Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Imran Khaitamy Sebut Saipullah Paling Cocok Memperbaiki Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh politik senior Kabupaten Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitamy Daulay menaruh harapan besar kepada pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) bakal mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Madina dengan memperbaiki tata kelola pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Jika Paslon SAHATA memenangkan Pilkada Madina 2024, Imran optimistis Saipullah Nasution sebagai calon bupati bakal mampu mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran di kabupaten ini dengan memperbaiki tata kelola sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.

“Saya yakin, dalam tanda petik, Pak Saipullah itu belum punya dosa di Madina. Belum ada jejak rekam negatif Pak Saipullah di kabupaten kita ini,” kata mantan Ketua DPRD Madina itu usai menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Madina di Aula Ladang Sari, Kecamatan Panyabungan, Selasa (15/10/2024).

Imran juga mengalaskan optimismenya itu pada jejak karier Saipullah Nasution sebagai pejabat di Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan yang sudah betul-betul memahami tata kelola pemerintahan.

“Pak Saipullah itu bukan politisi dan pebisnis. Dia itu murni birokrat yang orientasinya bagaimana cara mengelola pemerintahan dengan baik,” tutur ketua Partai Ummat Madina itu.

Meski demikian, Imran menyarankan kepada Saipullah Nasution jika nanti terpilih menjadi Bupati Madina periode 2025-2030 agar memprioritaskan perbaikan tata kelola pertanian, perkebunan, dan peternakan yang dinilai akan mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Madina.

Untuk diketahui, berdasarkan data BPS Madina, persentase penduduk miskin Kabupaten Madina pada Maret 2024 sebesar 8,69 persen atau menurun 0,17 persen poin terhadap Maret 2023. Persentase penduduk miskin ini setara dengan 40,56 ribu jiwa atau berkurang sekitar 0,48 ribu jiwa dalam satu tahun terakhir.

Sementara angka garis kemiskinan di Madina pada Maret 2024 berada pada level Rp519.553 per kapita per bulan atau meningkat sekitar 32.117 rupiah dibanding garis kemiskinan pada Maret 2023 sebesar Rp487.436 per kapita per bulan.

Imran yakin angka kemiskinan itu masih dapat ditekan jika pemerintah daerah serius memperbaiki tata kelola pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Selama ini, menurut dia, Madina tidak mampu swasembada beras kendati kabupaten ini memiliki lahan pertanian yang subur. Kondisi ini terjadi akibat pemerintah daerah tidak hadir di tengah-tengan petani.

“Pemerintah tidak hadir untuk membantu petani dalam penyediaan lahan, kemudahan mendapatkan pupuk, irigasi peertanian yang baik,” katanya.

Ironisnya lagi, saat musim panen tiba, harga gabah turun drastis. Menurut dia, hal ini terjadi juga karena pemerintah daerah tidak hadir untuk mengelola pasar. “Seharusnya pemerintah hadir dalam manajemen pertanian,” tegasnya.

Itu sebabnya, mantan Ketua DPD Golkar Madina itu berharap jika rakyat memberi amanah untuk memimpin Madina, Saipullah Nasution harus memprioritaskan pembangunan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, termasuk perikanan.

“Soal permodalan, pemerintah seharusya memberikan akses agar petani mudah mendapatkan modal. Misalnya melalui koperasi milik pemerintah atau melalui kerja sama pemerintah dengan perbankan yang memberikan kredit dengan bunga kecil kepada petani,” ungkapnya.

Begitu juga dengan suplai ikan air tawar dan komoditas hortikultura. Semua berdatangan ke Madina tanpa melalui proses seleksi dari pemerintah daerah.

“Kalau ada suplai ikan tawar dari luar daerah Madina, itu boleh-boleh saja. Kita tidak boleh memonopoli pasar, tetapi harus ada agen resmi mereka di sini. Agen resmi ini harus tunduk dan patuh terhadap regulasi daerah,” katanya.

Selain itu, menurut Imran, pemerintah juga harus mampu menarik investor untuk mendirikan pabrik pengalengan ikan di wilayah pantai barat Madina. Denagn begitu, dia yakin tenaga kerja lokal akan terserap dalam jumlah yang banyak.

Melalui berbagai perbaikan tata kelola pertanian, perkebunan, dan peternakan, Irman optimistis para petani dan peternak di Madina akan mampu bersaing dengan petani dan peternak dari daerah lain.

Dengan begitu, sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan secara otomatis akan membuka lapangan kerja baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal yang banyak pula. Muaranya, angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten ini akan terus berkurang.

“Kehidupan masyarakat itu paralel. Kalau misalnya aktivitas perekonomian masyarakat bisa berjalan secara maksimal, berarti lapangan kerja juga menyerap banyak tenaga kerja lokal. Secara otomatis angka pengangguran dan kemiskinan juga akan jauh berkurang di Madina,” pungkasnya. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tipikor APBD Dinas Cipta Karya Madina Tahun 2008

    Tipikor APBD Dinas Cipta Karya Madina Tahun 2008

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PN Periksa 4 Saksi Panyabungan, Terkait kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Dinas Cipta Karya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang menyebabkan kerugian Pemerintah Daerah sebesar sekitar Rp 96 Jutaan, hari ini Rabu (22/9), Pengadilan Negeri Panyabungan Kabupaten Madina memeriksa 4 orang saksi yang merupakan masih pejabat di […]

  • CANDI SIMANGAMBAT, RIWAYATMU KINI

    CANDI SIMANGAMBAT, RIWAYATMU KINI

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Catatan Ringkas : Askolani Nasution Ketua Pendiri Gerep Institute Candi Simangambat diyakini telah ada sejak abad ke-9 masehi dari masa Hindu-Budha klasik. Lebih tua dari candi-candi lainnya di kawasan Mandailing, misalnya Candi Bahal atau Candi Portibi yang selama ini lebih populer di wilayah bekas kabupaten Tapanuli Bagian Selatan. Kawasan candi di Padang Lawas baru dibangun […]

  • E-Voting salah satu alat Pemilu yang syah

    E-Voting salah satu alat Pemilu yang syah

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kepala Badan Pengkajian danPenerapan Teknologi (BPPT), Dr Marzan A. Iskandar mengatakan,pemilihan umum secara elektronik atau e-voting menjadi alternatif,karena berdasarkan hasil Yudisial Review dari Mahkamah Konstitusi,bahwa e-voting merupakan salah satu alat pemilihan yang syah. Oleh karena itu, mulai saat ini metodologinya akan disusun,karena pada Mei 2010 yang lalu sudah diadakan dialog nasionalmengenai e-voting, dan salah satu […]

  • Walikota: CPNS Gate Tidak Terulang Lagi

    Walikota: CPNS Gate Tidak Terulang Lagi

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pematangsiantar, Walikota Pematang Siantar Hulman Sitorus SE meminta masyarakat agar melaporkan dugaan kecurangan database honorer. Jika terbukti ada kecurangan akan diberikan sanksi tegas bagi pejabat yang terlibat. “Saya akan menerima seluruh aspirasi dan laporan tentang adanya dugaan permainan “kotor” dalam pembuatan database sementara honorer yang akan diangkat menjadi CPNS,” kata Walikota Hulman Sitorus SE melalui […]

  • Atika Dominasi Debat Pilkada Madina

    Atika Dominasi Debat Pilkada Madina

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANDAN (Mandailing Online) – Debat antara pasangan calon bupati/wakil bupati Madina yang digelar KPU Madina berlangsung di Convention Hall Pai Hotel Pandan, Tapanuli Tengah, Jumat (13/11). Debat dipimpin oleh pendiri Lingkar Madani, Ray Rangkuti. Pada dua segmen awal, Calon Wakil Bupati Nomor Urut 1, Atika Azmi Utammi Nasution begitu mendominasi. Atika terlihat sangat menguasai materi […]

  • Laju pertumbuhan ekonomi Sumut 2012 melambat

    Laju pertumbuhan ekonomi Sumut 2012 melambat

    • calendar_month Selasa, 5 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Laju pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2012 melambat dibandingkan 2011 dan 2010, meski secara kinerja, perekonomian tahun ini naik 6,22 persen dari 2011 dengan tertinggi dicapai sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. “Kinerja perekonomian tahun 2011 sudah 6,63 persen dan 2010 bahkan mencapai 6,42 persen, sementara 2012 hanya 6,22 persen.Secara kinerja memnag tetap […]

expand_less