Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Perang Narkoba di Madina Masuk Radar Mabes Polri: Jangan Main-main (Lagi?)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • print Cetak
Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*

 

Ada yang berubah dari denyut operasi narkoba di Mandailing Natal beberapa pekan terakhir. Intensitasnya meningkat, pola geraknya lebih sistematis, dan bahasa resmi aparat mulai terdengar seperti “operasi sapu bersih”, bukan lagi sekadar penindakan rutin.

Di permukaan, publik hanya melihat penggerebekan, pembakaran barak, dan parade tersangka. Tapi di balik itu, ada sinyal yang lebih besar: Madina tampaknya sudah masuk dalam radar serius pemberantasan narkoba tingkat pusat.

Polda Sumut dalam operasi 13–17 Mei 2026 membongkar ratusan kasus narkoba, menangkap 342 tersangka, serta menggempur puluhan sarang narkoba di berbagai daerah Sumut. (Radar Medan)

Yang menarik, nama Polres Mandailing Natal muncul sebagai salah satu titik pengungkapan menonjol dengan sitaan sabu dan ganja dalam jumlah signifikan. (Radarindo.co.id)

Ini bukan sekadar statistik kriminal biasa.

Di lingkungan kepolisian, ketika sebuah wilayah terus-menerus disebut dalam laporan operasi regional, maka wilayah itu sedang dipetakan sebagai simpul penting. Artinya, Madina bukan lagi dianggap titik lewat peredaran narkoba, melainkan diduga telah berkembang menjadi ekosistem yang punya rantai pasok, jaringan distribusi, bahkan perlindungan sosial tertentu.

Dan Mabes Polri biasanya tidak tinggal diam terhadap pola seperti itu.

Apalagi Sumatera Utara sendiri sejak lama dipandang sebagai salah satu medan perang narkotika paling rumit di Indonesia. DPR RI bahkan pernah memberi sorotan khusus terhadap intensitas pemberantasan narkoba di Sumut karena tingginya jaringan dan keterlibatan lintas wilayah. (Karosatuklik.com)

Di Madina, persoalannya menjadi lebih kompleks karena faktor geografis. Jalur perbukitan, konektivitas antarwilayah yang panjang, serta adanya kantong-kantong terpencil membuat pengawasan tidak mudah. Dalam konteks seperti ini, sarang narkoba bukan hanya tempat transaksi, melainkan sering menjadi titik konsolidasi sosial-ekonomi informal.

Karena itu, pembakaran barak narkoba sebenarnya mengandung pesan simbolik: negara ingin menunjukkan bahwa tidak boleh ada “wilayah otonom” narkoba di tengah masyarakat.

Namun pertanyaannya: apakah perang ini hanya berhenti pada pembakaran barak dan penangkapan lapangan?

Di sinilah publik mulai berbisik.

Sebab perang narkoba paling sulit bukan menangkap pengguna kecil, melainkan membongkar mata rantai pelindungnya. Setiap daerah yang peredaran narkobanya bertahan lama hampir selalu memiliki tiga lapis kekuatan:

  • jaringan ekonomi,
  • jaringan sosial, dan
  • jaringan backing.

Kalau salah satu masih hidup, maka barak yang dibakar hari ini bisa tumbuh lagi bulan depan.

Karena itu, operasi besar Polda Sumut sekarang terasa seperti fase awal pemetaan yang lebih luas. Bahasa “seluruh jajaran bergerak” yang berulang dalam rilis resmi kepolisian biasanya menjadi tanda adanya tekanan komando yang serius dari atas. (Humas Polri)

Madina sendiri kini sedang berada di titik sangat-sangat kritis. Maka, jika perang narkoba dilakukan konsisten, menyentuh bandar besar, aliran uang, dan dugaan pelindungnya, maka ini bisa menjadi momentum penyelamatan sosial daerah.

Tapi, jika hanya berhenti pada operasi periodik dan seremoni pembakaran barak atau pemusnahan barang bukti, maka publik akan membaca semuanya sebagai siklus lama: gaduh sesaat, lalu senyap kembali.

Dan justru di titik itulah radar Mabes Polri sedang diuji: Apakah benar-benar ingin memutus akar, atau sekadar mengguncang permukaan.***

*Wadah pemikiran, gerakan kritis dan motivasi untuk sinergi yang energik.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

    Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perlunya dukungan pemerintah daerah dalam upaya pengembangan dan peningkatan kuantitas maupun kualitas Kopi Mandailing tidak bisa lagi ditawar-tawar. Hal itu disampaikan salah satu pengusaha yang bergerak di bidang Kopi Mandailing Palit Hanafi Lubis usai menerima sertifikat nilai (cupping score) dari panitia Jogja Coffee Week (JCW). “Dengan persiapan apa adanya sudah bisa […]

  • Harga Daging Sapi Normal, Ayam Naik

    Harga Daging Sapi Normal, Ayam Naik

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) –  Menjelang Ramadan,  harga daging sapi di Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal masih tetap di level Rp120.000 per kilo gram. Saipul, salah satu penjual daging sapi  menjawab Mandailing Online di Pasar Baru Panyabungan, Rabu, (1/6) mengungkap, meski harga satgnan, namun daya beli masyarakat mengalami penurunan. Saipl mengatakan biasanya setiap hari  bisa […]

  • Sekapursirih dari Pementasan “Multatuli” : Humanisme Douwes Dekker dan Sejarah Jalur Ekonomi Kopi

    Sekapursirih dari Pementasan “Multatuli” : Humanisme Douwes Dekker dan Sejarah Jalur Ekonomi Kopi

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pementasan drama “Multatuli” produksi Jeges Art di Taman Raja Batu, Panyabungan, Senin (31/7) sungguh sangat luar biasa. Plot cerita mengalir dengan sempurna, dialog-dialog yang menyentuh serta adegan-adegan yang berkarakter kuat. Askolani Nasution, sang sutradara, begitu berhasil membangun dimensi emosi yang sangat kuat pada setiap adegan. Pun, para pemain sangatlah pula piawai memerankan peran masing-masing. […]

  • 252 Anggota Koperasi Kuala Tunak Tabuyung Hadiri RAT, Pertanggungjawaban Diterima

    252 Anggota Koperasi Kuala Tunak Tabuyung Hadiri RAT, Pertanggungjawaban Diterima

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    TABUYUNG ( Mandailing Online) : Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan kewajiban setiap koperasi, karena merupakan wujud dari pertanggung jawaban pengurus dan pengawas kepada anggota atas kinerjanya. Dalam menjalankan kewajiban tersebut, Koperasi Kuala Tunak yang ada di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Jum’at 23/8/2024 melaksanakan RAT. Ketua Koperasi Kuala Tunak […]

  • Karyawan Bank Sumut Panyabungan Gerak Jalan Santai

    Karyawan Bank Sumut Panyabungan Gerak Jalan Santai

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan – Keluarga Besar PT Bank Sumut Cabang Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (7/11), melakukan gerak jalan santai serangkaian mempringati HUT ke-49 bank tersebut. Start dimulai di depan kantor bank tersebut menuju Pasar Lama dan kembali ke titik stard dengan jarak tempuh 2 km. Menurut Kepala Cabang Bank Sumut Panyabungan, Hifzan Lubis, ada 100 […]

  • Aek Sininjom di Muara Batang Gadis Jadi Lokasi Aktifitas Tambang Emas Ilegal

    Aek Sininjom di Muara Batang Gadis Jadi Lokasi Aktifitas Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online ): Praktek tambang emas ilegal seolah tak bisa di hentikan aparat penegak hukum di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Tambang emas ilegal dengan menggunakan alat berat jebis excavator menjadi bisnis menjanjikan sekaligus prakrek pencucian uang yang membuat pengusaha kaya raya. Di Kecamatan Muara Batang Gadis contohnya, aktifitas tambang emas […]

expand_less