Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Sekeluarga Tinggal di ‘Kandang Kambing’

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
  • print Cetak


Panyabungan,
Satu keluarga terdiri atas lima warga Desa Sarak Matua, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, selama 15 tahun terakhir tinggal di rumah papan kecil dekat dengan kandang kambing milik warga.
Adalah Husni (50) alias Jaidup dan empat anaknya, Ega (20), Nurhalimah (13), Aliatas (10) dan si bungsu Daud (8), yang tinggal berdesak-desakan di rumah berukuran 2 x 1,5 meter, sekaligus bertetangga dengan kambing.
Keluarganya tidak memiliki biaya untuk menyewa apalagi membangun rumah. “Untuk makan saja kami sulit, anakku hanya pemulung barang-barang bekas.Aku juga tidak mempunyai pekerjaan,” kata Husni, kepada METRO, Minggu (10/4).
Dalam sehari Husin bersama 4 anaknya hanya makan dua kali sehari, bahkan tak jarang pula sesuap nasi pun tak singgah di perut mereka.
Husni mengaku sedih dengan nasib yang dialaminya. Sebab, harus membiasakan diri mencium bau taik kambing dan suara kambing mengembik. “Satu rumah papan ini aku tempati bersama dua anak laki-laki, sedangkan 1 unit dengan ukuran yang sama di sebelahnya ditempati dua anak gadisku,” tambah Husni.
Husni hidup di gubuk papan peninggalan orangtuanya tersebut selama 15 tahun terakhir. Istrinya sudah meninggal 8 tahun lalu, sejak itu juga Husni mengalami penyakit yang belum diketahui penyakit apa. Sementara, empat anaknya pernah bersekolah tetapi tak satu orang pun yang menamatkan SD.
“Ada yang hanya kelas 2 dan ada yang kelas 4 sudah berhenti. Sebab, gak ada uang untuk membiayainya. Memang biaya untuk SD tak bayar namun untuk beri jajan dan beli pakaian sekolah saya tak mampu,” sebut Husin.
Sambil menangis Husni menceritakan, sebelumnya ia bekerja sebagai tukang deres di kebun karet milik warga sekitar. Dengan penghasilan sebesar Rp100 ribu per minggu. Tetapi sejak setahun terakhir pemilik karet menyita kembali kebunnya mengingat harga karet yang mahal.
“Awalnya aku menderes di kebun milik warga sini, tetapi setelah harga karet tinggi dia tak memakai jasa penderes lagi. Untuk mencari usaha baru aku tak bisa karena penyakit saya yang terasa panas di seluruh badan,” ujarnya.
Dijelaskan Husni, akibat tak adanya uang dia tetap bertahan hidup dengan makan hanya sekali dalam sehari mengingat tak ada uang untuk beli beras. Sedangkan pekerjaannya saat ini hanya menanam ubi dan mengumpulkan kayu bakar.
“Aku tak tahu lagi bagaimana masa depan anak-anak. Soalnya aku tak bisa bekerja karena penyakit aneh ini,” keluhnya.
“Harapan kami pemerintah bisa menolong agar aku dapat pekerjaan untuk menghidupi anak-anak dan menyekolahkannya,” harapnya.
Warga setempat, Yanti, kepada METRO mengaku prihatin atas kehidupan yang dialami Husni. Sejauh ini warga hanya membantu dengan memberikan uang sekadar untuk beli makan dan itu terkadang. ”Kami bantu juga tetapi sekadarnya. Kami prihatin melihat Husni bersama anak-anaknya yang tak bersekolah,” sebutnya.
Sementara itu, H Maratua Nasution, salah satu anggota DPRD Madina dari Dapil Panyabungan saat dikonfirmasi METRO mengenai kondisi Husni, mengaku, seharusnya Husni memeroleh bantuan dari Pemkab Madina dalam bentuk bantuan berkelanjutan. Dalam hal ini Maratua menyebutkan Pemkab semestinya memberikan bantuan pekerjaan. Sebab, kalau hanya bantuan finansial tak akan bisa memperbaiki kehidupan Husni yang memperihatinkan.
“Kami akan survei ke lokasi dalam waktu dekat untuk mengetahui keberadaannya. Sebab, kalau masih ada warga miskin seperti itu harus dibantu. Dan bantuan yang tepat mengingat Husni tak memiliki pekerjaan adalah lowongan kerja kepadanya,” sebut praktisi politik dari PKS ini. (wan)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasional Penggorengan Aspal Dihentikan Sementara

    Operasional Penggorengan Aspal Dihentikan Sementara

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penggorengan aspal milik Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diprotes warga setempat, Jumat (06/05/2011). Camat Panyabungan Kota Sahnan Batubara MM akhirnya mengambil kebijakan menghentikan sementara operasional penggorengan aspal. (Ist)

  • Kasus Kepala Babi di Musolla, Bupati Himbau Warga Tenang

    Kasus Kepala Babi di Musolla, Bupati Himbau Warga Tenang

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution menghimbau warga tetap tenang menyikapi pelaku peletak kepala babi di depan musolla. “Persoalan ini kita serahkan saja kepada aparat penegak hukum, biarkan mereka bekerja untuk mengusut kasus ini,” kata bupati kepada wartawan di Taman Raja Batu, Selasa (11/7/2017). Dia menghimbau agar masyarakat jangan mau […]

  • The Best Moment Muharram

    The Best Moment Muharram

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Sri Handayani S.T Kamis 20 Agustus 2020 bertepatan 1 Muharam, Tahun Baru islam 1442 H. Muharam merupakan momen yang sangat penting bagi umat Islam. Ini menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharam yang saat ini diperingati sebagai […]

  • PMII Sesalkan Pemotongan BOS & Uang Lauk Pauk Guru

    PMII Sesalkan Pemotongan BOS & Uang Lauk Pauk Guru

    • calendar_month Jumat, 30 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan,Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sumatera Utara (PKC PMII Sumut) menyesalkan pemotongan Biaya Operasional Sekolah (BOS), uang lauk pauk dan dana kesejahteraan guru yang dilakukan KUPT serta Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhan Batu. Demikian ditegaskan Sekretaris PKC PMII Sumut Darwin Sipahutar di Medan, Kamis (29/09/2011). Disebutkan, hal ini telah mencoreng dunia pendidikan. Dana yang […]

  • Jika 11 Ranperda Gagal, Pembangunan Bisa Melambat

    Jika 11 Ranperda Gagal, Pembangunan Bisa Melambat

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Pemkab Mandailing Natal (Madina) Alamulhaq Daulay SH mengaku belum mengetahui terjadinya penundaan pembahasan 11 Ranperda di DPRD Madina. “Saya belum mengetahui adanya penundaan itu, namun yang jelas saat ini 11 ranperda itu telah kita serahkan kepada Baleg DPRD Madina, sekarang tergantung orang itu,” kata Alamulhaq, Selasa […]

  • Minibus Hantam Rumah Warga di Pidoli

    Minibus Hantam Rumah Warga di Pidoli

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mobil minibus pengangkut keluarga dengan nomor polisi BH 1748 FS ringsek setelah menghantam rumah warga di jalan Willem Iskandar, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (24/04/2024). Informasi yang dihimpun wartawan dilapangan. Roda empat yang dikendarai oleh rombongan keluarga itu beranjak dari Simpang Gambir Kecamatan Lingga Bayu menuju Desa […]

expand_less