Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Kebun Warga Kawasan Kotanopan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
  • print Cetak

Jejak telapak kaki harimau sumatera yang ditemukan di kebun warga Desa Saba Dolok, Kotanopan, Mandailing Natal, Sumut.

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Jejak harimau ditemukan di kawasan kebun lokasi aktivitas berkebun penduduk Desa Sabadolok dan Desa Gunungtua Simandolam, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber pada Selasa (22/11/2022), jejak itu sudah muncul sejak dua pekan terakhir. Hingga kini, sebagian warga masih enggan berangkat ke kebun.

Wakil Ketua BPD Sabadolok Hanafi, Selasa, mengatakan munculnya jejak harimau itu berada di kebun warga di kawasan Sisongkur dan Rumput Manis serta di wilayah Pintu Angin, wilayah perbatasan dengan Raorao Lombang. Di tempat ini, puluhan jejak telapak kaki harimau muncul di kebun warga.

Sedangkan di Desa Gunungtua Simandolam, munculnya jejak harimau itu juga terdapat di kebun milik warga di kawasan Ulu Aek Asahan. Di tempat ini, warga juga melihat jejak harimau.

Jejak telapak kaki harimau sumatera yang ditemukan di kebun warga Desa Saba Dolok, Kotanopan, Mandailing Natal, Sumut.

Kepala Desa Gunungtua Simandolam Parwis membenarkan warganya melihat jejak harimau di kebun warga. Selain itu, sekitar dua hari lalu, warga juga mendengar suara seperti auman harimau di kebun warga. Kondisi ini juga membuat sebagian warga enggan berangkat ke kebun miliknya.

Kepala Seksi PTN Wilayah 1 Kotanopan Taman Nasional Batang Gadis Mahnafruzar yang dihubungi mengatakan pihaknya bersama masyarakat sudah memeriksa jejak harimau di Desa Sabadolok pada Jumat (18/11/2022) lalu. Dari hasil pengamatan di lapangan, jejak itu benar jejak harimau Sumatera usia dewasa. Terkait dengan jumlah harimaunya, pihaknya belum bisa memastikan berapa ekor.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya mengimbau warga agar tidak ke hutan pada pagi hari di bawah pukul 9 dan pulang sore hari sebelum pukul 4. “Harimau bintang malam. Jadi, kalau masih pagi, ia keluar dan begitu juga sore hari,” katanya.

Selain itu, kata Mahnafruzar, warga juga diminta memukul semacam bunyi-bunyian jika hendak ke hutan. Tujuannya, agar harimau menjauh.

Sumber: StartNews/Lokot Husda Lubis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PASKIBRAKA DAN HIJAB

    PASKIBRAKA DAN HIJAB

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. M. Daud Batubara Penomena buka hijab pada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), saat Upacara Pengukuhan, telah meramaikan berbagai media sosial. Seperti biasanya, tidak bisa meghindari pro dan kontra pendapat dari berbagai kalangan dan usia.  Karena harus diingat bahwa, kecepatan informasi melalui teknolgi informasi dapat membawa manusia makin menjadi cepat mengerti mengenai perkembangan informasi […]

  • PT SMGP Bantu Korban Kebakaran di Longat

    PT SMGP Bantu Korban Kebakaran di Longat

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT.SMGP) memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Longat OTP Geotermal, Jumat (10/4) lalu. Sebanyak 6 kepala keluarga memperoleh bantuan dalam bentuk renovasi rumah, diserahkan oleh Manager Sustainability PT. SMGP Apriadi Djamhurie Gani kepada Lurah Longat Abdul Kholid  didampingi Camat Panyabungan Barat Muhammad Amin. […]

  • Pemkab Diminta Bantu Korban Bencana Alam

    Pemkab Diminta Bantu Korban Bencana Alam

    • calendar_month Kamis, 21 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) – Aktivis Kabupaten Palas, Safran Harahap SH meminta kepada eksekutif dan legislatif agar melakukan pengkajian penanganan terhadap masyarakat yang mengalami korban bencana. Pemkab disarankan memberikan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kerugian material akibat bencana alam. “Pemerintah harus mengkajinya, termasuk apa solusi yang akan diberikan bagi masyarakat yang mengalami kerugian material akibat bencana,” jelas […]

  • Besok PLN Padamkan 3 Kecamatan

    Besok PLN Padamkan 3 Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PLN akan melakukan pemadaman pada ti ga kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Sabtu besok (24/8/2019). Pemadaman akan dilakukan dari pukul 9.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Wilayah yang akan terkena pemadaman meliputi Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Panyabungan Timur dan Kecamatan Panyabungan Barat sekitarnya. Pemadalam itu dilakukan akibat dua kegiatan di jaringan […]

  • Warga Serbu Operasi Pasar

    Warga Serbu Operasi Pasar

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat menyerbu operasi pasar yang diadakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal di Pasar Baru Panyabungan, Kamis (30/12/2010). Dalam operasi pasar kali ini, harga beras Bulog dijual Rp 6.300 per kilo. Sementara harga beras di pasaran saat ini mencapai Rp 8.000-8.500 per kilo. Operasi pasar akan terus digelar sampai harga beras dipasaran normal kembali. […]

  • 3.167 KK di Madina tanpa listrik

    3.167 KK di Madina tanpa listrik

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sungguh memprihatinkan nasib 3.167 kepala keluarga (KK) di 20 desa di Kabupaten Mandailing Natal hingga kini belum menikamti listrik baik jaringan PT PLN maupun pembangkit tenaga diesel (PLTD). Sehingga warga terpaksa menggunakan lampu teplok dan bagi yang warga yang mampu membeli mesin genset untuk menerangi rumahnya. Desa-desa yang belum teraliri listrik ini rata-rata […]

expand_less