Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

“AYAH” DAN “IBU” DALAM BAHASA ARAB: ADA MAKNA DI BALIK KATA

  • account_circle Nur Ainun Ritonga
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • print Cetak

Oleh: Nur’ainun Ritonga
Dosen Bahasa dan Sastra Arab STAIN Mandailing Natal

 

Bahasa Arab bukan sekedar bahasa yang kaya akan kosa kata (Mufrodat). Di balik sebuah kata sering kali terdapat makna yang menarik untuk dikaji. Salah satunya dapat kita temukan dalam kata yang berkaitan dengan “anak”, “ayah” dan “ibu”.

Dalam bahasa Arab terdapat kata ولد (Waladun) yang berarti “Anak atau keturunan”, ada pula kata والد (Walidun) dan والدة (Walidatun) artinya “Ayah” dan “Ibu”. Ketiganya memiliki keterkaitan dengan akar kata و-ل-د, dalam hal ini bahasa Arab mengajak kita untuk melihat lingkar kehidupan, ada yang melahirkan, ada yang dilahirkan dan ada kasih sayang yang tumbuh di antaranya. Sebagaimana tiga kata di atas yang mempunyai keterkaitan melalui satu akar kata, demikian pula hubungan antara orang tua dan anak memiliki ikatan yang kuat melalui kelahiran, kasih sayang dan tanggung jawab.

Selain itu, dalam bahasa Arab juga mengenal kata أب (Ab) dan أم (Umm). Sapaan tersebut dipakai seorang anak untuk memanggil Ayahnya dengan kata أب (Ab) “Ayah” atau أبي (Aby) “Ayahku”, dan أم (Umm) “Ibu” atau أمي (Ummy) “Ibuku”. Namun, dari sisi kebahasaan, Walid dan Walidah lebih menonjolkan aspek kelahiran, sedangkan kata Ab dan Umm merupakan istilah umum yang penggunaannya dapat meluas sesuai konteks, misal dalam ungkapan أم القرى (Ummu Al Qura) secara harfiah bermakna “Induk/Ibu”. Makna kata Umm di sini adalah bahwa kota Makkah sebagai rujukan, pusat atau induk dari berbagai desa, kota atau negeri.

Dengan demikian perbedaan kata antara Walid dan Walidah dengan Ab dan Umm, bukan dipahami secara mutlak sebagai perbedaan antara orangtua kandung dan tidak kandung. Perbedaannya terletak pada nuansa makna dan konteks penggunaan. Walid dan Walidah lebih menonjolkan aspek kelahiran sedangkan Ab dan Umm memiliki cakupan penggunaan yang lebih luas.

Ayah, paman, kakek, guru, pengasuh, atau siapapun yang hadir untuk melindungi, membimbing, mendidik dan menguatkan seorang anak dapat menghadirkan nilai-nilai keayahan mereka dapat disebut Ab. Demikian pula seorang yang merawat, menjaga mendidik dan mencurahkan kasih sayang dapat menghadirkan nilai-nilai keibuan, mereka disebut Umm. Demikian juga dengan seorang pendidik, tidak memiliki pertalian keturunan dengan anak didiknya, namun ia dapat menanamkan ilmu, membimbing ketika salah, menguatkan ketika lemah, dan membuka jalan ketika anak belum tahu kemana harus melangkah, di situlah kita memahami bahwa menjadi orangtua bukan tidak berhenti pada status. Ada peran, tanggung jawab, keteladan dan kasih sayang yang menyertai.

Bagi para orangtua yang hari ini menjalani peran Walid dan Walidah, semoga putra-putrinya menjadi sumber kebahagiaan, penyejuk hati, shaleh/ah dan senantiasa mendoakan kedua orangtuanya. Namun ketika belum menjalani peran sebagai Walid dan Walidah, kesempatan menghadirkan nilai nilai keayahan dan keibuan masih terbuka, ada peran Ab dan Umm yang bisa dilakonkan. Menjadi orantua adalah sebuah status yang tidak semua orang bisa memilikinya. Namun, menghadirkan nilai-nilai pengasuhan, pendidikan, kepedulian dan keteladanan adalah kebaikan yang bisa dilakukan oleh siapa saja.

Sebagaimana hadits Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam:

“Apabila meninggal anak Adam terputus darinya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a anak shaleh yang mendo’akannya. (HR.Muslim)

Hadits tersebut mengingatkan bahwa kebermanfaatan seseorang dapat terus hidup melalui apa yang ia tinggalkan: harta yang disedekahkan, ilmu yang diajarkan dan generasi yang tumbuh dalam kebaikan.

Di situlah salah satu keindahan bahasa Arab, dari sebuah kata, kita tidak hanya belajar tentang bahasa, tetapi juga mengajak untuk memahami kehidupan, bahwa mengahadirkan sosok “Ayah” dan “Ibu” tidak selalu berhenti pada hubungan kelahiran namun juga dapat hadir melalui pendidikan, perhatian, perlindungan, ketulusan dan kasih sayang. ***

 

 

 

 

  • Penulis: Nur Ainun Ritonga
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komnas Perempuan Catat 614 Human Trafficking

    Komnas Perempuan Catat 614 Human Trafficking

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan – Berdasarkan cacatan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan dalam tahun 2013 terjadi 614 kasus human trafficking (perdagangan manusia). Jumlah ini tidak termasuk kasus dengan 1.559 korban yang ditangani IOM dalam tahun sama. Misran Lubis, Pengurus Aliansi Masyarakat Sipil Anti Perdagangan Manusia (Amasiaga) Perwakilan Sumut yang juga Ketua Pusat Kajian Perlindungan Anak mengemukakan itu di Medan, […]

  • Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    Ivan Batubara dan Pesan Sang Ayah

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Bagian 2 dari 4 Tulisan)   Oleh: Ludfan Nasution, S.Sos Obrolan dengan Ayahanda (H. Maslin Batubara) biasanya jadi pesan tersendiri. Ada kalanya jadi sejenis cambuk sekaligus motivasi. Menurut Ivan Iskandar Batubara, Ayahanda sudah melihat dengan jelas, faktor-faktor apa yang membuat Mandailing Natal begitu-begitu saja. Atau, malah jauh mundur ke belakang. Bahkan kian hari, makin terpuruk, […]

  • Komisi I: Polisi Harus Secepatnya Tangkap Pelaku Pemukulan Wartawan

    Komisi I: Polisi Harus Secepatnya Tangkap Pelaku Pemukulan Wartawan

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina) menyebutkan pihak kepolisian harus secepatnya menangkap pelaku pemukulan wartawan di Lopo Mandheling Coffee, Aek Galoga, yang terjadi pada Jumat (4/3) malam kemarin. “Kita dari Komisi I meminta kepolisian untuk bergerak cepat mengungkap kasus pemukulan wartawan yang sedang viral itu,” kata Ketua Komisi I Zubaidah Nasution. […]

  • Tanda Tangan Fatin Laku Rp42 Juta

    Tanda Tangan Fatin Laku Rp42 Juta

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    Bahari Lubis bangga bila putrinya, Fatin Shidqia Lubis, ikut berpartisipasi dalam acara sosial atau kemanusiaan. Terlebih bila hasil dari penggalangan dana sosial itu bisa terkumpul banyak uang lewat kehadiran anaknya. “Kontribusi kegiatan sosial, agama apapun itu namanya dan seberapa besar dana yang terkumpul, saya bangga sama Fatin,” ujar Bahari pada JPNN, belum lama ini. Terakhir, […]

  • Belum jadi Bupati Madina, Hari ini Harun Mustafa Usulkan 3 Proyek Strategis lewat Komisi V DPR-RI

    Belum jadi Bupati Madina, Hari ini Harun Mustafa Usulkan 3 Proyek Strategis lewat Komisi V DPR-RI

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Perjuangan membangun Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terus diupayalan calon bupati madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution. kali ini lewat Musa Rajekshah anggota komisi V DPR-RI, Harun Mustafa mengusulkan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI) untuk Kabupaten Madina. ” hari ini pak Musa Rajekshah selaku anggota […]

  • 59% Anak Didik Buka Situs Porno

    59% Anak Didik Buka Situs Porno

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Padangsidimpuan –  Hasil penelitian, monitor dan tinjauan ke lapangan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan menemukan sekitar 59% anak didik di kota tersebut membuka situs porno. “Fakta ini membuat kita terperangah dan bertanya sudah separah itukah kerusakan moral kalangan pelajar kita. Masihkah ada solusi mengatasinya,” kata Ketua MUI Kota Padangsidimpuan Zulfan Efendi Hasibuan dalam […]

expand_less