Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

PN Panyabungan Harus Hati-hati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Pengadilan Negeri Panyabungan tampaknya harus ekstra hati-hati dalam mengambil keputusan terkait kasus ganja yang melibatkan dua oknum PNS, Heriansyah Hanzali Dalimunthe dan Dedek Ispansyah Siregar yang saat ini masih dalam proses persidangan.

Sebab dari beberapa kali persidangan yang dilaksanakan atas kedua oknum PNS dan dua orang temannya, Samsuddin Batubara alias Manambin dan Edi Syahputra, keduanya bekerja sebagai wiraswasta, ditemui sejumlah kejanggalan.

Misalnya pada persidangan, Kamis (02/12/2010), yang menghadirkan saksi Dedi dan Farid. Saat itu keterangan saksi berbelit-belit dan terkesan menutup-nutupi kesaksian mereka. Hal itu terbukti keterangan saksi di persidangan berbeda dengan yang tertulis di BAP saat kedua saksi diperiksa di Satnarkoba Polres Madina.

Kemudian, pada persidangan pada Kamis (09/12/2010), yang menghadirkan dua orang oknum aparat yang melakukan penangkapan yaitu Briptu RE Marbun dan Bripda Surya Ali Nasution. Dalam kesaksian keduanya, juga terkesan ditemukan keganjilan keterangan tentang siapa yang menemukan barang bukti saat mereka melakukan penangkapan di warung Samsuddin Batubara alias Manambin di Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan Kota, Tanggal 27 Juli 2010 lalu.

Berdasarkan kesaksian Briptu RE Marbun, beliaulah yang menemukan barang bukti puntung rokok Djarum Black Cappucino di bawah meja. Marbun mencurigai puntung rokok tersebut karena ada sobekan kertas rokok dan dibalut kertas tiktak. Hal itu kemudian dibantah terdakwa Manambin yang menyatakan tidak ada kertas pembungkus tiktak pada puntung rokok Black Cappuccino yang dijadikan barang bukti tersebut.

Kemudian berdasarkan pemeriksaan hakim, ternyata puntung rokok Djarum Black Cappuccino tersebut memang tidak ada terbungkus dengan kertas pembalut rokok tiktak. Yang lebih ganjil lagi apabila memang Briptu RE Marbun yang menemukan barang bukti tersebut, mengapa tidak ada surat lampiran di berkas BAP bahwa beliau telah menyerahkan barang bukti kepada Kasat Narkoba selaku pimpinan yang saat itu dijabat Iptu E Banjarnahor.

Kemudian untuk BAP saksi Bripda Surya Ali Nasution, hakim menemukan bahwa Bripda Surya Ali Nasutionlah yang telah menemukan puntung rokok Djarun Black Cappuccino yang sekarang dijadikan barang bukti di persidangan.

Dari beberapa sidang yang telah dilaksanakan dipimpin langsung oleh Ketua PN Panyabungan Ikhwan Effendi Nasution, majelis hakim tampaknya harus berhati-hati dalam mengambil keputusan saat menjatuhkan vonis hukuman nantinya. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Batta ke Batak

    Dari Batta ke Batak

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Profesor Uli Kozok memosting artikel singkat di akun facebooknya pada 25 November 2019 memaparkan masa awal sebutan “Batak”. Artikel singkat berjudul “Dari Batta ke Batak” ini memaparkan kajian-kajian bahwa sebutan “Batak” baru muncul pada abad 19 dari pihak luar seperti Aceh dan Melayu. Merujuk naskah-naskah kuno maupun catatan para misionaris Jerman yang dimuat di […]

  • Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Ternyata Sering Absen Dalam Agenda Dewan

    Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Ternyata Sering Absen Dalam Agenda Dewan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Ketidak hadiran Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution dalam sejumlah agenda kerja Dewan sedang jadi sorotan. Sudah hampir setahun sejak dilantik jadi anggota DPRD Madina dari Partai Golkar Nasrul Hilmi Nasution nyaris tidak pernah mengikuti agenda resmi DPRD seperti sidang paripurna. Dan baru baru ini Komisi III DPRD […]

  • Cegah Penyebaran Tetelo

    Cegah Penyebaran Tetelo

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kandang Disemprot, Ayam-ayam Diobati SIABU- Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madina kembali mengimbau warga untuk melaporkan bila masih ditemukan ayam-ayam yang mati mendadak. Imbauan itu merupakan rangkaian pencegahan untuk meminimalisir penyebaran penyakit tetelo. “Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap ayam mati dan yang masih hidup di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, penyakit yang dialami ayam-ayam […]

  • Hasil Tes Honorer K2 Batal Diserahkan ke Daerah

    Hasil Tes Honorer K2 Batal Diserahkan ke Daerah

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Penyerahan hasil tes kompetensi dasar (TKD) CPNS dari honorer kategori dua (K2) kepada seluruh kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi, batal dilakukan kemarin. Pasalnya, hasil rapat jajaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) dengan seluruh kepala BKD provinsi dan seluruh sekdaprov, menyepakati pengumuman kelulusan honorer K2 yang dijadwalkan 5 Februari 2014, […]

  • Demo Anggota Rimbo Tuo Dinilai Anarkis. PT TBS: Kami Rugi Besar

    Demo Anggota Rimbo Tuo Dinilai Anarkis. PT TBS: Kami Rugi Besar

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Dilatari permasalahan lahan antara  Koperasi Rimbo Tuo Kelurahan Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan PT Tri Bahtera Srikandi (TBS), anggota koperasi dan warga Tapus mengadakan aksi  ke PT TBS, Selasa (30/7/2024) yang berujung anarkis. Dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan Koperasi Rimbo Tuo bernomor 028/KRT-KLTP/VII/2024 ke Polres Madina, […]

  • 4 Penumpang Bus Aek Mual Terpanggang Hidup-hidup

    4 Penumpang Bus Aek Mual Terpanggang Hidup-hidup

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masuk Parit Lalu Terbakar Taput, (MO) – Mobil penumpang Aek mual trayek 01 jurusan Tarutung–Barita masuk parit lalu terbakar di jalan lintas KM 20-21 Tarutung–Sipirok, tepatnya Desa Aek Sitapean, Pahae Julu, Kamis (27/12) sekira pukul 15:30 WIB. 4 orang penumpang tewas terpanggang. Informasi dihimpun, mobil BB 1513 LB tersebut datang dari arah Tarutung menuju Pahae. […]

expand_less