Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Unjukrasa 22 Mei, Korban Tewas Akibat Tembakan Peluru

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Mei 2019
  • print Cetak

Korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan. (Foto : Efira Tamara Thenu / kumparan)

 

JAKARTA (Mandailing Online) – Hingga pukul 10.41 WIB, Rabu dini hari (22/5/2019),  enam orang dinyatakan meninggal dunia dalam aksi 22 Mei di Tanah Abang, buntut aksi demonstrasi di depan Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Setidaknya salah satu korban dikonfirmasi tewas akibat tembakan peluru. Belasan lainnya terluka.

Direktur Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Fahrul W Arbi, mengkonfirmasi ada tiga korban tertembak, salah satunya tewas. Mereka tertembak di betis, tangan, dan sendi bahu.

“Meninggalnya karena ada luka tembak tembus ke belakang dari dada, mungkin mengenai paru-paru ada pneumotoraks. Pneumotoraks itu selaput paru robek sehingga udara terkumpul di sana dan kena pembuluh besar,” sambung dia.

Tidak disebutkan jenis peluru apa yang menewaskan warga tersebut. Namun, apakah selain peluru tajam bisa menembus tubuh korban? Kalau memang ada yang menembakkan peluru tajam, siapakah pelakunya?

Seorang warga memperlihatkan selongsong peluru di kawasan Tanah Abang. (Foto: Fadjar Hadi/kumparan)

Polisi sendiri telah menegaskan mereka tidak menggunakan peluru tajam dalam membubarkan massa di Tanah Abang. “Polisi tidak ada yang pakai peluru tajam,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (22/5).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau korban kerusuhan yang dibawa ke RS Tarakan. Dalam keterangannya, Anies mengatakan ada 6 korban meninggal dunia yang dibawa ke sejumlah rumah sakit.

Massa aksi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

“Korban sejauh ini ada 6 korban meninggal. Di RS Tarakan ada 2, kemudian di RS Pelni, kemudian di RS Budi Kemuliaan, RSCM, dan di RS Al Buntoharjo. Dan ini per jam 9 sekarang. Jadi kita-kita ada sekitar 200-an orang luka-luka per jam 9 ini dan ada sekitar 6 orang yang sudah tercatat meninggal,” kata Anies di lokasi, Rabu (22/5).

Unjukrasa ke Bawaslu itu memprotes dugaan kecurangan Pilpres 2019.

 

Sumber : https://today.line.me/id/pc/article/Mempertanyakan+Peluru+yang+Tewaskan+Demonstran+pada+Rusuh+Tanah+Abang-38OwMW

https://today.line.me/id/pc/article/Anies+6+Orang+Meninggal+Dunia+Akibat+Kerusuhan

Editor : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 8)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 8)

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980) Ada sejumput cerita tentang munculnya pasar bawah setiap pekan Ramadhan di kampung kami. Ya, orang orang menyebutnya pasar bawah karena lokasinya terpisah dengan pasar yang sebenarnya. Lokasinya sedikit tersembunyi  di tepi sungai, di sela sela pohon kopi.  Dingin dan […]

  • Tunggu Pengumuman, Honorer K2 Diimbau Tetap Tenang

    Tunggu Pengumuman, Honorer K2 Diimbau Tetap Tenang

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Forum Honorer Indonesia (FHI) mengimbau agar seluruh tenaga honorer kategori dua (K2) bersikap tenang dalam menunggu pengumuman kelulusan, yang hingga Rabu (5/2) petang ini belum juga dipublikasikan.  Seluruh honorer diminta menciptakan suasana yang baik, nyaman, dan aman. “FHI mengimbau dan mengajak kepada seluruh tenaga honorer untuk dapat menahan diri dan bijak menerima hasil […]

  • Warga Minta Bupati Madina Tinjau Ulang Pengangkatan Pj Desa Tabuyung

    Warga Minta Bupati Madina Tinjau Ulang Pengangkatan Pj Desa Tabuyung

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Warga meminta bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, meninjau ulang pengangkatan Pj. Kepala Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis. Permintaan itu berdasar penilaian warga terhadap beberapa kebijakan dan keputusan pj. kepala desa berinisial IM yang diduga bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan. Selain itu, yang bersangkutan juga sudah pernah menjalani hukuman […]

  • Masyarakat Madina Mayoritas Ahlussunnah Waljamaah

    Masyarakat Madina Mayoritas Ahlussunnah Waljamaah

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) –  Secara kultural mayoritas masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mayoritas berfaham Ahlussunnah Waljamaah. Hal ini dibuktikan dengan mayoritas masyarakat ketika beramal ibadah mengamalkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah. “Fakta ini sudah terjadi sejak dahulu,” demikian dikatakan Ketua Tandfidz Nahdlatul Ulama Madina, Drs.H.Zainal Arifin Nasution,MM di Hutatinggi, Puncak Sorik Marapi, Selasa, (7/7) […]

  • Total Kerugian akibat Gempa Tapanuli Utara Belum Jelas

    Total Kerugian akibat Gempa Tapanuli Utara Belum Jelas

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARUTUNG: Sampai dengan saat ini Senin 1 Augustus 2011,total atau jumlah keseluruhan kerugian akibat gempa yang mengguncang Tapanuli Utara tanggal 14 juni 2011 lalu, belum dapat dipastikan. Karena data yang diperoleh belum jelas, dan masih menunggu dari tim survey yang telah dihunjuk. Pernyataan ini diutarakan oleh Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapanuli Utara,Tumbur Hutabarat […]

  • Tunjangan Guru di Labuhanbatu Rp 2,9 Miliar Diduga Diselewengkan

    Tunjangan Guru di Labuhanbatu Rp 2,9 Miliar Diduga Diselewengkan

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    RANTAUPRAPAT : Tunjangan untuk guru sebesar Rp2,9 miliar yang belum direalisasiakan terhitung sejak Juli 2010 lalu sampai Februari 2011 diduga disalahgunakan oknum Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu berinisial LM. Apalagi,setelah kabar tak sedap ini muncul, LM menghilang dan tidak pernah lagi masuk kantor. Hal ini terungkap ketika Kepala Dinas Pendidikan Kabuaten Labuhanbatu Iskandar menyampaikan persoalan […]

expand_less