Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Puasa dan Kepedulian Sosial

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 17 Mei 2019
  • print Cetak

Dua anak dari kalangan fakir miskin mengais rezeki dari pembuangan sampah.

 

Puasa bagi ummat Islam, adalah pengabdian  sekaligus training mental. Puasa tidak hanya mengajarkan kepada kita menahan diri dari makan, minum, tapi juga menahan nafsu-nafsu pancaindera, dan hati.

Puasa Ramadhan tidak hanya sekadar masalah ubudiyah yang mendatangkan pahala dan ganjaran di akhirat kelak, tapi juga mendatangkan pengaruh yang langsung dalam kehidupan dunia ini.

Dari segi jasmaniyah, puasa bermanfaat sekali dalam menjaga kesehatan. Para dokter sepakat bahwa puasa itu menyehatkan, sebagaimana Rasulullah telah menetapkan 14 abad yang lalu dalam sebuah haditnya,” Puasalah, tentu kamu sehat.”

Dari segi ruhiyah, puasa adalah latihan disiplin terhadap peraturan. Melaksanakan dan menjauhi larangan bukan karena takut sanksi dan hukuman, tapi merupakan pengabdian atas dasar cinta kepada hukum-hukum Allah. Puasa membentuk sikap mental, watak dan kepribadian yang patuh dan disiplin.

Selain itu, puasa juga mengajarkan kesabaran. Orang yang sedang berpuasa berjuang menguasai dan mengendalikan hawa nafsunya, dengan mempertinggi sifat sabar, yaitu kemampuan untuk mengatur dan memimpin, memperkuat daya tahan dan kesanggupan menderita.

Dari Ibnu Majah diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,” Puasa itu separuh kesabaran.”

Dari segi kemasyarakatan, puasa mendidik kaum muslimin untuk mengurangi bibit-bibit diskriminasi, sekaligus memperkokoh kesetiakawanan sosial.

Di luar bulan Ramadhan, orang kaya menikmati segala kemewahannya, makan serba  ada dan memenuhi segala selera. Sebaliknya, orang miskin hidup serba kekurangan, dapat makan 3 kali sehari untung-untungan, apalagi utuk memenuhi standar gizi. Akan tetapi, dalam bulan Ramadhan ini semuaa manusia punya kedudukan sama. Baik yang kaya maupun yang miskin sama-sama laparnya. Tidak makan dan minum, juga tidak berhubungan suami istri. Bila tiba saat berbuka, mereka serentak makan. Semua merasakan nikmatnya.

Banyak masjid, mushalla atau rumah menyediakan ta’jil bersama. Di sana semua kaum muslimin membaur jadi satu, tak peduli kaya dan miskin, bersila dan berderet menghadapi makanan. Diharapkan dari sana tumbuh rasa kebersamaan dan hilang diskriminasi sosial…

Pada bulan Ramadhan, semua kaum muslimin dilatih untuk merasakan pahit getirnya menahan lapar. Maksudnya, agar mereka ikut juga merasakan derita lapar yang dialami sebagian besar masyarakat  ‘akar rumput’ yang menahan lapar setiap hari dalam jangka waktu yang panjang. Orang yang merasakan derita lapar seperti ini jumlahnya tidak sedikit, dan menyebar di berbagai belahan bumi, di negara maju maupun di lingkungan komunitas suku-suku. Harapan selanjutnya, lahir sifat santun dan kasih sayang kepada orang yang nasibnya tak semujur dirinya.

Kepada orang kaya, lewat ibadah puasa ini Allah hendak mendidik mereka agar  tajam ruhaninya, peka perasaan sosialnya, mau peduli terhadap sesama yang nasibnya kurang beruntung, misalnya yatim piatu, fakir miskin, anak jalanan, kaum gelandangan, dst.

Orang tidak selamanya kaya. Setiap saat manusia bisa mengalami kebangkrutan.

Tak menutup kemungkinan anak sendiri menjadi yatim, bahkan yatim piatu, sebab kematian siapa yang menduga datangnya.

Peluang beramal terbuka luas di depan kaum muslimin. Apalagi hadirnya krisis ekonomi di negeri kita masih nampak belum kunjung berakhir. Inilah saatnya mendemonstrasikan amal di bulan Ramadhan. Jika kita lihat, sebagian besar orang yang kurang beruntung adalah juga kaum muslimin, dengan jumlah yang mancapai 40 juta jiwa lebih.

Apa artinya? Bahwa memiliki sikap peduli kepada orang yang kurang beruntung merupakan tuntunan agama. Malah orang yang tidak mau peduli dengan nasib mereka disebut pendusta agama. Omong kosong seseorang mengaku Islam kalau tidak memiliki sikap ingin membantu saudaraanya yang dalam kesusahan.

Terkait dengan dengan hal ini Allah Swt mengingatkan,” Tahukan kamu orang yang mendustakan agama? Itulah mereka yang menghardik anak-anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin.”(Al-Ma’uun: 1-3)

Orang-orang miskin, kaum dhu’afa dan anak yatim sangat membutuhkan makanan, kasih sayang dan tempat bernaung. Mereka juga haus keadilan, perhatian dan hak-hak hidup yang lain sebagai sesama anak adam.

Setidaknya, inilah yang hendak digugah dalam Ramadhan kali ini. Setelah di malam harinya ruhani kita diasah dengan qiyamul lail dan tartil Qur’an, dengan perut yang lapar, siangnya kita datangi saudara-saudara kita yang kurang mujur. Kita bantu secukupnya. Kita selami problematika yang dialami dan membantu mencari solusinya. Jangan sampai ada yang menangis—apalagi pada saat lebaran tiba nanti–pada saat kita sedang gembira bersama keluarga tercinta. Semoga Allah menjadikan kita orang yang peduli. Semoga tergugahlah hati kita. (aql/hidayatullah.com)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PUPR Terus Kebut Perbaikan Tanggul Jebol di Sungai Badang

    PUPR Terus Kebut Perbaikan Tanggul Jebol di Sungai Badang

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Alat berat milik Dinas PUPR Mandailing Natal ( Madina ) hari ini Jum’at 24/5/2024, kebut pekerjaan perbaikan tanggung yang jebol di sungai aek badang, Panyabungan Utara. Diketahui sungai itu merupakan sumber air untuk persawahan warga di saba holbung, dan tangga bosi III. ada sekitar 300 san hektar areal sawah di […]

  • Harga Karet Naik ke Level 8.600

    Harga Karet Naik ke Level 8.600

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam di Panyabungan, Mandailing Natal mengalami kenaikan dalam tiga pekan terakhir. Pantauan di lokasi pertimbangan karet, Gunungtua Iparbondar, Panyabbungan, Kamis (16/1/2020) harga karet basah di terrendah Rp 8.200 per Kg, tertinggi Rp 8.600 per Kg. Sahrin Nasution, penyadap karet dari Gunungtua Julu mengungkapkan harga karet alam ini mengalami […]

  • Biografi Adnan Buyung Nasution

    Biografi Adnan Buyung Nasution

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    BIOGRAFI Adnan Buyung Nasution adalah pria kelahiran Jakarta, 20 Juli 1934, yang dikenal sebagai seorang advokat handal, pendiri Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, dan juga pernah menjabat sebagai anggota DPR/MPR. Tidak banyak yang tahu bahwa nama tengah Buyung sebenarnya adalah Bahrum. Pada akta kelahirannya, namanya tercatat sebagai Adnan Bahrum Nasution. Namun, Buyung menamai dirinya sebagau Adnan […]

  • Imran Khaitamy Sebut Saipullah Paling Cocok Memperbaiki Madina

    Imran Khaitamy Sebut Saipullah Paling Cocok Memperbaiki Madina

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh politik senior Kabupaten Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitamy Daulay menaruh harapan besar kepada pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) bakal mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Madina dengan memperbaiki tata kelola pertanian, perkebunan, dan peternakan. Jika Paslon SAHATA […]

  • Kapolres Dihadiahi Ayam Kampung

    Kapolres Dihadiahi Ayam Kampung

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Berhasil Menutup Galian C BINJAI- Masyarakat Tanah Merah Lingkungan III, IV dan V Binjai Selatan punya cara unik untuk mengucapkan terimakasih. Senin (22/11) kemarin, ratusan warga tersebut memberikan hadiah berupa ayam kampung kepada Kapolresta Binjai AKBP Rina Sari Ginting. Tanda terimakasih itu dialamatkan warga karena kepolisian akhirnya menutup aktivitas galian C di Kelurahan Bhakti Karya, […]

  • Bayi Lahir Berkelainan Anenchepali

    Bayi Lahir Berkelainan Anenchepali

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu bayi lahir dengan kelainan otak diluar tempurung kepala (Anenchepali). Bayi yang lahir pada Senin (18/11) itu berjenis kelamin perempuan merupakan anak dari pasangan warga Desa Aek Garingging Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal. Anak tersebut lahir dengan berat badan 3200 gram dan panjang 50 cm mempunyai kelainan dengan […]

expand_less