Jumat, 12 Jun 2026
light_mode

Beranikah Orang Sumut Mendirikan “Pusat Dokumentasi Willem Iskander”?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

Oleh: Muhamad Ludfan Nasution
Anggota Komunitas Pengusul Willem Iskandar Pahlawan Nasional

 

Sati Nasution glr Sutan Iskandar (Willem Iskander)

 

Ada pertanyaan yang layak diajukan kepada kita semua Bangsa Indonesia, khususnya kepada orang Sumatera Utara:

Jika kita begitu yakin bahwa Willem Iskander adalah salah satu pelopor pendidikan bumiputera terbesar yang pernah lahir dari tanah ini, beranikah kita mendirikan sebuah Pusat Dokumentasi Willem Iskander?

Pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana. Tetapi sesungguhnya sangat menohok.

Sebab selama puluhan tahun, kita nyaris tidak pernah kekurangan pidato tentang pentingnya Willem Iskander. Kita juga tidak kekurangan seminar, webinar, diskusi, lomba menulis, bahkan film dokumenter. Nama Willem Iskander terus disebut dari waktu ke waktu.

Namun, ketika ditanya:

Di mana pusat arsip dan dokumentasi Willem Iskander?

Jawabannya, masih sunyi.
Padahal hampir semua tokoh besar dunia dikenang bukan hanya melalui monumen, melainkan melalui dokumentasi yang terawat.

Mereka memiliki pusat studi. Punya museum. Perpustakaan. Arsipnya terus diperbarui.

Bagaimana dengan tokoh kebanggaan Willem Iskander, Sutan Iskander atau Sati Nasution?

Banyak dokumennya masih tercerai-berai. Sebagian berada dalam buku-buku lama. Sebagian tersimpan di perpustakaan. Tak sedikit yang masih berada di tangan peneliti.

Nah, sebagian lagi, diduga masih bersembunyi di arsip Belanda.

Padahal, semakin jauh kita menelusuri jejak Sati Nasution, semakin tampak betapa besar pekerjaan rumah yang belum kita selesaikan.

Kita tahu nama kecilnya adalah Sati Nasution bergelar Sutan Iskandar.

Kita tahu Sutan Iskander belajar di sekolah bumiputera di Panyabungan.

Kita tahu ia berangkat ke Belanda untuk memperdalam ilmu keguruan.

Kita tahu keponakan Sutan Kumala Yang Dipertuan Hutasiantar itu mendirikan Kweekschool Tanobato pada tahun 1862.

Kita tahu ia menulis Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk.

Kita tahu, Sutan kelahiran Pidoli ini wafat di Amsterdam pada tahun 1876. Tetapi, tahukah kita di mana salinan resmi akta kematiannya?

Tahukah kita nomor register perkawinannya dengan Maria Jacoba Christina Winter?

Tahukah kita seluruh murid yang pernah belajar di Kweekschool Tanobato?

Tahukah kita berapa banyak arsip pendidikan kolonial yang menyebut namanya?

Pertanyaan-pertanyaan itu menunjukkan satu hal:

Penelitian tentang Willem Iskander belum selesai.

Bahkan, mungkin baru dimulai.

Ironisnya, ketika daerah lain berlomba-lomba membangun pusat dokumentasi tokoh mereka, Sumatera Utara masih sering terjebak pada kebanggaan simbolik.

Kita, tentu saja, sangat bangga memiliki Willem Iskander. Pribumi yang sudah berjasa besar untuk Bumiputera di Nusantara.

Tetapi belum sungguh-sungguh menginventarisasi seluruh jejaknya.

Kita bangga menyebutnya pelopor pendidikan. Tetapi belum mengumpulkan seluruh bukti yang menunjukkan bagaimana pengaruhnya menjalar ke Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh melalui murid-muridnya.

Kita bangga mengusulkannya sebagai Pahlawan Nasional.

Tetapi belum memiliki satu lembaga khusus yang bertugas menghimpun, merawat, dan mengembangkan seluruh pengetahuan tentang dirinya.

Padahal, justru di situlah fondasi pengakuan sejarah dibangun.

Bayangkan jika suatu hari berdiri sebuah Pusat Dokumentasi Willem Iskander.
Tidak harus megah.
Tidak harus mahal.
Bisa dimulai dari satu ruangan.
Satu rak buku.
Satu komputer.
Satu tim kecil yang bekerja dengan tekun.
Di sana terkumpul:
• buku-buku tentang Willem Iskander;
• skripsi, tesis, dan disertasi;
• artikel jurnal;
• kliping koran;
• film Senandung Willem Iskander;
• arsip keluarga;
• foto-foto lama;
• hasil wawancara ahli waris;
• hingga dokumen yang diperoleh dari Belanda.
Lalu semua itu didigitalisasi.
Dibuka untuk peneliti.
Dibuka untuk mahasiswa.
Dibuka untuk masyarakat.
Bukankah itu jauh lebih berharga daripada sekadar memasang spanduk dan baliho setiap tahun?

Lebih jauh lagi, pusat dokumentasi seperti itu bukan hanya tentang Willem Iskander.
Ia akan menjadi rumah bagi ingatan kolektif Mandailing.

Di sana kelak bisa dihimpun pula dokumen tentang tokoh-tokoh lain, termasuk Syekh Mustafa Husein, para raja, ulama, guru, dan pejuang yang membentuk wajah sejarah Mandailing Natal.

Karena bangsa yang besar bukanlah bangsa yang paling sering memuji para pendahulunya.

Melainkan bangsa yang paling tekun merawat jejak mereka.

Karena itu, pertanyaan sesungguhnya bukan lagi:
Apakah Willem Iskander layak menjadi Pahlawan Nasional?

Pertanyaan yang lebih mendesak adalah:
Apakah kita sudah cukup serius merawat warisan intelektualnya?

Sebab sebelum negara memberi gelar kepada Willem Iskander, sejarah terlebih dahulu menguji kesungguhan kita.

Dan mungkin ujian itu dimulai dari sesuatu yang sederhana:
Beranikah orang Sumatera Utara mendirikan sebuah Pusat Dokumentasi Willem Iskander?***

Referensi
1. Ardi Ansyah, Willem Iskander (1840–1876): Pelopor Pendidikan di Mandailing Sumatra Utara, Skripsi S1, Universitas Negeri Yogyakarta, 2014.
2. Basyral Hamidy Harahap, berbagai tulisan mengenai Willem Iskander dan sejarah Mandailing.
3. Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk, karya Willem Iskander.
4. Arsip dan kajian mengenai Kweekschool Tanobato yang dikutip dalam penelitian sejarah pendidikan Mandailing.
5. Data biografis Willem Iskander yang tersimpan pada repository Universitas Negeri Yogyakarta dan berbagai publikasi sejarah Mandailing.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKB Madina Launching Pendaftaran Bakal Caleg 2024

    PKB Madina Launching Pendaftaran Bakal Caleg 2024

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mandailing Natal, Sumut membuka pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD kabupaten untuk Pemilu 2024. Launching pendaftaran berlangsung di aula Riyadhoturrohman, Aek Galoga, Panyabungan, Kamis (22/12/2022). Hadir para fungsionaris Dewan Pimpinan Cabang PKB Mandailing Natal (Madina), anggota DPRD Madina dari PKB, kader dan simpatisan partai. Launching dibuka […]

  • Dahlan-Aswin Terjebak Menggugat Kemenagannya Sendiri

    Dahlan-Aswin Terjebak Menggugat Kemenagannya Sendiri

    • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gugatan paslon Dahlan-Aswin ke MK dinilai aneh, sebab secara de fakto dan de jure paslon Dahlan-Aswin pada posisi menang di PSU Pilkada Madina 24 April 2021. Gugatan ini menjadi janggal karena pihak yang menggugat adalah pihak pemenang PSU. Pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Madina tanggal 24 April 2021 posisi perolehan […]

  • Gelar Uji Coba Sistem CAT Tes CPNS

    Gelar Uji Coba Sistem CAT Tes CPNS

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) siap menguji coba penerapan sistem computer assisted test (CAT). Sistem ini digadang-gadang akan diterapkan dalam tes CPNS 2013 menggantikan model pengisian lembar jawaban komputer (LJK). Kepala Biro Hukum dan humas (Karo Hukmas) Kemen PAN-RB M. Imanuddin mengatakan, uji coba ini bakal dilangsung pada sebuah […]

  • Mahasiswa Jangan Terkecoh Rayuan Calo

    Mahasiswa Jangan Terkecoh Rayuan Calo

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mahasiswa diminta berhati-hati, jangan tertipu calo untuk mendapatkan bewasiswa dari Pemkab Madina. “Proses seleksi ini sangat rentan dimamfaatkan dan dijadikan alat meraih keuntungan bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Madina M. Yasir Nasution, S.Pd, kemarin. Himbauan itu terkait masih berlangsungnya proses penyeleksian penerima beasiswa untuk mahasiswa berprestasi […]

  • Jalan Simpang Gambir-Sumbar Diperbaiki

    Jalan Simpang Gambir-Sumbar Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Perbaikan jalan jalur Simpang Gambir-batas Sumatera Barat sedang berlangsung. Kegiatan perbaikan jalan yang sumber dari APBN-P 2015 itu mencakup jalan sepanjang 7 kilo meter dari titik Desa Dalan Lidang Kecamatan Lingga Bayu hingga Desa Muara Bangkok, Kecamatan Ranto Baek, Mandailing Natal. Pihak pemerintah Desa Manisak mengatakan, perbaikan jalan berupa […]

  • Aktifis Karang Taruna dan Ksr PMI BLU Staim Gelar Aksi Sosial SINABUNG.

    Aktifis Karang Taruna dan Ksr PMI BLU Staim Gelar Aksi Sosial SINABUNG.

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Panyabungan – (Mandailing Online) –  Puluhan aktivitis kemanusiaan dari Karang Taruna Kab. Madina dibantu KSR PMI BLU STAIM gelar aksi peduli Sinabung. Aksi aktifis kemanusian ini  turun ke jalan dibeberapa titik stategis pusat Kota Panyabungan sejak hari Selasa- Sabtu (04/02-10/02) untuk menggalang sumbangan kemanusiaan  untuk membantu korban Bencana Gunung Api Sinabung. “Hasil penghimpunan sumbangan selama […]

expand_less