Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

Terbongkar, 200 Hektar Lahan Emas di Batang Natal dan Lingga Bayu Masuk WPR. Satus dalam Proses

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 59 menit yang lalu
  • print Cetak

Istimewa

PANYABUNGAN, (Mandailing Online) – Di saat alat berat excavator dan dompeng emas ilegal meraung-raung membelah Sungai Batang Natal dan Lingga Bayu, negara ternyata sudah menyiapkan jalan legalisasi. Namun jalannya masih tersendat di meja birokrasi Jakarta.

Data Atribut WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) yang diperoleh Mandailing Online mengungkap, sebanyak 7 blok tambang emas placer (emas aluvial) seluas total 200,14 Hektare di Kabupaten Mandailing Natal telah ditetapkan sebagai WPR melalui Keputusan Menteri ESDM RI No. 153.K/MB.01/MEM.B/202…

Ironisnya, status ketujuh blok itu hingga hari ini masih “Dalam Proses”.

Rincian 7 blok WPR itu adalah

1. MDTL 02 – 48,89 Ha, Komoditas Emas Placer di  Kecamatan Batang Natal , Desa Tombang Kaluang, Sipogu

2. MDTL 03 – 61,06 Ha, Komoditas Emas Placer, Kecamatan Batang Natal, Desa Ampung Siala, Jambur Baru

3. MDTL 04 – 4,91 Ha, Komoditas Emas Placer, Kecamatan Batang Natal,  Desa Muara Parlampungan, Batu Mandiding

4. MDTL 05 – 10,69 Ha, Komoditas Emas Placer, Kecamatan Batang Natal, Desa Muara Parlampungan, Rantobi, Batu Mandiding

5. MDTL 06 – 20,01 Ha, Komoditas Emas Placer , Kecamatan Lingga Bayu, Desa Simpang Duku, Aek Garingging

6. MDTL 07 – 23,92 Ha, Komoditas: Emas Placer, Kecamatan Lingga Bayu ,Desa Simpang Durian, Lancat

7. MDTL 08 – 30,66 Ha, Komoditas Emas Placer, Kecamatan Lingga Bayu, Desa Sale Baru, Panunggulan

Total 200,14 Hektare lahan emas di dua kecamatan yang selama ini menjadi episentrum tambang emas ilegal terbesar di Madina.

Perlu diketahui, WPR adalah Wilayah Pertambangan Rakyat skema resmi negara untuk melegalkan penambang rakyat. Jika WPR sudah disetujui menjadi WPR final dan diterbitkan IPR (Izin Pertambangan Rakyat) oleh Bupati/Gubernur, maka penambang rakyat bisa menambang secara legal, wajib bayar pajak, wajib reklamasi, dan dilarang pakai merkuri serta alat berat besar.

Informasi yang diperoleh sampai saat ini WPR-nya sudah ada di atas kertas namu. IPR-nya belum terbit karena status masih “Dalam Proses” di Kementerian ESDM.

Di desa-desa yang namanya tercantum jelas di dokumen WPR  seperti Muara Parlampungan, Rantobi, Batu Mandiding, Simpang Duku, Lancat, Sale Baru PETI justru sudah berjalan 2-3 tahun terakhir dengan alat berat excavator, bukan lagi manual.(*)

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta, (MO) – Nyanyian Fatin Shidqia Lubis (16), dalam lomba tarik suara di layar kaca X Factor Indonesia Auditions episode keempat, telah memikat Bruno Mars, artis musik internasional dari Amerika Serikat. Setelah menonton video YouTube yang berisi penampilan pelajar SMA itu membawakan “Grenade”, sang pemilik lagu, Bruno Mars, menampilkan video tersebut ke situs resminya, brunomars.com. […]

  • Protes Film, Alkitab Dibakar

    Protes Film, Alkitab Dibakar

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Film Innocence of Muslims; sebelumnya berjudul Innocence of Bn Laden (judul produksi: Desert Warrior, judul di internet: The Real Life of Muhammad and Muhammad Movie Trailer,) benar-benar menjadi film yang berhasil membuat penontonnya “terkesima”, bagaimana tidak sebuah film yang tujuannya hanya untuk mempropaganda umat beragama diseluruh dunia, berhasil ditonton oleh jutaan umat beragama, khususnya umat […]

  • Seorang Napi LP Sipaga-paga Panyabungan Meninggal

    Seorang Napi LP Sipaga-paga Panyabungan Meninggal

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diduga terkena serangan jantung, salah seorang Narapidana Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Sipaga-paga, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meninggal dunia di selnya, Selasa (29/03/2011). Korban meninggal bernama Adreas alias Deras, ditahan di LP Sipaga-paga dalam kasus pembunuhan dengan hukuman 18 tahun penjara. Jenazah Adreas tampak diotopsi di Ruangan Instalasi Jenazah RSUD Panyabungan. (Ist) Sumber : […]

  • Koum Bobby Nasution Berharap Calon Bupati Madina Kedepan Miliki Program Seperti Walikota Medan

    Koum Bobby Nasution Berharap Calon Bupati Madina Kedepan Miliki Program Seperti Walikota Medan

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Perhelatan Pemilu Kepala Daerah di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) sudah semakin dekat, sejumlah kandidat mulai muncul dengan mendekati partai politik sebagai salah satu prasyarat pencalonan. Ada nama Ivan Iskandar Batubara, Saifullah Nasution, Dahlan Nasution, Endar Lubis, Atika Azmi Utammi Nasution dan Fahrizal Efendi. Nama nama tersebut semakin bergaung sebagai […]

  • Bupati Madina Pertahankan Pejabat Korup

    Bupati Madina Pertahankan Pejabat Korup

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Janji-janji Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution memberantas korupsi mulai memperlihatkan sebagai janji kosong. “Buktinya, hingga kini Kadis Kelautan dan Perikanan masih aman menjabat padahal sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Mawardi Borotan, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Selasa (14/7). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Zamaluddin Nasution sudah hampir setahun ditetapkan sebagai […]

  • KKSU Arab Saudi Salah Alamat

    KKSU Arab Saudi Salah Alamat

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penasehat Kerukunan Keluarga Sumatera Utara (KKSU) di Saudi Arabia, Salman Ahmad Nasution salah alamat dalam meresfon sikap politik alumni Timur Tengah di Madina. “KKSU itu hanya kerukunan keluarga orang orang Sumatera Utara di Arab Saudi, skop gerakannya di Saudi Arabia. Sehingga KKSU salah alamat ketika menyanggah pernyataan dukungan orang orang […]

expand_less