Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Ijtima Indonesia Berdoa 2025: Meneguhkan Semangat Dakwah di Tengah Oase Spritual Dunia Global

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Moechtar Nasution

Provinsi Lampung, tepatnya Kota Baru mendadak menjadi magnet spritual yang mengguncang dunia. Kota Baru yang dibangun pada tahun 2012 sebagai mega proyek calon pengganti ibu kota Provinsi Lampung menggeliat dengan sunnah sunnah Nabi Muhammad SAW. Jutaan manusia dari berbagai pelosok nusantara termasuk dari Mandailing Natal dengan formasi lebih kurang seratus jemaah sudah hadir disana.

Bahkan terkonfirmasi jemaah dari puluhan negara juga turut hadir membersama kegiatan rohaniah ini. Salah satu nama besar yang telah dikonfirmasi hadir adalah Maulana Saad Kandhlawi, pucuk pimpinan “Amir” jamaah Tablig dari India.  Demikian sebutan masyarakat untuk entitas dakwah ini selain jemaah kompor, jemaah janggut dan yang lainnya.

Kehadiran beliau bersama rombongan menjadi magnet tersendiri bagi jamaah yang mendalami dakwah “khuruj”. Tentu saja, selain itu juga hadir ratusan ulama dari berbagai penjuru dunia yang diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan jemaah.

Semua hadir tanpa dikomando dan tanpa paksaan. Mengalir alamiah seperti air yang turun dari ketinggian. Mereka datang dengan pakaian jubah, serban penutup kepala, tasbih di tangan, siwak di saku kemeja, memelihara jenggot, sebagian diantaranya memakai tongkat dan kemudian semua ini disempurnakan dengan amalan amalan amaliah yang menyertainya.

Kehadiran jutaan jemaah ini mampu menyulap wajah kompleks perkantoran yang mangkrak menjadi energi positif yang penuh kedamaian, keteduhan, kebersahajaan, dan ketenangan.  Atmosfer spritual memancar ke seluruh penjuru negeri dan sejak dua bulan terakhir di berbagai platform media sosial hiruk pikuk sudah mulai terlihat dengan ragam artikel, meme dan flayer ajakan untuk mensukseskan kegiatan ini.

Kegiatan berskala besar ini membawa pengaruh yang signifikan bagi masyarakat setempat. Lalu lintas menuju Kota Baru pun menunjukkan denyut kehidupan yang tak biasa. Arus kendaraan hilir mudik nyaris tak putus, silih berganti menuju lokasi Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025.

Bus-bus besar pengangkut jamaah berseliweran seakan tak berhenti, disusul truk logistik, minibus, ambulance, patroli polisi hingga kendaraan pribadi yang membawa keluarga dan rombongan kecil.  Ratusan bahkan mungkin ribuan tenda  besar dan memanjang didirikan untuk menyambut kedatangan jemaah. Semua menjadi saksi bisu tentang perjuangan dakwah, lahan kosong yang semula hanya ditanami singkong  dan sebahagian besar dibiarkan kosong begitu saja tiba tiba  disulap menjadi tempat yang paling indah untuk menengadahkan tangan bermunajat kepada Ilahi Rabbi. Suara lantunan kalam Ilahi menggema saling bersahutan dari tenda tenda yang dibangun secara sederhana.

Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 dengan titik episentrum yakni Mesjid Al-Hijrah bukan hanya tentang pertemuan jamaah dunia, bukan hanya sekedar perkumpulan biasa, akan tetapi juga tentang bagaimana sebuah peristiwa keagamaan mampu menghidupkan kota, menyatukan manusia, dan menebar keberkahan, kebaikan dan kesejahteraan dari sajadah hingga lapak sederhana.

Epicentrum of Growth” menjelma dan bersanding dengan keimanan yang semakin meningkat. Bukan hanya ajang syiar dan memperkuat ukhuwah Islamiyah semata namun juga berdampak positif dan nyata dalam sektor kehidupan masyarakat lainnya. Dakwah semakin mengkristal, di sisi yang lain pertumbuhan ekonomi khususnya UKMK meningkat.

Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 bukan hanya agenda keagamaan, namun peristiwa besar yang tidak hanya memancarkan energi spritual semata namun lebih dari itu diharapkan menjadi “asbab” bagi tumbuh dan berdayanya ekonomi keummatan, meningkatnya relasi sosial ummat, berkembangnya dakwah, memperbaiki mental spritual ummat, mewujudkan peningkatan keimanan dan ketaqwaan, semakin bergairahnya usaha memakmuran mesjid, terwujudnya keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, membudayakan “ta’lim” di rumah dan yang lainnya.

Di kota inilah perhelatan dakwah dilaksanakan dari tanggal 28, 29 hingga 30 November. Di tengah lahan kosong puluhan hektar didirikan ribuan tenda dengan berbagai ukuran untuk menampung jemaah yang diperkirakan bisa mencapai angka satu hingga lima jutaan yang berasal dari “gen” tabligh seperti India, Pakistan dan Bangladesh, dari negara padang pasir juga hadir jemaah Yaman dan yang lainnya. Tak ketinggalan juga dari benua Afrika seperti Kenya, Tanzania, Afrika Selatan, Maroko, Tunisia hingga Eropa dan Amerika. Negara tetangga Asia juga hadir dari Malaysia, Thailand, Brunai, Kamboja, Srilangka dan yang lainnya.

Lampung berevolusi dan bertransformasi menjadi pusat dakwah dunia. Selama tiga hari kumandang tasbih, tahmid, tahlil dan takbir menggema dari jutaan jemaah yang mengagungkan kekuasaan Allah SWT. Jutaan manusia dari lima benua “tumpah ruah” untuk bertafakkur, beriktikaf, berzikir, bermunajat, duduk  bersimpuh dalam doa di sepertiga malam, mendengarkan “bayan” yang isinya hidup hanya sementara dan akhirat selamanya, makan “khidmat” berjemaah dari nampan besar, menghapal doa, belajar mengaji,  belajar menerima perbedaan di antara sesama manusia hanya karena ras, golongan, warna kulit, idiologi, organisasi dan embel embel lainnya.

Langit Kota Baru akan dipenuhi “doa doa” yang menembus langit dari manusia manusia yang tulus dan ikhlas. Mereka berdoa bukan untuk diri mereka sendiri namun untuk kemaslahatan bersama sesama umat Nabi Muhammad SAW. Saling mendokan untuk kebaikan, saling mendoakan untuk kesehatan, saling mendoakan untuk kebahagiaan, dan saling mendoakan untuk istiqomah dalam perjuangan dakwah. Semua doa bermuara untuk mewujudkan bangsa kita menjadi “baldatun toyyibatun warobbun ghofur”.

Mereka ikhlas datang menggunakan biaya sendiri dengan menggunakan pesawat terbang, naik kapal laut, naik mobil, bus, sepeda motor dan bahkan banyak juga yang berjalan kaki sampai hitungan bulan lamanya baru sampai di lokasi. Bahkan sebahagian diantaranya menabung terlebih dahulu mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk biaya selama di sana. Hal yang sangat bertentangan dengan logika namun karena kecintaan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW mereka melakukannya dengan keikhlasan semata.

Mempergunakan uangnya sendiri untuk berjuang di jalan dakwah, makan ditanggung sendiri, meninggalkan keluarganya untuk menjemput hidayah Allah, ber “jaulah” mendatangi rumah ke rumah hanya untuk mengajak shalat berjemaah di masjid, menghabiskan sisa umurnya untuk menyeru kepada kebaikan bersama, dan menyandarkan hidup matinya hanya kepada sang Khaliq semata.

Kehadiran mereka murni karena panggilan iman. Mereka hamba Allah yang meninggalkan atribut duniawi mulai status sosial, tingkat pendidikan, dan tingkat ekonomi. Tidak ada pangkat dan jabatan di sana, semua sama, menyatu, melebur dan membaur.  Sama-sama menata hati dan memperkuat silaturrahmi.

Ini adalah fenomena rohani global, karena hanya Allah SWT yang mampu menggerakkan jutaan jemaah datang berbondong bondong. Mereka datang dengan kebaikan, kasih sayang, dan kesederhanaan dan semoga nilai-nilai luhur yang datangnya dari hidayah Ilahi  ini dapat bertransformasi dan  didistribusikan ke seluruh dunia.

Tabligh Akbar ini diposisikan sebagai gerakan kebangkitan kesadaran kolektif dalam menatap wajah dan kondisi umat dewasa ini. Mampu melahirkan inisiasi untuk menjawab tantangan, hambatan, peluang, dan kebutuhan dakwah di masa sekarang dan yang akan datang. Tantangan usaha dakwah akan semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Dan ini bukan perkara mudah. Tentunya kolaborasi dan sinergitas di antara ulama dan umara menjadi penting untuk dipertegas. Tugas yang mulia untuk membersamai gerakan dakwah ini. Mulai dari lingkup yang paling kecil. Jadikan momentum ini menjadi ruang refleksi bersama tentang usaha menghidupkan kembali nilai-nilai agama dalam kehidupan pribadi, keluarga, desa dan masyarakat secara keseluruhan. Melalukan revitalisasi dan aktivasi tentang nilai nilai agama dalam kehidupan pribadi dan keluarga merupakan benteng sekaligus filter yang kuat untuk “berselancar” di tengah lautan globalisasi jelang revolusi industri 6.0.

Ruang privat dan publik harus tetap berisikan ajakan untuk kebaikan dan harus tetap saling mengingatkan untuk kebenaran seperti yang pernah dilakoni Nabi Muhammad SAW dalam perjuangan dakwah. Posisi ini menjadi urgen dewasa ini di tengah ketidakpastian iklim global dan di tengah arus kehidupan modern yang semakin sarat individualisme.

Suatu sore di pertengahan Agustus, di pelataran mesjid saya bertemu dengan orang tua yang bernama Sofyan dari Roburan. Lama kami berbincang dan diakhir pertemuan itu, beliau menyampaikan pesan “hidup hanya sekali dan jangan menua tanpa arti”. Puitis dan penuh filosofi. Wallohu Aqlam Bisshawab…

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Teken Fakta Integritas Netralitas ASN pada Pemilu 2024

    Bupati Teken Fakta Integritas Netralitas ASN pada Pemilu 2024

    • calendar_month Senin, 5 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution bersama Bupati dan Walikota se-Sumut menandatangani fakta Integritas Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan, Senin (5/12). Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kembali mengingatkan tentang larangan ASN terlibat […]

  • Pemekaran Sumtra dan Pantai Barat Mandailing Solusi Sejahterakan Rakyat

    Pemekaran Sumtra dan Pantai Barat Mandailing Solusi Sejahterakan Rakyat

    • calendar_month Senin, 29 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wacana pembahasan kembali RUU pemekaran Daerah Otonomi Baru di Sumatera Utara sangat didukung oleh tokoh masyarakat di Tabagsel. Karena salah satu Daerah Otonomi Baru (DOB) yang masuk pada Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut adalah Kabupaten Pantai Barat Mandailing dan Provinsi Sumatera Tenggara (Sumtra). Pemekaran DOB ini akan membawa manfaat besar terhadap percepatan […]

  • Polisi jangan pelihara preman

    Polisi jangan pelihara preman

    • calendar_month Senin, 2 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Proses hukum kepolisian yang lamban dalam penyelesaian kasus premanisme dan kekerasan yang dilakukan sekelompok orang memberi kesan akan ketakberdayaan polisi di hadapan mereka. Terkait hal itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menduga, ada oknum kepolisian yang sengaja memelihara preman. “Jangan pelihara preman yang malah membuat mereka mendapatkan angin,” ucap […]

  • 5 Milyar Dana BPJS Masih Mengendap di Rekening Dinas Kesehatan Madina

    5 Milyar Dana BPJS Masih Mengendap di Rekening Dinas Kesehatan Madina

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 5 milyar rupiah dana kapitasi program BPJS di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum sampai ke pihak puskesmas dan diduga masih mengendap di rekening Dinas Kesehatan Madina. Sejumlah pimpinan puskesmas mengaku, Senin (14/7/2014) dana tersebut belum sampai kepada puskesmas. Kondisi ini membuat hubungan antara Plt Kadis Kesehatan, Ismail Lubis dengan para […]

  • Candi Sipamutung

    Candi Sipamutung

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Candi Sipamutung di Desa Siparau Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas merupakan bukti sejarah peradaban yang diperkirakan berdiri pada abad XI. Candi yang dikelilingi oleh rangkaian perbukitan rendah tersebut  terletak, di dipinggir Sungai Barumun yang membelah dataran Padanglawas dan berjarak sekitar 40 Km dari ibukota Kabupaten Padanglawas, Sibuhuan dan dari kota Padangsidimpuan berjarak -+ 70 Km […]

  • Raih Kemenangan, Cabup Saipullah Ziarahi Makam Keluarga

    Raih Kemenangan, Cabup Saipullah Ziarahi Makam Keluarga

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai dinyatakan menang berdasarkan hitungan real internal, Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution bersama keluarga ziarah ke makam keluarganya di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, Kamis (28/11/2024). Saipullah terlihat menyiarahi sejumlah makam keluarga, termasuk makam almarhum orangtuanya, HM Alihanafiah Nasution bin Parhimpunan Ali. Dalam […]

expand_less