Tanpa Bantuan Pemkab Madina, Kontingen PORSADIN Madina Justru Rebut 17 Medali
- account_circle Muhammad hamapi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Ini bukan sekadar prestasi. Ini adalah tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Di saat Pemkab dengan enteng beralasan “tidak ada anggaran”, Kontingen Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Madina justru mengukir sejarah. Tanpa sepeser pun bantuan dari Pemkab Madina, tanpa dukungan korporasi, tanpa pelepasan resmi yang megah — mereka pulang membawa 17 medali dan merebut juara 3 besar se-Sumatera Utara serta meloloskan 5 santri terbaik ke tingkat masional.
Prestasi ini bukan pemberian. Bukan hadiah dari APBD. Ini murni keringat patungan masyarakat, air mata guru-guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan doa tulus orang tua santri yang merogoh kocek sendiri demi nama baik Madina.
“Sampai hari ini kita sudah pulang ke Madina. Ini murni dukungan dari masyarakat Madina dan doa dari masyarakat Madina dan guru-guru MDT. Alhamdulillah kita meraih 17 medali dan No. 3 besar se Sumatera Utara,” ungkap M. Daud Lubis, Ketua Umum FKDT Madina seperti dikutip dari Mandailingpos.com
Fakta paling menyakitkan dan memalukan terungkap. Kontingen yang membawa harum nama Madina di level provinsi ini ternyata sudah meminta bantuan ke mana-mana.
Mereka sudah audiensi resmi ke Bupati, Wakil Bupati, Sekda, hingga Kabag Kesra Setdakab Madina. Berharap ada kepedulian untuk duta agama yang akan bertarung membawa nama daerah. Jawaban yang diterima tidak ada anggaran.
“Tahun-tahun yang lewat Kabag Kesra selalu buat anggaran kita setiap tahun. Kita sudah pernah ke Nasional 4 kali – Jatim, Bangka Belitung, Jabar, dan Palembang. Bahkan pernah meraih Harapan Satu Nasional di Jatim pidato Bahasa Indonesia dan Medali Emas Murottal Wal Imla di Bangka Belitung. Tapi tahun ini sama sekali tidak ada solusi. Kita hanya diarahkan ke SMGP, itupun tidak ada hasil,” tegas Daud.
Empat kali tembus Nasional. Pernah bawa Emas Nasional. Tapi tahun ini, di era pemerintahan yang katanya peduli keagamaan, justru dilepas begitu saja.
Ironi ini semakin menyayat hati. Daerah lain memanjakan kontingen PORSADIN-nya dengan bonus, uang saku, dan pelepasan resmi oleh Bupati. Madina justru membiarkan santri-santri kecilnya berjuang dengan modal patungan.
Keberangkatan ini akhirnya selamat karena uluran tangan masyarakat. Bukan karena Pemkab.
“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Ketua DPD Partai Golkar Madina H. Aswin Parinduri, Direktur PT ALS, H. Chandra Lubis, para guru MDTA, pengurus FKDT Madina, orang tua peserta, serta para donatur lainnya yang telah memberikan dukungannya,” pungkas Daud.(*)
- Penulis: Muhammad hamapi
- Editor: Muhammad hanapi




