Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

ICW Nilai KJP Hanya Program Pencitraan Jokowi

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi dinilai terlalu memaksakan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk pencitraan. Akibat sistem yang tidak siap, pengelolaan KJP menjadi tidak berjalan maksimal.

Riset Indonesia Corruption Watch (ICW) melansir adanya temuan sejumlah masalah dalam program KJP. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Agus Pambagio meyakini 90 persen data yang diungkapkan ICW adalah benar adanya.

Agus yakin ICW tidak main-main mempublikasikan data soal kelemahan program KJP. Ia pun menilai sistem KJP belum siap mengingat wilayah Jakarta yang jauh lebih luas dari Solo.

“Solo itu kan cuma sekecamatan Cilandak. Ketika program ini (KJP) dibawa ke Jakarta yang penduduknya 8-9 juta jiwa dan warga miskinnya 4,9 juta jiwa, itu menjadi ribet. Dana besar dan sistem mekanisme rumit. Sudah pasti tidak siap. Terburu-buru diluncurkan akhir tahun 2012 dengan menggunakan sisa anggaran,” papar Agus saat dihubungi wartawan, Selasa (1/4).

Agus menambahkan, program KJP tak bisa disebut prestasi Jokowi karena cuma sekedar janji kampanye sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, mantan Wali Kota Solo itu baru bisa dibilang berprestasi, jika mampu menjaga sistem KJP tetap lancar dan mengatasi masalah klasik di Jakarta seperti kemacetan.

“Menurut saya, kepala daerah kalau waktu kampanyenya janji free pendidikan dan kesehatan, itu bukan prestasi. Itu kewajiban dia. Yang digembar-gemborkan bukan itu. Tapi bagaimana supaya enggak macet, bagaimana supaya orang nyaman tinggal di Jakarta,” ujar Agus.

Ia juga menegaskan, pelayanan kesehatan dan pendidikan sebenarnya bukan program terobosan. Tetapi, sebuah kewajiban untuk dipenuhi oleh pemerintah, siapapun pimpinannya.

“Kalau kesehatan dan pendidikan, di seluruh dunia kewajiban seorang kepala daerah atau kepala negara untuk berikan pelayanan pada publik,” tandas Agus.

Seperti diberitakan, ICW menemukan sejumlah masalah dalam program KJP. Riset ICW menemukan potongan sebesar Rp 50 ribu-Rp 100 ribu pada penerima program KJP. Sebanyak 19,4 persen penerima KJP atau hampir setengah triliun dana KJP tidak tepat sasaran. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Barrack Obama kembali pimpin AS

    Barrack Obama kembali pimpin AS

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    WASHINGTON, (MO)- Kompetisi menuju Gedung Putih berakhir, Oregon dipastikan mendukung Obama. Dengan demikian kandidat petahana dari kubu Demokrat mendapat tambahan tujuh suara elektoral. Satu lagi hantaman telak bagi Republik, Fox News melaporkan bahwa Ohio resmi untuk Presiden Obama. Perolehan ini bisa dianggap kemenangan besar mengingat negara bagian itu memiliki nilai 18 suara elektoral. ak hanya […]

  • Rekapitulasi Daftar Pemilih Madina Pemilihan DPRD, DPRD I, dan DPR pusat

    Rekapitulasi Daftar Pemilih Madina Pemilihan DPRD, DPRD I, dan DPR pusat

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

      1.       Jumlah Daftar Pemilih Tetap pada Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014 di Kabupaten Mandailing Natal adalah : Laki – laki            : 145.454 Pemilih Perempuan        : 151.717 Pemilih Jumlah                 : 297.171 (Dua Ratus Sembilan Puluh Tujuh Seratus Tujuh Puluh Satu Pemilih ) 2.       Jumlah Tempat […]

  • Kapolres Tak Akan Tuntut Warga Sipolu-polu

    Kapolres Tak Akan Tuntut Warga Sipolu-polu

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 14Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto menyatakan pihaknya tidak akan menuntut warga yang melakukan pelemparan terhadap Pos Lantas dan Mapolsek Panyabungan. Bahkan pihaknya akan terus menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan khususnya dan masyarakat Madina secara umum dalam menjaga kamtibmas. Itu disampaikan kapolres pada acara silaturahmi […]

  • Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta, (MO) – Nyanyian Fatin Shidqia Lubis (16), dalam lomba tarik suara di layar kaca X Factor Indonesia Auditions episode keempat, telah memikat Bruno Mars, artis musik internasional dari Amerika Serikat. Setelah menonton video YouTube yang berisi penampilan pelajar SMA itu membawakan “Grenade”, sang pemilik lagu, Bruno Mars, menampilkan video tersebut ke situs resminya, brunomars.com. […]

  • Pusuk Ni Otang Masih Primadona

    Pusuk Ni Otang Masih Primadona

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pusuk ni otang atau lebih populer sebutan pangkat, laris manis dan menjadi buruan konsumen di pasar Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) selama Ramadhan. Lalapan khas Mandailing ini tak diketahui persis sejak kapan bermula dan menjadi popular di Mandailing. Di kawasan Angkola, pucuk rotan ini dijadikan gulai berkuah santan tanpa cabai bermenu ikan […]

  • Kades Tegal Sari Natal Ingin Tempuh Jalur Damai Terkait Video Viral Penganiayaan Anak

    Kades Tegal Sari Natal Ingin Tempuh Jalur Damai Terkait Video Viral Penganiayaan Anak

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Kepala Desa Tegal Sari Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Rizal Efendi mengaku koperatif terkait dirinya yang di polisikan perihal video viral penganiayaaan anak di desa nya pada 7 juni 2024 lewat. ” Kalau pemukulan seperti di video yang viral saya tidak terlibat tapi untuk warga dan karang taruna […]

expand_less