Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

PT MAL Diduga Buang Limbah Berbahaya ke Sungai Marait

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
  • print Cetak

Ilustrasi: Limbah Sawit.

MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. Madina Agro Lestari diduga membuang limbah berbahaya ke Sungai Marait, Desa Sikapas, Kecamatan Muara Batang Gadis, Rabu (24/8).

Dugaan tersebut disampaikan Lubis (48 tahun), salah satu nelayan di wilayah tersebut.

Lubis dan istrinya (DA, 40) mengeluh gatal-gatal usai mandi di belakang rumah mereka yang merupakan aliran sungai Marait

“Tiba-tiba saja, habis mandi, badan saya gatal-gatal,” terangnya sambil memperlihatkan tangannya kemerahan bekas digaruk.

Selain menyebabkan gatal-gatal, limbah itu juga mengakibatkan banyak ikan mati di permukaan Sungai Marait, termasuk anak Sungai Air Manis.

“Inilah ikan yang dapat di sungai. Banyak ikan yang tiba-tiba mengapung dan mati, ” ungkap DA sambil memperlihatkan ikan di dalam wadah.

Pelepasan limbah yang diduga berbahaya tersebut telah lama menjadi keluhan para nelayan di Desa Sikapas karena sejak perusahaan tersebut beroperasi keberadaan ikan kakap di sungai Marait menjadi langka.

“Mau cari seekor saja susah Bang,” keluh Gunawan di lokasi perkebunan PT. MAL, Kamis kemarin.

Bahkan, Sungai Marait yang biasanya jernih dan memiliki potensial dalam peningkatan ekonomi masyarakat bagi nelayan di sekitar Dusun Marait, Sikapas, kini lumpuh total..

Gunawan mengaku banyak masyarakat di dusun itu beralih pekerjaan dari nelayan menjadi buruh kasar atau tukang bengkel.

“Ada juga nelayan yang jadi buruh harian di kebun sawit milik warga di Desa Sikapas,” ujarnya.

Pengakuan Karyawan Perusahaan

Tahun lalu, sejumlah nelayan dari Desa Sikapas pernah melakukan unjuk rasa ketika melihat permukaan sungai Marait berubah menjadi hitam dan berbau.

Namun, tidak ada tindak lanjut atau solusi atas keluhan warga tersebut, meskipun telah dilakukan pertemuan dengan pihak perusahaan.

Salah seorang karyawan di perusahaan itu yang berhasil dihubungi media menerangkan perusahaan menanam pipa pembuangan ke sungai Marait. Keberadaan pipa ini, jelas karyawan dengan inisial MD itu, sengaja disembunyikan pihak perusahaan pengelola limbah, yakni PMKS milik STA Resource.

Melansir SumutNews, MD tidak tahu persis regulasi dan uji sampel laboratorium yang digunakan perusahaan pabrik minyak kelapa sawit yang juga mengelola manajemen PT. DAL di Desa Batu Mundam, Muara Batang Gadis itu dalam menangani limbah.

Hingga laporan ini dituliskan, ikan-ikan masih bermunculan di permukaan sungai.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Mandailing Natal Diminta Tegas.

Menanggapi hal ini, juru bicara Sumatra Ecosystem Partnership B. Hutasuhut di Panyabungan, pada Februari lalu telah meminta keseriusan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menangani keluhan masyarakat terkait pengelolaan limbah pabrik.

“DLHK Mandailing Natal harus memberikan jawaban konkret terkait pembuangan limbah dan pengelolaan pabrik minyak kelapa sawit,” tegas Budi Hutasuhut.

Ia menambahkan, PMKS mestinya punya standarisasi pembuangan limbah yang steril, laporan zat sulfida, dan BOD dari laboratorium resmi bersertifikasi.

“PMKS itu harus mempunyai standar pembuangan, termasuk bagaimana kadar kimia sulfida dan BOD yang mereka laporkan per bulannya,” ujar Budi Hutasuhut.

 

Peliput: Roy Adam/Rls

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Hanyut di Natal Belum Ditemukan

    Warga Hanyut di Natal Belum Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Hingga kini seorang warga yang hanyut di Natal belum ditemukan. Warga yang hanyut itu bernama Zein Bisri berumur sekira 45 tahun, penduduk Desa Setia Karya, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dia hanyut terbawa arus sungai di titik muara Natal (muara Sungai Batang Natal), Minggu sore (19/12/2021) saat memeriksa kapal penangkap […]

  • Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah elemen mahasiswa menilai pernyataan Ketua DPRD Palas, HM Ridho Harahap yang mengatakan, tidak ada masalah dengan spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H yang memakai logo daerah lain tidak bijaksana. “Pantas saja Kabupaten Palas ini tidak ada majunya. Soalnya rasa cinta terhadap daerah sangat minim sekali. Bahkan, banyak orang yang mengaku tokoh, tapi […]

  • Suamiku Hanya Mencari Sesuap Nasi, Bukan Cari Kaya

    Suamiku Hanya Mencari Sesuap Nasi, Bukan Cari Kaya

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Suamiku hanya mencari nafkah, untuk sesuap nasi, bukan cari kaya,” kata Anna (34) lesu menjawab wartawan di Mapolres Mandailing Natal (Madina), Senin (27/1/2014). Itu dikatakanya sebelum membesuk suaminya salah satu dari 6 orang yang ditangkap polisi atas tuduhan menambang emas secara illegal di bukit Huta Bargot, pekan lalu. “Suamiku pergi mencari […]

  • BKMT Madina Marsahata Memilih Saipullah-Atika di Pilkada 2024

    BKMT Madina Marsahata Memilih Saipullah-Atika di Pilkada 2024

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) marsahata alias bersepakat mendukung dan memenangkan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) pada Pilkada Madina 2024. “Kami siap mendukung dan memenangkan Paslon SAHATA pada Pilkada Madina tahun 2024,” kata Ketua BKMT Madina Hj. Rukiah Lubis […]

  • Bamus DPRD Madina Gagal Lagi

    Bamus DPRD Madina Gagal Lagi

    • calendar_month Senin, 13 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina gagal lagi, Senin (13/8) untuk menetapkan jadwal agenda pembahasan Perhitungan APBD 2011. Ini gagal kali kedua setelah pada Jum’at (10/8) gagal rapat akibat tak mencukupi quorum. Kegagalan kali kedua ini juga akibat jumlah anggota yang hadir tidak mencukupi quorum. Dari 23 total jumlah anggota Bamus plus […]

  • Buntut Kurang Bermasyarakat, Bupati Akan Copot Lurah Panyabungan III

    Buntut Kurang Bermasyarakat, Bupati Akan Copot Lurah Panyabungan III

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi Nasution akan segera mencopot Andi Bugis dari jabatan Lurah Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina. Pasalnya, warga Panyabungan menilai kinerja Andi Bugis buruk dan enggan bersosialisasi dengan warganya, terutama saat acara-acara keagamaan dan sosial kemasyarakatan lainnya. “Insya Allah, akan ditindak-lanjuti aspirasi warga Panyabungan III,” […]

expand_less