Selasa, 14 Apr 2026
light_mode

Sekeluarga Tinggal di ‘Kandang Kambing’

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
  • print Cetak


Panyabungan,
Satu keluarga terdiri atas lima warga Desa Sarak Matua, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, selama 15 tahun terakhir tinggal di rumah papan kecil dekat dengan kandang kambing milik warga.
Adalah Husni (50) alias Jaidup dan empat anaknya, Ega (20), Nurhalimah (13), Aliatas (10) dan si bungsu Daud (8), yang tinggal berdesak-desakan di rumah berukuran 2 x 1,5 meter, sekaligus bertetangga dengan kambing.
Keluarganya tidak memiliki biaya untuk menyewa apalagi membangun rumah. “Untuk makan saja kami sulit, anakku hanya pemulung barang-barang bekas.Aku juga tidak mempunyai pekerjaan,” kata Husni, kepada METRO, Minggu (10/4).
Dalam sehari Husin bersama 4 anaknya hanya makan dua kali sehari, bahkan tak jarang pula sesuap nasi pun tak singgah di perut mereka.
Husni mengaku sedih dengan nasib yang dialaminya. Sebab, harus membiasakan diri mencium bau taik kambing dan suara kambing mengembik. “Satu rumah papan ini aku tempati bersama dua anak laki-laki, sedangkan 1 unit dengan ukuran yang sama di sebelahnya ditempati dua anak gadisku,” tambah Husni.
Husni hidup di gubuk papan peninggalan orangtuanya tersebut selama 15 tahun terakhir. Istrinya sudah meninggal 8 tahun lalu, sejak itu juga Husni mengalami penyakit yang belum diketahui penyakit apa. Sementara, empat anaknya pernah bersekolah tetapi tak satu orang pun yang menamatkan SD.
“Ada yang hanya kelas 2 dan ada yang kelas 4 sudah berhenti. Sebab, gak ada uang untuk membiayainya. Memang biaya untuk SD tak bayar namun untuk beri jajan dan beli pakaian sekolah saya tak mampu,” sebut Husin.
Sambil menangis Husni menceritakan, sebelumnya ia bekerja sebagai tukang deres di kebun karet milik warga sekitar. Dengan penghasilan sebesar Rp100 ribu per minggu. Tetapi sejak setahun terakhir pemilik karet menyita kembali kebunnya mengingat harga karet yang mahal.
“Awalnya aku menderes di kebun milik warga sini, tetapi setelah harga karet tinggi dia tak memakai jasa penderes lagi. Untuk mencari usaha baru aku tak bisa karena penyakit saya yang terasa panas di seluruh badan,” ujarnya.
Dijelaskan Husni, akibat tak adanya uang dia tetap bertahan hidup dengan makan hanya sekali dalam sehari mengingat tak ada uang untuk beli beras. Sedangkan pekerjaannya saat ini hanya menanam ubi dan mengumpulkan kayu bakar.
“Aku tak tahu lagi bagaimana masa depan anak-anak. Soalnya aku tak bisa bekerja karena penyakit aneh ini,” keluhnya.
“Harapan kami pemerintah bisa menolong agar aku dapat pekerjaan untuk menghidupi anak-anak dan menyekolahkannya,” harapnya.
Warga setempat, Yanti, kepada METRO mengaku prihatin atas kehidupan yang dialami Husni. Sejauh ini warga hanya membantu dengan memberikan uang sekadar untuk beli makan dan itu terkadang. ”Kami bantu juga tetapi sekadarnya. Kami prihatin melihat Husni bersama anak-anaknya yang tak bersekolah,” sebutnya.
Sementara itu, H Maratua Nasution, salah satu anggota DPRD Madina dari Dapil Panyabungan saat dikonfirmasi METRO mengenai kondisi Husni, mengaku, seharusnya Husni memeroleh bantuan dari Pemkab Madina dalam bentuk bantuan berkelanjutan. Dalam hal ini Maratua menyebutkan Pemkab semestinya memberikan bantuan pekerjaan. Sebab, kalau hanya bantuan finansial tak akan bisa memperbaiki kehidupan Husni yang memperihatinkan.
“Kami akan survei ke lokasi dalam waktu dekat untuk mengetahui keberadaannya. Sebab, kalau masih ada warga miskin seperti itu harus dibantu. Dan bantuan yang tepat mengingat Husni tak memiliki pekerjaan adalah lowongan kerja kepadanya,” sebut praktisi politik dari PKS ini. (wan)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Upaya Kriminalisasi Terhadap Petani Plasma KUD Kuala Tunak

    Ada Upaya Kriminalisasi Terhadap Petani Plasma KUD Kuala Tunak

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pengurus KUD Kuala Tunak mensinyalir ada upaya kriminalisasi terhadap petani plasma yang tergabung dalam KUD Kuala Tunak, Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina), Sumut. Hal ini terlihat setelah ratusan petani peserta plasma mendatangi Kantor Kebun Madina Selatan (KMS) PT. Sawit Sukses Sejati (PT SSS) tanggal […]

  • Mengapa H.Aswin Maju ke DPR-RI ?  Pengamat : “Demi Perjuangan Pembangunan Daerah”

    Mengapa H.Aswin Maju ke DPR-RI ? Pengamat : “Demi Perjuangan Pembangunan Daerah”

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hanya terhitung jari putra Mandailing Natal yang lahir dan berdomisili di Mandailng Natal yang berani masuk gelanggang Pemilu 2019 untuk DPR-RI. Bahkan Pemilu sebelum-sebelumnya juga begitu. Akibatnya, dalam beberapa priode terakhir tidak ada tokoh yang berdomisili di Mandailing Natal yang duduk di DPR-RI. Akibatnya, perjuangan bagi pembanguan Mandailing Natal di DPR-RI menjadi lemah. “Ini ironis […]

  • SMA Plus Madina terancam tutup

    SMA Plus Madina terancam tutup

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sekolah SMA Plus yang selama ini menjadi kebanggaan untuk Kabupaten Mandailing Natal, terancam tutup. Hal ini disebabkan karena tidak bisa lagi membayar gaji ( honor ) para guru – guru yang sudah lima bulan. Ketika dikonfirmasikan Waspada Online, kepada kepala bidang Pendidikan Menengah Umum dan Kejuruan (Dikmenumjur), Dinas Pendidikan Madina, Mustamin, malah lempar bola kepada […]

  • Ki Dalang Asep S Sunarya Tutup Usia

    Ki Dalang Asep S Sunarya Tutup Usia

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BALEENDAH – Mulih ka jati, mulang ka asal. Telah meninggal dunia maestro dalang wayang golek Asep Sunandar Sunarya karena serangan jantung di RS AL-Ikhsan Baleendah Kabupaten Bandung, kemarin (31/3) pukul 14.20. Rencananya, jasad almarhum akan dikebumikan di pemakaman keluarga dekat rumahnya di Jalan Giriharja RT 01 RW 01, Kampung Jelekong, Kelurahan Jelokong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten […]

  • Dana Beasiswa Minim, IMMAN Kecewa

    Dana Beasiswa Minim, IMMAN Kecewa

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PADANGSIDEMPUAN (Mandailing Online) – Organisasi mahasiswa menyatakan kecewa menyikapi minimnya dana Beasiswa Miskin Berperatasi di RAPBD Madina TA 2020. Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN) Padangsidempuan dalam rilis pers yang dikirim kepada Mandailing Online, Rabu (18/12/2019) mendesak DPRD Madina berjuang menaikkan dana beasiswa itu di pembahasan RAPBD sebelum ditetapkan menjadi APBD. Pada Selasa kemarin, […]

  • Ketua Fraksi Gerindra Dukung Insentif Layanan Keagamaan dari APBDesa

    Ketua Fraksi Gerindra Dukung Insentif Layanan Keagamaan dari APBDesa

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengalihan sumber bantuan insentif layanan keagamaan di desa dari APBD Kabupaten ke APBDesa dinilai tidak masalah di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat covid-19. Itu dikatakan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Madina, Suhandi, Sabtu (28/11/2021) menyikapi kebijakan Pemkab Madina itu. Untuk tahun 2022, Pemkab Madina akan mengalihkan sumber dana bantuan insentif guru MDTA, […]

expand_less