Senin, 20 Jul 2026
light_mode

PKS Sorot Kelangkaan Gas 3Kg Subsidi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
  • print Cetak

Mulyanto

JAKARTA (Mandailing Online) – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, menyebut Pemerintah super tega pada masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg bersubsidi.

Pemerintah bukan mengatasi kelangkaan gas LPG bersubsidi itu malah meluncurkan produk LPG 3kg nonsubsidi bermerek Bright dengan harga yang lebih mahal.

Kebijakan itu, kata Mulyanto, akan membuat pengadaan dan pendistribusian LPG 3kg bersubsidi semakin terbatas dan sulit. Ujung-ujungnya masyarakat dipaksa membeli LPG 3kg nonsubsidi.

Mulyanto juga memperkirakan hadirnya LPG 3kg nonsubsidi akan meningkatkan tindak penyalahgunaan LPG 3kg bersubsidi oleh pihak tertentu. Mengingat selisih harga jualnya sangat besar.

“Pertamina saat ini menjual LPG 3kg merek Bright seharga Rp56.000 terbatas di Jakarta dan Surabaya, jauh kebih mahal dari gas melon 3 kilogram bersubsidi yang sekitar Rp20.000. Produksi gas pink 3kg ini rawan penyimpangan,” kata Mulyanto, di Jakarta, Jum’at (28/7/2023) sebagaimana dilansir PKS.Id.

Mulyanto menambahkan, selama ini salah satu modus penyimpangan gas melon bersubsidi yang ditemukan aparat adalah pengoplosan, yang memindahkan isi gas elpiji dari tabung melon 3 kilogram bersubsidi ke dalam tabung 12 kilogram non subsidi.

“Modus ini tidak lain mengubah dari barang bersubsidi dijual menjadi barang non-subsidi yang berharga mahal,” ungkapnya.

Menurut Mulyanto produk gas elpiji pink berukuran 3 kilogram ini, yang berukuran sama persis dengan gas melon 3 kilogram bersubsidi, akan makin memudahkan pengoplosan. Apalagi marjinnya besar, mencapai Rp 36.000 per tabung. Pengoplosan bisa semakin marak.

“Dari ukuran yang berbeda saja terjadi pengoplosan gas elpiji, apalagi kalau barang dan ukurannya serupa. Kasarnya, tinggal cat ulang saja dari tabung berwarna melon menjadi pink, maka berubah dari barang bersubsidi menjadi barang non-subsidi. Ini kan semakin rawan. Inikan sebentuk dualitas produk. Dimana komoditas yang sama, dijual dengan harga yang berbeda. Yang satu bersubsidi dan yang lain non-subsidi,” jelas Mulyanto.

Sebagai informasi, di tengah harga gas LPG dunia yang terus merosot hampir setengahnya sejak puncaknya di awal tahun 2022, harga LPG di Indonesia tetap bertahan.

Yang terjadi justru sebaliknya, muncul kelangkaan gas LPG 3 kilogram dan harganya juga melejit. Demikian dilaporkan dari berbagai daerah seperti Balikpapan, Makasar, Bali, Banyuwangi, sumbar, dll.

Ada penumbuhan demand pasca pandemi Covid-19. Namun diperkirakan oleh Pertamina, over kuota tersebut tidak lebih dari 2,7 persen atau kekurangan sebesar 0.3 juta ton LPG 3 kg. (pks.id/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuntutan Belum Terpenuhi, Para Guru SMA Negeri 3 Panyabungan Mogok Mengajar

    Tuntutan Belum Terpenuhi, Para Guru SMA Negeri 3 Panyabungan Mogok Mengajar

    • calendar_month Rabu, 19 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Oline) – Sejumlah guru PNS dan honorer SMA Negeri 3 Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) melakukan aksi mogok mengajar, Rabu (19/4/2017). Aksi mogok ini merupakan lanjutan dari aksi unjukrasa para guru dan pelajar pada Senin lalu menuntut Kepala Sekolah SMA Negeri  3 Panyabungan, Doharni Siregar diganti. Aksi mogok ini berlangsung akibat tidak adanya hasil […]

  • Kalapas Mengaku, Napi Kabur Belum Ditemukan

    Kalapas Mengaku, Napi Kabur Belum Ditemukan

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Upaya pencarian Tahanan yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Panyabungan nampaknya tidak maksimal. Sampai hari ini, RH napi Kasus Narkoba yang kabur pada Selasa 1/8/2023 lewat belum di temukan. Kalapas Kelas IIB Panyabungan Mustafa Kamal mengaku, petugasnya masih terus melakukan upaya pencarian bekerja sama dengan Polisi. ”  yang dilakukan selain proses […]

  • Anggota komisi E DPRD Sumut, Ahmad Hossen Hutagalung Reses ke Madina

    Anggota komisi E DPRD Sumut, Ahmad Hossen Hutagalung Reses ke Madina

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggota komisi E DPRD Sumut, Ahmad Hossen Hutagalung Reses ke Madina (photo ridwan hasan)

  • Pembangunan Jalan Gunungtua bermasalah

    Pembangunan Jalan Gunungtua bermasalah

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GUNUNGTUA – Proyek rehab ruas Jalan Kihajar Dewantara Gunungtua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padanglawas Utara, sampai saat ini belum terpasang papan proyek. Pantauan di lokasi, rehab jalan menuju kantor pengadilan dan SMAN 1 Gunungtua terlihat kondisinya amburadul. Sejauh ini pembangunannya mulai bermasalah, diantaranya teknik meletakkan batu yang terlihat hancur. Sementara papan proyek tidak dipasang, padahal […]

  • Polda: BAP korupsi migor Tapsel P21

    Polda: BAP korupsi migor Tapsel P21

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejati Sumut) menyatakan berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus korupsi dalam penyaluran minyak goreng (migor) bersubsidi yang terjadi di Pemerintah Kabupetan( Pemkab) Tapanuli Selatan Tahun Anggaran (TA) 2012 yang sebelumnya dilimpahkan oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor) Polda Sumut sudah lengkap (P21). Artinya, tersangka Junaim Nasution, yang […]

  • Bupati Batubara Diadukan ke Mabes Polri

    Bupati Batubara Diadukan ke Mabes Polri

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KISARAN- Persoalan dugaan manipulasi hasil seleksi CPNS Batubara tahun 2010 memasuki babak baru. Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, secara resmi diadukan ke Mabes Polri, karena diduga mendalangi manipulasi data, dalam proses seleksi CPNS di daerah tersebut. Janto Dearmando Saragih, dari Gerakan Penyelamat Harta Negara (Gerphan) yang mengadukan OK Arya ke Mabes Polri, dalam laporan polisi […]

expand_less