Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Lagi, Unimed kecolongan ijazah palsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
  • print Cetak

MEDAN – Belum lagi usai pengungkapan otak pelaku ijazah palsu di Universitas Negeri Medan (Unimed) yang ditangani Polsek Percut Sei Tuan, kini kembali ditemukan dari tangan seseorang yang hendak melegalisir ijazah tersebut.

Modus kejahatan dengan cara menawarkan ijazah palsu bukan rahasia. Pemberi layanan ini pun bersikap bak ‘malaikat’ dengan menawarkan ijazah ‘bodong’ bagi mereka yang tak lulus. Pembantu Rektor (Purek) II Unimed, Chairul Azmi mengatakan sindikat peredaran ijazah palsu sudah cukup lama terjadi. Seperti kemarin, pihak Unimed kembali memukan ijazah palsu untuk yang kedua kalinya.

“Saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polsek Percut Sei Tuan. Justru kita minta polisi mengusut tuntas ke akar-akarnya. Karena kecil kemungkinan orang Unimed terlibat,” kata Chairul malam ini.

Peredaran ijazah di Unimed, menurut Chairul, sesuai dengan permintaan berapa mahasiswa yang di wisudah. Misalnya saratus orang, saratus yang dikeluarkan Unimed. Jika ada yang salah cetak, maka kita kembalikan.

Seperti halnya salah tandatangan atau sebagainya, pihak Unimed kembali cetak ulang sesuai berapa jumlah yang salah. Apalagi sistem pengeluaran ijazah Unimed sangat ketat pengawasannya.”Kita benar-benar kecolongan. Kenapa ijazah kita sudah dua kali ditemukan beredar di Nanggroe Aceh Darussalam. Sampai saat ini kedua pelakunya berinisial NT sudah ditahan, dan satu lagi saya lupa namanya,” terang Chairul.

Semua ini, sambung Chairul, pihak kepolisian lebih bekerja maksimal mengungkap jaringan ijazah palsu di Unimed guna menyelidiki keterlibatan orang dan pihak lain.

“Kita tetap menunggu dan berharap agar polisi mengusut kasus tersebut. Dari sisi krimanal, ini suatu kejatahan yang sangat luar biasa. Pelayanan jalur cepat ini yang mengelabui orang banyak segera terungkap,” pinta Chairul.

Bayangkan saja, kata Chairul, orang yang memperoleh ijazah asli itu sampai empat atau lima tahun, baru memperoleh gelar sarjana. Tapi, dengan beredarnya ijazah palsu, kok enaknya orang bayar mahal dan dapat gelar yang sama.

Jadi, dihimbau setiap perguruan tinggi negeri maupun swasta bahkan perusahaan harus teliti dengan keberadaan ijazah palsu saat orang tersebut melamar pekerjaan. Karena ini sangat merugikan negara.Sementara ditempat terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Maringan Simanjuntak menyebutkan, kasus ijazah palsu yang saat ini ditangani masih dalam proses lidik. “Kita akan mengungkap otak pelakukanya.

Menyikapi hal ini, pengamat hukum Wondi Siregar mengatakan, aktivitas kejahatan seperti ini, polisi harus peka. Biasanya momentum kehadiran layanan ini berbarengan dengan masa kelulusan sekolah atau penerimaan kampus baru.

“Tidak mungkin ijazah kita dipalsukan. Kita punya sistem database yang mendata semua ijazah yang keluar. Jadi ketahuan siapa yang palsu ijazahnya,” ujar Wondi.

Artinya, jika ketahuan maka siap-siap saja para pemilik ijazah abal-abal ini diancam pidana, ditambah efek malu tentunya. Untuk itu, masyarakat dihimbau tak terperdaya dengan tawaran ini(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kompak & Kopi Pahit Demo Kejatisu

    Kompak & Kopi Pahit Demo Kejatisu

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Usut Dugaan Mark Up di Sekretariat DPRD Psp MEDAN; Puluhan massa yang tergabung dalam Yayasan Kompak dan Komunitas Pinggiran Payung Hitam (Kopi Pahit) berunjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Tinggi Sumut, Kamis (10/2). Mereka meminta Kajatisu Sution Usman Adji SH segera mengusut dugaan korupsi di Sekreteriat DPRD Kota Padangsidimpuan tahun anggaran 2010. “Tindakan korupsi tersebut […]

  • Video: Pesan Ketua DPRD Madina dalam Peringatan Hari Jadi ke-77 GPI

    Video: Pesan Ketua DPRD Madina dalam Peringatan Hari Jadi ke-77 GPI

    • calendar_month Minggu, 2 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangka peringatan hari jadi ke-77 tahun Gerakan Pemuda Islam (GPI), Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis berpesan agar kader organisasi ini terus memperkuat sinergi dan merawat kebangsaan dan nilai-nilai keislaman. (Roy Adam)

  • Fitnah Dalam Politik

    Fitnah Dalam Politik

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

                                                                                                   Oleh:Pambudi Mahasiswa STAIM Jend AH. Nasution sambil terisak-isak dalam sambutan terakhirnya menyebutkan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan – ketika melepaskan para jenderal AD yang tewas dibantai G 30 S/ PKI dalam satu upacara penghormatan militer. Berulang kali kata fitnah itu terucap dari bibirnya. Inilah ingatan sejarah kita sebagai bangsa yang pernah didera […]

  • LBH: Judi sulit diberantas

    LBH: Judi sulit diberantas

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Salah satu program yang belum tuntas dilakukan pihak kepolisian ialah pemberantasan judi di Indonesia. Baru-baru ini Wakil Wakapolri, Nanan Soekarna meginstruksikan masing-masing Polda harus mengambil tindakan tegas memberantas praktik perjudian. Perjudian yang sedang merebak di Indonesia ialah judi toto gelap (togel). Penjual togel bertebaran di mana-mana. Penggemarnya tidak terlepas orang tua dan anak […]

  • PT MAL Diduga Buang Limbah Berbahaya ke Sungai Marait

    PT MAL Diduga Buang Limbah Berbahaya ke Sungai Marait

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. Madina Agro Lestari diduga membuang limbah berbahaya ke Sungai Marait, Desa Sikapas, Kecamatan Muara Batang Gadis, Rabu (24/8). Dugaan tersebut disampaikan Lubis (48 tahun), salah satu nelayan di wilayah tersebut. Lubis dan istrinya (DA, 40) mengeluh gatal-gatal usai mandi di belakang rumah mereka […]

  • Mengenal Bahasa Mandailing (4-selesai)

    Mengenal Bahasa Mandailing (4-selesai)

    • calendar_month Senin, 21 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam) Di bawah ini diberikan beberapa contoh kalimat yang dibentuk dari bahasa daun dengan menggunakan nama daun dan benda-benda lain beserta maknanya menurut daftar di atas. Hepeng sagodang, bulung ni pandan = taringot tu padanta i, godang situtu do rohangku= mengenai janji kita itu, aku berbesar hati. Bulung ni sipabolkas, […]

expand_less