Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Lagi, Unimed kecolongan ijazah palsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
  • print Cetak

MEDAN – Belum lagi usai pengungkapan otak pelaku ijazah palsu di Universitas Negeri Medan (Unimed) yang ditangani Polsek Percut Sei Tuan, kini kembali ditemukan dari tangan seseorang yang hendak melegalisir ijazah tersebut.

Modus kejahatan dengan cara menawarkan ijazah palsu bukan rahasia. Pemberi layanan ini pun bersikap bak ‘malaikat’ dengan menawarkan ijazah ‘bodong’ bagi mereka yang tak lulus. Pembantu Rektor (Purek) II Unimed, Chairul Azmi mengatakan sindikat peredaran ijazah palsu sudah cukup lama terjadi. Seperti kemarin, pihak Unimed kembali memukan ijazah palsu untuk yang kedua kalinya.

“Saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polsek Percut Sei Tuan. Justru kita minta polisi mengusut tuntas ke akar-akarnya. Karena kecil kemungkinan orang Unimed terlibat,” kata Chairul malam ini.

Peredaran ijazah di Unimed, menurut Chairul, sesuai dengan permintaan berapa mahasiswa yang di wisudah. Misalnya saratus orang, saratus yang dikeluarkan Unimed. Jika ada yang salah cetak, maka kita kembalikan.

Seperti halnya salah tandatangan atau sebagainya, pihak Unimed kembali cetak ulang sesuai berapa jumlah yang salah. Apalagi sistem pengeluaran ijazah Unimed sangat ketat pengawasannya.”Kita benar-benar kecolongan. Kenapa ijazah kita sudah dua kali ditemukan beredar di Nanggroe Aceh Darussalam. Sampai saat ini kedua pelakunya berinisial NT sudah ditahan, dan satu lagi saya lupa namanya,” terang Chairul.

Semua ini, sambung Chairul, pihak kepolisian lebih bekerja maksimal mengungkap jaringan ijazah palsu di Unimed guna menyelidiki keterlibatan orang dan pihak lain.

“Kita tetap menunggu dan berharap agar polisi mengusut kasus tersebut. Dari sisi krimanal, ini suatu kejatahan yang sangat luar biasa. Pelayanan jalur cepat ini yang mengelabui orang banyak segera terungkap,” pinta Chairul.

Bayangkan saja, kata Chairul, orang yang memperoleh ijazah asli itu sampai empat atau lima tahun, baru memperoleh gelar sarjana. Tapi, dengan beredarnya ijazah palsu, kok enaknya orang bayar mahal dan dapat gelar yang sama.

Jadi, dihimbau setiap perguruan tinggi negeri maupun swasta bahkan perusahaan harus teliti dengan keberadaan ijazah palsu saat orang tersebut melamar pekerjaan. Karena ini sangat merugikan negara.Sementara ditempat terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Maringan Simanjuntak menyebutkan, kasus ijazah palsu yang saat ini ditangani masih dalam proses lidik. “Kita akan mengungkap otak pelakukanya.

Menyikapi hal ini, pengamat hukum Wondi Siregar mengatakan, aktivitas kejahatan seperti ini, polisi harus peka. Biasanya momentum kehadiran layanan ini berbarengan dengan masa kelulusan sekolah atau penerimaan kampus baru.

“Tidak mungkin ijazah kita dipalsukan. Kita punya sistem database yang mendata semua ijazah yang keluar. Jadi ketahuan siapa yang palsu ijazahnya,” ujar Wondi.

Artinya, jika ketahuan maka siap-siap saja para pemilik ijazah abal-abal ini diancam pidana, ditambah efek malu tentunya. Untuk itu, masyarakat dihimbau tak terperdaya dengan tawaran ini(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Kemarau, Produksi Kakao Turun

    Dampak Kemarau, Produksi Kakao Turun

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Pos) – Kemarau panjang yang melanda menyebabkan produksi kakao di Mandailing Natal (Madina) menurun sekitar 40 hingga 50 persen. Kamarau panjang menyebabkan kandungan air di tanah berkurang penyebab jumlah resapan akar tanaman menurun. Dampaknya banyak bunga kakao berguguran. Buah yang jadi pun tak semuanya berhasil mencapai masa panen kaena mengalami situasi kering buah. […]

  • Kasus Kepdes Gunungtua Jae Diproses Polres Madina

    Kasus Kepdes Gunungtua Jae Diproses Polres Madina

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus kepala desa Gunung Tua Jae, Panyabungan mulai diproses Polres Mandailing Natal (Madina). Sejumlah saksi dari desa telah dimintai keterangan di Mapoles Madina sejak Senin (2/3/2020). Perobohan gedung kepala desa termasuk poin penting dari 8 kasus yang diseriusi polisi. “Alhamdulillah kemarin kami telah menghadiri undangan wawancara dari Polres Madina terkait […]

  • Juguk Tondo Boto Uwaki Manungkol Isang

    Juguk Tondo Boto Uwaki Manungkol Isang

    • calendar_month Minggu, 10 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hatiha dimarayak potang niari juguk tondo mada uwaki manungkol isang di karosi otang di barando nibagas ni ibana, pupu cukcek songon sorani kareta api namardalan, manombo mopeng-openg ulunia adop ginjang, madung adongdo dipikirannia nasungkot sanga namabiartupe uwaki itarik ramping-ramping suping inda binoto, arsak situtuma nida manurut panjaharonai. Arana dompak onmasona simbur kecek nihalak satontang namarjabatan […]

  • Inspektorat Madina : Kades Batang Gadis Wajib Kebalikan Gaji Dobel yang Diterima

    Inspektorat Madina : Kades Batang Gadis Wajib Kebalikan Gaji Dobel yang Diterima

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – (Mandailing Online) –  Masih ingat Erwinsyah Pasaribu seorang Kepala Desa Batang Gadis, di Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang nekat memiliki dua jabatan dan penerimaan gaji yang dobel dari negara. Inspektorat Madina menegaskan sang Kades harus mengembalikan uang negara jika benar terima 2 sumber gaji yang berasal dari APBD. […]

  • Warga Sipirok Masuk Islam Di Panyabungan

    Warga Sipirok Masuk Islam Di Panyabungan

    • calendar_month Senin, 9 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Parlan (33) warga Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan secara sadar dan tanpa ada paksaan menyatakan dirinya masuk Islam. Dia mengucap dua kalimat sahadat serta proses untuk menjadi seorang muslim di Mesjid Nur ‘Ala Nur, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jum’at (6/7). Parlan menyatakan, dia memeluk islam atas kesadaran yang timbul dalam dirinya. Tidak […]

  • Pangdam I/BB serahkan bantuan alat pertanian

    Pangdam I/BB serahkan bantuan alat pertanian

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi bersama Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution selasa, (24/3) di desa Salambue selain melakukan tanam perdana juga menyerahkan bantuan berupa kepada 13 kelompok tani dari berbagai desa yang ada di Mandailing Natal, yakni 20 unit hand traktor, 10 unit rontok padi, 1 ton benih padi Siganteng,7 ton pestisida, […]

expand_less