Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Biografi Adnan Buyung Nasution

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
  • print Cetak

BIOGRAFI
Adnan Buyung Nasution adalah pria kelahiran Jakarta, 20 Juli 1934, yang dikenal sebagai seorang advokat handal, pendiri Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, dan juga pernah menjabat sebagai anggota DPR/MPR. Tidak banyak yang tahu bahwa nama tengah Buyung sebenarnya adalah Bahrum. Pada akta kelahirannya, namanya tercatat sebagai Adnan Bahrum Nasution. Namun, Buyung menamai dirinya sebagau Adnan B. Nasution. Nama “Buyung” dia dapatkan karena dia sering dipanggil demikian oleh teman-teman dan kerabatnya.

Buyung dikenal sebagai sosok yang tangguh. Ketika Buyung berusia 12 tahun, Buyung hidup sendiri dengan adik semata wayangnya, Samsi Nasution, berdagang barang loakan di Pasar Kranggan, Yogyakarta. Di tempat itu pula, ibu Buyung yang bernama Ramlah Dougur berjualan es cendol. Sementara ayahnya, R. Rachmat Nasution, bergerilya melawan Belanda pada tahun 1947 hingga 1948.

Sang ayah merupakan sosok yang bisa dibilang memberikan banyak pengaruh pada Buyung kecil. Rachmat Nasution adalah seorang pejuang gerilya dan reformasi. Dia juga merupakan pendiri kantor berita Antara dan harian Kedaulatan Rakyat. Selain itu, dia juga merintis The Time of Indonesia. Berkat keaktifan sang ayah dalam politik, ketika SMP Buyung mengikuti Mobilisasi pelajar (mopel). Dalam karirnya di organisasi tersebut, Buyung ikut berdemonstrasi terhadap pendirian sekolah NICA di Yogyakarta.

Ketika bersekolah di SMA Negeri 1 Jakarta, Buyung menjabat sebagai Ketua Cabang Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI), yang kemudian dia bubarkan karena mengandung unsur PKI.
Selepas SMA, Buyung terdaftar sebagai mahasiswa Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, satu tahun kemudian, BUyung pindah ke Fakultas Gabung Hukum, Ekonomi, dan Sosial Politik di Universitas Gajah Mada. Tidak lama kemudian, Buyung berpindah ke Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan di Universitas Indonesia. Di tiga universitas tersebut, Buyung aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa.

Setelah lulus dari UI, Buyung meneruskan kuliah dan bekerja sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Istimewa Jakarta. Selain itu, Buyung juga tetap aktif dalam kegiatan politik di Indonesia. Buyung tercatat sebagai pendiri dan Ketua Gerakan Pelaksana Ampera. Ketika terjadi peristiwa Gestapu, Buyung tercatat sebagai anggota Komando Aksi penggayangan Gestapu. Bahka, Buyung sempat mendapatkan skorsing selama satu setengah tahun akibat ikut berdemonstrasi dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), dan dituduh sebagai anti revolusi.

Setelah itu, Buyung dipindahtugaskan ke Manado. Namun demikian, Buyung ditempatkan di Medan. Hal tersebut membuat Buyung hengkang dan menganggur hingga setahun kemudian. Pada saat yang bersamaan. Buyung mendapatkan panggilan kembali untuk DPR/MPR. Setelah satu tahun menganggur, Buyung kemudian mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta dan membuka kantor pengacara (advokat). Kedua lembaga tersebut berjalan dengan baik sehingga sekarang kantor pengacara tersebut merupakan kantor pengacara terbaik di Indonesia.

Sementara itu, YLBHI yang dia dirikan mendapatkan respon yang sama, dan membawahi banyak LBH lainnya, sehingga dikenal sebagai lokomotif demokrasi. Gagasan untuk mendirikan LBH tersebut merupakan refleksi ketika Buyung menjalankan persidangan. Menurut Buyung, para terdakwa selalu pasrah menerima dakwaan, dan Buyung beranggapan mereka butuh pembela. Namun, ide tersebut baru dapat dia realisasikan setelah dia melanjutkan belajar hukum di Universitas Melbourne.

Di sana dia belajar bahwa Lembaga Hukum memiliki pola, model, dan bentuk. Kemudian, dia membagi ide tersebut kepada Kepala Kejaksaan Agung Soeparto. Menurut Agung Soeparto, belum waktunya ide tersebut direalisasikan. Hal tersebut memacu Buyung untuk mendapatkan banyak persetujuan. Kemudian, dia melakukan pendekatan dengan banyak petinggi hukum, seperti Yap Thiam Hien, Lukman Wiryadinata, dan Ali Moertopo. Melalui Ali Moertopo, ide tersebut sampai di telinga Presiden Soeharto.

Tidak berapa lama kemudian, Buyung mendapatkan persetujuan dan dukungan dari pemerintah. Selain presiden, Buyung juga mendapatkan suara dari Ali Sadikin Gubernur Jakarta saat itu. Sehingga, pada 28 Oktober 1970, lahirlah LBH yang diketuai oleh Buyung sendiri. Pada pembukaan LBH tersebut, Buyung mendapatkan 10 skuter dari pemerintah.

Riset dan Analisa oleh Nastiti Primadyastuti

PENDIDIKAN
SMA Negeri 1 Jakarta
Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB)
Fakultas Gabung Hukum, Ekonomi, dan Sosial Politik di Universitas Gajah Mada
Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Universitas Indonesia
Studi Hukum Internasional, Universitas Melbourne, Australia
Universitas Utrecht, Belanda

KARIR
Jaksa/Kepala Humas Kejaksaan Agung (1957-1968)
Anggota DPRS/MPRS (1966-1968)
Direktur/Ketua Dewan Pengurus LBH (1970-1986)
Ketua Umum YLBHI (1981-1983)
Ketua DPP Peradin (1977)
Advokat/Konsultan Hukum Adnan Buyung & Associates
(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 450 Warga Madina Tandatangani Petisi Tolak SMGP

    450 Warga Madina Tandatangani Petisi Tolak SMGP

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 450 penduduk Mandailing Natal menandatangani petisi penolakan PLTP Sorik Marapi yang dikekola PT.SMGP. Angka itu merupakan jumlah awal dari gerakan petisi penolakan Pembangkit Listrik Panas Bumi Sorik Marapi. Jumlah tandatangan itu dicapai pada Kamis (18/2/2021) yang dilaksanakan aliansi mahasiswa di jalan raya kawasan Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. […]

  • 6 Orang Pekerja Tambang Ilegal Sempat Diamankan TNI Kabarnya Dilepas

    6 Orang Pekerja Tambang Ilegal Sempat Diamankan TNI Kabarnya Dilepas

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )- 1 hari pasca operasi tambang emas ilegal oleh TNI di 2 Kecamatan di Mandailing Natal ( Madina ) yakni Kecamatan Batang Natal dan Linggabayu. Belum diketahui pasti tindak lanjut hasil tangkapan. Diketahui ada 6 alat berat jenis excavator yang diamankan TNI dan 6 orang pekerja. Informasi yang diperoleh sendiri ke […]

  • Atika: Pemkab Berjuang untuk Pemerataan Pembangunan

    Atika: Pemkab Berjuang untuk Pemerataan Pembangunan

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut terus berupaya semaksimal mungkin menghadirkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Itu juga berkaitan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkecil kesenjangan antar wilayah dan mendekatkan pelayanan pemerintah itu sendiri kepada masyarakatnya. “Saya menegaskan hal ini di Kecamatan Batahan di hari kedua kunjungan kerja di […]

  • Karang Taruna dan IPPNU Serukan Penolakan Hari Valentine

    Karang Taruna dan IPPNU Serukan Penolakan Hari Valentine

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Karang Taruna Mandailing Natal (Madina) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Madina menyerukan kepada generasi muda Islam untuk tidak ikut-ikutan larut terjerumus merayakan Hari Valentine. Hari Valentine adalah budaya Romawi kuno yang berlatar budaya seks bebas, hedonisme dan konsumerisme. Dan bertentangan dengan ajaran Islam. “Kita menghimbau agar umat Islam menolak […]

  • Panyabungan Berduka, Pasar Baru Panyabungan Hangus

    Panyabungan Berduka, Pasar Baru Panyabungan Hangus

    • calendar_month Sabtu, 16 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Panyabungan berduka. Komplek Pasar Baru Panyabungan Mandailing Natal terbakar. Kebakaran terjadi sekira pukul 2.50 WIB Sabtu dini hari (16/6/2018) atau hari kedua Lebaran. Menurut para pedagang, api berasal dari loods di bagian belakang komplek, lalu menyebar ke bagian tengah komplek pasar. Mayoritas pedagang tak mampu menyelamatkan barang dagangan, karena kebakaran terjadi […]

  • Tentara Dihajar Massa

    Tentara Dihajar Massa

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Seorang prajurit TNI AL, Praka Impol Sianipar (30) kritis setelah dipukuli warga di kawasan Jalan Krakatau Ujung Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli, Medan. Prajurit yang bertugas di Satkamla Lantamal I Belawan ini menjadi sasaran amuk massa saat akan melerai sekelompok pemuda yang terlibat keributan. Informasi diperoleh, Rabu (29/1) kemarin, menyebutkan, penganiayaan dialami […]

expand_less