Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Heboh, Gambar Palu-Arit Bertebaran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Sep 2013
  • print Cetak

TEBINGTINGGI, – Lambang dan tulisan soal komunis hebohkan Tebingtinggi, Kamis (12/9). Saking gegernya, warga menjadi cemas, takut insiden yang tidak-tidak terjadi. Polisi dan tentara telah berkoordinasi untuk mengungkap siapa pelakunya.

Kalimat yang menghebohkan tersebut ditulis menggunakan cat pilox. Bunyinya “Komunis harga mati. Bangun dan Melawan! Hidup rakyat. Kita sudah ditindas, kita harus melawan. Revolusi harga mati, kami akan terus melawan. Komunisme.”

Tulisan itu terpampang jelas di dinding samping kanan SMP Negeri 1 Jl. DI Panjaitan, persisnya di seberang kiri jalan menuju rumah dinas Wali Kota Tebingtinggi. Selanjutnya di dinding tembok eks kantor Bank Dagang Negara (BDN) Jl. Perintis Kemerdekaan, Tebingtinggi, dinding sekolah Yayasan Budi Dharma Jl. Veteran dan di simpang Jl. Kartini.

Tak hanya tulisan saja, di masing-masing dinding juga ada gambar arit dan palu yang melambangkan sebuah organisasi terlarang di zaman orde lama.

“Tadi malam sekira jam 1 katanya ada warga yang melihat dua orang anak muda berboncengan naik sepeda motor berhenti di Jl. DI Panjaitan. Tapi warga yang melihat tak begitu memperhatikan, soalnya lampu penerangan jalan mati,” ungkap Omryn Silalahi, warga Jl. DI. Panjaitan, Tebingtinggi.

Sementara Adrul, Kasek SMP Negeri 1 Tebingtinggi menduga, pelaku yang menuliskan kalimat soal komunis tersebut adalah orang jahil. “Tapi cemas juga kita, karena seolah-olah akan ada masalah,” ungkapnya.

Atas tindakan orang yang tidak bertanggung jawab tersebut, Ir Pahala Sitorus MM, salah satu anggota DPRD Tebingtinggi berharap pihak intelijen cepat menelusurinya. “Virus komunis harus diantisipasi sebelum berkembang,” tegasnya.

Diduganya, selain virus komunis, bisa saja tulisan-tulisan tersebut bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang tidak maksimal. “Kita berharap kehebohan ini tidak terulang lagi,” harapnya.

Di tempat terpisah, asat Intelkam Polres Tebingtinggi, AKP Heri Syahputra mengungkapkan kalau pihaknya masih mengumpulkan dokumentasi terkait tulisan-tulisan tersebut sambil menyelidiki pelakunya.

“Anggota masih menyisir lapangan untuk melacak apakah ada tulisan serupa di tempat lain,” ucapnya. Soal motif tulisan itu dibuat, Heri enggan berasumsi.

“Jangan berasumsilah, nanti malah membuat situasi menjadi tidak kondusif. Intinya, mari kita sama-sama untuk tidak terpancing dengan bentuk-bentuk provokasi seperti ini,” sebutnya.

Senada juga dikatakan Danramil 13 Tebingtinggi, Kapten Inf Budiono yang mengungkapkan kalau pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki pelakunya.

“Masalah ini sudah sampai di tingkat pimpinan dan sedang kami lidik bersama kepolisian. Imbauan kami, masyarakat tidak terpancing dengan tulisan itu,” serunya.(awi/rul/jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Bekukan 1.075 Rekening Penipu via SMS

    BI Bekukan 1.075 Rekening Penipu via SMS

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Penipuan transfer rekening melalui pesan singkat (Short Messages Service/SMS) semakin marak. Selama 2011, Bank Indonesia (BI) menerima 1.084 laporan penipuan transfer rekening via SMS, dimana sebanyak 1.075 rekening yang terbukti milik penipu akhirnya dibekukan. Ketua Tim Mediasi Perbankan Bank Indonesia Sondang Martha Samosir mengemukakan di Jakarta, Jumat (6/1). “Sebagai bentuk tindak lanjut atas makin […]

  • “Mambayu” di HUT RI

    “Mambayu” di HUT RI

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sejumlah gadis cilik Mandailing memperagakan aktivitas mambayu (mengayam tikar) dan marmasak (memasak) dalam kegiatan parade memperingati HUT RI di pasar Panyabungan, Mandailing Natal, tahun lalu.   Foto : Takesi

  • Angkut 3 Ton Kayu Hutan Lindung

    Angkut 3 Ton Kayu Hutan Lindung

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Warga Amankan Truk Rekanan PT HPP RANTAU, – Puluhan masyarakat Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu mengamankan satu unit truk roda enam yang mengangkut sekitar 3 ton kayu ilegal olahan, Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB, di sekitar lokasi jembatan Sei Rakyat. Pengamanan truk tersebut karena masyarakat mendapat informasi kayu yang diangkut truk tersebut merupakan kayu yang […]

  • Izin Operasional SMGP Menciderai Hati Rakyat Madina

    Izin Operasional SMGP Menciderai Hati Rakyat Madina

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Izin pengoperasian kembali sebagian aktivitas PT SMGP di Mandailing Natal, Sumut menuai protes dan kecaman dari sejumlah elemen masyarakat. Izin dari Kementerian ESDM dinilai produk yang premateur, suatu kebijakan yang tidak populis atau tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Bahkan pengoperasian secara terbatas PT SMGP diduga kuat telah melanggar standar dan aturan baku […]

  • Orok Membusuk Gegerkan Sitamiang

    Orok Membusuk Gegerkan Sitamiang

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Polisi Menduga Mayat Binatang Penemuan orok di bawah jembatan menggegerkan warga Sitamiang, Kelurahan Sitamiang, Kecamatan Psp Selatan, Jumat (22/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Begitu mengetahui penemuan itu, warga sontak menyemut di sekitar jembatan. Orok yang berbentuk seperti seonggok daging itu ditemukan persis di sela-sela pipa yang berada bawah jembatan Sitamiang. Sejumlah warga kepada METRO mengaku, […]

  • Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    Pemkab Madina Tutup Tambang Emas Tradisional

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menghentikan semua aktivitas tambang tradisional di Kecamatan Huta Bargot. Kebijakan ini untuk menghindari jatuhnya korban lain pascakematian empat penambang, Rabu 20 April 2011 sore. ”Kami sudah mengeluarkan surat edaran agar warga yang bekerja sebagai penambang menghentikan aktivitasnya karena pemerintah tidak mau ada korban berikutnya,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) […]

expand_less