Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Kepala Desa Gunungtua Jae Diadukan ke Polisi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
  • print Cetak

Muhammad Rum mewakili warga Gunungtua Jae menyerahkan berkas pengaduan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Desa Gunungtua Jae, Kecamatan Panyabungan, Madina ditengarai tak lagi kapabel.

Kepercayaan rakyat kepada Kepala Desa, Mardan Rangkuti terlihat kian menurun.

Hari ini, Senin (3/2/2020) warga Gunungtua Jae mengadukan kepala desa mereka ke Polres Madina.

Berkas pengaduan diterima Kasi Umum Polres Madina.

Dua hari sebelumnya atau Sabtu (1/2) warga juga melakukan pengaduan kepada Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution di rumah dinas bupati, Panyabungan.

Dan bukan kali ini saja pengaduan terjadi. Beberapa tahun lalu pengaduan juga dilakukan warga kepada bupati terkait penyaluran dana simpan pinjam yang bersumber dari Dana Desa.

Terdapat 8 poin di dalam berkas pengaduan ke Polres Madina itu.

Adapun delapan point yang dilaporkan masyarakat Gunungtua Jae tersebut yaitu:

Pertama, penghancuran atau perubuhan aset pemerintah berupa kantor Kepala Desa Gunungtua Jae tanpa melalui proses yang diduga melanggar Peraturan Pemerintah RI nomor 27 tahun 2014 tentang pengelolaan barang milik negara/daerah dan pasal 406 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Kedua, Kepala Desa diduga menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan kewajibannya dan tidak jujur, tidak adil dalam mengelola BUMDes tahun 2017 sebesar Rp 105.370.000.

Ketiga, Kepala Desa Gunungtua Jae diduga sewenang wenang menghunjuk pengurus dalam pengelolaan budidaya ikan yang dinilai tidak secara demokratis. Bahkan pembukuan keuangannya tidak ada yang bertanggung jawab untuk membubuhkan tanda tangan.

Keempat, sampai saat ini kepengurusan organisasi masyarakat STM tidak ada lagi diduga akibat tidak adanya perhatian, pengayoman dan pembinaan kepala Desa Gunungtua Jae terhadap masyarakat. Dan, uang sebesar Rp 8 juta yang diserahkan kepengurusan STM sebelumnya bernama Hilman Nasution kepada kepala desa Mardansyah Rangkuti sampai saat ini tidak tahu uang tersebut dikemanakan oleh kepala desa.

Kelima, kepala desa menyewakan mesin molen kepada orang lain di jalan Sabut, Jalan Saba Rimba, Jalan Tambangan, Jalan kebun Lumban Pasir, Jalan Mangga Manis. Masyarakat tidak tahu siapa yang menyewa dan berapa hari disewakan dan uang sewa molen dikemanakan.

Keenam, pembukuan keuangan kepengurusan dan pengelolaan sarana air bersih Desa Gunungtua Jae tidak ada transparansi kepala desa. Sementara biaya pemasangan ke rumah warga dikenakan biaya sebesar Rp 300 ribu dan untuk iuran perbulan dikenakan biaya Rp 6 ribu per pelanggan.

Ketujuh, sejak serah terima kas keuangan dan barang-barang Gapoktan, salah satunya mesin robot padi dari kepala desa sebelumnya kepada kepala desa sekarang tidak diketahui lagi pembukuannya.

Kedelapan, masih ada tiga kegiatan yang diduga belum dikerjakan oleh kepala desa Gunungtua Jae anggaran tahun 2019, yaitu rehab madrasah, pembangunan drainase, dan pembangunan jalan serta beberapa kegiatan lainnya.

“Masih banyak sebenarnya permasalahan oknum kepala desa kami ini, warga sudah resah dan mulai tidak kondusif. Tentunya kami berharap pak Kapolres, AKBP Irsan Sinuhaji segera menindaklanjuti laporan kami ini, karena kami khawatir masyarakat lebih jauh melangkah,” kata Rum Rangkuti dan Basir Nasution mewakili warga kepada wartawan di Mapolres Madina yang dikutip Antara.

Bahkan musyawarah desa beberapa hari lalu di gedung madrasah di desa itu tidak berjalan baik karena lebih banyak suara-suara ptotes dari warga terkait penggunaan Dana Desa tahun lalu.

Oleh karena itu Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah saatnya mengakaji ulang pemerintahan di desa itu.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    • calendar_month Kamis, 27 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan elemen masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Madina berunjukrasa ke DPRD Madina, Rabu (27/9), menuntut agar segera mungkin lembaga wakil rakyat menghentikan kisruh politik karena sudah membahayakan daerah. Aksi demo ini berlangsung disaat belum mulainya rapat paripurna DPRD Madina akibat belum cukup quorum. Kelompok 18 terdiri […]

  • Adi Mansar Menilai Soal Jabatan Kepala Daerah Perlu Ada Aturan Khusus 

    Adi Mansar Menilai Soal Jabatan Kepala Daerah Perlu Ada Aturan Khusus 

    • calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Masa pengabdian Kepala Daerah dalam Pemilu Kada tahun 2020 yang lalu tampaknya menyampingkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 22 E yang mengatur tentang pelaksanaan Pemilu. Hal ini diungkapkan oleh DR, Assoc Adi Mansar SH. MHum dalam melihat singkatnya masa jabatan Bupati/Wakil Bupati hasil Pemilu Kada tahun 2020 yang lalu. Menurut Adi Mansar, […]

  • 11 Bocah Bersaudara Masih Kekurangan Biaya, Ulurkan Bantuan Anda

    11 Bocah Bersaudara Masih Kekurangan Biaya, Ulurkan Bantuan Anda

    • calendar_month Kamis, 20 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ulurkan Bantuan Anda, 11 Bocah Bersaudara Masih Kekurangan Biaya     PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Bagi Ummi yang baru tamat SMK dan abangnya Amansyah yang juga baru lulus SMA tak mudah membiayai  kebutuhan hidup 11 adik yang masih kecil-kecil. Termasuk biaya sekolah. Oleh karena itu, bantuan dari para derwaman sangat dibutuhkan. Bantuan bisa dihantar […]

  • Tender DAK Disdik Madina di Duga Formalitas

    Tender DAK Disdik Madina di Duga Formalitas

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan – Tender yang dilakukan panitia pengadaan barang dan jasa pemerintah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga hanya formalitas belaka, sebab kuat dugaan 78 paket di instansi tersebut sudah di kapling jauh-jauh hari. Buktinya, para kontraktor yang datang telah mengantongi lokasi kegiatan serta jenis kegiatan yang akan di daftarkannya. “Rp 35 miliar Dana […]

  • Diantara Kontaminasi Budaya Flexing dan Konten Negatif

    Diantara Kontaminasi Budaya Flexing dan Konten Negatif

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis, tinggal di Padang Sidimpuan Di era ini, eksistensi diri menjadi prioritas bagi kebanyakan individu. Hal ini dibuktikan dari menjamurnya konten-konten negatif yang berlagak kaya hingga konten membahayakan jiwa bahkan berujung maut. Seperti yang baru-baru ini terjadi. Seorang wanita inisial W (21) di Bogor, ditemukan tewas tergantung di rumah kontrakannya di […]

  • Gegara Aliran Tariqot, Kepdes Rumbio Diberhentikan

    Gegara Aliran Tariqot, Kepdes Rumbio Diberhentikan

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Diduga terlibat dalam aliran tariqot, Khoirul Anwar Hasibuan diberhentikan dari jabatan kepala desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara. Pemberhentian ini mengejutkan mengingat kepala desa ini berjaya membawa Rumbio masuk kategori utama yang berhasil mengembangkan berbagai sektor desa serta telah meraih penghargaan tingkat provinsi dan nasional. Desa Rumbio saat ini menghasilkan jagung […]

expand_less