Selasa, 28 Jul 2026
light_mode

KKSU Arab Saudi Salah Alamat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
  • print Cetak

 

Raja Bangun Nasution

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penasehat Kerukunan Keluarga Sumatera Utara (KKSU) di Saudi Arabia, Salman Ahmad Nasution salah alamat dalam meresfon sikap politik alumni Timur Tengah di Madina.

“KKSU itu hanya kerukunan keluarga orang orang Sumatera Utara di Arab Saudi, skop gerakannya di Saudi Arabia. Sehingga KKSU salah alamat ketika menyanggah pernyataan dukungan orang orang alumnus Timur Tengah,” ungkap Raja Bangun Nasution seorang alumnus Timur Tengah kepada Mandailing Online, Selasa (5/5/2020).

Raja Bangun menyatakan bahwa Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah itu cakupannya seluruh kalangan dari Timur Tengah baik alumni Saudi Arabia, Mesir, Yaman, Syiria dan lain lain yang berpatisipasi secara sukarela bergabung mendukung Aswin Parinduri.

“Sanggahan Salman Ahmad Nasution selaku penasihat KKSU menjadi lucu karena KKSU cakupannya hanya di Saudi Arabia. Pak Salman salah wilayah, salah alamat,” ungkap Raja Bangun.

Lagipula, lanjut Raja Bangun, para alumnus pesantren Timur Tengah yang melakukan pertemuan dengan H. Aswin Parinduri itu tidak pernah membawa bawa nama KKSU karena KKSU itu organisasi di Arab Saudi yang beranggotakan warga Sumatera Utara yang tinggal di Arab Saudi.

“Saya menghimbau mari kita berpolitik dengan akal sehat, perbedaan pilihan politik itu hal biasa, yang terpenting silaturrahmi antara sesama tetap terjalin,” ujar Raja Bangun.

Sebelumnya, Penasehat Kerukunan Keluarga Sumatera Utara Saudi Arabia (KKSU) H. Salman Ahmad Nasution sebagaimana dilansir BERITAHUta.com membantah organisasi  para alumni pesantren Timur Tengah itu memberikan dukungan kepada salah satu pasangan bakal calon (balon) bupati-wakil bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut.

“Saya tegaskan, hingga saat ini KKSU Saudi Arabia belum ada dukungan kepada pasangan balon bupati-wakil bupati Madina, termasuk kepada Aswin Parinduri. Secara organisasi belum ada,” kata Salman Ahmad melalui rilis yang dikirim ke media ini, Selasa (5-5-2020).

Penegasan itu disampaikan Salman Ahmad sehubungan adanya pemberitaan salah satu media online yang terbit, Senin (4/5-2020) dengan judul “H. Aswin Parinduri Dapat Restu Dari Forum Alumni Pesantren Timur Tengah”.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Megaproyek Tol Trans Sumatera Diluncurkan Pekan Depan

    Megaproyek Tol Trans Sumatera Diluncurkan Pekan Depan

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Chairul Tanjung menyatakan dua rute jalur tol Trans Sumatera akan diluncurkan pada Jumat 10 Oktober 2014 (minggu depan). “Insya Allah, (dilakukan) di Medan, mereka sedang bekerja superkeras,” ujarnya di kantornya, di Jakarta, kemarin. Berdasarkan uji kelayakan yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara, pemerintah […]

  • Kabid Dikmenum Madina Raker Tingkatkan Mutu Pelajaran SMP-SMK

    Kabid Dikmenum Madina Raker Tingkatkan Mutu Pelajaran SMP-SMK

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seluruh kepala sekolah SMP dan SMK sederjat hadiri rapat kerja untuk meningkatkan mutu pelajaran disekolah untuk menghadapi ijian-ujian yang kan datang pada tahun 2010/ 2011 dan untuk meningkatkan proses belajar mengajar yang lebih baik, mencetak siswa/ siswi yang handal dan propesional untuk menuju masa depan siswa / siswi yang cerah di masa yang akan datang. […]

  • Survei: Pancasila Masih Dibutuhkan "Masih ada diskriminasi terhadap Pancasila, belum diakui, pemerintah masih setengah hati."

    Survei: Pancasila Masih Dibutuhkan "Masih ada diskriminasi terhadap Pancasila, belum diakui, pemerintah masih setengah hati."

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Badan Pusat Statistik menemukan dalam surveinya, publik masih membutuhkan Pancasila. Dari 12.000 responden yang ditanya, 79,26 persen menyatakan Pancasila penting dipertahankan. “Sementara 89 persen masyarakat berpendapat permasalahan bangsa, disebabkan kurangnya pemahaman nilai-nilai Pancasila,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melansir hasil survei itu dalam pidato kebangsaan di Gedung MPR, Rabu 1 Juni 2011. Berdasarkan survei itu, […]

  • Antisipasi Perkembangan LGBT, Kemenag  Madina  Surati  Seluruh Pesantren

    Antisipasi Perkembangan LGBT, Kemenag Madina Surati Seluruh Pesantren

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Homoseks, biseks dan mengganti kelamin merupakan perbuatan yang sangat dimurkai Allah tuhan pencipta manusia. Penyimpangan prilaku seks yang popular dengan sebutan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) juga dikhawatirkan akan mendatangkan azab seperti yang terjadi di era Nabi Nuh As. Allah telah menciptkan manusia berpasang-pasangan. Islam menghendaki pernikahan antar lawan jenis, […]

  • Pemerintah Seleksi Tenaga Honorer untuk Diangkat Jadi CPNS

    Pemerintah Seleksi Tenaga Honorer untuk Diangkat Jadi CPNS

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara telah menyeleksi sekitar 890 ribu lebih tenaga honorer yang diusulkan dari seluruh provinsi untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Usai peresmian “Samsat Drivethru” di lingkugan Bank Sumut di Medan, Rabu, 29 Desember 2010 Sekretaris Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Tasdik Kinanto mengatakan, setelah pemberlakuan PP 48/2005 tentang […]

  • Dari Batta ke Batak

    Dari Batta ke Batak

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Profesor Uli Kozok memosting artikel singkat di akun facebooknya pada 25 November 2019 memaparkan masa awal sebutan “Batak”. Artikel singkat berjudul “Dari Batta ke Batak” ini memaparkan kajian-kajian bahwa sebutan “Batak” baru muncul pada abad 19 dari pihak luar seperti Aceh dan Melayu. Merujuk naskah-naskah kuno maupun catatan para misionaris Jerman yang dimuat di […]

expand_less