Senin, 19 Okt 2026
light_mode

Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengamat politik Madina, Amin Daulay mengungkapkan bahwa saat ini kondisi politik Mandailing Natal (Madina) mengarah pada situasi chaos.

Elit politik masing-masing memikirkan diri sendiri. Rakyat menjerit atau menderita dibiarkan saja. Jika ada rakyat yang berteriak, maka yang dicari adalah dalangnya, bukan substansinya. Bupati dan DPRD-nya sibuk dengan diri sendiri.

Semua sektor berada dalam posisi stagnan, tak ada gerak dinamika. Kacau. Ibarat perang, Madina masa kini tak ubahnya Vietnam. Rakyat pesimis.

Itu diungkapkan Amin Daulay dalam acara “Diskusi Publik Pilkada Madina 2015” dengan topik “Mencari  Figur Ideal Calon Bupati Madina”, Kamis (2/4) di café Hotel Rindang, Panyabungan yang diselenggarakan The Rindang Magnitude kerjasama dengan Malintang Pos, Mandailing Online dan radio Start 102,6 FM Panyabungan.

Disebutkannya, para elit politik saat ini telah lari dari semangat dan ruh pendirian Kabupaten Madina. Sehingga tiga ruh semangat pendirian kabupaten ini telah dihianati.

Ke tiga ruh itu adalah mendekatkan pemerintah kepada rakyat, menyelenggarakan administrasi pemerintahan bagi kesejahteraan rakyat serta menumbuhkan partisipasi rakyat dalam pembangunan.

Para pimpinan Madina telah berubah dari prinsip melayanin menjadi dilayani. Menerbitkan kebijakan berdasar birahi kepentingan diri dan kelompok.

“ Ini kacau, jangan mentang-mentang kita dibiayai negara malah pendapat kita yang benar,” katanya.

Salah satu indikator vakumnya pertumbuhan ekonomi di Madina adalah kota Panyabungan. Panyabungan sebagai ibukota kabupaten, sekarang tidak ada tanda-tanda sebuah kota. Jangankan menumbuhkan yang baru, mempertahankan yang kaya saja susah.

Makanya, Amin Daulay  mengharapkan kepada semua kalangan untuk mencari pemimpin yang tak “mangomo” dalam memimpin, tapi yang mensejahterakan, menyejukkan dan mendorong perbaikan semua sector.

Menurutnya, salah satu penyebab kondisi itu adalah rekrutmen kepemimpinan yang tak benar. Termasuk dalam pilkada. Antara yang dipilih dan yang memilih sama-sama bejat. Siapa yang bawa uang itu yang dipilih.

Oleh karenanya, dia menghimbau kepada partai politik agar di Pilkada Madina 2015 ini jika menjaring bakal calon bupati harus menjaring figur-figur ideal, jangan menetapkan bakal calon bupati berdasar kepentingan materi, tetapi harus berdasarkan semangat membangun Madina ke arah yang lebih baik.

Sebab, selaku institusi yang diamanatkan undang-undang menjaring bakal calon bupati, partai politik memegang peranan besar dalam menentukan bagus tidaknya calon yang akan ditetapkan untuk dipilih rakyat melalui bilik suara di hari H Pilkada.

Di sisi lain, peranan ulama dan mahasiswa sangat vital dalam upaya pencerahan dan pendidikan politik di tengah-tengah masyarakat, termasuk dalam tataran merubah kekacauan pola kepemimpinan Madina.

Ulama sudah harus meningkatkan kreativitasnya, harus mampu menjadi agen perubahan di semua lini dan aspek kehidupan, tidak melulu bicara akhirat.

“Bagaimana rakyat khusuk beribadah kalau “boltok male” katanya.

 

Peliput  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PARPOL HARUS IKUT BAHAS R-APBD MADINA 2027

    PARPOL HARUS IKUT BAHAS R-APBD MADINA 2027

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Ludfan Nasution
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution – Koordinator Mandailing Epicentrum     Parpol mestinya tak hanya bekali Caleg dengan atribut, tapi juga tingkatkan vitalitas kader di DPRD dengan kemampuan advokasi (politik) anggaran. Pembahasan R-APBD Madina 2027 semestinya tidak hanya menjadi urusan TAPD dan DPRD. Ada satu institusi yang perlu ikut memberi perhatian ekstra dari sisi yang berbeda, […]

  • Pemudik Jalan Kaki Jalinsum Aek Latong

    Pemudik Jalan Kaki Jalinsum Aek Latong

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Licin dan Berlumpur Jalinsum Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan menebar ancaman bagi pengguna jalan atau pemudik. Lima hari menjelang Lebaran, Kamis (25/8), kondisi jalan tersebut licin dan berlumpur akibat turunnya hujan sejak sepekan terakhir. {msimage}Pantauan METRO, Kamis (25/8) pagi hingga sore, beberapa kendaraan bermotor seperti mobil atau bus berjalan satu persatu dan lambat karena […]

  • Harapan di Balik Aksi Pengibaran Bendera One Piece

    Harapan di Balik Aksi Pengibaran Bendera One Piece

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Menjelang HUT Kemerdekaan ke-80 RI, media sosial dihebohkan dengan aksi pengibaran bendera bajak laut One Piece oleh sebagian masyarakat dan truk. Aksi ini menuai beragam respon dari berbagai kalangan. Pemerintah berpendapat bahwa pengibaran bendera One Piece berpotensi menjadi simbol pembangkangan terhadap negara. Aksi ini bisa mengarah pada bentuk provokasi yang mengikis nilai-nilai […]

  • DPRD Madina Diminta Panggil Kakan Pertamanan

    DPRD Madina Diminta Panggil Kakan Pertamanan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    *Terkait Sampah Menumpuk PANYABUNGAN : Terkait sampah yang menunpuk di sepangjang jalan Abri kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan Kota Kabupaten Mandailing Natal, di minta kepada DPRD Madina harus panggil Kepala kantor Pertamanan, Kebersihan dan Pemadam Kebakaran. Hal ini Sampah di sepanjang Jalan Abri Kelurahan Panyabungan II, tumpukan sampah di sepanjang jalan Abri tersebut lebih disebabkan […]

  • Daerah Wisata Sampuraga Seperti Tak bertuan

    Daerah Wisata Sampuraga Seperti Tak bertuan

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Legenda Cerita rakyat Sumatera Utara khususnya Mandailing merupakan cerita rakyat yang jadi kebanggaan daerah, Namun saat ini kondisi lokasi wisata Sampuraga yang berada di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal seperti tak bertuan, padahal ini merupakan asset daerah dan penambahana APBDDaerah bila dikelola dengan baik,(MOL-HOL)

  • Willem Iskander "belajar dari sejarah masa lalu"

    Willem Iskander "belajar dari sejarah masa lalu"

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Resensi buku Di negeri penjajah: orang Indonesia di negeri Belanda sejarah Willem Iskander dinegeri orang yang di bukukan semoga menjadi pelajaran terbaik bagi putra mandailing di negeri orang.

expand_less