Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Lagi, Unimed kecolongan ijazah palsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
  • print Cetak

MEDAN – Belum lagi usai pengungkapan otak pelaku ijazah palsu di Universitas Negeri Medan (Unimed) yang ditangani Polsek Percut Sei Tuan, kini kembali ditemukan dari tangan seseorang yang hendak melegalisir ijazah tersebut.

Modus kejahatan dengan cara menawarkan ijazah palsu bukan rahasia. Pemberi layanan ini pun bersikap bak ‘malaikat’ dengan menawarkan ijazah ‘bodong’ bagi mereka yang tak lulus. Pembantu Rektor (Purek) II Unimed, Chairul Azmi mengatakan sindikat peredaran ijazah palsu sudah cukup lama terjadi. Seperti kemarin, pihak Unimed kembali memukan ijazah palsu untuk yang kedua kalinya.

“Saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polsek Percut Sei Tuan. Justru kita minta polisi mengusut tuntas ke akar-akarnya. Karena kecil kemungkinan orang Unimed terlibat,” kata Chairul malam ini.

Peredaran ijazah di Unimed, menurut Chairul, sesuai dengan permintaan berapa mahasiswa yang di wisudah. Misalnya saratus orang, saratus yang dikeluarkan Unimed. Jika ada yang salah cetak, maka kita kembalikan.

Seperti halnya salah tandatangan atau sebagainya, pihak Unimed kembali cetak ulang sesuai berapa jumlah yang salah. Apalagi sistem pengeluaran ijazah Unimed sangat ketat pengawasannya.”Kita benar-benar kecolongan. Kenapa ijazah kita sudah dua kali ditemukan beredar di Nanggroe Aceh Darussalam. Sampai saat ini kedua pelakunya berinisial NT sudah ditahan, dan satu lagi saya lupa namanya,” terang Chairul.

Semua ini, sambung Chairul, pihak kepolisian lebih bekerja maksimal mengungkap jaringan ijazah palsu di Unimed guna menyelidiki keterlibatan orang dan pihak lain.

“Kita tetap menunggu dan berharap agar polisi mengusut kasus tersebut. Dari sisi krimanal, ini suatu kejatahan yang sangat luar biasa. Pelayanan jalur cepat ini yang mengelabui orang banyak segera terungkap,” pinta Chairul.

Bayangkan saja, kata Chairul, orang yang memperoleh ijazah asli itu sampai empat atau lima tahun, baru memperoleh gelar sarjana. Tapi, dengan beredarnya ijazah palsu, kok enaknya orang bayar mahal dan dapat gelar yang sama.

Jadi, dihimbau setiap perguruan tinggi negeri maupun swasta bahkan perusahaan harus teliti dengan keberadaan ijazah palsu saat orang tersebut melamar pekerjaan. Karena ini sangat merugikan negara.Sementara ditempat terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Maringan Simanjuntak menyebutkan, kasus ijazah palsu yang saat ini ditangani masih dalam proses lidik. “Kita akan mengungkap otak pelakukanya.

Menyikapi hal ini, pengamat hukum Wondi Siregar mengatakan, aktivitas kejahatan seperti ini, polisi harus peka. Biasanya momentum kehadiran layanan ini berbarengan dengan masa kelulusan sekolah atau penerimaan kampus baru.

“Tidak mungkin ijazah kita dipalsukan. Kita punya sistem database yang mendata semua ijazah yang keluar. Jadi ketahuan siapa yang palsu ijazahnya,” ujar Wondi.

Artinya, jika ketahuan maka siap-siap saja para pemilik ijazah abal-abal ini diancam pidana, ditambah efek malu tentunya. Untuk itu, masyarakat dihimbau tak terperdaya dengan tawaran ini(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahlan Hasan Siap Mundur Jika Gagal Soal Sorikmas Mining

    Dahlan Hasan Siap Mundur Jika Gagal Soal Sorikmas Mining

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NAGA JUANG (Mandailing Online) – Plt Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyatakan dengan tegas bahwa dia sudah bertekad akan mengundurkan diri dari jabatannya jika dia gagal menyelesaikan permasalahan antara rakyat dengan PT.Sorikas Mining. Hal ini diungkapkan Plt Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution pada pertemuan antara muspida dengan tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Naga Juang di balai Kantor […]

  • DPRD Madina Gagal Jadwalkan Perhitungan APBD

    DPRD Madina Gagal Jadwalkan Perhitungan APBD

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Badan Musyawarah (Manmus) DPRD Madina, Jum’at (10/8) gagal menggelar rapat menyusun jadwal agenda pembahasan Perhitungan APBD 2011. Pasalanya jumlah anggota yang hadir tidak mencapai kuorum. Sejumlah anggota dewan menyatakan, kelompok yang pro bupati di DPRD Madina tidak mampu menghadirkan mayoritas anggota Banmus agar rapat banmus mencapai kuorum. Draf Perhitunghan APBD 2011 ini […]

  • Kasus Spanduk Bupati Madina Pemakai Sabu-Sabu Bisa Picu Konflik Horizontal

    Kasus Spanduk Bupati Madina Pemakai Sabu-Sabu Bisa Picu Konflik Horizontal

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus spanduk di kota Panyabungan tahun 2012 lalu yang menuduh bupati Madina pemakai narkotika jenis sabu-sabu dan sempat masuk ranah hukum hingga kini tak diketahui akhir penanganannya. Kasus spanduk ini menyeret Ketua Umum Gemmpar (Gerakan Masyarakat Mahasiswa Pemantau Aparatur Negara), Ramlan T Daulay, S.Sos sebagai pihak yang dituduh menghasut pembuatan dan […]

  • Masyarakat Madina Mayoritas Ahlussunnah Waljamaah

    Masyarakat Madina Mayoritas Ahlussunnah Waljamaah

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) –  Secara kultural mayoritas masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mayoritas berfaham Ahlussunnah Waljamaah. Hal ini dibuktikan dengan mayoritas masyarakat ketika beramal ibadah mengamalkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah. “Fakta ini sudah terjadi sejak dahulu,” demikian dikatakan Ketua Tandfidz Nahdlatul Ulama Madina, Drs.H.Zainal Arifin Nasution,MM di Hutatinggi, Puncak Sorik Marapi, Selasa, (7/7) […]

  • Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mengenai penetapan tapal batas Madina-Tapsel yang sebelumnya ditolak Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, saat ini Pemkab Madina hanya bisa menunggu. Demikian disampaikan Kepala Bagian Hukum Sekretaris Daerah (Kabag Hukum Sekdakab) Madina Nurkholis, SH, MH ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (14/9). Nurkholis menerangkan, minggu lalu tim yang […]

  • SMA 1 Kotanopan Juara Umum Marching Band se-Sumatera

    SMA 1 Kotanopan Juara Umum Marching Band se-Sumatera

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – SMA Negeri 1 Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) berhasil meraih juara umum  dalam kejuraan Marching Band Raja Majestic Champhionship III se-Sumatera yang  berlangsung tanggal 5-6 September 2015 lalu di Universitas Negeri Medan. Ini perolehan luar biasa, karena grup SMA Negeri 1 Kotanopan ini harus menyisihkan grup-grup dari berbagai daerah di pulau Sumatera. […]

expand_less