Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Legenda Si Penguasa Kerangkeng, Akankah Kebenaran Terungkap?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Sadis! Horor! Tidak Manusiawi! Itulah sederatan kata-kata yang pastinya muncul di benak setiap orang yang telah mengetahui kasus seorang bupati salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Kisah tragis yang dikabarkan menimpa anak manusia dalam satu ruangan illegal bersama rantai kerangkeng yang sampai pemberitaan terkini belum ada kepastian pernyataan tentang penggunaan kerangkeng di ruangan yang lebih layak disebut sebagai tempat isolasi atau tahanan.

Seperti yang dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (25/01/2022), bahwa bupati Kabupaten Langkat tersebut telah memakai rompi tahanan KPK. Namun, bagaimana dengan kasus isolasi manusia yang ia lakukan?

Beberapa media yang memberitakan bahwa kerangkeng digunakan tidak lebih untuk 27 orang dalam ruangan yang mirip ruangan tahanan  atau isolasi. Mereka yang menjadi penghuni ruangan tahanan tersebut dikabarkan adalah para pekerja sawit untuk bupati Langkat. Pertanyannya, kenapa harus dikrangkeng segala?

Hasil laporan sementara menurut penuturan pihak bupati Langkat yang diberitahukan kepada kepolisian setempat menyebutkan,  bahwa penghuni ruangan menyeramkan itu adalah pecandu narkotika. Mereka sebenarnya diserahkan oleh keluarganya langsung kepada bupati untuk direhabilitasi.

Sehingga kerangkeng, ruang tahanan, dan kerja di kebun sawit adalah dalam rangka menjalankan rehabilitasi. Sejak kapan seorang bupati merehabilitasi langsung pecandu narkoba? Lalu, apa fungsi kepolisian dan BNN?

Di sisi lain, para pegiat HAM menilai, bahwa peristiwa kerangkeng dan tahanan di rumah pribadi bupati Langkat adalah bentuk perbudakan. Sehingga sangat melanggar garis-garis HAM. Bupati Langkat sedang diselidiki dengan kasus tersebut disamping kini menjadi tersangka korupsi. Lalu, bagaimana menyikapi peristiwa legenda si penguasa kerangkeng manusia itu? Akankah HAM bisa diandalkan dalam mengungkap kebenaran?

Pertama, sepertinya kasus pengurungan manusia dalam tahanan oleh bupati Langkat terlihat tidak begitu diseriuskan oleh pihak yang berwenang. Karena menganggap bahwa kasus utama bupati adalah korupsi. Kalau sudah ditahan dengan delik korupsi, maka butuh waktu yang lama lagi untuk menelusuri kebenaran dibalik kerangkeng tersebut. Apalagi jika sudah masuk penjara, tentu bertemu dengan tersangka amat sulit. Juga menemui orang-orang terdekat sekitarnya sebagai saksi akan segera melarikan diri.

Kedua, andaipun lembaga HAM menelusuri kasus ini, dan terbukti bahwa bupati Langkat melakukan kejahatan terhadap sejumlah orang dalam ruangan tahanannya, apakah lembaga HAM akan menawarkan hukuman seberat-beratnya? Atau malah dengan dalil HAM lagi, Bupati tersebut diberi keringanan hukuman?

Ketiga, perbuatan mengurung lalu mengisolasi dengan kerangkeng sungguh sadis. Hewan saja tidak diizinkan untuk diperlakukan sedemikian buruk apalagi manusia yang Allah Saw ciptakan derajatnya lebih tinggi dan mulia. Sudah selayaknya pelaku menerima hukuman yang tegas dan efek jera sehingga tidak akan memunculkan penguasa-penguasa kerangkeng yang baru di masa depan.

Inilah bagian dari wajah kepemimpinan sistem sekuler kapitalisme liberal. Melahirkan pemimpin atau penguasa yang mayoritas gagal jadi uswah hasanah. Penguasa daerah dipilih oleh rakyat, namun saat berkuasa, rakyat malah disiksa dan diabaikan hak-haknya.

Keangkuhan pun kian congkak. Katanya bekerja untuk memajukan daerah dan masyarakat setempat. Faktanya jauh dari harapan. Meskipun tidak semua penguasa daerah seperti bupati Langkat, tetapi produk sistem hasilnya mayoritas. Tidak amanah, zalim, rakus, dan egois hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok yang menguntungkannya saja.

Pelaku tidak lagi mengingat sebelum duduk di kursi kebesarannya, adalah hasil suara rakyat. Memang, tidak bisa dipungkiri juga, rakyat yang memilih juga, terlepas suka rela, suka cita ataupun money politic. Walhasil, borok-borok penguasa juga penguasa daerah terlihat saat memimpin.

Apalah daya masyarakat? Hanya mereka yang menjadi lawan politik dan punya kekuatan yang mampu melaporkannya. Sementara rakyat, gigit jari.

Lihat saja betapa rapinya bupati Langkat menyembunyikan kejahatannya dari publik hingga tidak ada yang berani melaporkannya termasuk orang-orang sekitarnya. Padahal, ruang itu dikabarkan masih bagian dari rumah bupati Langkat. Logiskah jika tidak ada yang tahu? Lalu, kenapa enggan melapor?

Wajah kepemimpinan era sekuler memang sungguh buruk. Hukum yang ada juga tidak mampu memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan. Jika hukum lemah, maka bagimana kejahatan khususnya yang dilakukan oleh para penguasa bisa diminimanilisir? Wallahu a’lam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harun-Ikhwan di Mata Pelaku UMKM

    Harun-Ikhwan di Mata Pelaku UMKM

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Harun Mustafa Nasution-Muhammad Ichwan Husein Nasution dinilai memiliki visi tajam menggerakkan perekonomian Mandailing Natal khususnya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Mandailing Natal ini dinilai memiliki kemampuan itu plus kemauan politik mengembangkan sektor ekonomi. Sosok Harun Mustafa misalnya, disamping mempunyai jaringan luas, juga sudah berpengalaman […]

  • Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 3)

    Mengenal Bahasa Mandailing (bagian 3)

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam) Dibawah ini didaftarkan menurut abjad, nama-nama daun dan arti pesan yang ingin disampaikan dalam bahasa daun sebagai berikut : Nama Daun Bahasa Mandailing Bahasa Indonesia Adungdung Alasona Alugit Ambasang Ampolu Ampolas Andudur Andulpak Angkung Arirang Balik-balik angin Bariang Barungge Biding-biding Bulu tolang Dali Daupa Dong-dong Gala-gala Galingang Galoga Galunggung […]

  • IMPATI Gelar Forum Silaturrahmi PNNB se Panyabungan Timur

    IMPATI Gelar Forum Silaturrahmi PNNB se Panyabungan Timur

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Ikatan Mahasiswa Panyabungan Timur menggelar acara forum silaturrahmi bersama Persatuan Naposo Nauli Bulung (PNNB) se Kecamatan Panyabungan Timur, Minggu (11/4/ 2021). Berlangsung di aula kantor Camat Panyabungan Timur, dihadiri Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal, tokoh masyarakat Panyabungan Timur, dan seluruh  persatuan Naposo Nauli Bulung, dan Ilman Sakti Nasution mewakili […]

  • Ayah Bupati yang Dibekuk KPK itu Sosok Pendiam

    Ayah Bupati yang Dibekuk KPK itu Sosok Pendiam

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penangkapan Anggota Komisi IV Adriansyah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat tanggapan dari sejumlah anggota dewan di Senayan. Mereka meminta kasus ini tidak disangkutpautkan dengan institusi DPR. “Jangan digeneralisasikan dengan institusi, karena itu kan bersangkutan dengan oknum,” ujar Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4). Anggota Komisi IV […]

  • Balai Jalan Nasional Sumut Tender Penanganan Parit Kota Panyabungan

    Balai Jalan Nasional Sumut Tender Penanganan Parit Kota Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika tak ada kendala, tahun ini perbaikan parit jalan kota Panyabungan, Madina akan dilakukan secara besar-besaran. Parit kota Panyabungan dari titik jembatan Aek Mata hingga Sipolu-polu selalu bermasalah dalam beberapa tahun terakhir penyebab banjir kala penghujan. Saat ini pihak Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional-I Sumatera Utara sedang […]

  • 11 Poin Kesepakatan Penyelesaian Polemik Sorikmas Mining

    11 Poin Kesepakatan Penyelesaian Polemik Sorikmas Mining

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pada Kamis (27/2/2014) lalu dilakukan pertemuan tiga pihak di aula kantor bupati Mandailing Natal (Madina) antara Muspida, PT.Sorikmas Mining dan perwakilan Naga Juang. Dalam pertemuan itu dilahirkan 11 poin penyelesaian masalah yang diyakini menjadi titik awal membangun formula-formula baru dalam menyelesaikan masalah kontrak karya pertambangan yang menguntungkan semua pihak. Ke- 11 […]

expand_less