Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Agar Harga Karet Naik, Pemerintah Didesak Pakai Karet Alam Untuk Aspal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
  • print Cetak
Penjualan karet alam di Kotanopan

Penjualan karet alam di Kotanopan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah didesak segera mendorong pemakaian karet alam untuk campuran aspal jalan di Indonesia dalam upaya mengangkat harga karet alam yang terus terpuruk.

Pemerintah jangan hanya mengandalkan pada luar negeri dalam persoalan pemasaran karet alam, sebab berbagai proyek infrastruktur jalan di Indonesia bisa mendongkrak pemakaian karet alam di dalam negeri.

Jika pemerintah menerapkan pemakaian karet alam untuk aspal, maka pemakaian karet di dalam negeri akan terdongkrak dan akan terjadi kenaikan harga karet alam di tingkat petani, sehingga kesejahteraan petani karet akan terdongkrak kembali.

Dalam berbagai penelitian mengungkapkan, bahwa campuran karet alam dan aspal justru akan sangat jauh lebih tahan dibanding hanya pemakaian aspal saja.

“Oleh karenanya, kita mendesak pemerintah Indonesia secepat mungkin menerapkan karet alam untuk campuran aspal jalan,” kata Muhammad Rasidin Lubis di Panyabungan, Jum’at (8/4/2016).

Dia juga menghimbau agar pejabat pemerintah Indonesia di Jakarta tidak labil jika ada kekuatan lain yang mencoba menghalangi penerapan karet alam untuk aspal jalan.

Sebab, menurutnya, setidaknya ada dua kelompok kepentingan yang mencoba menghalangi. Pertama kelopok yang takut berukarangnya pemakaian aspal yang bersumber dari minyak mentah itu. Kelompok kedua adalah pihak-pihak yang korup yang khawatir proyek pemeliharaan aspal jalan akan berkurang karena ketahanan campuran karet alam dan aspal sangat tahan lama.

Hingga posisi Kamis (7/4) harga karet alam di Panyabungan, Mandailing Natal masih di kisaran 6.500 hingga 7.000 rupiah per kilo gram. Jauh menurun disbanding era Presiden BJ Habibi yang sudah menembus 20.000 rupiah per kilo gram.

Mayoritas kepala keluarga di Mandailing Natal menggantungkan hidup pada komoditi karet alam. Terpuruknya harga karet dalam beberapa tahun terakhir telah memiskinkan warga Madina, juga berdampak pada kelesuan ekonomi Madina.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dilansir Detik Finance, Senin (7/3/2016), bahwa untuk saat ini proyek infrastruktur jalan bisa menyedot sekitar 1,6 juta ton per tahun karet alam jika digunakan untuk mencapur aslam jalan.

Di sisi lain, Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara mengungkap produksi karet Sumut pada tahun 2015 sekitar 450.000 ton atau turun dari total produksi 2014 yang mencapai 465.000 ton. Bahkan untuk tahun 2016, diprediski akan menurun lagi.

“Produksi yang turun itu karena faktor turunnya harga dan iklim. Penurunan harga memicu banyak petani tidak menderas dan bahkan menebang pohon karetnya,” kata Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Eddy Irwansyah di Medan, pada 12 Desember 2015 yang dilansir Koran Sindo.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin dari Partai Keadilan Sejahtera telah mendesak pemerintah untuk komit mendorong penggunaan karet alam pencampur aspal.

“Pemerintah dan termasuk pengusaha konstruksi jalan selama ini enggan menerima masukan dari berbagai penelitian untuk mencampur karet pada aspal jalan karena kekuatan jalannya akan bertahan sangat lama,” katanya yang dilansir Pikiran Rakyat 13 Mei 2105.

Menurut Andi, kekuatan jalan dengan aspalnya ditambah campuran karet alami, akan berdampak kekuatan dan keawetan jalan. “Sehingga berakibat pada tidak ada lagi proyek abadi pembangunan jalan,” ujarnya.

Politisi PKS daerah pemilihan Sulawesi Selatan II ini mengatakan, perlu jiwa besar bagi pemerintah, untuk menghilangkan proyek-proyek abadi yang dari jaman rezim Suharto hingga Jokowi, masih tetap berlangsung.

“Proyek abadi yang dimaksud seperti pembangunan jalan Pantura yang tidak ada berhentinya dibangun puluhan tahun tidak ada ujung pangkalnya. Penggunaan campuran karet pada aspal jalan selain mampu meningkatkan konsumsi nasional karet, juga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, menggeliatkan industri karet, dan membahagiakan banyak orang dengan memperlancar alur distribusi orang dan barang,” ucapnya.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadisbun Madina: Pemberian Izin PT.ALN Sesuai Prosedur

    Kadisbun Madina: Pemberian Izin PT.ALN Sesuai Prosedur

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengakuan Bupati Mandailing Natal non aktif Hidayat Batubara bahwa dia tidak pernah mengeluarkan izin lokasi perkebunan kepada PT. Agro Lintas Nusantara (ALN), membuat Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan Madina, Mara Ondak membela diri. Kepada wartawan di sela-sela pembahasan R.APBD Madina, Selasa (10/12/2013) Mara Ondak membantah pemberian izin kepada PT.ALN sebagai prosedur terburu-buru. […]

  • Tim Basarnas Masih Kesulitan Mengevakuasi Korban

    Tim Basarnas Masih Kesulitan Mengevakuasi Korban

    • calendar_month Jumat, 8 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga hari kedua kegiatan evakuasi jenazah korban reruntuhan tambang emas di Huta Bargot, Jum’at (8/2), tim Basarnas (Badan SAR Nasional) masih mengalami kendala. Pada hari pertama kehadiran tim Basarnas, Kamis (7/2) petugas Basranas dibantu 4 orang relawan tambang telah memasuki lobang TKP untuk mengetahui kondisi dan peta lobang sebagai langkah awal […]

  • Dinas Ketahanan Pangan Madina Konsisten di Asta Cita Prabowo

    Dinas Ketahanan Pangan Madina Konsisten di Asta Cita Prabowo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) konsisten melaksanakan program ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden RI Prabowo. Juga sesuai visi dan misi Bupati Madina Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Salah satu program yang bergulir adalah Gerakan Pangan Murah (GPM). “​Untuk Dinas Ketahanan Pangan, apa yang menjadi […]

  • Menunggu Lemang

    Menunggu Lemang

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan kecil: Askolani Nasution   Selasa, 12 Agustus 1980. Pagi-pagi pancuran sudah ramai. Anak-anak berebut delapan bilah pancuran di sebelah mesjid. Semua membawa bambu untuk memasak lemang. Sudah dipotong-potong setiap ruasnya, lalu diikat dengan tali dari kulit batang pisang. Kami menyebutnya “sarisir”, dan tentu cukup kuat untuk mengikat 6-10 ruas bambu. Anak-anak riuh. Ada yang […]

  • Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    Dr. H. Safii Siregar, Siap Maju di Konfercab NU

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rois Syuriah PCNU Kabupaten Mandailing Natal H. Miswarruddin Nasution menggelar acara silaturrahim di rumah kediaman Mustsyar NU Mandailing Natal Dr. H. Safii Siregar. Dalam silaturrahim ini, H. Miswarruddin Nasution meminta kesediaan Dr. Safi’i Siregar untuk maju sebagai calon Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Madina periode 2015-2020 dalam Konperensi Cabang […]

  • Melirik Gonjang Ganjing Produk Pendidikan Ala Kemendikbud

    Melirik Gonjang Ganjing Produk Pendidikan Ala Kemendikbud

    • calendar_month Sabtu, 15 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan lslam Pendidikan di Indonesia di bawah pimpinan Nadim kelihatannya terus berbebenah dengan inovasi-inovasi baru yang ditawarkan. Sehingga terkesan selalu memunculkan program-program yang menghidupkan dan mengikuti kemajuan atau arus globalisasi. Tidak heran sebenarnya jika dikaitkan dengan background Pak Menteri yang seorang pengusaha sukses atau seorang CEO. Tentu saja ia mampu […]

expand_less