Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Bullying Gagal Teratasi, Islam Kaffah Hadir Jadi Solusi

  • account_circle Dhea Rahma Artika
  • calendar_month 28 menit yang lalu
  • print Cetak

Oleh: Dhea Rahmah Artika, A.Md.Keb
Praktisi Kesehatan, Aktivis Dakwah Remaja 

Siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem Pemalang, berusia tujuh tahun meninggal dunia pada 30 September 2026. Sebelumnya ia diduga mengalami kekerasan oleh kakak kelas. Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sembilan hari. Polisi kemudian memeriksa keluarga, pihak sekolah, dan teman korban serta melibatkan tim psikiater dalam pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Proses penyelidikan ini masih berlangsung.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa terdapat dua orang kakak kelas disebut terlibat aksi kekerasan tersebut. Pada 6 Oktober, warga dan sejumlah wali murid bahkan mendatangi sekolah karena merasa resah atas dugaan kekerasan tersebut. Sehari kemudian, pada 7 Oktober, kepala SDN 01 Kebondalem dinonaktifkan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang terkait kasus tersebut.

Kasus ini menambah deretan panjang angka kekerasan yang terjadi di sekolah. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan data tren kenaikan jumlah kasus kekerasan di satuan pendidikan yang mereka pantau. Pada 2020 tercatat 91 kasus, 142 kasus pada 2021, 194 kasus pada 2022, 285 kasus pada 2023, 573 kasus pada 2024, dan 614 kasus pada 2025.

 

Mengapa Sekolah Menjadi Ruang Kekerasan?

Seorang anak berangkat ke sekolah membawa harapan untuk belajar dan bermain bersama teman-temannya. Namun, tragedi di Pemalang ini justru menunjukkan sisi lain dunia pendidikan. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman namun diduga menjadi lokasi terjadinya kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa seorang anak.

Tragedi semacam ini tentu tidak bisa dijadikan alasan untuk menghakimi pihak tertentu sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai. Namun, ada beberapa hal yang tidak boleh ditunda untuk dipertanyakan. Pertama, mengapa lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat pendidikan dan perlindungan anak justru masih menjadi ruang terjadinya kekerasan?
Lalu kemudian Jika kasus kekerasan seperti ini terus berulang, apakah persoalannya hanya terletak pada perilaku beberapa anak saja, atau ada persoalan yang lebih mendasar dalam sistem pendidikan dan lingkungan sosial yang membentuk mereka?

 

Angka Kekerasan Naik, Alarm bagi Negara

Pendidikan seharusnya bukan hanya menghasilkan anak yang mampu membaca, berhitung, menguasai teknologi, dan meraih prestasi. Pendidikan juga seharusnya membentuk manusia yang mampu mengendalikan dirinya, menghormati orang lain, dan memahami konsekuensi moral dari tindakannya. Persoalannya menjadi lebih dalam ketika kita tidak hanya sedang menghadapi problem bullying. Namun kita sedang menghadapi problem pembentukan generasi.

Di sinilah kritik terhadap paradigma sekuler-kapitalistik menjadi relevan sebagai sebuah perspektif ideologis. Paradigma sekuler akan memisahkan agama dari pengaturan kehidupan publik, termasuk pendidikan. Sementara paradigma kapitalistik cenderung menempatkan manusia dalam logika berkompetisi, mendulang prestasi, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan kepentingan material.

Sehingga terbukti bahwa sistem sekuler kapitalistik telah gagal mewujudkan pendidikan yang mampu melahirkan generasi berkualitas baik dalam hal prestasi akademik maupun non-akademik. Keadaan ini semakin diperparah oleh hadirnya Negara yang kian abai terhadap kasus bullying, dan tidak serius dalam menangani kasus ini yang terfaktai dengan makin meningkatnya kasus bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan.

 

Hadirnya Islam Sebagai Solusi

Islam memandang bahwa manusia tidak dibiarkan menentukan sendiri seluruh standar benar dan salah berdasarkan hawa nafsu, tren, atau kesepakatan sosial yang berubah-ubah. Dalam perspektif Islam, akidah bukan hanya sekadar materi dalam pelajaran. Akidah sudah seyogyanya menjadi landasan bagi pembentukan pola pikir dan perilaku.

Karena itu, pendidikan Islam bertujuan membentuk syakhsiyah Islamiyah. Dimana kepribadianlah yang menjadikan akidah Islam sebagai dasar berpikir dan menjadikan syariat sebagai pedoman dalam berperilaku.

Selain itu Negara juga wajib bertanggungjawab atas keberlangsungan jalannya rangakaian pendidikan, mulai dari penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai, guru yang kompeten disetiap bidang keilmuannya, serta kurikulum pakem yang mampu mewujudkan generasi bersyakhsiyah Islam.

Ada hal yang tak kalah penting, yaitu hadirnya keluarga sebagai Benteng Pertama Islam menempatkan keluarga sebagai institusi penting dalam pendidikan anak. Orang tua tidak boleh menyerahkan seluruh pembentukan kepribadian kepada sekolah. Anak harus mendapatkan pendidikan berbasis iman, ibadah, akhlak, adab, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama sejak dini.

Masyarakat pun tidak boleh hanya menjadi penonton. Dengan Islam akan terbangun masyarakat dengan budaya amar makruf nahi mungkar. Dengan demikian, Islam tidak hanya berbicara tentang pendidikan moral, tetapi juga menyediakan mekanisme sosial dan hukum untuk menjaga masyarakat dari kezaliman. Wallahu alam Bissawab

  • Penulis: Dhea Rahma Artika
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuntutan Pendemo ke Pj Bupati & DPRD

    Tuntutan Pendemo ke Pj Bupati & DPRD

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-; Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Mandailing Natal (AMP2M) bersama Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP) berdemonstrasi ke kantor Pemkab dan DPRD Madina, Kamis (28/10). Mereka meminta pejabat terkait bertanggung jawab atas defisit anggaran tahun 2010 yang berjumlah Rp19,7 miliar, dan mendesak Pejabat (Pj) Bupati Aspan Batubara dan DPRD membentuk tim auditor defisit anggaran tersebut. […]

  • 40 Anggota DPRD Madina Dilantik, Erwin Efendi Lubis Ketua Sementara

    40 Anggota DPRD Madina Dilantik, Erwin Efendi Lubis Ketua Sementara

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Sebanyak 40 anggota DPRD Mandailing Natal ( Madina), Sumatera Utara periode 2024-2029 resmi dilantik. Erwin Efendi Lubus Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra) Madina jadi ketua sementara. Senin 2/9/2024 Sekretaris Dewan (Sekwan) Afrizal Nasution mengatakan, sesuai surat keputusan Parpol. Erwin Efendi Lubis selaku Ketua DPRD Sementara dan Indah Anisah sebagai […]

  • Mengenal Partanian Organik di Jepang Metode Bangau Putih

    Mengenal Partanian Organik di Jepang Metode Bangau Putih

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bangau putih hilang dari langit Jepang sejak tahun 1970-an. Sekarang ratusan bangau berhasil kembali ke alam. Sangat jarang dimanapun di dunia ini spesies yang pernah hilang hidup harmonis dengan manusia di lingkungan manusia. Keajaiban ini terjadi karena melalui efford yang kuat dari mereka yang ingin hidup berdampingan dengan bangau lagi. Kota Toyooka sedang berusaha untuk […]

  • Petasan Ganggu Ibadah Tarawih

    Petasan Ganggu Ibadah Tarawih

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Letupan-letupan petasan dan kembang api sangat mengganggu pelaksanaan ibada tarawih dan tadarus di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Pemerintah daerah Madina diminta melalukan koordinasi lebih gesit dengan para camat dan kepala desa dalam upaya menertibkan warga yang membuyikan petasan dan mercun di sekitar mesjid pada malam hari. “Harus begini baru bisa dihentikan […]

  • Warga Keluhkan Pendangkalan dan Sampah di Sungai Aek Mata Panyabungan

    Warga Keluhkan Pendangkalan dan Sampah di Sungai Aek Mata Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ):   Selain terjadinya pendangkalan disungai aek mata yang berada di jantung kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, tumpukan sampah di sungai membuat warga yang bermukim di daerah itu khawatirkan akan banjir. Sungai aek mata memang kerap meluap ke pemukiman penduduk sehingga mengakibatkan banjir ketika hujan deras turun. Dari penuturan Irwan salah seorang warga […]

  • Gempa di Sumatera ancam dunia

    Gempa di Sumatera ancam dunia

    • calendar_month Jumat, 28 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- Akibat dua gempa besar yang terjadi pada 11 April 2012 lalu di Samudera Hindia, ratusan kilometer di barat Sumatera, gempa di seluruh dunia meningkat lima kali lipat. Temuan menarik ini dilansir di jurnal Nature pada Kamis, 27 September 2012 ini. Ketua peneliti riset Fred Pollitz dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat menemukan, hanya […]

expand_less