diajarkan dan generasi yang tumbuh dalam kebaikan.

Di situlah salah satu keindahan bahasa Arab, dari sebuah kata, kita tidak hanya belajar tentang bahasa, tetapi juga mengajak untuk memahami kehidupan, bahwa mengahadirkan sosok “Ayah” dan “Ibu” tidak selalu berhenti pada hubungan kelahiran namun juga dapat hadir melalui pendidikan, perhatian, perlindungan, ketulusan dan kasih sayang. ***

 

 

 

 

  • Penulis: Nur Ainun Ritonga
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audisi Calon Bintang “Biola Na Mabugang 2” dan Album Musik Asli Mandailing

    Audisi Calon Bintang “Biola Na Mabugang 2” dan Album Musik Asli Mandailing

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Sanggar Amaloan resmi melaksanakan audisi terhadap pelajar dalam rangka menjaring bakat untuk bermain di film “Bioala Na Mabugang 2” dan produksi album musik asli Mandailing. Audisi berlangsung di aula KPU, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (10/2) untuk pelajar dari MAN Siabu, SMA 1 Panyabungan, SMA Plus Madina dan SMK Armina. Audisi juga akan dilanjutkan pada […]

  • KEUTAMAAN BULAN RAMADAN

    KEUTAMAAN BULAN RAMADAN

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan […]

  • Calhaj Madina Berangkat 21 dan 24 Oktober Ke Asrama Haji Medan

    Calhaj Madina Berangkat 21 dan 24 Oktober Ke Asrama Haji Medan

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA Calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang berjumlah 490 orang dan dibagi 2 kloter, yakni, kloter 11 dan kloter 13, akan berangkat ke asrama haji Medan dalam waktu dekat. Kloter 11 diberangkatkan 21 Oktober sedangkan kloter 13 berangkat 24 Oktober. Demikian disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Madina, M Taufik Lubis SH, […]

  • Tambang Rakyat Lebih Potensial bagi Kesejahteraan Dibandingkan Perusahaan Raksasa

    Tambang Rakyat Lebih Potensial bagi Kesejahteraan Dibandingkan Perusahaan Raksasa

    • calendar_month Minggu, 2 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pertambangan rakyat dinilai lebih potensial dalam menunjang kesejahteraan masyarakat dibandingkan tambang yang dikelola oleh perusahaan raksasa. Penilaian itu disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Mandailing Natal (Madina) Akhmad Arjun Nasution pada Sabtu (1/1) malam di Panyabungan. “Pertambangan emas yang dikelola rakyat ini lebih potensial dan bermanfaat ketimbang perusahaan raksasa yang mengeruk habis […]

  • PASKIBRA DI PAKANTAN

    PASKIBRA DI PAKANTAN

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Para pelajar di Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal melakukan pengibaran bendera Merah Putih di lapangan Pakantan, Rabu (17/8/2016). Pakantan salah satu kecamatan di Mandailing Natal yang berbatasan dengan Sumatera Barat. foto             : Lokot Husda Lubis Editor foto : Dahlan Batubara

  • Pj Bupati Madina akan Panggil PT GLP

    Pj Bupati Madina akan Panggil PT GLP

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pj Bupati Mandailing Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofyan akan memanggil PT Gruti Lestari Pratama (GLP) terkait belum jelasnya kebun plasma terhadap masyarakat. Demikian disampaikan Kabag Humas Taufik Lubis kepada MedanBisnis, Rabu (27/10), di Panyabungan. Menurut Taufik, persoalan plasma merupakan hal yang wajib bagi setiap perusaan perkebunan yang diperuntukkan untuk mesyarakat sekitar. Apalagi, perusahaan itu […]

expand_less