Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pengolahan limbah Martabe kurang sosialisasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – PT Agincourt Resources yang melakukan pertambangan emas di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dinilai kurang mampu menyosialisasikan program pengolahan limbah, sehingga mendapatkan protes dan perlawanan masyarakat.

“Sosialisasinya kurang. Parahnya lagi, pihak perusahaan kurang arif menyikapi aspirasi masyarakat,” kata anggota DPRD Sumut Pasiruddin Daulay yang melakukan reses di Tapanuli Selatan ketika dihubungi dari Medan, hari ini.

Sebenarnya, kata Daulay, masyarakat hanya mempermasalahkan pengelolaan limbah perusahaan tersebut, karena langsung dibuang ke Sungai Batangtoru.

Padahal, fungsi Sungai Batangtoru tersebut sangat vital bagi masyarakat karena dapat dikategorikan sebagai sumber kehidupan masyarakat di daerah itu.

Selain untuk mandi dan mencuci, air dari sungai tersebut juga digunakan untuk mengairi areal persawahan masyarakat yang luasnya ribuan hektare.

Karena itu, sangat wajar jika masyarakat Batangtoru menentang keras pembuangan limbah ke sungai yang dilakukan perusahaan tambang emas tersebut.

“Wajar mereka marah karena merasa sumber kehidupannya dicemari,” ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. Menurut dia, dari dialog dengan masyarakat selama ini, warga tidak memiliki keluhan dan permasalahan lain dengan perusahaan tambang tersebut, selain pembuangan limbah.

Dari aspek operasional perusahaan, masyarakat justru mendukung karena banyak warga sekitar yang ikut bekerja di perusahaan tambang emas tersebut.

“Masyarakat paham, jika perekonomiannya berputar dan pola pikir juga semakin berkembang (dengan adanya perusahaan itu),” tuturnya. Sayangnya, kata dia, PT Agincourt Resources kurang dapat mencermati kondisi itu karena kurang mampu menyosialisasikan program dan konsep analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang telah dilakukan.

Ketika berdialog dengan masyarakat, diketahui juga jika warga Batangtoru belum pernah mendapatkan penjelasan mengenai upaya yang dilakukan perusahaan tambang itu dalam mengelola limbahnya. “Perusahaan tambang itu kurang arif. Kalau arif, masalah ini bisa selesai,” tuturnya.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun Ini, Alokasi Dana Desa Rp8 M

    Tahun Ini, Alokasi Dana Desa Rp8 M

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Tahun ini, Pemerintah Kota Padangsidimpuan menerima alokasi Dana Desa sekitar Rp8 miliar. Hal itu sesuai dengan adanya program pemerintah pusat untuk mengembangkan dan meningkatkan pembangunan desa. Hal ini disampaikan Walikota Psp Andar Amin Harahap, Senin (30/3) melalui Kepala Bappeda Iswan Nagabe Lubis. Menurutnya, Psp yang merupakan salah satu  daerah pemerintah kota di Sumut […]

  • Pembangunan Stadion Mesjid Agung Langgar Peraturan

    Pembangunan Stadion Mesjid Agung Langgar Peraturan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Fraksi Hanura Dewan Perakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Fakhrizal Efendi Nasution menilai lanjutan pembangunan Stadion dan Nur Alannur dari multiyears tidak sesuai dengan peraturan. Demikian pandangan akhir Fraksi Hanura, Fakhrizal Efendi Nasution tentang pengesahan Rancangan APBD Madina 2011 sebagai Perda APBD, Jum’at, (31/12). “Bentuk pelanggaran itu, pembangunan dilaksanakan tahun jamak, namun […]

  • Siti Hamijah Meninggalkan Lagu Legendaris
    Tak Berkategori

    Siti Hamijah Meninggalkan Lagu Legendaris

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banyak yang kehilangan ketika mendengar berita wafatnya Siti Hamijah Nasution, pelantun lagu Mandailing “Na Rere”, Minggu (28/4/2013). Lagu “Na Rere” telah begitu melekat di sanubari dan menjadi lagu yang akan sulit terlupakan bersama daftar lagu-lagu Mandailing yang melegenda lainnya. “Saya melihatnya karena lagu itu, lagu yang awalnya tidak diniatkan menjadi begitu […]

  • Mencari Realitas Budaya Adiluhung Madina: “Buruk Muka Cermin Dibelah?”

    Mencari Realitas Budaya Adiluhung Madina: “Buruk Muka Cermin Dibelah?”

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Bayo Nasution Setiap daerah terbentuk dan berkembang dengan sejarahnya sendiri. Seperti yang lain, Madina menyimpan begitu banyak bukti-bukti historis. Pertanyannya: Apakah Madina memiliki sejarahnya sendiri, sehingga sejarah itu bisa diperlakukan sebagai satu modal tersendiri untuk menjadi kabupaten yang maju dan makmur? Jawabannya, sudah barang tentu. Sejumlah artepak yang masih ditemukan merujuk pada […]

  • Membawa Anak ke Masjid, Bolehkah? (2-habis)

    Membawa Anak ke Masjid, Bolehkah? (2-habis)

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Oleh: Hafidz Muftisany Anak-anak diperintahkan shalat saat usia tujuh tahun. Hal ini didasarkan pada hadis tentang letak saf shalat bagi anak-anak. Dalam hadis tersebut Rasulullah SAW melakukan shalat di rumah Abu Thalhah dengan memosisikan Anas (yang saat itu masih kecil) dan seorang anak yatim di belakang beliau. Sedangkan, Ummu Sulaim di belakang kedua anak tersebut. […]

  • Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (1)

    Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (1)

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PENGANTAR Sejumlah penggiat kebudayaan aktivis mahasiswa, pemuda dan tokoh masyarakat yang berasal dari Mandailing pada awal bulan Januari 2013 lalu menggelar pertemuan untuk membahas seputar persoalan kebudayaan Mandailing dan rencana penyelenggaraan “Kongres Kebudayaan Mandaling” di Jakarta. Salah seorang diantaranya, M. Syurbainy (Beny) Nasution Ketua Pengurus Harian Saroha Foundation yang akrab disapa Benas, mengungkapkan alasan rencana […]

expand_less