Jumat, 11 Sep 2026
light_mode

16 Tahun Mandailing Online: Mendengar, Memberitakan, Mengawal Rakyat

  • account_circle Supardi
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • print Cetak

Oleh: Supardi S.H.I
Sociopreneur/Founder Business Ouners Community

 

Enam belas tahun bagi sebuah portal berita lokal bukan perjalanan yang pendek. Di tengah perubahan teknologi, munculnya media sosial dan semakin cepatnya masyarakat memperoleh informasi, Mandailing Online telah melewati berbagai zaman sekaligus berbagai tantangan.

Hari ini, ulang tahun ke-16 Mandailing Online semestinya tidak hanya dirayakan sebagai pertambahan usia. Momentum ini layak dijadikan ruang untuk bertanya: apa arti kehadiran media lokal bagi masyarakat?

Pertanyaan itu penting karena media lokal memiliki posisi yang berbeda dengan media nasional. Media lokal berada lebih dekat dengan masyarakat. Ia berhadapan langsung dengan persoalan jalan desa, pendidikan, pelayanan kesehatan, ekonomi rakyat, pembangunan, lingkungan, pemerintahan dan berbagai persoalan sosial yang sering kali tidak menjadi perhatian media besar.

Kedekatan tersebut merupakan kekuatan Mandailing Online.

Namun kedekatan juga melahirkan tanggung jawab. Semakin dekat sebuah media dengan masyarakat dan pemangku kepentingan daerah, semakin besar pula tuntutan agar media tersebut tetap kritis, independen dan berani menyampaikan fakta.

Jangan Hanya Menjadi Penyampai Berita

Media tidak boleh berhenti pada pekerjaan mencatat peristiwa.

Pejabat menghadiri acara, pemerintah meluncurkan program, tokoh masyarakat memberikan pernyataan, kegiatan masyarakat berlangsung—semuanya penting diberitakan. Tetapi masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar informasi tentang apa yang terjadi.

Masyarakat juga perlu mengetahui apa dampaknya.

Ketika sebuah program pemerintah diluncurkan, apakah benar-benar dirasakan masyarakat? Ketika pembangunan diumumkan, apakah hasilnya sesuai dengan kebutuhan? Ketika persoalan masyarakat diberitakan, apakah kemudian ada penyelesaian?

Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang membuat media memiliki fungsi lebih besar daripada sekadar portal informasi.

Media harus menjadi pengingat.

Media harus berani bertanya kembali ketika sebuah janji belum direalisasikan.

Media harus memberikan ruang kepada masyarakat yang suaranya sering kalah oleh suara mereka yang mempunyai kekuasaan.

Di sinilah media lokal mempunyai keunggulan yang tidak boleh disia-siakan.

Mendengar Suara yang Tidak Selalu Terdengar

Masyarakat kecil sebenarnya memiliki banyak cerita.

Petani berbicara tentang harga hasil pertanian. Pedagang kecil berbicara tentang sulitnya mempertahankan usaha. Anak muda berbicara tentang lapangan pekerjaan. Orang tua berbicara tentang pendidikan anak. Masyarakat desa berbicara tentang infrastruktur dan pelayanan pemerintah.

Persoalannya, tidak semua suara tersebut sampai ke ruang pengambilan kebijakan.

Karena itu, mendengar harus menjadi bagian penting dari kerja media.

Mendengar berarti tidak hanya menunggu informasi datang ke kantor redaksi. Media perlu mendekati masyarakat, turun ke lapangan dan melihat persoalan dari berbagai sisi.

Media yang hanya menunggu rilis akan mendapatkan berita dari sumber yang sudah memiliki akses.

Media yang turun ke masyarakat akan menemukan cerita yang mungkin belum pernah diberitakan.

Inilah tantangan sekaligus peluang Mandailing Online di masa depan.

Memberitakan dengan Keberanian

Setelah mendengar, tugas berikutnya adalah memberitakan.

Tetapi memberitakan bukan berarti menyebarkan semua informasi tanpa pemeriksaan.

Media harus mampu memilah fakta, melakukan verifikasi dan memberikan ruang kepada pihak-pihak terkait untuk menjelaskan persoalan.

Pada saat yang sama, keberanian tetap diperlukan.

Media lokal jangan sampai kehilangan daya kritis hanya karena berhadapan dengan pejabat, pengusaha atau tokoh yang mempunyai pengaruh.

Sebaliknya, kritik juga tidak boleh berubah menjadi tuduhan.

Jurnalisme yang kuat adalah jurnalisme yang berani tetapi tetap bertanggung jawab.

Pemerintah yang bekerja dengan baik patut diberitakan. Kebijakan yang merugikan masyarakat harus dikritisi. Persoalan yang belum selesai harus terus ditanyakan.

Dengan cara itu, media bukan menjadi lawan pemerintah, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga agar kekuasaan tetap bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Mengawal Persoalan Sampai Ada Kejelasan

Ada satu hal yang sering hilang dalam pemberitaan: tindak lanjut.

Sebuah persoalan diberitakan hari ini. Besok muncul berita lain. Perhatian publik pun berpindah.

Padahal persoalan masyarakat belum tentu selesai.

Karena itu, gagasan “mengawal” layak menjadi perhatian dalam perjalanan Mandailing Online ke depan.

Mengawal bukan berarti media mengambil alih pekerjaan pemerintah. Mengawal berarti media tetap mengikuti perkembangan suatu persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

Jika masyarakat mengeluhkan jalan rusak, media dapat kembali melihat apakah jalan tersebut diperbaiki.

Jika ada persoalan pelayanan publik, media dapat menanyakan apakah sudah ada perubahan.

Jika pemerintah menyampaikan janji pembangunan, media dapat melihat apakah janji tersebut benar-benar diwujudkan.

Dengan demikian, berita tidak berhenti sebagai arsip. Berita memiliki dampak dan terus memberikan tekanan moral agar persoalan publik mendapatkan perhatian.

Usulan Tagline untuk Mandailing Online

Dalam momentum ulang tahun ke-16 ini, saya melihat ada sebuah gagasan sederhana yang layak dipertimbangkan oleh Mandailing Online sebagai motto atau tagline ke depan:

“Mendengar, Memberitakan, Mengawal.”

Tiga kata tersebut sederhana, tetapi menggambarkan perjalanan kerja media yang ideal.

Mendengar suara masyarakat.

Memberitakan fakta secara jujur dan bertanggung jawab.

Mengawal persoalan publik sampai masyarakat mendapatkan kejelasan.

Jika tagline tersebut benar-benar diwujudkan dalam kerja jurnalistik, Mandailing Online dapat memperkuat identitasnya sebagai media lokal yang tidak hanya hadir ketika ada peristiwa, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian.

Tantangan 16 Tahun Berikutnya

Mandailing Online kini memasuki fase yang tidak mudah.

Persaingan media semakin ketat. Media sosial membuat semua orang dapat menjadi penyebar informasi. Kecepatan menjadi tuntutan. Namun justru dalam keadaan seperti ini, media profesional semakin dibutuhkan.

Sebab masyarakat bukan hanya membutuhkan informasi yang cepat. Mereka membutuhkan informasi yang dapat dipercaya.

Karena itu, tantangan terbesar Mandailing Online bukan sekadar bagaimana mendapatkan pembaca sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana mempertahankan kepercayaan pembaca.

Media boleh berkembang secara bisnis. Media boleh mengikuti perkembangan teknologi. Tetapi jangan sampai kepentingan bisnis menghilangkan independensi dan kepentingan publik.

Enam belas tahun perjalanan Mandailing Online hendaknya menjadi awal dari babak baru.

Babak ketika media semakin dekat dengan masyarakat, semakin berani mengkritisi persoalan daerah, semakin serius melakukan liputan mendalam dan semakin konsisten mengawal kepentingan publik.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan media bukan hanya seberapa banyak berita yang diterbitkan atau seberapa tinggi jumlah pembacanya.

Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar keberadaannya dirasakan oleh masyarakat.

Jika masyarakat merasa didengar, fakta mendapatkan tempat untuk diberitakan, dan persoalan publik terus dikawal, maka media telah menjalankan perannya.

Selamat ulang tahun ke-16 Mandailing Online.

Semoga semakin kuat, kritis, independen dan dekat dengan rakyat.

Mendengar suara rakyat. Memberitakan fakta. Mengawal perubahan.

  • Penulis: Supardi
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecurangan Pilkada Madina 2020 Dinilai Lebih Dahsyat dari Kotawaringin Barat 2010

    Kecurangan Pilkada Madina 2020 Dinilai Lebih Dahsyat dari Kotawaringin Barat 2010

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kecurangan di Pilkada Mandaiiling Natal tahun 2020 dinilai lebih dahsyat dari kecurangan Pilkada Kotawaringin Barat tahun 2010. Mantan Ketua Umum Ima Tabagsel priode 2010-2012, Misron Saidi Batubara,ST menyatakan itu kepada Mandailing Online, Senin (21/12/2020) di Panyabungan. Menurutnya, fakta-fakta memberikan indikasi kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis dan massif di Pilkada Mandailing Natal […]

  • Kejari Madina Kejar Bukti Baru, Proyek Smart Village Rugikan Negara Rp1,7 Miliar

    Kejari Madina Kejar Bukti Baru, Proyek Smart Village Rugikan Negara Rp1,7 Miliar

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online – Kejaksaan Negeri Madina terus memburu alat bukti baru dalam kasus korupsi proyek Smart Village 2023. Tersangkanya MA, Direktur Utama PT ISN. Nilai proyek Rp24,9 juta per desa, tapi aplikasinya tak bisa dipakai. “Tim Pidsus masih terus melakukan pengumpulan alat bukti dan barang bukti sembari melakukan pemberkasan dalam perkara MA,” kata Kasi Intel […]

  • SBY Mengeluh Lagi

    SBY Mengeluh Lagi

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Merasa Jadi Sasaran Fitnah JAKARTA- Dugaan kasus yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) Muhammad Nazaruddin kian melebar. Setelah dugaan keterlibatannya dalam kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 dan pemberian uang kepada Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK) Janedjri M. Gaffar, muncul pesan singkat (SMS) gelap yang mengatasnamakan Nazaruddin. SMS gelap bernomor Singapura yang […]

  • Angka Stunting Turun 13,5% di Madina

    Angka Stunting Turun 13,5% di Madina

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut berhasil menurunkan angka stunting. Berdasar data SSGI (Survei Status Gizi) tahun 2022, Madina menunjukkan keberhasilan menurunkan angka stunting menjadi 34,2%, atau mengalami penurunan 13,5% dari tahun 2021 yang masih 47,7 %. Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution menyatakan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang sudah […]

  • Pemerintah Harus Hati-hati Memberi Izin Tambang

    Pemerintah Harus Hati-hati Memberi Izin Tambang

    • calendar_month Senin, 24 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kendati 70 % sumber pemasukan APBN berasal dari sektor pertambangan, pemerintah diharap untuk lebih berhati-hati dalam memberikan izin pertambangan bagi investor yang ingin melakukan eksplorasi tambang di daerah Indonesia, dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Itu ditegaskan Anggota Komisi VII DPR-RI, Jhonny Allen Marbun pada seminar bertajuk “Industri Pertambangan […]

  • Draf Sempat Diperbaiki, Keppres Pemakzulan Bupati Karo Belum Terbit

    Draf Sempat Diperbaiki, Keppres Pemakzulan Bupati Karo Belum Terbit

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hingga kemarin (21/5), pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum juga menerima Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengesahan pemakzulan Bupati Karo, Kena Ukur 'Karo Jambi' Surbakti. Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Didik Suprayitno menyatakan, meski kemendagri belum menerimanya, tidak lantas dikatakan bahwa Keppres belum terbit. "Bisa saja masih di istana. Kita tunggu […]

expand_less