Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Agar Harga Karet Naik, Pemerintah Didesak Pakai Karet Alam Untuk Aspal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
  • print Cetak
Penjualan karet alam di Kotanopan

Penjualan karet alam di Kotanopan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah didesak segera mendorong pemakaian karet alam untuk campuran aspal jalan di Indonesia dalam upaya mengangkat harga karet alam yang terus terpuruk.

Pemerintah jangan hanya mengandalkan pada luar negeri dalam persoalan pemasaran karet alam, sebab berbagai proyek infrastruktur jalan di Indonesia bisa mendongkrak pemakaian karet alam di dalam negeri.

Jika pemerintah menerapkan pemakaian karet alam untuk aspal, maka pemakaian karet di dalam negeri akan terdongkrak dan akan terjadi kenaikan harga karet alam di tingkat petani, sehingga kesejahteraan petani karet akan terdongkrak kembali.

Dalam berbagai penelitian mengungkapkan, bahwa campuran karet alam dan aspal justru akan sangat jauh lebih tahan dibanding hanya pemakaian aspal saja.

“Oleh karenanya, kita mendesak pemerintah Indonesia secepat mungkin menerapkan karet alam untuk campuran aspal jalan,” kata Muhammad Rasidin Lubis di Panyabungan, Jum’at (8/4/2016).

Dia juga menghimbau agar pejabat pemerintah Indonesia di Jakarta tidak labil jika ada kekuatan lain yang mencoba menghalangi penerapan karet alam untuk aspal jalan.

Sebab, menurutnya, setidaknya ada dua kelompok kepentingan yang mencoba menghalangi. Pertama kelopok yang takut berukarangnya pemakaian aspal yang bersumber dari minyak mentah itu. Kelompok kedua adalah pihak-pihak yang korup yang khawatir proyek pemeliharaan aspal jalan akan berkurang karena ketahanan campuran karet alam dan aspal sangat tahan lama.

Hingga posisi Kamis (7/4) harga karet alam di Panyabungan, Mandailing Natal masih di kisaran 6.500 hingga 7.000 rupiah per kilo gram. Jauh menurun disbanding era Presiden BJ Habibi yang sudah menembus 20.000 rupiah per kilo gram.

Mayoritas kepala keluarga di Mandailing Natal menggantungkan hidup pada komoditi karet alam. Terpuruknya harga karet dalam beberapa tahun terakhir telah memiskinkan warga Madina, juga berdampak pada kelesuan ekonomi Madina.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dilansir Detik Finance, Senin (7/3/2016), bahwa untuk saat ini proyek infrastruktur jalan bisa menyedot sekitar 1,6 juta ton per tahun karet alam jika digunakan untuk mencapur aslam jalan.

Di sisi lain, Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara mengungkap produksi karet Sumut pada tahun 2015 sekitar 450.000 ton atau turun dari total produksi 2014 yang mencapai 465.000 ton. Bahkan untuk tahun 2016, diprediski akan menurun lagi.

“Produksi yang turun itu karena faktor turunnya harga dan iklim. Penurunan harga memicu banyak petani tidak menderas dan bahkan menebang pohon karetnya,” kata Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Eddy Irwansyah di Medan, pada 12 Desember 2015 yang dilansir Koran Sindo.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin dari Partai Keadilan Sejahtera telah mendesak pemerintah untuk komit mendorong penggunaan karet alam pencampur aspal.

“Pemerintah dan termasuk pengusaha konstruksi jalan selama ini enggan menerima masukan dari berbagai penelitian untuk mencampur karet pada aspal jalan karena kekuatan jalannya akan bertahan sangat lama,” katanya yang dilansir Pikiran Rakyat 13 Mei 2105.

Menurut Andi, kekuatan jalan dengan aspalnya ditambah campuran karet alami, akan berdampak kekuatan dan keawetan jalan. “Sehingga berakibat pada tidak ada lagi proyek abadi pembangunan jalan,” ujarnya.

Politisi PKS daerah pemilihan Sulawesi Selatan II ini mengatakan, perlu jiwa besar bagi pemerintah, untuk menghilangkan proyek-proyek abadi yang dari jaman rezim Suharto hingga Jokowi, masih tetap berlangsung.

“Proyek abadi yang dimaksud seperti pembangunan jalan Pantura yang tidak ada berhentinya dibangun puluhan tahun tidak ada ujung pangkalnya. Penggunaan campuran karet pada aspal jalan selain mampu meningkatkan konsumsi nasional karet, juga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, menggeliatkan industri karet, dan membahagiakan banyak orang dengan memperlancar alur distribusi orang dan barang,” ucapnya.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Panyabungan Kebanjiran

    Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Panyabungan Kebanjiran

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hujan deras dan angin kencang mengguyur kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal sejak sore pukul 03: 00 Wib, panyabungan Kota dilanda banjir. Tak ayal kemacetan parah terjadi di sepanjang jalan Willem Iskander Madina. Pantauan Berita di depan Gedung sekolah arap Albarkah Kelurahan Sipolu- polu kecamatan panyabungan kota, air menggenangi semua sekolah Albarkah dan murid sekolah langsung […]

  • Oknum Petugas LP Siborongborong Diduga Cabuli Tahanan

    Oknum Petugas LP Siborongborong Diduga Cabuli Tahanan

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siborongborong, Oknum petugas Lembaga Permasyarakatan (LP) Siborongborong berinisial RS diduga melakukan pencabulan terhadap tahanan wanita Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) yang dititipkan di LP Siborongborong. Informasi yang diperoleh Senin (25/04/2011), kejadian tersebut terjadi pada Ahad sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah RS mengeluarkan tahanan dari ruang tahanan, lalu dibawa ke ruang tamu selanjutnya disuruh masuk ke kamar […]

  • Tambang Emas Ilegal di Sininjom MBG Terus Beroperasi. Sulitnya Akses Lokasi Diduga Disengaja Pelaku Untuk Menghindari Petugas

    Tambang Emas Ilegal di Sininjom MBG Terus Beroperasi. Sulitnya Akses Lokasi Diduga Disengaja Pelaku Untuk Menghindari Petugas

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online) : Aktifitas tambang emas ilegal dengan menggunakan alat berat dikawasan hutan taman nasional batang gadis tepatnya di siulangaling sininjom, Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal terus beroperasi. Sulitnya jangkauan kelokasi mungkin menjadi salah satu cara pelaku melakukan aktifitas penambangan di lokasi secara bebas. Sumber Mandailing […]

  • Lantik Pejabat Eselon

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lantik: Sekretaris Daerah M Daud Batubara atas nama bupati Madina Hidayat Batubara melantik pejabat eselon II,III dan IV di gedung serba guna, Parbangunan, Rabu (4/6/2013). Sebanyak 169 PNS yang ikut dalam rotasi jabatan itu. Eselon II terdapat 6 orang. Sementara eselon III dan IV sebanak 163 orang. (foto: Maradotang Pulungan/Mandailing Online)

  • Angin Kencang Landa Madina, Pasar Sihepeng Rubuh

    Angin Kencang Landa Madina, Pasar Sihepeng Rubuh

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (25/6/2013) sekira pukul 20.00 Wib. Kawasan Kecamatan Siabu yang terparah. Angin kencang merobhkan sekurangnya tiga jalur lods di pasar Sihepeng. Sementara itu, Kepala Dinas Perindang UKM Pasar, Lis Mulyadi Nasution yang dikonfirmasi, Rabu (26/6) membenarkan pasar Sihepeng rubuh akibat diterpa angin […]

  • Jika Kalau Bahwa

    Jika Kalau Bahwa

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dahlan Batubara Di media massa sering terjadi kesalahan penempatan kata “jika” dan kata “kalau“. Dua kata ini kerap menggantikan kata “bahwa“. Kata “jika” dan kata “kalau” adalah kata penghubung untuk menandai syarat (syarat-harapan). Juga berfungsi sebagai “soal-jawaban“. Tergolong dalam Konjungsi Subordinatif Syarat. Sedangkan kata “bahwa” adalah kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian […]

expand_less