Rabu, 20 Mei 2026
light_mode

Serial HUT Madina ke-16: Progres Pemberantasan Korupsi, Antara Pesimisme dan Target Minimal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Semakin halus wujud korupsi dan gratifikasi, makin jauh dari perhatian masyarakat dan pengawasan institusi terkait. Karena itu, silut atau bahkan mustahil terbongkar.

Kadang, dorongan untuk menghaluskan (bahkan hingga menghilangkan) alibi dan potensi-potensi bukti dari tindak pidana korupsi itu yang merangsang inisiatif nakal untuk memainkan jurus-jurus gratifikasi (sogok).

Salah satu lembaga yang punya position dan coverage anti-korupsi adalah Indonesian Corruption Wacht (ICW). Dalam wawancara dengan Malintang Pos, Ketua ICW Madina, Parwis Lubis, SHI, SPd.I bersama Sekretaris ICW Madina, Isman Hussairi Nasution, SPd.I belum lama ini, sejak enam bulan ini, ICW Madina sedang menyoroti beberapa kasus penyimpangan dan sangat mungkin diduga sebagai tindak pidana korupsi.

Selain mengandalkan beragam data dan catatan hasil investigasi, analisis ICW Madina merujuk pada banyak fakta-fakta menegangkan sekaligus bisa melegakan.

Dalam pendangannya, ICW Madina dapat memastikan sejumlah fenomenan dan potensi penyimpangan sebagai alat bukti. Karena itu, seseorang atau pihak-pihak terkait dapat dilaporkan untuk ditindak sebagai tersangka, dijerat pengadilan sebagai tervonis dan sebagai terpidana dijebloskan ke penjara. Tujuannya, supaya muncul efek ngeri dan jera (losi).

Akan tetapi, Parwis Lubis mengatakan, "Sekalipun kami punya data dan fakta tentang penyimpangan di beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah, red) yang dapat dijadikan alat bukti, sampai hari ini, kami belum bisa mengungkapkannya ke luar."

Karena itulah, Isman Nasution menambahkan, ada posisi yang dilematis dalam pemberantasan korupsi. "Di satu sisi, ICW adalah lembaga pemantau yang punya kewajiban eksistensial. Tetapi, problemnya, tidak semua temuan dapat kami tindak lanjuti hingga tuntas. Tidak semua dugaan penyimpangan dapat kami ungkap. Ada tehnik-tehnik investigasi yang, umpamanya, harus melalui konfirmasi kepada beberapa pihak, terutama SKPD terkait," lanjut Isman Hussairi.

Parwis Lubis juga memaparkan, "Kami juga gak mau, temuan-temuan kami itu, terkesan mengancam dalam konotasi negatif, apalagi cuma sekedar konsumsi media di Madina. Yang kami mau, karena sudah jadi kewajiban eksistensial tadi, temuan-temuan itu harus terungkap tuntas."

Semuanya mesti terungkap jelas, apakah memang ada tanda-tanda pelanggaran. Kalau betul ada, sebesar apa pelanggarannya? Apakah bukti-buktinya cukup? Siapa-siapa yang diduga terlibat sebagai pelaku?

Selain itu, yang sering menjadi faktor penentu apakah suatu dugaan korupsi itu bisa diselidiki lebih lanjut, harus ada orang-orang yang berani menjadi saksi.

"Karena itulah, kadang jadi mustahil bisa menyingkap korupsi atau gratifikasi kalau cuma berharap pengakuan atau pengaduan saksi. Artinya, wujud kasus-kasus gratifikasi itu kan selalu sangat halus. Jangankan terlihat secara tangkap tangan, kedengaran dari bisik-bisik pun sulit," sela Parwis Lubis.

Parwis dan Isman bukan tak berani, apalagi dibilang gertak sambal. Mereka mengakui, upaya-upaya pencegahan dan penindakan dugaan-dugaan korupsi dan gratifikasi, justeru bisa menjadi bumerang.

"Kita kan sudah tahu, sudah sering dengar, gimana akhirnya konfirmasi itu. Kalau gak direspon dengan tawaran-tawaran gratifikasi, bisa juga didiamkan sama sekali," ungkap Parwis Lubis dengan mimik geram yang tak bisa disembunyikan.

Selain persoalan waktu karena kepengurusan ICW Madina periode sekarang baru berumur enam bulan, beberapa sinyalemen korupsi dan gratifikasi itu sangat halus.

"Sanking halusnya, beberapa konfirmasi ICW Madina pada 2014 kemarin belum mendapat tanggapan hingga sekarang. Karena itulah kami mengkatakan, kami masih pesimis atas semangat dan progres pemberantasan korupsi di Madina," tegas Parwis.

Menanggapi pertanyaan lebih lanjut, Isman Nasution mengatakan, "Yang jelas, kita gak mau layu sebelum berkembang. Kita gak mau konyol dalam arti belum apa-apa sudah terkooptasi. Tanpa indikasi, dugaan bisa berbalik jadi fitnah."

Betul sekali, konflikasi KPK dan Polri saja pun bisa sepelik itu. Bahkan makin melebar. Saling serang, bahkan sampai saling mengungkit aib personal dan main jalur praperadilan. Siapa yang tak gentar?

Yang jelas, penting menghindari kejadian-kejadian yang bisa mengakibatkan lumpuh-layu, tambah Parwis Lubis, ICW Madina juga tidak akan berkompromi, misalnya dengan mengulur waktu, untuk mengubur kasus-kasus yang sudah masuk kajian dan target pemberantasan.

Dalam prakteknya, ICW tak mesti mengarah pada penindakan melalui peradilan. Bisa juga dengan langkah pencegahan. Bahkan, punya ruang untuk menegur dan meluruskan prosedur menyimpang.

Sayang sekali, ICW Madina belum berkenan menunjukkan indikasi-indikasi temuan dan SKPD mana saja yang masuk daftar hitam.

Lebih dari itu, untuk pemberantasan korupsi di masa-masa mendatang, ICW Madina melihat urgensi pencanangan SKPD bersih. Setidaknya, ada satu instansi yang berani dinyatakan atau menyatakan diri sebagai SKPD bersih, bersinerji dan teruji.

Parwis mengiyakan, itu memang target minimal. Setidaknya, tidak semuanya SKPD dianggap kotor.

Peliput : Ludfan Nasution

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Jadi Ketua PMI Madina

    Atika Jadi Ketua PMI Madina

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utami Nasution terpilih menjadi ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jum’at (24/9/2021). Dia terpilih secara aklamasi di  Musyawarah Kabupaten PMI Kabupaten Madina di Panyabungan, Jum’at (24/9/2021). Atika yang juga wakil bupati Madina, mengungkapkan terimakasih atas kepercayaan itu. Dia melihat PMI Madina selama ini sudah berjalan dengan […]

  • Ibu Bunuh Anak Kandung, Buah dari Demokrasi

    Ibu Bunuh Anak Kandung, Buah dari Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Radayu Irawan, S.Pt Tinggal di Padangsidimpuan Lagi, dan terus berulang. Bak buih di lautan. Kali ini kasus pembunuhan anak kandung berasal dari Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara. Ibu muda (30) berinisial MT tega membunuh ketiga anak balitanya yang berinisial YL (5), SL (4), dan DL (2). Ketiganya tewas dalam keadaan leher tergorok. […]

  • Arus Balik Terganggu Akibat Premium Langka di Madina

    Arus Balik Terganggu Akibat Premium Langka di Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bahan bakar minyak jenis premium langka di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak Senin memasuki arus balik Lebaran, sementara sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kehabisan stok akibat meningkatnya kebutuhan pengguna kendaraan. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu arus balik Lebaran yang mulai mendekati puncaknya H+5, meski Pertamina sudah menambah pasokan BBM, namun kebutuhan konsumen belum […]

  • Kontraktor Diminta Timbun Bekas Galian Jalan Tanotiris

    Kontraktor Diminta Timbun Bekas Galian Jalan Tanotiris

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bekas galian jalan di jalur Sinonoan-Muara Batang Angkola Kecammatan Siabu, Mandailing Natal dikeluhkan warga. Sebab, bekas galian itu berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Pihak kontraktor yang mengerjakan peningkatan badan belum menimbun bekas galian. Untuk itu warga meminta kepada kontraktor dari CV Putra Setia untuk menimbun bekas galian di pinggir jalan itu. […]

  • Oknum Brimob Letuskan Tembakan

    Oknum Brimob Letuskan Tembakan

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Sedikitnya 6 anggota Brimob yang ditugaskan di PTPN 3 Kebun Sei Putih, meletuskan senjata ke arah penggarap di Dusun 4 Desa Galang Barat Kecamatan Galang, Selasa (8/3) sekitar pukul 12.00 WIB. Insiden itu terjadi saat warga menanam ubi di lahan sengketa seluas 345,56 hektar di lahan PTPN 3 tersebut. Pendi, warga penggarap mengutarakan […]

  • Puluhan Tenaga Medis RSU Panyabungan Mogok Kerja

    Puluhan Tenaga Medis RSU Panyabungan Mogok Kerja

    • calendar_month Rabu, 9 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan tenaga medis terdiri dari perawat, bidan, apoteker dan pegawai lainnya mengadakan aksi unjukrasa dan mengancam mogok kerja, sebab dana Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) mereka selama 5 bulan tidak cair. Aksi demo mereka lakukan di depan RSUD Panyabungan, Rabu pagi (9/5/2018). Para tenaga medis itu meninggalkan pekerjaan mereka dan berkumpul di […]

expand_less