Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

PT MAL Diduga Buang Limbah Berbahaya ke Sungai Marait

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
  • print Cetak

Ilustrasi: Limbah Sawit.

MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. Madina Agro Lestari diduga membuang limbah berbahaya ke Sungai Marait, Desa Sikapas, Kecamatan Muara Batang Gadis, Rabu (24/8).

Dugaan tersebut disampaikan Lubis (48 tahun), salah satu nelayan di wilayah tersebut.

Lubis dan istrinya (DA, 40) mengeluh gatal-gatal usai mandi di belakang rumah mereka yang merupakan aliran sungai Marait

“Tiba-tiba saja, habis mandi, badan saya gatal-gatal,” terangnya sambil memperlihatkan tangannya kemerahan bekas digaruk.

Selain menyebabkan gatal-gatal, limbah itu juga mengakibatkan banyak ikan mati di permukaan Sungai Marait, termasuk anak Sungai Air Manis.

“Inilah ikan yang dapat di sungai. Banyak ikan yang tiba-tiba mengapung dan mati, ” ungkap DA sambil memperlihatkan ikan di dalam wadah.

Pelepasan limbah yang diduga berbahaya tersebut telah lama menjadi keluhan para nelayan di Desa Sikapas karena sejak perusahaan tersebut beroperasi keberadaan ikan kakap di sungai Marait menjadi langka.

“Mau cari seekor saja susah Bang,” keluh Gunawan di lokasi perkebunan PT. MAL, Kamis kemarin.

Bahkan, Sungai Marait yang biasanya jernih dan memiliki potensial dalam peningkatan ekonomi masyarakat bagi nelayan di sekitar Dusun Marait, Sikapas, kini lumpuh total..

Gunawan mengaku banyak masyarakat di dusun itu beralih pekerjaan dari nelayan menjadi buruh kasar atau tukang bengkel.

“Ada juga nelayan yang jadi buruh harian di kebun sawit milik warga di Desa Sikapas,” ujarnya.

Pengakuan Karyawan Perusahaan

Tahun lalu, sejumlah nelayan dari Desa Sikapas pernah melakukan unjuk rasa ketika melihat permukaan sungai Marait berubah menjadi hitam dan berbau.

Namun, tidak ada tindak lanjut atau solusi atas keluhan warga tersebut, meskipun telah dilakukan pertemuan dengan pihak perusahaan.

Salah seorang karyawan di perusahaan itu yang berhasil dihubungi media menerangkan perusahaan menanam pipa pembuangan ke sungai Marait. Keberadaan pipa ini, jelas karyawan dengan inisial MD itu, sengaja disembunyikan pihak perusahaan pengelola limbah, yakni PMKS milik STA Resource.

Melansir SumutNews, MD tidak tahu persis regulasi dan uji sampel laboratorium yang digunakan perusahaan pabrik minyak kelapa sawit yang juga mengelola manajemen PT. DAL di Desa Batu Mundam, Muara Batang Gadis itu dalam menangani limbah.

Hingga laporan ini dituliskan, ikan-ikan masih bermunculan di permukaan sungai.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Mandailing Natal Diminta Tegas.

Menanggapi hal ini, juru bicara Sumatra Ecosystem Partnership B. Hutasuhut di Panyabungan, pada Februari lalu telah meminta keseriusan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menangani keluhan masyarakat terkait pengelolaan limbah pabrik.

“DLHK Mandailing Natal harus memberikan jawaban konkret terkait pembuangan limbah dan pengelolaan pabrik minyak kelapa sawit,” tegas Budi Hutasuhut.

Ia menambahkan, PMKS mestinya punya standarisasi pembuangan limbah yang steril, laporan zat sulfida, dan BOD dari laboratorium resmi bersertifikasi.

“PMKS itu harus mempunyai standar pembuangan, termasuk bagaimana kadar kimia sulfida dan BOD yang mereka laporkan per bulannya,” ujar Budi Hutasuhut.

 

Peliput: Roy Adam/Rls

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perhitungan Suara di KPU Madina Rampung, Penanganan Kejadian Khusus Sudah Selesai

    Perhitungan Suara di KPU Madina Rampung, Penanganan Kejadian Khusus Sudah Selesai

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) Muhammad Ikhsan Matondang menyebut D-Hasil dari 23 kecamatan dalam rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten pada pemilihan bupati dan wakil bupati Madina sudah sesuai dengan rekapitulasi tingkat kecamatan. Ikhsan menyampaikan hal itu pasca rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten selesai dilaksanakan di Kantor […]

  • Tinfos Akan Investasi PLTA Senilai 1 Triliun di Madina

    Tinfos Akan Investasi PLTA Senilai 1 Triliun di Madina

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –   Malam ini, PT Semesta Energi memutuskan mengambil proyek hydropower 9 MW di kawasan Parompang, Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Sumut. Sedangkan Tinfos dari Norwegia memilih proyek hydropower di Bangkelang, Batang Natal. “Pihak Tinfos melalui telepon dan juga berdasar pembicaraan saya dengan Direkturnya, Fred Kanton, memilih proyek hydropower di Bangkelang. Mereka menyiapkan sekira […]

  • LIRa Duga Proyek Drainase Bermasalah

    LIRa Duga Proyek Drainase Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK-Proyek pembuatan saluran air (drainase) di sepanjang jalan provinsi Kelurahan Arse Nauli, Arse, Tapsel menimbulkan banyak tanda tanya di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, pengerjaan proyek yang sudah berjalan 2 minggu tidak memiliki plank. Karena ketiadaan plank proyek tersebut, jenis kegiatan, penanggung jawab, jumlah dana, pelaksana proyek, sumber dana, volume kegiatan dan lain sebagainya tidak jelas. Pasalnya, […]

  • Perda Tambang Rakyat, Solusi Polemik Tambang di Madina

    Perda Tambang Rakyat, Solusi Polemik Tambang di Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : H.RIDWAN RANGKUTI, SH.MH Advokat/Ketua DPC Peradi Tabagsel Dosen Hukum Pertambangan Fak.Hukum UMTS Padang Sidempuan.   Polemik yang berkepanjangan seputar keberadaan tambang emas yang dikelola oleh masyarakat di Mandailing Natal belum menemukan titik reda. Oleh karena itu, saya melihat harus ada upaya pemerintah daerah untuk menerbitkan Peraturan Daerah tentang Pertambangan Rakyat sebagai solusinya. […]

  • Ketika Pementasan Drama “Sibaroar Raja Nasakti” Berdimanesi Kronologis

    Ketika Pementasan Drama “Sibaroar Raja Nasakti” Berdimanesi Kronologis

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Setelah sukses mementaskan drama “Multatuli” bulan Juli lalu, kini Jeges Art kembali menorehkan kesuksesan mementaskan drama “Sibaroar Raja Nasakti” di Gedung Serbaguna Panyabungan, Sabtu (30/9/2017). Drama ini diselenggarakan kerjasama Jeges Art dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Sibaroar Raja Nasakti” ini dikemas dalam bentuk drama musikal, mengangkat kisah Sibaroar, leluhur marga Nasution […]

  • Tiga Penambang Tewas, Diduga Menghirup Gas Beracun

    Tiga Penambang Tewas, Diduga Menghirup Gas Beracun

    • calendar_month Selasa, 25 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) – Diduga akibat menghirup gas beracun dari lobang tambang emas, tiga orang penambang meninggal dunia di Hutan Garunggung, Desa Koto Boru, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (24/9). Ketiganya bernama Armen penduduk Desa Koto Baringin; Ilham warga Desa Tanjung Medan dan Gadang yang juga warga Desa Tanjung Medan Kecamatan […]

expand_less